NovelToon NovelToon
Antara Masa Depan Dan Dia

Antara Masa Depan Dan Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: jestimjaber

mohon dikoreksi ya teman2 mungkin ada kata atau alur yang masih kurang bagus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jestimjaber, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jenuh...

Sudah empat hari Vara berada di Bali bersama bos nya itu, ia sangat bosan sekali karena setiap hari nya ia selalu ikut pergi ke beberapa tempat yang tentu nya mengurus kasus-kasus yang kadang ia tidak tau kasus apa itu.

Seperti hari ini ia tengah berada di Polresta Denpasar bali, seperti biasa ia hanya menemani bos nya itu untuk mendampingi klien, yang seperti nya terkena masalah penggelapan uang atau korupsi.

"Mba Vara, bisa bantu saya untuk memasukan data-data berkas ini" Vara langsung menoleh ke samping saat mendengar suara Reza.

"Bisa pak" Reza berdiri dan mengajak Vara untuk mencari tempat duduk yang lebih nyaman.

Mereka berdua duduk disebuah kursi yang jauh dari tempat dimana mereka duduk tadi, lalu mereka berkutat dengan beberapa berkas dan laptopnya, terlihat sangat serius hingga tak lama bos nya itu datang.

"Za, saya minta tolong kamu urus berkas-berkas ini dan kamu bawa saja pulang ke hotel. Saya masih ada urusan" ujar Sena sembari memberikan beberapa lembar stofmap yang tentunya berisi berkas-berkas bukan uang wkwk.

Sena menatap Vara lalu ia menyuruh Reza untuk membawa nya pulang ke hotel karena ia dan klien nya masih ada keperluan yang harus di urus.

"Mba bawa laptop tidak?" tanya Reza saat Vara tengah serius menatap layar laptop yang ada di depan nya.

"Bawa pak" jawab Vara, ia pun langsung menatap asisten bos nya itu.

"Boleh saya pinjam, nanti kamu masuk ke akun kantor saja dan bantu saya menyelesaikan ini seperti nya kalo pakai satu laptop akan lama" Vara pun mengangguk

Lagi pula benar apa kata nya, ini berkas hampir ada 100 lembar lebih bisa bisa sampe subuh engak kelar ini, apalgi setiap paragraf nya harus diteliti lagi.

"Saya ambil dulu pak sebentar" Reza mengangguk

Vara segara pergi ke kamar nya untuk mengambil laptop milik nya, karena mereka berada di lobi maka Vara harus menaiki lift untuk menuju ke kamar nya.

Sudah tiga jam mereka duduk di sofa empuk itu masih saja belum selesai, sampai tangan Vara pegal dan kesemutan..namun ia tidak berani mengeluh karena bagaimanapun itu sudah menjadi tugas nya.

_ini berkas setiap hari sebanyak ini?, bahkan tadi pak Reza bilang kadang lebih banyak dari ini..gila ya bisa betah pak Reza, apa gajinya gede kali ya_ Gumam Vara.

"Mba Vara saya ada urusan dulu sebentar, mba saya tinggal engak papa? Tadi saya juga sudah pesan kan makanan nanti akan diantar oleh grab" ujar Reza tiba-tiba.

Vara hanya mengangguk mengiyakan saja, lalu asisten bos nya itu pergi begitu saja seperti terburu buru mungkin ada kepentingan mendesak yang harus segera ia urus.

Dan benar saja tak berselang lama ada seorang grab yang datang membawa satu bungkus kantong Makanan, seketika mata vara langsung terbuka lebar ketika melihat bungkus makanan itu.

"Lumayan lah dapat makanan gratis, ya meskipun kerjaannya bikin pegal gini" ucap Vara sendiri, sembari membuka bungkusan makanan itu.

Pukul 04.00 sore hari, Vara baru selesai dengan pekerjaan nya. Ia langsung berdiri dan meregangkan otot-otot nya karena dari tadi ia hanya duduk saja tentu merasa pegal, namun sampe sore hari begini ia belum melihat tanda-tanda Reza ataupun sena pulang.

Lalu ia memutuskan untuk naik ke kamar hotel nya dan beristirahat, karena ia mengecek ponselnya dan sama sekali tidak ada pesan dari kedua orang itu.

Namun begitu ia sampai di atas dan baru saja hendak membaringkan tubuh nya di ranjang, ia mendengar notifikasi dari ponsel nya seketika ia langsung terduduk kembali.

_pak Sena: Vara, kalau kamu lagi tidak ada pekerjaan boleh susul saya ke polres. Nanti biar dijemput mobil_

_Vara:Baik pak_

Ternyata itu pesan dari pak Sena yang menyuruh nya untuk menyusul nya ke polres, gagal deh dia mau istirahat.

Vara segera beranjak dari kasur ia merapikan kembali make up dan pakaian nya lalu mengambil beberapa keperluan dan segera turun takut sudah ditunggu mobil nya.

Saat ia sampai lobi benar saja mobil sudah menunggu, ia heran perasaan engak ada setengah jam ia bersiap siap kenapa sudah dijemput saja, apa mobil ini terbang, Begitulah pikiran random Vara.

disepanjang jalan ia terus menguap karena memang ia sangat mengantuk. Karena sejak ia ikut ke Bali memang jarang tidur nyenyak bahkan jam tidur yang biasanya sampe 7 atau 8 jam kalo dirumah, sedangkan sekarang saat dibali ia hanya tidur paling lama 3 atau 4 jam karena harus mengejar waktu setiap harinya.

...****************...

Kalian ada pertanyaan engak nih, mungkin kalian bisa tanya kira - kira Vara dibayar engak ya magang disitu?

Nanti akan ada jawaban nya ya gaes, ditunggu saja.

Tetap stay tune ya gaes, biar Mimin semangat terus😁

1
nana bubu
lanjut dong min 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!