"Tanggal 1 April pukul 11.11 aku sepertinya telah jatuh cinta!"
Gema menyadari perasaannya dan pada hari itu juga pemuda yang masih duduk di bangku sekolah itu akan melamar sang pujaan hati.
"Aku akan menikahi Chila sekarang juga!"
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seperti Istri Durhaka
Walaupun mendapat perkataan yang tidak mengenakkan hatinya, Gema tetap bahagia karena perhatian kecil dari Chila.
Setidaknya gadis itu masih memikirkan perut suaminya.
"Kalau begitu, aku akan menyiapkan meja makan," ucap Gema.
Chila hanya duduk cantik dan Gema yang menyiapkan piring serta minum untuk mereka.
Pasangan suami istri muda itu makan siang bersama dan setelah selesai Gema segera mencuci piring serta gelas yang mereka pakai.
"Dari mana belajar mencuci piring seperti itu?" tanya Chila seraya mendekati suaminya. Dia tidak menyangka jika Gema bisa melakukan pekerjaan rumah.
"Aku belajar otodidak setelah merasa jatuh cinta padamu," jawab Gema secara gamblang.
"Wah, jadi kau memang sudah menyiapkan diri menjadi suami," Chila semakin tidak menyangka jika Gema akan seniat itu.
"Tentu saja, ketika laki-laki sudah serius pada seorang wanita maka dia harus siap segalanya," balas Gema lagi.
Kalau begini pemuda itu terlihat sangat waras.
"Untuk urusan membersihkan rumah dan cuci baju biar aku yang mengerjakannya, istriku. Aku tidak suka ada orang asing masuk ke tempat tinggal kita," lanjut Gema.
Gema memang tidak berniat menyewa jasa asisten rumah tangga untuk keperluan sehari-hari, mungkin jika pekerjaan berat baru menggunakan jasa dari asisten yang berada di tempat keluarganya.
"Lantas apa yang harus aku lakukan?" tanya Chila.
Tidak langsung ada jawaban karena Gema mengambil sesuatu di kamar lalu memberikannya pada istrinya.
Chila menerima sebuah kartu atm dari Gema.
"Tugasmu hanya menghabiskan uangku," ucap Gema dengan mengerlingkan matanya.
"Jumlahnya memang tidak banyak tapi aku akan terus mengisinya secara berkala, karena belum bisa bekerja jadi aku mencoba peruntungan bermain saham," jelas pemuda itu.
"Kata papa Galang, aku harus memberikan semua uangku pada istriku dan tidak boleh membuatmu kesusahan!" Gema mendekat lalu mengecup kening Chila penuh kasih sayang.
"Maafkan aku sudah berpikiran ingin mengajakmu hidup susah sebelumnya!"
Chila selalu dibuat kehabisan kata-kata oleh Gema, gadis itu hanya bisa berdehem lalu masuk ke kamar.
"Apa-apaan itu," gumam Chila seraya memandangi kartu atm di tangannya. "Bukankah kita hanya menikah kontrak tapi kenapa Gema harus sampai sejauh ini?"
Kalau begini akan susah lepas nantinya tapi walaupun kontrak pun memang kewajiban Gema memberi nafkah jadi Chila akan menyimpannya.
Gadis itu masih berusaha acuh dan tidak menghiraukan ketulusan Gema supaya Chila berpegang teguh pada pendiriannya sendiri.
Malam harinya, Gema sudah menyiapkan makan malam yang berasal dari masakan Dara.
"Tadi mama Dara memintaku datang tapi aku menolak karena kita besok akan sekolah jadi mama langsung mengirim lauk pauk untuk kita, aku hanya memasak nasi saja," ucap Gema memberitahu.
"Bisa memasak nasi?" tanya Chila memastikan.
"Lihatlah ini!" Gema menunjuk tempat nasi yang sudah berisi nasi masakannya. "Aku melihat tutorialnya di youtube dan ternyata mudah memasak nasi!"
"Terima kasih istriku, berkatmu aku jadi belajar banyak hal," lanjutnya.
"Hah?" Chila merasa tidak melakuan apapun. "Jangan berterima kasih padaku tapi pada dirimu sendiri saja!"
Gema hanya menaikkan kedua bahunya, dia tidak peduli Chila berkata apa tapi perubahan drastis dirinya memang berasal dari gadis itu.
Seperti sebelumnya, Gema akan mencuci piring setelah selesai makan dan membereskan apartemen sampai bersih.
"Kenapa aku merasa menjadi istri durhaka begini," gerutu Chila dalam hatinya.
cui cui cui