NovelToon NovelToon
Sekretaris Kesayangan, CEO

Sekretaris Kesayangan, CEO

Status: tamat
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Karir / Romansa / Tamat
Popularitas:458.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: ritasilvia

Alexander melipat kedua tangannya di dada, memperhatikan secara detail calon sekretaris barunya.

"Lumayan cantik, tinggi dan kulitnya putih bersih. sepertinya dia tidak membosankan dan enak dipandang." gumam Alex, seraya memperhatikan penampilan Cika yang masuk kategori sekertaris yang diinginkannya.

"Sudah pernah bekerja sebelumnya?"

"Belum tuan, saya baru saja menyelesaikan pendidikan dengan nilai terbaik." Jawab Cika percaya diri.

"Apa pernah tidur dengan pria sebelumnya?"

"Bussyaet, pertanyaan macam apa ini. sabarr....aku harus mengikuti saja perkataan orang aneh ini, demi gaji besar yang ditawarkannya." umpat Cika dalam hatinya, karena pertanyaan ini tidak sesuai dengan profesionalisme pekerjaan.

"Jawab!"

"I...iya belum tuan, saya masih perawan."


"Uuuh lantas bagaimana caramu menyenangkan ku, angkat rok dan baju yang kamu kenakan!"

"Tidak! saya malu tuan."

"Kalau begitu silahkan keluar, kamu saya tolak."

Mendengar hal itu refleks Cika mengangkat rok dan bajunya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kakak sepupu

"Lisa, kenapa kamu terus mengikuti langkahku?" tanya Cika merasa tidak nyaman karena terus diawasi.

"Kamu lupa ya, jika aku diperintahkan kak Alex untuk terus mengikutimu." ucap Lisa dengan tatapan sinis.

"Uups.., aku lupa jika kamu sedang dihukum." Cika tersenyum seakan mengejek, bagaimana pun dia masih kesal pada Lisa yang pernah menghajarnya tanpa ampun.

"Jangan senang dulu, sebentar lagi kedokmu pasti berhasil aku bongkar, aku juga akan membuktikan pada kak Alex, jika kamu adalah perempuan ngak benar dan penyelundup dari geng naga berkedok sekertaris." tantang Lisa, yang begitu yakin dibalik tampang polos Cika, dia adalah gadis berbahaya.

"Terserah, yang jelas aku bekerja untuk biaya pengobatan ibu, aku juga tidak kenal geng naga yang kamu maksud."

Malas meladeni Lisa berdebat, Cika memilih untuk berjalan-jalan disekitar taman. meskipun begitu setiap gerak-geriknya tidak luput dari pengawasan Lisa.

***

Disebuah ruangan VVIP club, seorang pria tampan yang seringkali dipanggil Ketua geng Macan, mengepalkan tangannya emosi. apalagi setelah tahu beberapa orang anak buahnya berhasil ditangkap oleh orang-orang Alexander, begitu juga dengan usaha-usaha bisnisnya yang mengalami kerugian besar karena kemarahan Alex.

"Bos, apa kita serang saja mereka."

"Jangan dulu, untuk saat ini mereka akan mengalahkan kita dengan mudah. sebaiknya malam ini kita berpura-pura mengaku kalah dan mengikuti permainan mereka dulu dengan mengajaknya negosiasi, sampai kita menemukan kelemahan seorang Alexander, baru kita serang mereka tanpa ampun." ucap Macan dengan tatapan membunuh.

"Orang seperti Alexander tidak punya kelemahan bos, bahkan dia tidak pernah takut mati."

"Kita lihat saja nanti."

Naga dan beberapa pengawalnya sengaja mendatangi kediaman Alex, dia tahu jika Alex tidak akan berani membunuhnya karena Kakek Huang. meskipun permusuhan bebuyutan mereka tidak pernah bisa dihilangkan, Macan tidak akan pernah menyerah sebelum berhasil mengalahkan Alexander dan merebut kekuasaannya.

Alex yang tengah menikmati sensasi lembut pijatan tangan Cika, harus terhenti ketika asisten kepercayaannya Rambo mendatanginya.

"Tuan ada tamu tak diundang." lapor Rambo.

"Siapa?"

"Kepala geng Macan."

"Ternyata besar juga nyalinya si bangsat itu, datang menemui ku." Alex bangkit mengenakan pakaiannya kembali. nafasnya memburu karena kesenangannya terganggu.

Belum sempat Alex melangkah, macan sudah berdiri dihadapannya.

"Hallo apa kabarmu?" sapa Macan melangkah seorang diri, sedangkan para pengawalnya berdiri berhadap-hadapan dengan para pengawal Alex, siap untuk saling serang menyerang jika diperintahkan oleh bos mereka masing-masing.

"Untuk apa kamu menemuiku?"

"Kamu lupa ya jika aku keturunan Hendrawan." dengan santainya Macan duduk bersebelahan dengan Cika, sambil membungkuk sedikit menyapa gadis itu.

"Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah sudi berhubungan dengan mu."

Macan melirik pada Cika, dia melonggo hingga tidak mendengar ucapan Alex, dia tidak menyangka jika wanita peliharaan Alex kali ini benar-benar cantik.

"Kali ini, aku memuji seleramu. bolehkah aku ikut mencicipi Wanita peliharaan mu ini." tangan Macan terjulur ingin menyentuh dagu Cika, namun belum sempat tersentuh, dengan kasar Alex menarik kerah bajunya, laku mendorong Macan hingga terjungkal ke tanah.

"Brengsek kamu, coba sekali lagi kamu berniat menyentuh Cika, jika tidak ingin ke-dua tanganmu aku patahkan." hardik

"Ha...ha...jadi gadis cantik ini namanya Cika." Macan tersenyum puas. dia tidak menyangka jika seseorang Alexander begitu bucin terhadap perempuan, sesuatu yang bukan dirinya.

"Cepat pergi dari sini, sebelum nyawamu melayang ditanganku." Alex menarik pistol yang diselipkan dipunggung nya. sedangkan Cika masih melonggo seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat, sebuah pertengkaran kecil yang melibatkan dirinya.

"Oke, aku akan pergi."

"Hay Cika, semoga kita dipertemukan kembali. tidak sabaran bisa ngobrol-ngobrol berdua denganmu, apalagi ikut merasakan pijatan lembut tangamu." ucap Macan sambil tersenyum puas b melangkah pergi, meninggalkan Alex yang terlihat begitu emosi, namun dia berusaha untuk menahan, jaga image dihadapan anak buahnya, agar tidak dipandang lemah karena berkelahi demi seorang perempuan.

***

Hari ini Cika sudah di izinkan pulang menjenguk ibunya, gadis itu sangat bahagia. apalagi setelah mengetahui kondisi sang ibu yang terlihat semakin membaik.

"Cika, bos orang yang sangat baik ya."

"Maksud ibu?"

"Tuan Alex sudah membantu biaya pengobatan ibu, bahkan dia juga sudah memberikan kita tempat tinggal yang layak seperti ini."

"Ya Bu, tapi ini tidak gratis Bu." jawab Cika menundukkan kepalanya.

"Terus semua ini apa?" ibu Cika terlihat gusar, dia mulai berfikir macam-macam.

"Jangan-jangan kamu jual diri pada tuan Alex, jangan nak itu dosa." ibu semakin curiga, bahkan beberapa hari ini Cika tidak pulang.

"Tidak mungkin aku jual diri hu, buktinya sampai saat ini aku masih perawan. aku tidak pulang kerumah karena kamu sedang menangani proyek besar Bu, sehingga sangat sibuk."

"Terus dari mana semua ini, nak?"

"Aku diberikan pinjaman, tiap bukan gajiku dipotong hu, jadi ibu tidak perlu kawathir ya." bujuk Cika berusaha membohongi ibunya, jika pekerjaannya sebagai sekertaris plus-plus Alex.

"Ingat Cika, jangan pernah bohongi ibu."

"Iya, tapi ibu juga harus percaya pada Cika."

"Iya nak, ibu percaya padamu."

Macan tersenyum senang begitu mengetahui jika kelemahan Alexander adalah Cika, gadis cantik yang merupakan sekretaris barunya.

"Apapun caranya, aku harus berhasil mendekat Cika."

Macan mendekati Cika, saat gadis itu baru saja keluar dari pelataran apotik, karena Cika habis menebus resep obat-obatan milik ibunya.

"Hallo Cika, senang bertemu lagi denganmu, cantik. " sapa naga sok ramah.

"Hay juga." balas Cika merasa sungkan, karena dia tahu jika ketua dari geng Macan merupakan musuh yang masih memiliki hubungan kerabat dengan Alex.

"Kamu habis dari mana, ayo naik kedalam mobilku."

"Tidak terimakasih tuan."

"Jangan sungkan Cika, kamukan tahu sendiri jika aku adalah saudara bosmu." balas Macan tersenyum ramah, dua sangat mengagumi Cika pada saat pandangan pertama.

Cika masih ragu, kejadian kemaren masih membekas dikepalanya.

"Ayolah Cika, aku hanya ingin berbaik hati dengan mangantar kamu pulang, lihatlah diatas sana sudah mendung, apa kamu mau kehujanan." bujuk Macan sambil membukakan pintu mobilnya.

Tidak ingin berdebat lagi, sebelum keburu diguyur hujan lebat Cika masuk kedalam mobil Macan, duduk disebelah pria yang ketampanannya hampir setara dengan Alexander.

"Cika mulai sekarang, maukah kamu menjadi sahabatku." ucap Macan lebih santai, jauh berbeda dengan Alex yang cenderung kadar dan duka memaksa.

"Tapi tuan_"

"Jangan panggil tuan, kesanya aku sudah tua dan sangat formal."

"Lalu aku harus memanggilmu dengan sebutan apa?"

"Macan atau Naga itu nama asliku, cukup panggil namaku saja."

Sepanjang perjalanan pulang, Cika ngobrol-ngobrol santai dengan naga, yang memiliki jiwa humoris. sehingga Cika sering dibuatnya ngakak layaknya sahabat seumurannya tidak sesangar wajahnya sewaktu bertemu dengan Alex.

1
Deby Anggraeni
lanjut
Sri Sumarsih
Lanjut. Semoga Alexander dan Cika diketemukan dan dipersatukan dalam ikatan pernikahan. Aamiin
Sri Sumarsih
Kebenaran akan menang dan nyata. Sabar Cika, Semoga Tuhan YME akan membantu mu utk mengungkap kejahatan Lisa dan Rambo. Alexander percaya dg Cika.
Sri Sumarsih
Tuhan Yang Maha Kuasa, selamatkan dan tolong bantu serta Rahmati Alexander dan Cika bersatu dalam ikatan pernikahan dan selamat dilindungi dari kejahatan Lisa dan Rambo. Aamiin
Sri Sumarsih
Sebaiknya Rambo dan Lisa dipersatukan dalam ikatan pernikahan. Alexander dan Cika juga. Sehingga tdk ada ada dosa yg terus menerus dan kejahatan. Aamiin
JANE ARDIANA
Lumayan
Juliana Pieter
keluar dr rumah kskakiparmu sebelum terjadi sesuatu pdmu dek.
Mbah Kung
Biasa
Mbah Kung
Kecewa
Syarifah Komsiyah
suka tokoh cika dan alex
Syarifah Komsiyah
Buruk
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
😁😁😁
Mom_Sa
gak sesuai lah sama ekspektasi ku. knpa bukan Alex jodohnya.
Syarifah Komsiyah: Kenapa tdk sesuai dg judulnya. Harusnya jodohnya cika alex walau harus melalui hal sulit yg menyulitkan mereka berdua
total 1 replies
Irni Yusnita
menarik ceritanya
v3r4
Bagus ceritanya👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Cinta Rodriques
pasti ada season 2 ya thour.
Nur fadillah
Makasih Thor untuk karyanya sukses selalu dan terus semangat berkarya....💪🏻💪🏻🔥🔥
Nur fadillah
Bahagianya selamat ...😃😃
Nur fadillah
Bahagianya ...😃😍😍😍
Nur fadillah
Sedih banget. Pengantin baru...😥😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!