NovelToon NovelToon
The Exorcise Who Lives As An Idol

The Exorcise Who Lives As An Idol

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Reinkarnasi / Kutukan / Roh Supernatural
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ayano Kaname

Pengusir hantu dari zaman kuno yang memilih untuk bunuh diri karena ingin hidup normal ternyata bereinkarnasi ke tubuh seorang Idol terkenal.

Lee Jaehyun pada akhirnya harus menjalani dua kehidupan dengan dua pekerjaan yang berbeda.

Di mata semua orang, dia dikenal sebagai Maknae dari grup Idol terkenal di Korea Selatan bernama MYTH, namun semua berubah ketika terdapat sebuah masalah serius akibat roh jahat yang membuatnya harus kembali berprofesi sebagai Munyeo Naja.

Demi mewujudkan impiannya di kehidupan keduanya yang damai, dia harus kembali berurusan dengan roh jahat. Satu demi satu masalah serius mulai muncul dan misteri yang selama ini tertutup mulai terkuak. Bahkan dia beberapa kali nyaris mati karena terlibat dengan para arwah gentayangan!

Apakah dia bisa mewujudkan keinginannya untuk jadi Idol normal tanpa harus berurusan dengan hantu? Ataukah terpaksa melibatkan semua rekannya dalam bahaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12.

Chief Han terkejut mendengar kalimat yang baru dikatakan oleh Jaehyun, “Apa maksudmu dengan ucapanmu barusan itu? Ada yang ingin MYTH hancur katamu? Ja–jangan sembarangan bicara, Jaehyun.”

“Aku hanya mengatakan kemungkinan yang paling mendekati. Lagipula, aku sendiri ingin hal ini cepat berakhir.”

“Apa?”

Jaehyun terdiam sejenak. Dia melihat mangkuk kuenya dan berkata dengan nada sendu, “Kau mungkin tidak percaya, tapi aura kematian yang mengelilingi kalian itu…bisa membuat siapapun mati lebih cepat.”

“Seperti yang aku katakan, ini demi semuanya. MYTH mungkin dalam bahaya, namun menemukan siapa yang mencoba mengutuk kita itu tidak mudah.”

“Jika ini berhasil, kau mungkin akan selamat, Han Yeon.”

“...” saat namanya disebut seperti itu oleh Jaehyun, saat itulah Chief Han menyadari bahwa di hadapannya itu bukanlah Jaehyun yang dikenalnya dulu. Kali ini, dia sangat yakin. Tetapi dia tidak ingin mempertanyakannya.

Jaehyun menghabiskan sisa kue dan es krimnya sendiri. Membutuhkan waktu dua jam sampai semua makanan itu benar-benar habis dimakannya.

Setelah selesai, Jaehyun berdiri dan mengajak Chief Han pergi dari tempat itu. “Han Yeon…”

“Kenapa?”

“Aku tetap akan menjadikan ini bisnis demi mencapai keuntungan dan uang.”

Sekali lagi, dia membahasnya. Uang, tujuan yang selalu dipikirkan oleh semua orang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Di zaman tempatnya hidup sekarang bukanlah zaman Joseon yang bisa dikuasai oleh dekrit kekaisaran dan nama keluarga.

Jaehyun memutuskan untuk hidup tenang dan melepaskan profesinya sebagai Munyeo Naja, meskipun sekali lagi, dia harus memanfaatkan kemampuannya itu demi mendapatkan lebih banyak uang dan kekayaan.

“Aku tidak ingin hidup dengan mengandalkan kemampuan ini, tapi aku harus melakukannya demi para hyung dan Lee Jaehyun yang asli.”

“Jika ini berhasil, hanya tinggal masalah waktu sampai aku bisa hidup normal seperti yang aku mau.”

Jaehyun melihat Chief Han, “Aku tidak akan memintamu memberiku banyak uang, bayar aku sebisamu saja.”

“Aku hanya ingin bisa menyelesaikan masalah ini lebih cepat. Kalau dipikir, mungkin aku bisa menjadikan ini peluang meskipun aku tidak ingin.”

“Prioritas utamaku tetap hidup kaya dan tenang meski sudah terkenal, tapi keinginanku menolongmu dan para hyung itu juga benar. Tolong jangan salah mengartikan apapun.”

Chief Han hanya bisa merespon dengan kalimat sederhana, “Aku tau. Jangan cemas. Kalau kau butuh apapun, katakanlah. Aku juga tidak akan bertanya banyak hal.”

“Yang aku tau kau tetaplah Jaehyun, Siren dan maknae dari MYTH yang baru saja sembuh.”

Mereka keluar dan menuju lift kembali. Sebelum masuk lift, Jaehyun bertanya, “Kau bawa kunci mobil kan?”

“Bawa, kenapa?”

“Tadi kau bilang kalau aku butuh sesuatu, aku hanya tinggal bilang saja kan?”

“Memang kau butuh sesuatu, Jaehyun?”

“Butuh. Kita ke parkiran dan temani aku belanja.”

Chief Han tidak tau kemana dia hendak pergi. Saat pintu lift terbuka, Chief Han menekan tombol menuju parkiran. Di dalam lift, dia sempat bertanya, “Apa yang kau butuhkan?”

“Senjata.”

“Senjata?”

Pintu lift terbuka dan mereka telah tiba di parkiran. Jaehyun keluar lebih dulu, tapi Chief Han terdiam. Dia seperti baru mendengar sebuah kata yang seharusnya tidak diucapkan oleh Jaehyun.

“Kau…kau tadi bilang apa?”

“Aku butuh senjata.”

“Woi!!!”

Chief Han seperti tidak bisa menerima jawaban santai dari mulut Jaehyun. Dia menarik tangannya dan berteriak, “Kau itu orang terkenal! Kenapa malah mau jadi teroris?!”

“Berisik! Masuk mobil dulu dan aku akan menjelaskannya padamu!”

Di mobil, tepatnya di perjalanan…

Jaehyun dan Chief Han sudah berada di jalan untuk mencari apa yang diinginkan oleh Jaehyun. Jaehyun meminta Chief Han masuk ke dalam mobil sebelum ini dan sepanjang perjalanan, dia mengatakan keinginannya lebih detail.

“Senjata yang aku inginkan itu bukan hal yang berbahaya seperti yang kau pikirkan. Aku hanya butuh sebuah benda yang menyerupai senjata yang dulu aku pakai.”

“Apa? Kau dulu pernah pakai senjata? Kapan? Aku tidak ingat hal itu?”

“Apa?”

“Kau kan masih kuliah dan mengambil cuti, bagaimana bisa kau pernah memegang senjata?”

Deg.

Ini seperti Jaehyun menggali lubang kuburannya sendiri.

“Sialan, aku lupa kalau aku tidak tau sejarah dari tubuh ini. Bahkan aku tidak tau kuliah itu apa!”

“Harus berbohong, harus berbohong!”

Jaehyun mencari alasan yang bagus untuk menutupi kesalahannya, “Itu…um, aku pikir…aku belum menceritakan semuanya padamu. Aku dulu punya hobi me…memainkan pedang dan kayu untuk berlatih.”

Chief Han terlihat tidak yakin, “Sungguh? Kau yakin?”

“Eiy! Pokoknya kita ke toko yang menyediakan senjata!”

“Jangan sembarangan ya! Kau mau dianggap kriminal! Memang senjata apa yang kau inginkan?!”

Jaehyun berpikir sejenak. Dulu, dia selalu menggunakan kipas lipat, kertas mantra, pisau dengan ukiran mantra, sajak Naracheyong dan…sebuah pedang.

“Pe…dang?”

“Apa?”

“Aku butuh pedang.”

Di lokasi syuting, Yuno keluar setelah bagian rekaman lagunya selesai. Dia pergi saat Shihan dan Sagan mengambil rekaman untuk album mereka. Saat dia berjalan untuk mencari udara segar, dia melihat beberapa staff sedang bicara.

“Ada apa?”

“Ah, Vamp. Terima kasih atas kerja kerasnya.”

“Iya, terima kasih bantuannya. Jadi, apa yang kalian bicarakan di sini?” tanya Yuno.

“Kami sedang melihat daftar lampu baru dan peralatan lain untuk ruang ganti kalian yang rusak.”

“Apa? Ruang ganti kami yang rusak?”

Para staff itu saling melihat satu sama lain. Tampaknya mereka bingung untuk menjelaskan apa yang terjadi. Mereka berusaha menutupi, namun Yuno tidak bisa lagi menyembunyikan rasa penasarannya.

“Fenrir dan Goblin sedang mengambil rekaman jadi aku akan tutup mulut. Selain itu, Siren kami juga keluar bersama Han-nim. Memang ada apa? Aku tidak mendengar ruang ganti kami rusak.”

“Pagi ini kalian memang meminta kami mengganti pakaian di ruang make up, tapi aku tidak dengar apapun soal ini. Ada apa?”

Salah seorang staff berkata, “Begini, semalam saat kalian sudah pulang, tiba-tiba saja lampu ruangan kalian pecah.”

Yuno tidak bisa menyembunyikan perasaannya. Wajahnya syok, matanya terbelalak dan dia mulai kehilangan ketenangannya, “Apa?! Pecah! Siapa yang melakukannya?!”

Para staff mulai merasa bahwa mereka seharusnya tidak mengatakan hal ini tapi sepertinya semua sudah terlanjur, “Kami tidak tau. Hanya saja, ada bekas cairan merah yang mirip cat atau apapun itu. Selain itu, kaca di ruangan juga ikut rusak dan hampir semuanya tidak ada yang diperbaiki.”

“Um, kami juga tau hal ini semalam dari Kang Byul-nim. Beliau menghubungi Han Yeon-nim dan sepertinya Han Yeon-nim sudah mengurusnya pagi ini.”

Yuno terdiam namun bukan karena menerima semua penjelasan itu. Dia diam karena dia sedang berpikir.

“Semalam…semalam Chief Han tidak mengatakan hal apapun pada kami, lalu kapan hal ini terjadi?”

“Kenapa dia tidak mengatakannya pada kami? Apa…apa ini masih ada hubungannya dengan teror yang kemarin dialaminya?”

“Tidak mungkin…tidak mungkin makhluk yang dimaksud Chief Han dan Seokyung-hyung akan melakukan hal seperti ini, kan?”

“Ini jelas hal yang serius!!”

“Vamp?” salah satu staff memanggilnya karena Yuno terlihat semakin pucat, “Vamp, ini tidak seperti yang kau pikirkan. Kami akan mengurusnya. Jangan khawatir.”

Yuno berusaha mengembalikan ketenangannya dengan memasang wajah penuh senyum. “Te–terima kasih banyak. Aku akan merahasiakan ini pada Fenrir dan Goblin. Kalian juga rahasiakan hal ini dari yang lain termasuk Chief Han, mengerti?”

“Baiklah. Kami kembali bekerja dulu, Vamp.”

Begitu melihat para staff pergi, Yuno nekat pergi menuju ruang ganti MYTH. Saat dirinya tiba, dia mencoba membuka pintu ruangan tersebut namun terkunci.

“Dikunci?” tentu dia terlihat bingung karena hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Untuk apa mereka mengunci ruang ganti MYTH? Itulah yang dipikirkannya. Tentunya hal ini membuatnya yakin kalau semua cerita mengenai keanehan yang terjadi itu benar.

Dia mengeluarkan handphonenya dan mengirim pesan pada seseorang. Dengan tulisan “Han-ssi” di kontaknya, dia menuliskan sebuah pesan.

[Han-ssi, aku perlu bicara denganmu. Telpon aku begitu kau punya waktu.]

[Ini penting.]

Tentu saja orang yang dimaksud saat ini sedang berdiri di sebuah tempat yang cukup…asing.

1
⃟☘︎🅂🅅🄰🄽🄸🅁🄴🐉⃝Λ𝐋𝐒𖤍
🗿🗿jadi ingat penghalang di JJK
Ayano: anime jujur kasian ya
iya ya, nostalgia banget
total 1 replies
Aryanti endah
Luar biasa
Ayano: Arigatou wak/Joyful/
total 1 replies
Xiao Lian Na ¿?
Kalo iya, pasti yang di panggil kau
Ayano: Sepertinya gitu/Facepalm/
total 1 replies
Dance Seaweed
targetnya emang harus orang tajir, kah? kayaknya ama yg emang terkenal. gak nyorot orang biasa juga?. semacam siluet gitu, kayak si Yuri Hao ngasih paham sama Berandalan.
Ayano: Kagak. Tar macem macem lah kejadiannya
total 1 replies
Dance Seaweed
ya... bagaimana lagi? makan kembang loh, ini harusnya seru didengar, kan? lagian seingat ku, era... itu Mawar belum masuk ke tanah Korea.
Ayano: Ho oh. Alurnya mo sedikit dicepetin versi adikku
total 3 replies
Dance Seaweed
sebetulnya karena alur mundur diawal chp, lalu maju membuat ku agk bingung. pas... kejadian kapan Jaehyun kalahin Evil Spirit itu
Dance Seaweed: perempuan atau cewek?
total 4 replies
〈⎳ FT. Zira
sepanjang perjalanan aku ngikutin karya ka Yano.. aku punya 1 pertanyan.
kaka dapet ide ceritanya dari mana sihhhh
〈⎳ FT. Zira: okeh.. nanti nengok kesana
total 23 replies
Dance Seaweed
ditunggu selanjutnya /Determined/
Ayano: /Determined//Determined/ semangka buat amoeba
total 1 replies
Dance Seaweed
siap siap nebas! baru nyadar aku, Naja satu ini bawa senjatanya 🤣🤣
Ayano: /Facepalm//Facepalm/ tau mau kuganti senjatanya wak
total 1 replies
Dance Seaweed
boleh tanya... ini idol gak manggung? kenapa rasanya bebas banget dah, mereka terkenal, kan? rasanya kayak asal asalan deh /Sweat/
Ayano: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ sepemikiran ya
Tar ada nyanyi nyanyi nari nari konser konser dikit
Dikit aja tapi
total 1 replies
Dance Seaweed
jawaban: siram air ruqyah /Joyful/
Dance Seaweed: ho'oh!
total 2 replies
Dance Seaweed
wait, wait, wait... bukan Yuno dari Anime yang tidak ingin aku sebutkan namanya, karakter Npc serasa MC? /Sweat/
Dance Seaweed: oo iya, bener mabok data🤣
total 4 replies
Dance Seaweed
syaratnya apa aja tuh /Shame/
Ayano: Yang jelas harus bahagia keknya😂
total 1 replies
Dance Seaweed
ada spell ngecilin senjata? nanti jadi kalung atau anting gitu. pas mau make senjata, jir... copot liontin, lalu sambil jalan ke depan baca mantra.... uwoooh! keren beut, keren!

aku yakin, demon lord sebelah dan mulut terkutuk pasti muji!

/Scream//Scream//Scream/
Dance Seaweed: hmm, moga simpel dan keren!
total 4 replies
Dance Seaweed
ada alasan ya? di era modern, roh jahat sekuat itu?
Ayano: Ada. Something something cuma sedikit sedikit gitu. Gak ada yang istimewa banget /Facepalm/
total 1 replies
Dance Seaweed
sederhananya segel tangan. di China, Jepang dan korea disebut demikian. ini segel tangan, bukan jurus aja, semacam mantra, mirip perintah dari gerak tubuh gitu.
Ayano: Ho oh
Aku sendiri liatnya di sejarah onmyouji makanya masukin dikit. mo baca sejarah shaman lagi buat inspirasi
total 1 replies
Dance Seaweed
kata dukun boleh diganti Nanja? atau Exorcist aja boleh gak?
Ayano: Buat ngelawak dikit kadang wak itu kata /Facepalm/ jadi kadang dipake
total 1 replies
Dance Seaweed
oke!
〈⎳ FT. Zira
coba di adu sama... errr... siapa sih namanya , lupa. raja nya si Ryou ..
Agaki-sama.. aku lupa/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ayano: Sekarang dah punya kembaran wak. Dua ekor lagi/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Dan udah punya nenek baru
total 3 replies
〈⎳ FT. Zira
tukang perintah.. seperti... siapa itu..
Ayano: Lawan dia sudah lahir /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!