Valery Arnold adalah seorang wanita pengusaha pertambangan berlian yang sukses dan kaya raya. Ia hidup sebatang kara namun ia bisa sukses dalam kehidupannya setelah ia bekerja keras selama bertahun tahun. Wanita yang akrab disapa Vale ini tidak pernah memikirkan pasangan hidupnya hingga berumur 30 tahun.
Jeffry Sean adalah pria pengusaha yang kaya raya satu bidang usaha seperti Valery. Ia pria sukses berumur 33 tahun. Perusahaannya merupakan saingan berat perusahaan Valery. Namun seperti halnya Vale, pria ini belum memiliki pasangan hidup.
Bertemu di sebuah mall secara tak sengaja, Jeffry jatuh cinta pada pandangan pertama pada Valery. Untuk mendapatkan cinta wanita itu. Jeffry menyamar sebagai supir pribadi Valery dan menutupi identitas aslinya dengan menggunakan nama Jecko.
Akankah Valery jatuh cinta pada Jeffry Sean dan mengetahui identitas aslinya???
Ikuti kisahnya disini "Aku Mencintai Supir Tampanku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12
Hari semakin siang. Jeffry masih setia menemani Valery. Wanita itu masih enggan bangun dari tidurnya. Tidak bukan Valery, tapi dokter Andrew yang membuatnya tertidur dengan obatnya agar Valery lebih lama beristirahat.
Jeffry sudah menghubungi Tara sekertaris Valery. Dan ia juga telah menghubungi Ramon karena hari ini ia tak bisa meninggalkan Valery. Ramon mengatakan ada kabar perkembangan terbaru tentang perusahaan Samuel. Sebentar lagi Jeffry bisa mendapatkan saham terbesar disana. Jeffry bisa lega karena ia bisa membalaskan dendamnya.
Beberapa jam kemudian, Valery membuka matanya. Ia menatap Jeffry. "Aku dimana Jeck?" tanyanya.
"Ini rumah sakit Vale. Kau harus beristirahat selama beberapa hari disini." jawab Jeffry.
"Maafkan aku membuatmu kerepotan, aku sudah baikan. Aku ingin keluar saja dari sini." ujarnya.
Jeffry menggeleng. "Kau perlu istirahat setidaknya 4 hari disini Vale. Penyakitmu kambuh. Dan kau perlu menenangkan diri. Jangan terus bekerja." pinta Jeffry.
"Kau seperti ayahku saja Jeck." jawab Valery.
"Anggap aku jadi apapun Vale. Asal kau mengikuti kata kataku. Kau tak tahu seberapa panik aku melihatmu pingsan di kamarmu." kata Jeffry.
Valery menyipitkan matanya. Supirnya sangat berani mengungkapkan perasaannya. "Maafkan aku Jeck. Baiklah, aku akan menjadi wanita penurut kali ini." jawabnya. Entah kenapa, Valery tidak ingin mengecewakan Jecko.
Jeffry tersenyum membuatnya semakin tampan.
Deg.Deg.Deg... Jantung Valery berdetak lebih cepat saat melihat senyum pria itu.
"Ini makan siangmu. Bolehkah aku menyuapimu?" tanya Jeffry.
Valery hanya bisa mengangguk. Ia masih terpaku dengan senyuman pria itu. Dengan lembut dan penuh kesabaran, Jeffry menyuapinya. Dengan susah payah Valery menelan buburnya. Baru 3 sendok, Valery menggeleng. Namun Jeffry sangat pintar membuatnya makan hingga hampir habis.
"Sudah cukup Jeck, aku ingin mengeluarkannya lagi." ujar Valery.
Jeffry menyentuh pundaknya dan memijitnya pelan. Sentuhan itu begitu dekat dan hangat. Jantung Valery dan juga jantung Jeffry saling bersahutan. Tapi mereka tak menyadari satu sama lain. Valery menatap wajah tampan pria itu. Dan keduanya saling bertatapan. Tangan Jeffry mulai merayap ke leher dan pipi Valery.
Valery sudah siap jika Jeffry ingin menciumnya, tapi yang dilakukan Jeffry justru menarik hidungnya. "Jaga kesehatanmu Vale. Walaupun aku baru mengenalmu. Tapi aku sangat mengkhawatirkanmu." ujarnya.
"Terima kasih Jeck. Aku akan menjaga kesehatanku setelah ini." jawab Valery.
Jeffry mundur dari tubuh Valery, jika ia terus dekat dengan wanita itu. Ia yakin akan menciumnya habis habisan.
"Aku keluar sebentar untuk makan siang. Tara sebentar lagi sampai kesini." ujar Jeffry.
Valery mengangguk, sebenarnya ia tak ingin ditinggalkan pria itu. Lagi lagi Jeffry tersenyum, lalu ia meninggalkan Valery di kamarnya.
*****
Jeffry menikmati makan siangnya di restoran dekat rumah sakit. Ia terus memikirkan Valery. Ia tidak bisa menahan perasaannya lagi, tapi ia sangat takut jika Valery menolaknya. Dan membuatnya akan semakin jauh. Karena setelah penolakan, tentu saja pasti Valery memecatnya sebagai supir pribadinya.
"Jeff...Kau Jeffry Sean kan?" sapa seorang wanita.
Jeffry mendongak dan terkejut. Wanita itu adalah Sassy cinta pertamanya saat SMA dulu.
"Sassy?" ujar Jeffry.
"Kau masih mengingatku. Iya aku Sassy." jawabnya.
Jeffry menatap Sassy dari atas hingga kebawah. "Wow...kau sangat cantik." ujarnya. Sassy semakin cantik walaupun tak setinggi Valery. Jeffry mulai membandingkan Valery dengan Sassy. Dan semuanya tetap dimenangkan Valery. Tapi hati Jeffry aneh saat menghadapi Sassy. "Perasaan apa ini?" pikirnya.
"Kau juga semakin tampan saja Jeff, aku boleh duduk disini?" tanya Sassy.
"Tentu saja, silahkan." jawab Jeffry. "Kau kemana saja, dan apa yang kau lakukan disini?" tanyanya lagi.
"Setelah lulus SMA, aku kuliah di Inggris. Selanjutnya aku betah disana. Aku baru kembali karena mami sakit dan dirawat di rumah sakit itu. Lalu kau sendiri apa yang kau lakukan?" tanya Sassy.
"Aku menemani seseorang yang sedang sakit juga di rumah sakit itu." jawab Jeffry.
"Benarkah, suatu kebetulan sekali Jeff. Apa ia pacarmu atau istrimu." tanya Sassy lagi.
"Bukan keduanya, aku masih pria lajang." jawab Jeffry. "Kau sendiri, dimana suamimu?"
Sassy tertawa. "Aku wanita lajang juga Jeff, padahal umurku cukup matang. Tapi aku lebih suka hidup bebas." ujarnya.
Jeffry meminum es tehnya. "Kau tidak ingin makan atau minum?"
"Aku sudah makan, tapi aku akan memesan es teh juga sama sepertimu." jawab Sassy seraya memanggil pelayan. "Apa pekerjaanmu sekarang Jeff."
"Aku supir pribadi. Dan yang sakit sekarang bosku." jawab Jeffry.
"Ya Tuhan, kau hanya seorang supir pribadi. Aku pikir kau akan menjadi pria pengusaha yang kaya." ejek Sassy.
Jeffry menyipitkan matanya. Wanita yang ia sukai ternyata materialistis. "Kau tidak suka dengan supir. Aku mencari uang halal."
"Bukan itu maksudku Jeff, tapi melihat dari gayamu sekarang, aku kira kau sangat kaya. Jadi berapa gajimu sebagai supir. Bekerjalah denganku, aku akan membayarmu 5 juta sebulan sebagai supirku." ujar Sassy.
Jeffry tersenyum. "Gajiku lebih dari itu Sassy. Aku dibayar 10 juta perbulan sebagai supir. Dan terima kasih atas tawaranmu." Jeffry bangkit dari kursinya.
"Tunggu Jeff, kau mau kemana? Maaf kalau aku mengejekmu. Aku hanya bercanda tadi." ujar Sassy.
"Aku harus kembali ke rumah sakit. Jangan pernah memandang orang dari pekerjaan dan penampilannya Sassy." kata Jeffry. Suaranya terdengar sedingin es.
Bodoh sekali, aku bisa mencintai wanita seperti ini. pikirnya.
Jeffry meninggalkan Sassy begitu saja. Ia kembali ke rumah sakit. Ternyata di dalam ruang rawat sudah ada Tara dan beberapa pegawai Valery. Jeffry mengurungkan masuk kedalam. Ia hanya duduk di ruang tunggu depan ruangan itu.
*****
"Pak Jecko, sudah berapa lama diluar." tanya Tara.
"Sudah setengah jam, apa kalian sudah mau pergi?" tanya Jeffry.
"Maafkan kami, kami masih banyak pekerjaan di kantor. Karena baru saja proyek berlian merah di mulai. Aku titip bu Vale ya pak Jeck." ujar Tara.
Jeffry mengangguk. "Aku akan menjaganya. Kalian hati hati dijalan."
"Terima kasih pak Jecko. Bye." kata Tara meninggalkan Jeffry.
"Jeff...kau di ruang VVIP juga." tiba tiba Sassy kembali mendekatinya.
Mengapa Jeffry mulai terganggu dengan kehadiran wanita sombong ini, rasa cintanya yang dulu mulai hilang. Padahal ada yang bilang sangat sulit melupakan cinta pertama. Tapi bagi Jeffry sangatlah mudah, apa ia benar benar jatuh cinta pada Sassy dulu.
Jeffry hanya mengangguk dan meninggalkannya masuk ke ruangan Valery.
"Kau tidak tidur?" tanya Jeffry saat melihat Valery masih terjaga.
"Aku menunggumu. Kau lama sekali makan siang." jawab Valery.
"Aku berada diruang tunggu selama setengah jam, karena Tara dan pegawaimu ada didalam tadi." ujar Jeffry.
"Mengapa kau tidak masuk saja?" tanya Valery.
"Rumah sakit bukan pasar Vale, terlalu ramai malah akan mengganggu pasien. Kau mencariku karena membutuhkan sesuatu?" tanya Jeffry.
Valery menggeleng. "Aku hanya tak ingin sendirian disini." jawab Valery.
"Aku akan menemanimu Vale, sekarang tidurlah. Aku akan membangunkanmu ketika makan malam." perintah Jeffry.
Valery mengangguk dan mulai memejamkan matanya.
Disisi lain, Sassy sedang berusaha mengintip ke ruangan mencari tahu, siapa bos yang membayar Jeffry sampai 10 juta satu bulan.
*****
Happy Reading All...😘😘
Sampai disini dulu ya...
See you next time...
LO SAMPERIN TU SI SAMUEL