Asyifa adalah seorang gadis yatim piatu yang hidup bertiga dengan kedua adiknya. Sebagai anak sulung, dia bertanggung jawab membesarkan kedua adiknya, setelah ayah dan ibunya meninggal akibat kecelakaan hebat saat pulang dari berjualan.
Suatu hari dia terlibat skandal dengan teman satu kelasnya, teman yang juga dia kagumi dalam diam.
Sebab skandal tersebut, dia harus kehilangan beasiswa dan menuntutnya untuk keluar dari sekolah favorit tersebut.
5 tahun kemudian, dia dipertemukan dengan teman sekelasnya dengan kondisi yang berbeda.
Tetapi cinta yang dulu pernah singgah... ternyata masih tetap menetap tanpa bisa terungkap.
Bagaimana kisah selanjutnya...
selamat membaca guys... semoga kalian terhibur...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KERUMAH MERTUA
" Apa??!! Menikah?!... Maksud kamu bagaimana,? Papa tidak paham" Yamka yang baru pulang kerja, di buat terkejut dengan pengakuan anak keduanya.
Beberapa waktu lalu, Arka memutuskan untuk mengambil cuti selama satu minggu, dia harus segera mengesahkan pernikahannya ke KUA, itu sebabnya dia menahan untuk menyentuh Asyifa.
Dia tidak ingin ada fitnah hamil di luar nikah, sebab pernikahan sirinya hanya di ketahui orang orang di lingkungan kontrakan Asyifa.
Arka sengaja meninggalkan Asyifa di hotel, selain menjaga mental Asyifa, dia juga ingin memastikan dulu reaksi keluarganya. Terutama mamanya.
" Iya papa, aku terpaksa menikahinya 3 minggu lalu. Arka minta maaf.... Baru memberitahu papa tentang hal ini." ucap Arka.
" Kamu tidak mungkin tiba tiba memutuskan menikah, sedangkan Yumna yang jelas jelas kamu susah mengenalnya kamu tolak. Bagaimana juga dengan Jihan? Bahkan sampai sekarang dia masih setia menunggumu melamarnya, sambil menyelesaikan studinya di malaysia."
Arka diam, dia tidak peduli dengan Yumna. Tetapi Jihan??. Ah.... Bahkan sampai detik ini dia masih sangat mencintai wanita cantik berdarah minang itu.
Nadia masih diam memperhatikan setiap ekpresi anaknya. Dia bukan seorang ibu yang langsung tantrum teriak teriak saat mengetahui anaknya berbuat salah.
"Setelah papa merestui pernikahanku, aku akan ke malaysia untuk menjelaskan pada jihan. Tetapi... Aku tidak bisa meninggalkan istriku pa". jawab Arka dengan tegas.
Yamka terdiam mendengar ketegasan anaknya. Dia khawatir hubungan persahabatan yang terjalin puluhan tahun lalu... kandas karena keretakan hubungan anak anak.
" Arka... Boleh mama bertanya nak?" suara lembut Nadia memecah keheningan.
" Silahkan ma" jawab Arka.
Heeeemhuuufffffh....
Nadia menghembuskan nafasnya, sebelum melanjutkan bicara...
" Apa yang mendasari kamu menikahi seorang wanita, tanpa memberitahu keluarga?" tanya Nadia. Pelan... Tapi tegas.
Raka terdiam... Mengingat peristiwa beberapa minggu lalu.
Lalu... Perlahan... Arka menceritakan awal mula pertemuannya dengan Asyifa... Sampai terjadinya pernikahan.
"Asyifa.... " seolah olah Nadia sedang mengingat sesuatu...
"Apakah dia teman sekolah kamu Arka??" tanya Nadia yang seolah olah sedang mengingat ingat sesuatu.
"benar mama... Asyifa orang yang sama." Jawab Arka.
" Tunggu... Maksudmu Asyifa yang memfitnahmu saat kamu masih SMA? " tanya Yamka.
" Iya pa" jawab Arka.
" Astagaaa...... " Yamka sampai tidak bisa berkata kata mendengar anaknya.
Menikahi perempuan yang bahkan tidak ada dalam mimpi sekalipun untuk menjadi menantunya.
" Kalau kamu menikahi seorang perempuan karena kasihan... Pernikahan kamu hanya akan terasa hambar Arka." kata Nadia.
Perempuan yang pernah di kecewakan itu mengingatkan anaknya... Dia pernah kecewa, sakit hati dan... Malu. Tentu dia tidak ingin merasakan apa yang pernah dia rasakan dulu.
" Kami sedang belajar ma... Kami belajar untuk saling menerima dan mencintai. Dia perempuan yatim piatu yang membutuhkan perlindungan." jawab Arka.
Arka terus memberikan pengertian pada kedua orang tuanya.
Dia tidak akan mundur... Dia sudah memutuskan, dan dia harus bertanggung jawab dengan keputusannya.
" Papa mengajariku menjadi pria bertanggung jawab, jadi... Jangan memintaku menjadi pria pengecut, dengan meninggalkan wanita yang sudah ku nikahi.." Arka berkata tanpa ada keraguan.
Yamka terdiam... Arka benar. Jika Arka sudah membuat keputusan, harusnya dia percaya putranya sudah pasti mampu bertanggung jawab.
" Di mana mematuku mama Arka?" tanya Nadia.
" Jika papa dan mama mengijinkan... Aku akan membawanya kesini" jawab Arka.
Nadia mengangguk, mengisyaratkan bahwa dia meminta dan mengijinkan Asyifa di bawa ke rumah ini.
Arka pamit untuk menjemput Asyifa. Dia benar benar tidak akan mundur... meskipun rasa cinta belum tumbuh di hatinya... Tetapi rasa tanggung jawab yang begitu besar, sudah dia ambil untuk bersama Asyifa.
Sementara itu di dalam kamar, Nadia sedang menenangkan suaminya...
" Sayang... Kamu turun. Jika kamu seperti ini mas tidak akan tahan..." kata Yamka yang berkabut gairah, sebab Nadia kini sudah duduk di pangkuannya.
Nadia tersenyum....malah dengan sengaja dia menggoyangkan tubuhnya di atas paha suaminya.
" uhhh Sayang...." Yamka sangat gemas degan istrinya ini.
Nadia memberikan kecupan di bibir suaminya. Membelai rahang tegas pria yang pernah dia tinggalkan.
" restui mereka mas, anak anak berhak menentukan jalan hidup mereka masing masing." kata Nadia sambil membelai pipi suaminya.
" Tapi sayang.... Hubunganku...aahhh" Yamka tidak jadi menjawab, karena Nadia sedang bermain main dengan juniornya.
Yamka tidak pernah tahan dengan permainan istrinya, dia menarik tangan istrinya lalu mengungkungnya.
" stop!!! Jangan di lanjutkan." jawab Nadia dan meronta ronta.
" Sayang... Jangan mempermainkan mas dong, ini tongkat baseball bisa jadi terong kalau kamu hanya PHP." kata Yamka mengejar istrinya yang sudah hampir sampai pintu.
" Biar aja jadi terong, sekalian ade goreng dan di kasih sambal" jawab Nadia.
Dengan reflek Yamka memegangi tongkat baseball miliknya, membayangkan saja dia sudah ngilu.
" Kalau mas masih menghalangi anak anak meraih kebahagiaan mereka, maka nanti malam kita makan dengan sambal terong layu" kata Nadia.
Yamka terbengong bengong mendengar ucapan istrinya. Bagaimana tidak... Tongkat baseball yang dia bangga banggakan, terancam turun jabatan menjadi sambal terong. Ooohhh tidak.... Tidak bisa....
Di sebuah kamar hotel, nampak Asyifa sedang menunggu suaminya.
Kecemasan melanda hati dan pikirannya... Berbagai pikiran negatif seolah setia hinggap dan enggan pergi.
tok tok tok...
Suara ketukan pintu mengagetkannya, Asyifa segera berjalan untuk membuka pintu.
" Mas... " Asyifa membuka pintu dan meraih tangan suaminya dan menciumnya.
" Mas madi dulu ya" kata Asyifa.
Arka meraih tangan istrinya yang hampir berlalu untuk menyiapkan baju.
"Duduklah dulu..." kata Arka sambil menuntun istrinya untuk duduk dia sofa samping kaca.
"Malam ini, kita kerumah orang tuaku. Kita sudah berjanji untuk mempertahankan pernikahan ini, dan belajar saling menerima juga saling mencintai. Jadi.... Apapun yang terjadi nanti, kita lewati berdua. " kata Arka dengan memegang telapak tangan istrinya.
Nadia terdiam tanpa menjawab. Jujur.... Rasa takut menghantuinya saat ini.
Dia tidak masalah jika di tolak keberadaannya... Bahkan... Jika Arka menceraikannya sekalipun... Dia siap.
Satu satunya yang membuatnya ragu adalah keberadaan Raka sendiri. Bukan dia tidak tahu soal hati Arka... Justru karena dia tahu Arka memiliki wanita yang di cintainya, dia ingin melepaskan pria yang sebenarnya sangat di inginkannya itu.
Asyifa tidak ingin menjadi penghalang kebahagiaan seseorang, apa lagi orang itu adalah pria yang dia cintai sejak lama.
"Mas... Pikirkan lagi. Jangan mengorbankan kebahagiaanmu hanya untuk wanita sepertiku." jawab Asyifa.
"Sebelum pernikahan ini tercatat di catatan sipil, ada baiknya kamu memikirkan ulang" lanjut Asyifa.
Arka tidak menjawab, dia mendekat dan mengecup bibir Asyifa yang sudah menjadi candunya.
" Aku tidak akan mundur. Ku katakan sekali lagi Asyifa... Aku hanya belum mencintaimu, tetapi bukan berarti aku tidak bisa" jawab Arka.
"Yakinlah..Aku akan tetap bersamamu selamanya. Cinta akan tumbuh di hati kita masing masing, meskipun membutuhkan waktu. Apalagi... Saat di perut ini tumbuh Arka kecil sebagai penyempurna rumah tangga kita." Arka melanjutkan ucapannya, sambil meraba perut Asyifa.
Asyifa tersenyum menatap suaminya... Lalu... Arka mendekat dan melumat bibir istrinya. semakin dalam.... Dan semakin menuntut.
Telapak tangan Arka membelai punggung sang istri, dan memberikan sentuhan saat Asyifa merintih nikmat di bawah permainannnya...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih like, komen dan follow nya ya manteman.... Semoga kalian suka dan menikmati.
syifa sdh mngatakn ber kali".... untuk mnyudahi prnikahan kalian... agr kalian tak saling mnyakiti....
up bnyak"
capek mncintai sendirian... wloupun arka sbg suami sangt bertanggung jawab.....
untuk arka.... yakin km bneran g ada cinta untuk syifa.... yakin cinta sdh g pnting.....
ms iya km bisa mnjalani prnikahan dgn syifa smpe saat ini tnpa km merasakn cintamu untuk syifa🤔🤔🤔