NovelToon NovelToon
Return To You

Return To You

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Wanita Karir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Delapan tahun merajut kasih, hubungan Zacheriyya Tengiz dan Evander Vale-Knight hancur lebur dalam satu malam akibat pengkhianatan yang tak termaafkan.

Alih-alih menyesal, Evander justru menyebut tindakan kejamnya sebagai pembalasan ego yang setimpal atas kesalahan masa lalu.

Terluka dan murka, Zacheriyya pergi dengan sumpah tidak akan pernah memaafkan pria itu sampai ia mati.

Dua tahun berlalu dalam pelarian, takdir dengan kejam mempertemukan mereka kembali.

Rasa cinta yang dulu membara kini telah sepenuhnya bermutasi menjadi kebencian yang dingin dan mematikan. Pertemuan tak terduga ini seketika menyulut kembali sumbu dendam lama dan perang ego yang sengit di antara keduanya.

Mereka kini berdiri berseberangan sebagai dua mantan kekasih yang saling membenci setengah mati, siap saling menjatuhkan lewat tatapan tajam dan kata-kata berbisa.

Di tengah pusaran benci dan luka lama yang kembali menganga, siapakah yang akan hancur terlebih dahulu dalam permainan rasa yang berbahaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#27

Keesokan harinya, pukul 04.25 pagi.

Sinar matahari terbit mulai menerobos celah tirai kamar.

Zacheriyya terbangun dengan seluruh persendian tubuh yang terasa remuk dan pegal luar biasa. Rasa hangat dan kenyal di bawah kepalanya menandakan ia masih berbaring di atas dada telanjang Evander yang naik-turun teratur.

Zacheriyya mendudukkan tubuhnya perlahan, menyibak selimut.

Ketika ia melirik ke arah cermin kecil di atas meja rias, mata Zacheriyya seketika membelalak lebar penuh amarah!

Di sekujur kulit mulusnya—mulai dari dada, bahu, hingga merambat naik ke leher dan di bawah rahangnya—terpampang jelas puluhan tanda merah keunguan yang sangat kontras dan mencolok!

"EVANDER VALE-KNIGHT!" jerit Zacheriyya tertahan, mukanya memerah padam oleh perpaduan rasa malu dan amarah meledak-ledak. Ia berbalik dan memukul dada tegap suaminya dengan bantal. "Kau pria gila! Pria sarat kegilaan! Lihat apa yang kau lakukan pada tubuhku?!"

Evander terbangun pelan, mengusap matanya yang masih mengantuk. Pria itu justru tersenyum miring yang sangat tampan dan menawan, menyandarkan kepalanya di kepala ranjang tanpa rasa dosa sedikit pun.

"Kau tidak membiarkanku beristirahat semalaman!" omel Zacheriyya habis-habisan sembari menunjuk lehernya yang penuh tanda. "Bagaimana bisa aku memimpin apel pagi dengan leher seperti ini, huh?! Para peserta dan Mayor Vance akan melihat semuanya! Kau benar-benar berniat menghancurkan reputasiku!"

Evander terkekeh halus—suara tawa paling renyah yang pernah terdengar darinya selama dua tahun terakhir. Pria itu mengulurkan tangannya yang panjang, menarik pinggang Zacheriyya hingga wanita yang sedang marah-marah itu kembali jatuh ke dalam pelukan dadanya.

Evander mengecup leher Zacheriyya yang penuh tanda itu dengan lembut, tidak membiarkan Cherry lepas satu milimeter pun.

"Biarkan mereka melihatnya, sayang," bisik Evander dengan suara bass bangun tidurnya yang sangat seksi. "Agar pria dari San Diego itu—dan seluruh pria di markas ini—tahu bahwa Instruktur Zacheriyya yang Galak ini sudah ada yang memiliki secara mutlak."

Zacheriyya mengutuk pelan dalam dada Evander, memukuli punggung pria itu tanpa tenaga.

Namun di balik kekesalan dan amarahnya atas tanda-tanda merah di lehernya, ada rasa hangat yang amat dalam yang kembali bertunas di dadanya—sebuah keyakinan bahwa cinta mereka, meski penuh luka dan kepedihan masa lalu, kini telah kembali menyatu dengan begitu utuh.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Udara dingin sisa malam di Markas Komando EOD Pusat Los Angeles menyisakan embun tebal di atas rumput lapangan utama.

Pukul 05.45 pagi, sirine apel pagi telah berbunyi nyaring, memanggil seluruh 35 peserta warga sipil dan jajaran pengawas untuk berkumpul di tengah lapangan apel beralas semen keras.

Namun, sepuluh menit sebelum sirine itu berbunyi, situasi di dalam Kamar Nomor 12 sama sekali jauh dari kata tenang.

"Gara-gara kau, aku harus melakukan kebodohan ini!" gerutu Zacheriyya dengan wajah penuh amarah yang tertahan.

Zacheriyya duduk kaku di tepi ranjangnya, sementara Evander berlutut di depannya.

Pria Knight itu masih bertelanjang dada, hanya mengenakan celana latihan hitam, dengan cermat memegang sebuah kuas kecil dan botol concealer cair milik Zacheriyya.

Jemari Evander yang kekar dan terlatih kini bergerak sangat lembut menutupi satu per satu tanda merah keunguan di leher dan di bawah rahang Zacheriyya.

"Sedikit lagi, honey... Jangan bergerak," bisik Evander santai, menepuk-nepuk pelan formula penutup noda itu ke kulit mulus kekasihnya.

Wajah pria itu begitu dekat, memancarkan senyuman miring yang teramat puas atas "karya seni" gila yang diciptakannya semalaman.

"Kau pikir ini lucu, Evan?!" desis Zacheriyya, matanya mendelik tajam. "Kalau sampai concealer ini luntur kena keringat saat lari nanti, aku akan menggantungmu di tiang bendera!"

"Tidak akan luntur, sayang. Ini produk waterproof milikmu," sahut Evander terkekeh halus. "Lagipula, lehermu terlihat sangat cantik dengan tanda-tandaku. Concealer ini cuma pahlawan kesiangan."

AWW!!!!

"Cherry! Sakit!" merengek Evander seketika.

Zacheriyya baru saja menyusupkan jemarinya ke samping pinggang Evander dan memberikan cubitan melintir yang teramat keras tepat di otot perut bergaris milik pria Knight itu.

Evander yang bertubuh raksasa dan biasa tahan banting mendadak meringis, merengek persis seperti anak kecil yang sedang dihukum ibunya.

"Rasakan itu! Itu pembalasan untuk setiap deritan ranjang semalaman!" omel Zacheriyya puas, memoleskan kerah kemeja latihannya ke atas untuk memutarkan perlindungan ekstra. "Cepat pakai bajumu dan keluar dari sini sebelum aku benar-benar menembak kakimu!"

Evander meringis sembari mengelus perutnya yang memerah bekas cubitan, namun matanya tetap berbinar jenaka. Ia berdiri, mengecup pelipis Zacheriyya dengan kilat sebelum mengenakan kaos latihannya dan melangkah keluar.

...°°°°°...

Sepuluh menit kemudian, seluruh barisan telah rapi di tengah lapangan utama.

Zacheriyya berdiri tegap di barisan depan dengan seragam lapangan lengkap, kemeja taktik berpangkat terpasang rapi, dan kerah tinggi yang menutupi lehernya secara sempurna.

Wajahnya dipasang kaku, dingin, dan berwibawa—seolah-olah ia adalah sosok prajurit tanpa celah yang tak tersentuh.

Namun, di barisan peserta, kehadiran seorang tamu khusus menarik perhatian.

Kapten Kent dari Divisi EOD San Diego ikut berdiri di barisan pengamat samping lapangan bersama beberapa perwira lainnya.

Karena Kent bukan dari divisi teknis bom yang sedang memimpin sesi, ia hanya hadir untuk memantau rutinitas pelatihan.

Pria itu berdiri tegap dengan seragam dinasnya, namun pandangan matanya sama sekali tidak fokus pada keseluruhan barisan.

Mata Kent menatap lurus, terang-terangan, dan tanpa henti mengarah pada Zacheriyya.

Svea dan Alessia yang berdiri di barisan ketiga peserta sipil langsung menyadari tatapan intens dari Kapten San Diego tersebut.

"Lihat itu," bisik Svea pelan tanpa menoleh, menyenggol siku Alessia di sebelahnya. "Kapten Kent itu menatap Instruktur Zacheriyya seperti mau menelannya bulat-bulat. Terang-terangan sekali."

"Aku tahu," balas Alessia berbisik lelah. "Tapi yang lebih aneh... coba kau lihat respon Evander di barisan depan."

Kedua wanita itu melirik ke arah Evander yang berdiri di jajaran peserta paling depan.

Logikanya, dengan sifat Evander yang posesif dan mudah terbakar cemburu—pria Knight itu seharusnya sudah memancarkan aura membunuh atau menatap balik Kapten Kent dengan kilatan amarah meledak-ledak.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

Evander berdiri santai dengan kedua tangan di belakang punggung.

Raut wajahnya begitu tenang, dominan, dan dipenuhi oleh aura kepuasan terselubung yang amat pekat. Pria itu sama sekali tidak acuh pada tatapan Kent.

Svea dan Alessia saling bertukar pandang dengan dahi berkerut heran. Kenapa respon Evander tampak biasa saja melihat 'miliknya' ditatap terang-terangan di depan matanya langsung?

Mereka tidak tahu... Evander sama sekali tidak perlu membakar dirinya dengan cemburu buta lagi pagi ini.

Karena bagi Evander Vale-Knight, jawaban mutlak sudah ada di depan matanya.

Evander menatap langkah kaki Zacheriyya saat wanita itu mulai berjalan memutari barisan untuk memberi instruksi lari.

Roda gestur tubuh Zacheriyya tidak bisa membohongi mata tajam Evander.

Cara berjalan Zacheriyya pagi ini tampak agak kaku, sedikit tertahan, dan penuh kehati-hatian—sebuah tanda khas dari seorang wanita yang habis ditaklukkan secara habis-habisan dalam gairah liar semalaman.

Setiap gestur kaku dari cara berjalan Zacheriyya adalah bukti otentik yang menegaskan bahwa tubuh dan jiwa wanita penjinak bom itu sepenuhnya hanyalah milik Evander.

Pria asing dari San Diego itu boleh menatap sesukanya, tapi kenyataan malam tadi adalah milik Evander seorang.

"Sesi lari keliling lapangan lima putaran! Mulai!" seru Zacheriyya dengan suara tegas, memotong lamunan semua orang.

Barisan mulai bergerak maju. Langkah-langkah sepatu boots militer bergema kompak menghantam semen lapangan.

Saat Zacheriyya berjalan ke tepi lapangan untuk memantau, Kent melangkah mendekatinya dengan senyuman hangat. "Kau terlihat agak lelah pagi ini, Cherry. Apa tidurmu tidak nyenyak semalam?"

Zacheriyya membetulkan letak kerah kemejanya yang menutupi concealer di lehernya, memberikan tanggapan dingin tanpa memandang Kent. "Tidurku sangat nyenyak, Kapten Kent. Dan jadwalku sangat padat pagi ini."

Di barisan lari yang melintas tepat di samping mereka, Evander berlari dengan ritme stabil.

Saat melintasi posisi Zacheriyya dan Kent, Evander melirik sekilas ke arah Zacheriyya, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman miring yang sangat tipis dan nakal—senyuman rahasia yang membuat pipi Zacheriyya mendadak terasa panas di bawah terik matahari pagi.

Evander terus berlari dengan langkah mantap, meninggalkan Kent yang masih berdiri tanpa menyadari bahwa wanita yang ditatapnya telah sepenuhnya dikunci oleh sang pemilik sejati.

1
Mei TResna Rahmatika
sedihh bangett part ini😭
Rosdianah 🌷: huhuhu🥲
total 1 replies
Hennyy exo
kurang banget🤭🤭

omg evander aku padamu😘😘
Rosdianah 🌷: heheh anak author 🤣
total 1 replies
Hennyy exo
sangat suka dengan alurnya dan penulisannya juga bagus mudah dipagami
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
Hennyy exo
pliss thor sehari upnya 4 atau 6 bab ya🤭
Rosdianah 🌷: heheh nggak janji ya kak🤭
total 1 replies
Hennyy exo
wow makn menanyang thor babnya
Hennyy exo
sumpah thor alurnya makin bagus banget😍
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak sudah stay baca🫶
total 1 replies
Hennyy exo
baca di bab ini.kaya orang gila🤣🤣🤣
gemes deh ama merka berdua
Hennyy exo
di bab ini suka banget ma alurnya
nayla tsaqif
Apa kbr Gabriella margareth,,?? 🤭
Rosdianah 🌷: tunggu kak🤭🤣
total 1 replies
Bonny Liberty
emang minus kayanya ini laki,yang bengkokin siapa,yang lurusin siapa/NosePick/berasa yang paling ...banget deh/Hammer/
Rosdianah 🌷: perlu digampar 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
yaudah sih Evander bilang jujur aja ke Cherry kalo masih suka dan gak punya hubungan sama Gabriela 🤨 balikan lagi nih pasangan serasi 😍
Rosdianah 🌷: hihi🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Ati2 cherry,, awas kena PHP,, jangan gmpang luluh,, 😌
Bonny Liberty
denger dulu dong omongan si E,biar jelas /Shy/ suka banget sok pintar 🏏
Rosdianah 🌷: hihihi🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Buat misi penyelamatan lg thor,,, mungkin bom di sekolah ponakan evan,, 🤭 q suka tokoh heroik, 🤣
Rosdianah 🌷: Ok Kakak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
baru jelas nih alur ceritanya 🫡 ternyata wanita hamil itu Gabriela dan Evander blom nikah 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: kwkwkw🤭 Semoga suka ya Kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍 The vale knight series lover
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Bonny Liberty
maaf kisanak, bukan pecahan kaca tapi ranjau darat yang kena bayangan dirimu aja bisa meledak.../Grievance/
Rosdianah 🌷: kwkwkw🤣
total 1 replies
Bonny Liberty
kata cintanya murahan, ga sadar diri,harusnya kamu tau kurang mu apa,hubungan toxic jadinya kan,dah gitu kehilangan real love gara..gara EGO LAKI,dia ga mikir apa cewe juga punya
Rosdianah 🌷: Semoga suka cerita Baru nya kak🫶
total 1 replies
Bonny Liberty
salah satu masalah dunia EGO LAKI..LAKI../Smug/
Rosdianah 🌷: huhuhu 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!