NovelToon NovelToon
Terpikat Pesona Suami Brondong

Terpikat Pesona Suami Brondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Nikahmuda / CEO / Pengantin Pengganti / Cinta Paksa
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: fania Mikaila AzZahrah

Gagal menikah dengan calon tunangannya tidak membuatnya putus asa dan tetap kuat menghadapi kenyataan.

Kegagalan pertunangannya disebabkan karena calon suaminya ternyata hanya memanfaatkan kebaikannya dan menganggap Erina sebagai wanita perawan tua yang tidak mungkin bisa hamil.

Tetapi suatu kejadian tak terduga membuatnya harus menikahi pemuda yang berusia 19 tahun.

Akankah Erina mampu hidup bahagia dengan pria yang lebih muda darinya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 12

Suara decitan ban motor beradu dengan aspal pagi itu membuat semua perhatian orang-orang pengguna jalan memperhatikan apa yang sedang terjadi.

Akmal tersungkur ke atas aspal setelah terjatuh karena motornya tiba-tiba tertabrak dari arah belakang oleh kendaraan roda empat.

Suasana pagi itu cukup ramai dan jumlah kendaraan cukup banyak memadati sepanjang jalan tersebut.

Bruk!!

“Argh!!” teriak histeris Akmal sembari melindungi wajahnya agar terbebas dari hantaman aspal.

Brak!!

Tubuhnya terseret beberapa meter bersama dengan sepeda motor kesayangannya.

“Auhh,” Akmal meringis menahan rasa sakit di pergelangan tangan dan lututnya yang bergesekan dengan aspal.

Akmal berusaha untuk bangun dari posisinya, tapi kesulitan karena tubuhnya tertimpa badan motornya.

“Astaga dragon! Apakah rasa peduli dan iba orang-orang semakin terkikis oleh jaman!? Mereka malah sibuk dengan hpnya untuk membuat konten!” kesalnya Akmal.

Akmal melirik ke sekelilingnya, orang-orang hanya menatapnya tanpa ada yang berniat membantunya.

Kebanyakan orang sekarang sibuk dengan kepentingan pribadinya masing-masing tanpa peduli dengan kehidupan orang lain yang jelas-jelas membutuhkan bantuan.

“Seperti inikah sifat warga 18++ sudah tidak peduli lagi dengan kondisi orang lain,” gerutunya sambil berusaha untuk bangun tapi masih tetap kesulitan.

Seorang pria berjalan tergesa-gesa ke arah Akmal,” maafkan saya Dek, saya tidak sengaja menabrak motornya adek.”

“Tidak apa-apa Pak, tapi tolong angkat motornya,” pintanya Akmal.

“Oh iya, maaf,” pria itu gegas membantu Akmal.

Pria paruh baya itu membantu Akmal dan terus meminta maaf karena keteledorannya dalam mengemudikan mobilnya sehingga tanpa sengaja menabraknya.

“Maafkan supir pribadi kami yang sudah menabrakmu, kamu jangan khawatir saya akan membiayai pengobatanmu,” ucapnya.

“Tidak apa-apa Pak, ini hanya luka kecil saja. Insha Allah akan cepat sembuh sudah biasa maklum anak muda,” balasnya Akmal sambil nyengir lebar.

Akmal tidak mungkin marah-marah dengan musibah kecelakaan dialaminya saat ini, karena namanya musibah pasti datang tak pernah terduga dan hal itu bukannya menyelesaikan malah semakin menambah masalah semakin rumit.

Apalagi mengingat pelakunya siap bertanggung jawab untuk mengobati luka-lukanya dan sudah meminta maaf kepadanya.

Akmal berjalan terpincang-pincang ke arah pinggir jalan raya di bantu oleh seorang pria yang berjas. Akmal dibantu duduk di salah satu kursi yang ada di sekitar tempat tersebut.

Pria itu memeriksa tubuhnya Akmal yang terluka, untungnya pakaian yang dipakai Akmal mampu melindunginya sehingga luka yang didapatkannya tidak terlalu parah.

“Pak Kadir, Kita harus bawa ke rumah sakit anak muda ini untuk cepat mengobati luka-lukanya, karena kalau tidak cepat diobati bisa-bisa infeksi,” titahnya pria yang berpakaian rapi itu.

Pak Kadir berjalan tergopoh-gopoh ke arah majikannya setelah mengamankan motor miliknya Akmal yang rusaknya cukup parah.

“Bagaimana dengan motorku Pak? Apa masih bisa dipakai?” tanyanya Akmal melirik ke arah pak Kadir.

“Maafkan saya Dek motormu tidak bisa dipakai karena kerusakannya banyak, tapi Adek tidak perlu khawatir karena saya akan membawa motornya adek ke bengkel terdekat,” ujarnya Pak Kadir.

Akmal tersenyum tipis,” tidak perlu Bapak repot-repot, motorku memang sudah mau dipensiunkan Pak.”

“Lukamu memang tidak terlalu parah, tapi kalau dibiarkan begitu saja dan dianggap sepele takutnya akan menjadi lebih parah dikemudian hari. Jangan sekali-kali menyepelekan luka-lukamu.,” imbuhnya Bapak itu.

“Tidak apa-apa kok Pak, saya sudah biasa mendapatkan luka seperti ini, saya buru-buru soalnya,” tolaknya Akmal secara halus.

“Pak Kadir, angkat pemuda ini kalau masih menolak untuk kita bawa ke rumah sakit, Saya tidak mau dibantah!” Titahnya pria itu.

“Terserah bapak saja kalau begitu, bapak cukup keras kepala,” ceplos Akmal.

Pria itu melirik ke arah Akmal sedangkan Akmal malah cengengesan sambil menaikkan dua jarinya membentuk huruf v.

“Peach love gaul Pak,” candanya Akmal yang masih sanggup bercanda dalam keadaan seperti ini.

Akmal menyerah untuk menolak karena pasti tetap akan dipaksa juga. Dia menghela nafasnya kemudian berjalan pelan ke arah mobil bersama dengan pak Kadir yang menuntunnya karena dia masih kesulitan untuk berjalan tanpa di pegang oleh orang lain.

Untungnya bagian tubuhnya yang tidak tertutup pakaian seperti wajahnya tidak tergores sedikitpun sehingga ketampanannya masih seperti sebelumnya tanpa lecet.

“Ya Allah semoga ayah sama bunda tidak berfikir aneh-aneh, gue yakin mereka pasti sudah mengetahui kalau gue nggak ada di dalam kamar,” batinnya Akmal.

Akmal duduk di samping pria yang belum diketahui identitasnya itu sedang pak Kadir mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang rendah karena takut melakukan kesalahan yang sama.

“Maaf, apa saya bisa meminta tolong, Pak,” ucapnya Akmal hati-hati.

“Meminta tolong?” Kedua keningnya saling bertautan.

“Apa saya boleh pinjam hpnya, saya mau menghubungi kakak saya, Pak,” pintanya Akmal yang sungkan berbicara dengan pria yang berperawakan tinggi, gagah dan berwibawa itu.

Pria itu langsung mengambil hpnya dari dalam saku jasnya tanpa berfikir lama,” pakailah tapi jangan buat Mama kamu khawatir.”

Akmal mengangguk kemudian langsung menghubungi nomor teleponnya Arsyila karena hanya kakak perempuannya yang lebih tepat dihubungi dalam keadaan seperti saat ini.

Berselang beberapa menit kemudian…

Akmal sudah ditangani oleh dokter dan diantar pulang oleh Pak Rayhan Dewantara.

“Pak Rayhan seharusnya tidak perlu repot-repot mengantar sampai ke hotel, padahal saya bisa pulang memakai taksi online saja,” ucapnya Akmal segan.

Rayhan yang mendengar perkataan dari Akmal melirik ke arah pemuda itu, “Tidak apa-apa, saya juga ingin mengetahui alamat tempat tinggalmu di mana.”

“Saya bukan warga asli Jakarta, Pak. saya hanyalah pendatang dari kampung nun jauh di sana,” balasnya Akmal sambil tersenyum simpul.

Perbincangan mereka terhenti ketika mobil yang dikemudikan oleh pak Kadir berhenti di depan loby hotel bintang lima tempat menginap kedua orang tua dan keluarga besarnya.

“Makasih banyak Pak Rayhan sudah diantarkan sampai ke hotel,” ucapnya Akmal sebelum turun dari mobil.

“Kami yang seharusnya meminta maaf dan mengucapkan terima kasih karena kamu berbaik hati sudah tidak melaporkan kami ke pihak berwajib,” ucapnya pak Rayhan.

Akmal tersenyum ramah,” saya tidak ingin mempersulit keadaan apalagi pagi ini saya harus menikah, Pak.”

“Selamat kalau begitu, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah bahagia hingga kakek nenek,” doanya pak Rayhan.

“Amin ya rabbal alamin, makasih banyak Pak. Assalamualaikum,” Akmal berjalan pelan-pelan karena kondisi kakinya yang masih ngilu dan sedikit perih.

*******************

“Ya Allah putraku ada dimana? Jaga dan lindungilah anak-anakku dimanapun dia berada,” gumamnya Bu Ulfa.

Arsyila memeluk tubuh mamanya yang sudah menangis tersedu-sedu yang mencemaskan keadaannya Akmal.

“Insha Allah putra kita pasti akan pulang dengan selamat, yakinlah kalau Shaka pasti baik-baik saja dan secepatnya akan balik ke sini,” ucapnya Pak Raffi dengan yakin.

Semua orang sudah gelisah menunggu kepulangan Akmal karena Pak Irfan sudah menelpon dan menunggu kedatangan mereka.

“Apa jangan-jangan Shaka kabur dengan perempuan lain?” tebaknya Bu Jamilah sambil tersenyum sinis.

“Bu Jamila, jangan asal ngomong. Tidak mungkin Nak Shaka kabur dengan perempuan lain sedangkan mereka adalah pasangan kekasih dan saling mencintai,” protesnya Bu Reni.

“Bu Jamila kalau ngomong selalu saja nyinyir, kapan Ibu Jamila kalau berbicara itu hal-hal yang bermanfaat,” sarkasnya Bu Lina.

Dari sekian banyak orang duduk di dalam lobi hotel, Bu Jamila lah paling cepat dikenali. Dari cara berpakaian dan gayanya yang berbeda dibandingkan orang-orang kampung lainnya, yang kebetulan ikut ke kota bersama kedua orang tuanya. Gaya hedonnya yang sudah seperti toko emas berjalan yang membedakannya dengan ibu-ibu.

Bu Jamila mendelikkan matanya mendengar ucapan dari kedua perempuan yang selalu tidak disukainya.

“Kalian memang selalu membela anak-anaknya Bu Ulfa, kalau kenyataannya seperti itu mau diapa coba! Karena saya yakin Shaka itu minggat dengan perempuan lain,” kekeh Bu Jamila.

“Wajarlah kami membela mereka karena orang-orang baik dan selalu membantu kehidupan kami di kampung tanpa pamrih sangat jauh berbeda dengan kalian yang selalu mencari-cari kesalahan orang lain!” Pak Budi ikut berkomentar.

“Benar apa yang dikatakan oleh ibuku, kalau memang Shaka tidak kabur dengan gadis lain. Kalau tidak minggat kemana perginya Shaka? Karena kita tidak melihat keberadaannya padahal seharusnya kita sudah berangkat ke rumahnya Pak Jenderal Irfan,” ucap Galih putrinya Bu Jamila.

Dua orang berdiri tidak jauh dari mereka sejak tadi terus memperhatikan apa yang mereka lakukan sambil tersenyum sumringah karena apa yang direncanakannya berhasil.

“Kita berhasil Bu, aku yakin Shaka gak bakalan balik karena malu dengan apa yang sudah diperbuatnya dengan gadis bodoh itu,”

“Kamu memang pinter nak sudah menjebak mereka berdua,” balasnya sang ibu sambil memperbaiki posisi maskernya.

“Kita lihat saja cerita selanjutnya mereka pasti bakal dipermalukan! Aku ingin melihat mereka hancur dan menderita seperti apa yang aku rasakan.”

Masih di area sekitar lobi hotel..

“Sudah-sudah, kalian ini sudah seperti anak-anak kecil saja bukannya berdoa agar Nak Arshaka cepat pulang malah berdebat buang-buang tenaga,” ujarnya Pak Didi sang pak RT.

Keributan yang ada di loby hotel membuat pak Raffi dan Bu Ulfa semakin pusing setengah hidup karena apa yang mereka katakan cukup menohok hatinya.

Arsyila mencebikkan bibirnya melihat ke arah anak ibu yang mulutnya sedari dulu selalu julid dan nyinyir.

“Heran deh, apa mereka tidak pernah berfikir kalau apa yang mereka perbuat adalah hal yang hanya akan menambah dosa-dosa mereka,” sindirnya Arsyila.

Arsyila berjalan ke arah luar karena ingin menghubungi nomor ponselnya calon adik iparnya, tapi malah nomor tak dikenal yang menghubunginya.

Arsyila mengangkat telponnya kemudian berbicara dengan orang itu, tapi tiba-tiba Arsyila berteriak lantang.

“Jangan asal ngomong! Gue yakin kamu itu hanya berbohong dan berencana menjebak adikku saja! Jadi simpan omong kosong kamu!” bentaknya Arsyila kemudian mematikan sambungan teleponnya.

Arsyila mengatur nafasnya yang tersengal-sengal saking marahnya mendengar perkataan orang itu.

Hpnya kembali berbunyi dan dia cepat-cepat membuka pesan dari orang tak dikenalnya.

Pupil matanya melebar sempurna melihat foto dan rekaman video yang dikirimkan oleh orang yang tidak diketahuinya.

“Astaghfirullah aladzim Shaka kenapa bisa seperti ini! Apa yang telah merasukinu dek kenapa bisa sampai kayak gini?”

Arsyila hendak menghapus rekaman video dan foto-foto tersebut tapi dia melihat kedatangan adiknya yang berjalan terseok-seok.

“Astaga apa yang terjadi padamu Dek?” Arsyila semakin panik melihat kondisi adiknya yang terluka.

1
Nurul cahyani
kuis kali
Karmila
hahaha kaget
Karmila
cowok makondo
nuraeinieni
kwkwkw,,,ada saja arshaka,,,tuh ibu yg punya warung udah jelaskan tuh,,kalau yg bersayap itu lebih bagus.
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: haha maklum kagak pernah beli malah beli demi istri 🤣
total 1 replies
Zaini
sabar
nuraeinieni
adem juga hati kalau ipar dan mertua baik dan mau mengajari memasak.
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: ga kayak author nya ehh malah curhat 🤣😂
total 1 replies
nuraeinieni
ya allah kasian erina,,,ternyata trauma dgn sura petasan dan kembang api karna kejadian masa kecilnya
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: hehehe 🤭
total 1 replies
Fitry Resky Nero
hahaha 😂
Inha Khaerunnisa
gawat darurat kalau gini
Inha Khaerunnisa
Badas juga Bu polwan
Inha Khaerunnisa
semoga samawa pengantin baru
Inha Khaerunnisa
sederhana tapi megah dan mewah yah
Inha Khaerunnisa
anak yang baik
Fia ismail
dasar wanita licik Lo
Fia ismail
kayaknya Nafisa sama Bu Ranti
Fia ismail
seharusnya cemaskan dirimu sendiri bukan motore
Fia ismail
anak pinter
Fia ismail
meminta wejangan bagus
Asrianty Qira irwan
hari ini ngomong tua besok pasti cinta
Asrianty Qira irwan
gak bunuh diri tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!