NovelToon NovelToon
Aku Antagonis?, Ok

Aku Antagonis?, Ok

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Teen School/College / Romantis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zakiya el Fahira

HELENA KANAYA ATMAJAYA gadis enam belas tahun yang masih duduk di bangku sekolah, sejak kecil Helena sudah di jodohkan dengan anak teman mendiang Ibunya, yang bernama RAVELO TRIAN ADITAMA yang sama sama masih duduk di bangku sekolah, kebetulan Helena dan Velo masih satu sekolah namun beda kelas.
Dari dulu Helena memang sudah menyukai Velo, dan saat tahu kalau keduanya di jodohkan Helena semakin menempel pada Velo, membuat Velo terkadang merasa risih sendiri.
Helena sebenarnya gadis yang baik, hanya saja dia memiliki sifat posesive pada sesuatu yang memang sudah jelas jelas miliknya termasuk pada Velo. Helena tahu kalau Velo dekat dengan gadis satu kelasnya yang bernama HANA LARASATI, jadi Helena selalu berusaha menjauhkan Hana dan Velo.

Dan sikap Helena yang seperti itu, membuat semua murid di sekolahnya mengecap Helena sebagai gadis Antagonist, awalnya Helena tidak terima dirinya di anggap Antagonist, namun pada akhirnya Helan benar benar memerankan sosok Antagonist yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Di ruang kesehatan sekolah, Exel mengulum senyum melihat wajah masam sahabatnya yang sedang di obati oleh dokter penjaga.

Tadi Velo terlihat bahagia melihat expresi Helen yang panik saat tahu tangannya terluka bahkan darahnya sampai merembes, namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama, saat Helen memukul luka Velo dengan sangat keras, lalu melenggang pergi begitu saja tanpa menoleh lagi, dan sampai saat ini gadis itu sama sekali tidak menanyakan kondisi Velo.

''Xel, kalo lo berani tertawa, habis lo'' ancam Velo.

''Enggak, gue gak tertawa, cuma merasa lucu aja liat muka lo'' sahut Exel diringi kekehan kecil, membuat Velo kesal bukan main.

''Diem lo!'' sentaknya.

Exel langsung mengatupkan bibirnya, namun dari expresi wajahnya terlihat kalau Exel masih menahan tawanya.

Sedangkan Helen yang sudah ada di kelas, mendengus saat membaca pesan dari Hana, cewek itu mengumpatinya habis habisan melalui pesan yang di kirim ke nomer Wahtsappnya.

[ Hel, lo bintang apa manusia, ha?, lo sadis banget tahu, udah buat tangan Velo terluka, bukannya minta maaf, malah pergi gitu aja, lo gak punya hati tau gak ]

''Dasar cewek gila'' decak Helen, lalu memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku bajunya, dan tak berselang lama guru yang mengejar di kelasnya masuk.

Sebenarnya pertengkaran Helen dan Hana tadi, sudah sampai ke telinga kepala sekolah dan para guru guru HSI, tapi satupun dari mereka tidak ada yang berani memberi sangsi untuk keduanya lebih tepatnya hanya untuk Helen, apa lagi selama ini yang menjadi awal mula adanya keributan di HSI hanya perselisihan antara Helen dan Hana, dan itu sudah di mulai sejak awal mereka naik ke kelas dua belas, selama ini HSI di kenal dengan murid muridnya yang anti bullying di real life, hanya saja kebanyakan murid yang kaya tidak mau berteman dekat dengan murid dari kalangan bawah, mereka hanya berteman dengan murid yang statusnya sama, tapi tidak berlaku untuk Hana, bagi mereka hanya Hana satu satunya murid dari kalangan bawah yang sangat beruntung, karna bisa dekat dengan murid terkaya di HSI dan sahabat sahabatnya, walaupun minusnya sering berselisih dengan Helen.

Saat jam istirahat tiba, Helen yang baru selesai mengantri mengambil jatah makan siangnya, wajahnya langsung di tekuk saat melihat semua tempat duduk sudah penuh, mana perutnya sudah sangat lapar sekali gerutunya, namun selang beberapa detik Helen melihat satu meja yang hanya di tempati oleh murid cewek berkacamata, yang posisinya ada di paling pojok, perlahan Helen menghampiri murid cewek itu yang duduk sendirian di meja itu.

Tok

Tok

Murid cewek berkacamata itu mendongak, saat ada yang mengetuk meja di depannya sembari membenarkan kacamatanya yang sempat merosot.

''Apa gue boleh duduk di sini?'' tanya Helen.

Murid cewek itu mengangguk dengan kepala tertunduk.

''Boleh boleh, silahkan duduk saja'' jawabnya sedikit gugup.

''Terimakasih'' ucap Helen sembari menarik kursi yang ada di sebelah cewek berkacamata itu.

''Sa,, sama sama'' balas cewek itu sedikit kaget.

Cewek berkacamata itu sedikit gugup saat melahap makan siangnya, mungkin Helen duduk di sampingnya, dan Helen menyadari itu.

''Rania, lo gak usah gugup begitu, santai saja'' ucap Helen.

Cewek berkacamata yang di panggil Rania itu seketika kaget, karna ternyata Helen mengenalinya.

''Kok lo tahu kalau nama gue, Rania?'' tanya Rania.

''Kan lo satu kelas sama gue, mana mungkin gue gak tahu nama lo'' jawab Helen.

''Iya, ya'' ucap Rania sembari terkekeh kecil, dan Helen hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.

Diam diam Rania melirik Helen yang duduk di sampingnya, dia merasa senang karna baru kali ini ada murid kaya yang mau duduk di sampingnya, apa lagi murid itu Helen pewaris Atmajaya group.

Sedangkan di ruang kesehatan sekolah, terlihat Velo duduk di sofa yang ada di ruangan itu, tadi cowok itu menyuruh Exel untuk mengizinkan dirinya yang tidak bisa mengikuti jam pelajaran pertama, dan kini kedua sahabatnya menemani Velo, bahkan Hana juga ikut di sana.

''Vel, gue minta maaf, karna gue, lo samapi terluka begini'' ucap Hana yang berdiri di depan Velo.

Namun Velo tidak menggubris perkataan Hana, bahkan sejak Hana masuk Velo tidak meliriknya sama sekali.

Melihat Velo diam saja, Hana mengerucutkan bibirnya kesal.

''Vel, lo marah sama gue?'' tanyanya, lagi lagi Velo hanya diam saja.

''Vel''

''Han, lo bisa diem gak?!'' sentak Velo kesal.

Hana sontak langsung mengatupkan bibirnya rapat rapat.

''Gue, gak marah sama lo, jadi sebaiknya lo diam'' tegas Velo.

Hana mengangguk. ''Kalau begitu gue keluar dulu'' ucapnya lalu berjalan keluar dengan kepala tertunduk.

Dan selang beberapa saat Maxim yang duduk di sisi Velo langsung bangkit dan berjalan keluar untuk menyusul Hana.

''Han, tunggu!'' seru Maxim mengejar langkah Hana dan menahan lengannya.

''Ada apa Max?'' tanya Hana dengan expresi kecewa, karna dia fikir Velo yang akan mengejarnya keluar, ternyata malah Maxim.

''Gue boleh tanya sesuatu sama lo?''

Hana menganggukkan kepalanya. ''Boleh''

''Kalau begitu kita di taman saja'' ajak Maxim.

Lalu mereka berdua pergi ke taman yang tak jauh dari ruang kesehatan.

''Lo mau tanya apa sama gue, Max?'' tanya Hana saat keduanya sudah duduk berdampingan di kursi panjang yang ada di taman.

Maxim teridam sejenak sebelum akhirnya berbicara. ''Jawab jujur, apa selama ini lo diem diem suka sama Velo?'' tanya Maxim to the point.

Hana seketika terdiam. ''Kenapa lo tanya seperti itu?, gue tidak mungkin suka sama dia, gue sadar kalau gue gak pantas bersanding dengan Velo'' sangkal Hana dan Maxim percaya begitu saja.

''Han, gue boleh ngomong sesuatu sama lo?'' ucap Maxim.

''Ngomong aja, ngapain minta izin dulu'' sahut Hana.

Maxim terdiam, dia bingung bagaimana cara ngomongnya sama Hana, kalau dirinya selama ini menyukai Hana.

''Lo mau ngomong apa Max?'' tanya Hana yang mulai penasaran, karna Maxim diam saja.

''Han, gue suka sama lo'' ungkap Maxim dengan sekali tarikan nafas.

Tubuh Hana seketika menegang, mendengar ungkapan perasaan Maxim untuknya.

''Max, lo sedang nge prank gue kan?'' tanya Hana menolak percaya dengan apa yang di katakan Maxim.

Maxim menggelengkan kepalanya. ''Enggak, gue gak sedang nge prank lo, gue serius, gue sudah lama suka sama lo'' ucapnya.

''Lo mau gak jadi pacar gue?'' tanya Maxim penuh harap.

Hana seketika langsung bangkit, dan menatap datar Maxim.

''Sorry Max, gue gak bisa'' tolak Hana lalu melenggang pergi meninggalkan Maxim yang terdiam di kursi taman dengan perasaan kecewa atas penolakan Hana.

Karna waktu istirahat hampir habis, jadi Hana langsung pergi ke kelas sembari ngedumel sendiri.

''Ck, mana mungkin gue terima cinta si Max, secara dia gak sebanding sama Velo'' gerutunya.

Hana tidak tahu kalau di balik pilar yang ia lalui, ada seseorang yang tidak sengaja mendengar apa yang di ucapkannya, membuat orang itu tersenyum devil sembari menggelengkan kepalanya, karna akhirnya tahu watak asli Hana.

1
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 senjata makan tuan🤣🤣🤭🤭
kaylla salsabella
walah kira" siapa yang kena sup
kaylla salsabella
ealah .. bukanya sadar malah makin menjadi deh
kaylla salsabella
om Antonio mungkin suka sama Helen
Adinda
Antonio sama Helen aja
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪
Sulati Cus
wah jgn jgn 🤔oom suka sm Helen berharap kembar 3 buat beli, Exel sm Antonio
Sribundanya Gifran: wah ternyata ad yg sepemikiran🤔🤔.
pertanyaaan buat author pernhkah antonio bersentuhan dgn helen?
total 1 replies
kaylla salsabella
si Exel suka sama rania🤭🤭🤭
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Tiara Bella
udh sadar km Maxim klu Hana itu nyebelin dan g suka sm kamu....
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 habis ini udah gak ada yang perduli sama kamu han🤣🤣
tinie
idiih gak nyadar masuk tim beasiswa
coba KLO dicabut apa kamu masih bisa sekolah disitu,
saat kamu dan ibumu di usir dari rumah majikan🤣🤣🤣
tinie
ini typo bukan sii
kan Hana yg keliling lapangan
bukan Hellen,,
Sribundanya Gifran
lanjut
Adinda
maxim sama rania aja, Axel sama velo biar rebutan Helen
Tiara Bella
meledak jg akhirnya velo....
tinie
mampus loo
kan malu sendiri udah nantangin masa dibatalin👊👊
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣
Adinda
Helen cocok sama Axel biarin aja velo menyesal
paijo londo
hel ayo jangan beri maaf ma velo biar kapok walaupun udah tau watak Hana yg pbb
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!