Aruna dan Melvin yang kembali di pertemukan setelah 8 tahun. Mereka dulu 1 sekolah dengan Melvin adalah senior Aruna.
Setelah 8 tahun mereka kembali di pertemukan dengan keadaan yang berbeda. Melvin menjadi seorang aktris terkenal dan Aruna yang menjadi sutradara.
Tetapi ada scandal masa lalu dalam hubungan mereka yang belum selesai. Tentang kedekatan mereka dulu dan kenapa berpisah. Setelah sekian lama di pertemuan kembali dan Aruna yang sudah bersama seorang anak laki-laki berusia 8 tahun.
Bagaimana kah cerita di antara mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12 Penegasan Aruna.
"Jadi kau selama ini berpura-pura tidak kenal denganku?" tanya Melvin dengan suara serak.
"Tidak! Aku tidak punya alasan untuk berpura-pura tidak kenal. Aku mungkin akan sama dengan orang yang lain saat bertemu denganmu, mereka lebih baik pura-pura tidak dekat dan jika pura-pura kenal, maka akan dianggap fans yang berlebihan yang sok dekat," sahut Aruna dengan santai memberikan jawaban yang masuk akal.
Melvin terdiam. Aruna berbicara begitu lempang yang seperti sudah tidak ada menyimpan di hatinya.
"Aku senang, jika kamu masih mengingatku. Aku juga tidak percaya jika kita berdua akan bekerja sama," ucap Aruna tersenyum.
"Kamu datang kemari pasti ingin menemuiku bukan?" tebak Aruna.
"Iya!" sahut Melvin.
"Bu Monica tadi baru saja menghubungiku dan memberitahu maksud tujuan kamu, nanti saja kita bicarakan, aku makan siang sebentar, kamu tunggu lah sebentar," ucap Aruna yang langsung pergi dari hadapan Melvin. Dia seperti terlihat menghindari pembicaraan dengan Melvin.
"Aku tidak percaya akhirnya dia mengenali ku, dia mengingat ku. Tidak Aruna! semua itu hanya masa lalu dan jangan kembali pada masa lalu yang begitu buruk. Hal ini yang tidak perlu kau ingat. Kau sudah berjuang selama 8 tahun bukan untuk kembali mengingat masa lalu itu," batin Aruna dengan wajah sendu yang tetap melanjutkan langkahnya.
Ternyata hanya di depan Melvin dia bersikap baik-baik saja dan seperti sudah move on. Tetapi ternyata Aruna memang masih sering mengingat pertemuan dia dengan Melvin dan justru saat pertama kali dia melakukan syuting di sekolah itu banyak kenangan yang dia ingat bersama Melvin.
Dia cukup terkejut dengan Melvin yang akhirnya mengetahui siapa dia. Hal itu tidak pernah terduga oleh Aruna dan justru membuat dia semakin gugup dan semakin berusaha untuk menghindari Melvin.
**
Setelah menyelesaikan makan siangnya, Aruna secara profesional menemui Melvin, mereka berdua duduk saling berhadapan di bangku yang di atasnya diberi atap payung untuk menutupi dari sinar panas matahari.
"Ini!" Aruna memberikan dokumen kepada Melvin.
"Kamu tanda tangan di sana dan syutingnya sudah dijadwalkan," ucap Aruna dengan tegas.
Melvin mengambil pulpen dan langsung menandatangani. Setelah itu Aruna langsung mengambil berkas itu dan menyusunnya kembali
"Baiklah kalau begitu kamu tunggu saja kabar dari Manager kamu dan kami akan menyiapkan set dan semuanya," ucap Aruna yang tampak profesional yang berbicara dengan lempang saja dan tidak seperti Melvin yang masih berpikiran tentang Aruna dan bahkan terus menatap wajah Aruna dengan penuh arti.
"Aku permisi dulu!" Aruna berdiri dari tempat duduknya.
Tetapi tiba-tiba tidak jadi pergi saat tangannya tertahan yang membuat Aruna menoleh yang ternyata Melvin memegangnya
"Kamu menghindari ku!" ucap Melvin. Aruna terdiam yang kesulitan menelan ludah.
Melvin bisa melihat dari wajah Aruna yang sejak tadi menghindari untuk saling bertatap mata dengannya.
"Atau mungkin itu alasan kamu sehingga tidak ingin aku bermain dalam film ini, untuk kita tidak akan pernah bertemu lagi!" tebak Melvin.
Sekarang pertanyaan Melvin sudah terjawab sendiri dan dia sudah yakin jika itu alasan Aruna.
Aruna melepaskan tangan Melvin perlahan, "kamu berpikir terlalu jauh, aku tidak punya alasan untuk menghindarimu .... Aau adalah seorang sutradara dan bukankah kita sering bertemu sebelumnya, jadi sangat tidak mungkin aku menghindarimu. Jika aku meragukan kamu dalam film ini, itu artinya banyak hal yang harus aku pertimbangkan dan mungkin aku punya pemain yang ingin memainkan film ini," jawab Aruna dengan tenang dan tegas.
"Aku permisi!" ucap Aruna pamit yang tidak ingin berlama-lama di hadapan Melvin.
"Kamu melupakan semuanya!" langkah Aruna kembali terhenti.
Jantungnya berdebar begitu kencang dengan kata-kata Melvin. Perkataan itu sudah mulai mengungkit masa lalu yang pernah ada di antara mereka berdua m
"Kau melupakan jika kita berdua adalah orang yang...."
"Aku tidak punya alasan untuk mengingat semua itu," lagi dan lagi Aruna memotong pembicaraan Melvin yang tidak ingin mendengar apapun.
"Itu sudah berlalu delapan tahun dan kita punya kehidupan masing-masing. Jadi jangan menyuruhku untuk mengingat semua itu. Aku dan kamu sekarang sudah sama-sama dewasa dan memiliki dunia masing-masing. Bekerjalah secara profesional dan jangan membuatku tidak nyaman dengan semua ini!" tegas Aruna yang langsung pergi meninggalkan Melvin.
Melvin tidak menghentikan Aruna dan melihat kepergian punggung wanita itu yang semakin lama semakin jauh. Melvin sebenarnya masih belum puas berbicara dengan Aruna dan masih banyak yang ingin dia ketahui. Tetapi Aruna sudah jelas-jelas menghindari dia.
**
"Aku pulang!" pintu terbuka.
Aruna yang memasuki rumah dan Mila yang berdiri di dekat meja yang tampak menghias kue ulang tahun.
Aruna yang langsung menghampiri Mila dengan mencium punggung tangan Mila.
"Tumben sekali sore kamu sudah pulang," ucap Mila heran sembari melanjutkan pekerjaannya yang mengukir hiasan di atas kue tersebut.
Aruna yang menuang air putih ke dalam gelas selalu duduk, "tidak terlalu banyak pekerjaan," jawab Aruna yang kemudian dia langsung minum.
"Begitu! kalau begitu kamu saja yang menjemput Rain, sebentar lagi dia akan pulang les," ucap Mila. Aruna melihat arloji di tangannya yang memang sudah pukul 05.00 sore.
Aruna juga mengingat jika hari ini putranya sedang ada les berenang.
"Mama mau antar pesanan kue?" tanya Aruna melihat kue ulang tahun yang cantik dan lucu itu.
"Iya, ini kue ulang tahun langganan mama, putra beliau berusia 18 tahun. Jadi beliau mempercayakan Mama untuk membuatkan kue ulang tahun," jawab Mila.
Mata Aruna tidak lepas menatap kue tersebut. Tatapan mata itu begitu dalam yang penuh arti dan bukan hanya sekedar mengagumi kue yang cantik itu. Tetapi seperti ada makna di kue tersebut.
Flashback.
Aruna turun dari ojek dengan membawa kotak yang dipegang begitu hati-hati.
"Makasih, Pak," ucap Aruna yang memberikan ongkos.
Aruna memasuki cafe tersebut yang di dalamnya memang diadakan acara ulang tahun. Aruna menghela nafas dan langsung memasuki kafe itu. Cafe Calista yang terkenal di Jakarta yang cukup mewah sudah di-booking untuk acara perayaan ulang tahun salah satu anak pengusaha kaya raya.
Iya benar sekali, ulang tahun Melvin yang diadakan di dalam cafe tersebut, di dalam kafe itu juga terdapat foto Melvin dan juga para tamu undangan yang sudah datang dengan penampilan mereka yang sangat menarik.
Aruna secara khusus mendapatkan undangan ulang tahun dari Melvin. Tetapi dari pakaian yang ia gunakan yang sangat sederhana, hanya menggunakan rajut yang dipadukan dengan rok span di atas mata kaki, tidak mencerminkan jika dia datang sebagai tamu undangan yang sangat berbeda dengan tamu-tamu yang lain yang terlihat berpenampilan mewah.
Melihat di dalam cafe tersebut berpenampilan begitu sangat menarik dengan menggunakan dress mahal dan juga penampilan yang memang layak untuk ke pesta ulang tahun membuat Aruna melihat penampilan sendiri yang tidak sama dengan undangan yang ada di sana. Memang Aruna datang bukan sebagai tamu undangan.
"Jadi benar! pesanan kue ibu diantar ke tempat ini," batin Aruna.
Dia memang mendapatkan tugas dari sang mama untuk mengantarkan pesanan kue ulang tahun dan tanpa diduga Aruna jika alamatnya sama dengan alamat undangan ulang tahun yang diberikan Melvin.
Aruna sama sekali tidak berencana untuk datang ke pesta Melvin karena tidak mungkin dia datang dengan penampilan seperti itu. Tetapi harus ada di acara itu karena membawa kue ulang tahun.
Bersambung