Sebuah cerita cinta yang didambakan oleh semua orang yaitu, berakhir dengan bahagia bersama untuk menua namun tidak dengan pasangan dua sejoli Elnara dan Bobby. Kisah cinta mereka harus berakhir tanpa kepastian , tanpa ada kata perpisahan namun masih menyimpan perasaan satu sama lain.
Sekuat apapun kita bertahan dan berkorban demi seseorang jika memang bukan takdir untuk bersama tidak ada yang bisa mengalahkan ketentuan dari-NYA.
Nara yang memilih untuk pergi meninggalkan Bobby dan harus menikah dengan seorang laki-laki yang tidak pernah ia cintai ditambah laki_laki tersebut sudah memiliki istri dan anak. Nara yang harus rela menjadi istri ke dua, mampu kah Nara bertahan di dalam pernikahan yang didasari dengan keterpaksaan ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon listi Sabran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perpisahan
Pagi itu Nara masih berada ditempat tidur , entah berapa kali Hp Nara berbunyi, namun nampaknya ia seolah tak menghiraukan Hp nya yang sejak dari tadi terus berbunyi. Padahal dia selalu semangat ketika Hp nya berbunyi selalu bergegas mengecek dan akan tersenyum apabila pesan masuk dari kak Bobby,namun tidak dengan hari ini dia nampak biasa-biasa saja seolah suasana hati nya kurang bagus.
Kring,,,kring,,.
Dan kembali Hp Nara berbunyi dan Nara pun beranjak dari tempat tidur dan mengambil Hp nya, ternyata sejak dari tadi kak Bobby mencoba menghubungi Nara dan kali ini ia pun mengangkat telpon dari kak Bobby.
" Hallo, Ra kamu dimana?"tanya kak Bobby dengan suara ngos-ngosan.
" Aku baru bangun tidur kak, ada apa ?" tanya Nara dengan suara datar.
" Kamu lupa ya, hari ini kakak berangkat Ra,pesawat jam 10.00."
Nara pun langsung liat jam yang menunjukkan sudah pukul 08.30.
" Maaf banget yah kak,,, sebenarnya Nara ingin mengantar kakak ke bandara tapi aku ada janji dengan teman-teman . Sekali lagi maaf ya kak , Nara benar-benar lupa hari ini kakak berangkat ke Jogja."
" Oh begitu ya gak papa kok, Ra." dengan suara yang rada kecewa.
''Kak hati-hati dijalan ya, semoga selamat sampai tujuan, nanti kalau kakak sudah sampai kasih kabar ke Nara ya ,"ucap Nara.
" Oke Ra, kamu jaga diri ya, sampai jumpa," dan kak Bobby pun menutup telpon nya.
Nara pun menarik napas panjang , serasa dadanya begitu sesak, dari tadi dia mondar-mandir seperti orang kebingungan . tanpa pikir panjang lagi Nara bergegas pergi menuju bandara, dalam hatinya dia berharap semoga tidak terlambat.
perjalanan menuju bandara pun macet total antrian panjang karena ada mobil truk terbalik, Nara pun tampak cemas dan gelisah karena sudah pukul 09.15.
Nara keluar dari mobil taksi, dan membayar taksi dia langsung berlari menuju bandara,dan mencoba menghubungi kak Bobby untuk memberitahu kalau dia di bandara , sesampai di bandara Nara langsung menuju ke informasi papan status penerbangan , dan ternyata penerbangan untuk ke Jogja sudah berangkat. Dan Nara pun langsung lemas dan muka nya pucat.
Dalam hatinya,seharusnya dia bisa mengatakan beberapa kata untuk kak Bobby di perpisahan ini.tapi sudah terlambat kak Bobby pun sudah pergi dan ia berjalan menunju ruang tunggu untuk duduk sebentar, tiba-tiba dari belakang seorang lelaki menepuk pundak Nara, Nara pun kaget dibenaknya apa mungkin kak Bobby? Nara langsung memalingkan tubuhnya dan ternyata laki-laki itu adalah Reyhan.
''Reyhan,,," ucap Nara.
" Kamu telat Ra, padahal kami sudah nunggu kamu dari tadi, aku sejak pagi loh disini aku yang mengantar Bobby ke bandara, dan dia berpesan buat jagain kamu ."
Nara tersenyum dan mengangguk perasaan nya semakin sedih dan tampak dari wajah nya mata nya berkaca-kaca .
"Dan ada satu lagi pesan dari Bobby buat kamu, sambil mengeluarkan benda yang ada di tasnya,dia bilang , dia mau kasih ini ke kamu secara langsung tapi karena kamu tidak datang dia menitipkan ini ke aku ,Ra,"ucap Reyhan.
Terlihat sebuah kotak berwarna merah muda dan kartu ucapan.
''Kamu buka nya pas dirumah aja Ra, jangan disini ya."
" Iya Han, makasih ya. Seandainya aku lebih cepat kesini mungkin aku tidak terlambat Han mungkin aku bisa mengucapkan salam perpisahan ke dia,"sahut Nara dengan penuh penyesalan.
" sudah Ra enggak papa, aku ngerti ini berat buat kamu,ya sudah ayo kita pulang, ajak Reyhan sambil menarik tangan Nara yang masih duduk termenung.
" Kamu kesini naik taksi?"tanya Reyhan.
" Iya Han."
"ya sudah aku antar pulang sampai rumah ya,"sahut Reyhan.
Di dalam mobil menuju perjalanan pulang, Nara tidak berbicara sepatah kata pun sesekali air mata nya jatuh membasahi pipi nya.Reyhan pun mencoba untuk mengajak Nara berbicara.
" Ra, kamu kenapa? sedih karena tidak sempat ketemu Bobby?"
"Aku menyesal saja Han karena waktu dia telpon aku, aku bilang ke dia aku tidak bisa antar ke bandara karena ada janji sama temen-temen, padahal gak ada? aku bohong, karena rasanya tidak sanggup melihat dia pergi." Sambil mengusap air matanya yang terus jatuh membasahi pipinya.
"Kalau aku jadi kamu juga pasti melakukan hal yang sama Ra, manusia mana coba yang kuat dengan perpisahan, aku pernah Ra berada di posisi kamu.Memang sangat berat dan pada saat itu aku juga kebingungan setelah orang nya pergi baru aku sadar apa yang aku lakukan itu salah, dan semakin membuat aku sakit Ra, kamu yang sabar ya Ra, dia kan pergi buat melanjutkan kuliah dia, pasti balik kesini lagi kan, untuk bertemu sama kamu, lagian kalian masih bisa kontak lewat telpon," ucap Reyhan sambil menenangkan Nara yang masih saja menangis.
" makasih ya Han."sambil mengenggam tangan Reyhan .
" iya Ra sama-sama."
Reyhan pun mengambil tisu dan memberikan nya kepada Nara.
Reyhan benar-benar tidak tega lihat Nara menangis seperti itu, hal yang sangat menyakitkan buat dia adalah melihat seorang wanita menangis.
atau yg bunuh kekasih si Alvian dulu juga Siska haduh ntar Nara juga dibunuh heh benera iblis muka dua tuh