Karena suaminya menderita gangguan pada organ reproduksinya, membuat Jenna dan suaminya memutuskan untuk melakukan inseminasi. Namun, setelah Jenna hamil, ia justru di minta untuk menggugurkan kandungannya tersebut atau ia akan ceraikan oleh suaminya tersebut. Bahkan Jenna di tuduh selingkuh oleh keluarga suaminya.
Jenna memilih mempertahankan kehamilannya meski pada akhirnya ia di ceraikan dan di buang oleh suaminya.
Bertahun-tahun berlalu, Jenna menjelma menjadi ibu muda yang tangguh dan mandiri. Jenna baru saja kehilangan pekerjaan dan Ia mendaftar menjadi seorang perawat pria lumpuh yang dingin dan kejam demi menyambung hidup bersama kedua anaknya.
Meski tidak mudah awalnya, Jenna tetap bertahan hingga cinta itu perlahan mulai tumbuh diantara mereka. Saat itulah sebuah fakta besar terungkap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon embunpagi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12
Akhirnya setelah kejadian yang cukup menegangkan kemarin, kini Jenna bisa sedikit bernapas lega karena status kedua anaknya masih aman.
Ya, Arion tetap kekeuh untuk tidak percaya begitu saja dengan apa yang nyonya Marta katakan meski ibunya itu membawa bukti yang kuat. Bisa saja itu hanya akalan ibunya hanya karena ini melihat Arion menikahi Rosa, pikir Arion.
Nyonya Marta sempat bersikeras untuk si kembar tinggal bersama Arion. Tentu saja Arion menolaknya sebelum semuanya jelas. Apalagi jika si kembar tinggal di mansionnya, tentu Rosa juga harus tinggal di sana dan tak mungkin ia mengijinkannya. Jenna saja yang statusnya sebagai istri tak tinggal di sana.
Alhasil, terjadilah perdebatan lagi antara metlreka yang berujung kemenangan pada kubu Arion. Jenna benar-benar lega, setidaknya untuk sekarang. Ia pun bisa bekerja seperti biasa.
Seperti biasa, setelah selesai dengan pekerjaannya, Jenna langsung pulang ke rumah. Meski sudah menikah dengan Arion, namun jika keadaan tidak terdesak seperti kedatangan nyonya Marta atau hal lain, ia akan tetap pulang ke rumah kontrakannya demi si kembar.
Baru saja sampai rumah, berniat ingin membersihkan diri lalu menjemput si kembar ke rumah Rosa, tiba-tiba saja Jenna kedatangan tamu yang tak ia kenal.
"Benarkah ini rumah nona Jenna?" tanya pria berpakaian rapi tersebut.
"Ya, saya Jenna. Maaf Anda siapa?" tanya Jenna yang sama sekali tak mengenali tamunya tersebut.
"Perkenalakan nama saya Anton. Saya adalah karyawan ayah Anda," ucap pria tersebut memperkenalkan diri.
Sejak pernikahannya dengan Arion waktu itu, ia sama sekali tak lagi mendengar kabar dari keluarganya dan kini tiba-tiba karyawan sang ayah mendatanginya, perasaan Jenna mendadak tak enak.
"Ya, Ada perlu apa anda datang kemari?" tanya Jenna.
"Begini nona. Kedatangan saya kemari karena saya ingin meminta bantuan Anda. Ini mengenai perusahaan ayah Anda..."
"Maksudnya?" tanya Jenna meminta penjelasan lebih dari Anton.
"Maaf jika saya lancang datang kemari, karena saya tidak tahu lagi harus minta tolong sama siapa di saat kondisi perusahaan sedang genting seperti ini. Tanpa sengaja saya melihat Anda datang ke acara amal kemarin bersama suami Anda yang tak lain adalah tuan Arion. Dengan status Anda sebagai istrinya yang merupakan salah satu orang yang berpengaruh dalam dunia bisnis, saya yakin Anda bisa membantu perusahaan ayah Anda yang saat ini terlilit hutang sangat banyak yang bisa mengancam perushaan. Apalagi saat ini kondisi ayah Anda kini semakin parah. Sementara nyonya cyntia dan putrinya entah dimana keberadaannya sekarang," jelas Anton.
Jenna cukup terkejut mendengarnya. Ia pikir, setelah pernikahannya dengan Arion waktu itu, semua masalah keluarganya selesai. Tapi, ternyata ia salah. Kini perusahaan sang ayah kembali dalam masalah.
Jenna benar-benar tak habis pikir, bagaimana bisa perusahaan yang di kelola oleh orang tuanya yang dulu berjalan cukup stabil tersebut akhir-akhir ini bermasalah dan terlibat hutang yang besar. Jenna benar-benar kebingungan. Ia tak tahu harus bagaimana.
Jenna tak mungkin membiarkan perusahaan ayahnya benar-benar bangkrut. Ia tahu bagaimana sang ayah berjuang mati-matian membangun perusahaan tersebut dari bawah. Jenna bertekad harus menyelamatkan perusahaan ayahnya tersebut. Tapi. Bagaimana caranya? Aoakah ia harus meminta bantuan Arion lagi? tidak, dia tidak ingin memiliki hutang balas budi lebih lagi kepada pria itu.
.........
Perjuangan Jenna untuk perusahaan ayahnya dimulai. Sebagai orang awam yang baru pertama kali terjun ke masalah semacam ini, Jenna harus mempelajari semuanya dari awal tanpa mengesampingkan tugasnya merawat Arion.
Hari-harinya menjadi sangat sibuk. Tanggung jawabnya kini menjadi dobel, yaitu perusahan ayahnya dan juga Arion. Ia harus bolak-balik dari perusahaan dan kediaman Arion. Sungguh sangat melelahkan, tapi harus ia jalani.
Arion merasa curiga dengan sikap dan tingkah Jenna akhir-akhir ini yang di lihatnya tidak seperti biasa. Ia penasaran apa yang wanita itu lakukan hingga terkadang terlihat begitu kelelahan, bahkan sesekali Jenna tanpa sadar tertidur saat bekerja merawatnya.
Namun, untuk bertanya secara langsung, Arion terlalu gengsi. Takut Jenna salah paham dan berpikir ia peduli.
Selesai denga terapinya, Arion langsung menuju ke ruang kerjanya karena ia harus membicarakan sesuatu dengan Dion yang sudah menunggunya. Kesempatan itu Jenna manfaatkan untuk mempelajari urusan perusahaannya, jujur ia sangat merasa kesulitan dan tak tahu harus meminta tolong kepada siapa.
Terlalu fokus, Jenna tak, menyadari jika Arion sudah kembali dari ruang kerjanya sejak beberapa saat yang lalu dan diam-diam memperhatikan apa yang sedang ia lakukan dari belakang wanita tersebut.
Berkali-kali Jenna menghela napas. Rasmya pikirannya penuh dengan masalah yang sedang ia pelajari tersebut. Yang mana membuat Arion penasaran, sebenarnya apa yang sedang istri sekaligus perawatnya tersebut kerjakan hingga keberadaannya saja tidak di sadari oleh wanita tersebut.
Arion sengaja berdehem untuk menarik perhatian Jenna namun nyatanya wanita itu tetap bergeming dan tak menghiraukan keberadaannya.
"Apa yang sedang kau lakukan? Apa ini termasuk pekerjaanmu di sini?" tanya Arion ketus.
Jenna yang baru menyadari jika kini Arion sudah berada di sisi kanannya menoleh, "Maaf tuan, apa Anda butuh sesuatu?" tanyanya.
Arion tak menjawab, matanya fokus pada lembar-lembar kertas di atas meja depan Jenna tersebut.
Jenna langsung mengemas berkas-berkas tersebut.
"perusaahaan ayahmu sedang dalam masalah?" tanya Arion. Jenna menjawabnya dengan anggukan," Maaf jika akhir-akhir ini saya kurang maksimal dengan pekerjaan merawat Anda," ucapnya menunduk. Jujur ia sangat lelah dan tak ingin berdebat dengan Arion saat ini.
"Banyak sekali masalah di perusahaan ayahmu yang tak seberapa itu," ujar Arion. Jenna kesal mendengarnya namun ia hanya bisa berusaha menahannya.
"coba sini saya lihat!" ucap Arion kemudian. Jenna tak langsung memberikannya. Arion mengambil paksa berkas tersebut lalu membacanya dengan seksama.
Jenna Menunggu reaksi Arion setelah membaca berkas tersebut. Ia penasaran hinaan apalagi yang akan pria itu lontarkan untuknya atau perusahaan ayahnya yang memang kecil Dan tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan perusahaannya.
Di luar dugaan, Jenna justru di buat terkejut karena ternyata Arion berniat mengajarinya.
"Saya tahu, kamu terlalu gengsi untuk menerima bantuan secara cuma-cuma. Untuk itu, saya akan mengajari kamu, nanti kamu bisa menyelesaikan masalah perusahaan ayahmu sendiri," ucap Arion.
Jenna tak merespon karena terkejut.
"Kau tidak mau?" tanya Arion dan Jenna langsung mengangguk, " Mau mau!" serunya, tak ingin melewatkan kesempatan. Kapan lagi bisa belajar dengan ahlinya, gratis pula.
Hari selanjutnya, Jenna mmeutuskan untuk tidak datang ke perusahaan ayahnya dulu. Ia fokus belajar dengan Arion di sela-sela pekerjaannya merawat Arion.
Jenna tak menyangka, di balik sikap dingin dan kasarnya, Arion masih memiliki kemurahan hati membantunya. Pria itu memiliki sisi baik tersendiri meski tersembunyi di balik sikapnya selama ini.
Meski dengan ketus dan arogan saat mengajarinya, namun Jenna cukup mudah menyerap apa yang di ajarkan oleh pria tersebut.
"Kenapa lihatin begitu?" Arion menjentik kening Jenna hingga wanita itu mengaduh. Tanpa sadar ia sejak tadi lebih memperhatikan Arion dari pada penjelasan pria tersebut.
"Fokus pada berkas, otakmu terlalu lemot untui berbagi fokus dengan yang lain, saya tidak mau mengulangnya lagi!" omel Arion yang mana membuat Jenna mencebik.
Jenna langsung mengalihkan fokusnya, benar kata Arion, ia harus fokus. Memikirkan hal lain terutama soal perasaan, bukan ororotas utamanya saat ini. Ia akan terlalu sibuk dengan pekerjaannya untuk memikirkan kenapa dadanya kini mulai berdebar jika berada dekat Arion. Anggap saja karena jantungnya berfungsi denga baik karena masih mau berdetak.
......
Beberapa hari fokus belajar dengan Arion, kini Jenna siap kembalii ke perusahaan ayahnya. Menurut informasi yang Anton berikan, hari ini Jenna akan bertemu seorang klien yang cukup penting.
Penampilan terbaik Jenna persiapkan. Tak hanya dari segi penampilan, namun juga mentalnya. Ia benar-benar harus berhasil dalam percobaan pertamanya ini.
Beberapa saat lamanya Jenna menunggu, namun tamu yang di maksud Anton tak kunjung datang. Sungguh kurang profesional menurut Jenna. Padahal mereka janjian sekitar setengah jam yang lalu. Bukankah bagi seorang pengusaha, waktu adalah uang. Jika tidak memikirkan nasib perusahaan sang ayah, Jenna sudah pasti membatalkan pertemuan ini sejak tadi.
"Dia pikir, karena perusahaan butuh dia, jadi bisa datang seenaknya begini?" gerutu Jenna sembari melihat jam tangannya.
"Nona, tolong sabarlah sebentar. Mungkin dia lagi di jalan," kata Anton.
"Di jalan? Sudah berapa lama saya menunggu, pak Anton? Dia sepertinya sengaja menguji kesabaran saya," keluh Jenna menahan kesal.
Belum hilang kekesalannya, Anton mengatakan jika orang itu sudah datang. Jenna langsung memutar badannya, ingin melihat pria singong yang mempermainkan waktunya itu seperti apa bentukannya.
"Maaf, saya terlam..."
"Kamu?" belum juga pria itu selesai bicara, Jenna sudah syok duluan karena ternyata tamu yang ia tunggu adalah mantan suaminya sendiri.
...----------------...
semangat up lagi yok sampe tamat kisah Jenna dan Arion kak jangan lama-lama ya up selanjutnya🥰