NovelToon NovelToon
Bloodthirsty Handsome

Bloodthirsty Handsome

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rizky Rachma

"Kalau hati sudah memilih, otakku ini bisa apa?!"

Devian Almero, sosok pria tampan yang sama sekali tak mengerti perihal cinta sebelum bertemu dengan Diandra.
Ya, Diandra. Gadis manis itu mampu menggetarkan hati Devian saat awal perjumpaan.

Hingga akhirnya Devian nekad mengejar Diandra dan langsung mengklaim gadis itu sebagai milik. Berjalannya waktu, hujan rasa kasih sayang yang diberikan Devian, akhirnya mampu menaklukan hatinya.
Namun, sebuah fakta mencengangkan muncul di saat keduanya memadu kasih. Diandra baru mengetahui bahwa pasangannya itu ialah 1 diantara 7 anggota psikopat dari Keluarga Breadsley.

Sanggupkah Diandra menjalani hidup bersama Devian, sang psikopat tampan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizky Rachma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Truth or dare??

Arley memegang satu botol kosong di tangan. Diandra, Zea, dan para anggota Breadsley sedang duduk berdempetan memutari meja.

"Ok, listen to me. Botol ini akan kita putar bergantian di atas meja. Nanti salah satu dari kalian yang tertunjuk oleh botol ini, harus meneguk satu gelas wine sebelum memilih truth or dare. Di urutan pertama, gue yang bakal menggerakan botol ini. Selanjutnya nanti bergantian sesuai posisi duduk kita saat ini. Understand?

"Oke. Bakal seru nih," jawab Halbert semangat.

Sebelum memulai permainan, Felix memberi kode pada pelayan clubnya lewat tepukan tangan sekali. Pelayan yang paham langsung bergerak menghampiri Felix.

Satu pelayan membungkuk setengah badan. "Ada yang bisa saya bantu Tuan Felix?" tanya pelayan itu sopan.

"Gue mau kalian kosongkan club ini dari para pengunjung yang datang. Kalau udah selesai semuanya, kalian juga boleh cepat pulang." Felix memberikan titah. Tanpa bertanya lagi karena sudah paham, si pelayan itu segera pergi untuk melaksanakan perintah dari Bos mereka.

"Kenapa lo usir semua pengunjung? Bukanya malam minggu gini lagi rame-ramenya?" Arley mengernyitkan kening. Tak paham dengan tindakan Felix yang justru mengurangi pendapatan keuangan Keluarga Breadsley.

"Tenang aja. Hari ini pendapatan lebih dari target. Kan lo sendiri yang ngajak kita semua main game ini. Bakal nggak seru kalau suasananya terlalu ramai." Felix menjawab sambil bersiap menyumat ujung rokok dengan pemantik api.

"Oh gitu! Oke lah." Arley santai menjawab. Masalah keuangan dari bisnis club tersebut memang di percayakan kepada Felix sebagai pengelola.

Permainan akhirnya di mulai setelah Arley dan Felix selesai berbicara. Botol kaca itu di letakkkan di atas meja oleh Arley dalam posisi tertidur, lalu tanganya bergerak memutar botol tersebut.

Botol kaca berputar kencang. Tapi taukah kalian? Seiring botol itu terputar, deguban jantung Diandra ikut semakin berpacu. Bukanya ia takut memainkan permainan ini, ia hanya merasa tak siap jika harus meneguk minuman keras beralkohol tersebut. Karena jujur saja, Diandra sama sekali belum pernah mencoba minuman memabukkan itu walau hanya seteguk.

"Wow Halbert!" teriak mereka bersamaan mengetahui botol itu mengarah berhenti menunjuk Halbert.

"Its ok. Tak masalah." Halbert menaikan kedua bahunya. Ia menuang sendiri cairan wine ke dalam gelas dan langsung meneguknya tanpa beban.

"Oke Halbert. Karena gue yang mutar botol, jadi gue juga yang ngajuin pilihan ke lo. Lo pilih truth or dare?" Arley menyeringai jahat. Sepertinya dia sudah menyiapkan rangkaian tantangan maupun pertanyaan.

"Karena gue suka hal yang berbau menantang, maka gue pilih dare."

"Oke karena lo memilih dare, gue minta lo ... lepas sepatu gue sekalian kaos kakinya bukan pakai tangan. Tapi gue minta lo ngelepas itu pakai mulut." Seringai jahat lagi-lagi ditunjukan Arley. Si bijak Arley tumben kejam banget!

"What?! Jijik banget gue." Halbert berdecak kesal. "Nggak ada penawaran lain apa? Contohnya nyongkel mata lo gitu. Atau gigi lo gue congkel?"

"No brother! Nggak ada penawaran lain." Arley berucap tegas. Di akhiri suara tawa yang meledak.

"Permainanya memang gitu, kampret! Udah cepet lo turutin kemauan Arley. Ntar lo kan bisa gosok mulut lo pakai sikat WC setelah ngerasain sepatunya Arley." Chester mendesak Halbert. Dia ini puas banget dah lihat temenya teraniaya.

Tak ada lagi pilihan lain. Mau tak mau karena ini sudah ketentuan dari game, Halbert dengan berat hati mengabulkan permintaan tantangan dari Arley. Dalam hati ia mencaci Arley dengan runtunan kata-kata kasar.

Halbert mulai menarik tali sepatu Arley menggunakan mulut. Melihat Halbert yang malang, bukanya prihatin, ke 6 cogan tersebut justru tertawa menggelegar.

Selesai melakukan tantangan, botol kembali di putar. Kali ini giliran Denzel yang menggerakan.

Setelah beberapa detik, botol itu berhenti dan kali ini menunjuk Chester.

"Ck! Kok gue sih!" pekik Chester kesal. Sesuai aturan yang sudah disetujui, Chester terlebih dahulu meneguk wine setelah terpilih.

"Denzel lo kan sahabat gue paling baik. Kalau Chester milih dare, lo harus kasih tantangan yang kejam ya buat dia." Halbert mengiba seperti anak kecil yang memohon pada ibunya. Ia masih jengkel dengan ucapan Chester tadi.

"Gue pilih truth. Sorry ya Halbert." Chester menjulurkan lidahnya mengejek Halbert. Pemandangan kocak itu sukses mengundang tawa seorang Diandra.

"Em ... lo pilih truth ya!" Danzel sejenak berfikir. Memilih pertanyaan yang tepat untuk di jawab oleh Chester. Danzel menganggukan kepala. Ia telah memilih pertanyaan yang bersifat privasi yang selama ini menghantui fikiranya. "Lo normal nggak sih, Chester? Di antara kita semua cuma lo sekarang yang belum pernah deket sama cewek setelah Devian punya Diandra. Gue sempet ngira, lo dulu suka sama Devian. Soalnya kalian berdua kemana-mana pasti berdua. Dan cuma kalian aja yang selama ini nggak pernah bawa pasangan ke rumah."

"Setan lu ya!" Chester mendaratkan cubitan keras pada lengan Danzel. Emosinya bergejolak. Ternyata pilihanya untuk menjomblo dan dekat dengan Devian selama ini telah di salah artikan. "Gue Normal Danzel. Nih gue tekanin ke kalian semua, Gue Chester ... dulu sampai sekarang benar-benar menyatakan gue ini cowok normal. Gue juga masih tertarik sama lawan jenis. Gue memilih jadi jomblo akut karena gue masih nunggu seseorang dari masa lalu." Chester berkata jujur dari lubuk hatinya yang paling dalam. Tunggu dulu! Masa lalu? Siapa yang di tunggu Chester dari masa lalu?

"Maksud lo seseorang itu ... Melody?" Devian menimpali dengan ajuan pertanyaan. Menatap serius ke arah Chester. Tanganya mengepal, seperti sedang menahan amarah.

"Hm." Deheman Chester mewakili jawabanya atas kebenaran dari pertanyaan Devian. Chester menunduk diam. Ternyata sampai saat ini, ia tak sanggup melupakan sosok cewek bernama Melody itu.

Siapakah cewek yang bernama Melody ini? Dari sebutan namanya saja, mampu merubah mimik wajah dari semua cogan Keluarga Breadsley menjadi sayu.

Begitu juga dengan Diandra. Ia memperhatikan perubahan dari gelagat dan air muka sang pacar. Menatap Devian dengan penuh tanda tanya. Siapa Melody? Apa hubunganya dengan Keluarga Bredsley termasuk Devian?

Bersliweran pertanyaan itu menyelinap di otakknya.

"Next woy next. Kita kan niatnya seneng-seneng. Kok malah jadi sedihan begini sih. Nggak seru ah!" Arley berusaha melunakkan suasana.

"Giliran lo Aland. Putar botolnya," pinta Arley.

"Yosh oke. Kali ini giliran gue," ucap Aland lalu memutar botol di atas meja.

Mengarah ke mana kah botol itu berhenti?

"Kyaa, si dracula!" teriak Aland nyaring.

Devian mengiling sendiri cairan Wine yang nampak masih banyak mengisi botol. Langsung meneguknya di akhiri helaan nikmat.

"Oke, lo pilih truth or dare?" serius kedua kornea Aland menatap Devian.

"Gue pilih dare. Awas kalau lo kasih tantangan yang sulit. Gue congkel tu ntar pankreas dalam tubuh lo." Duh! Tertarik banget sih mereka ini perihal organ tubuh. Udah kaya ngincer emas harta karun aja.

Aland terbahak sejenak lalu berkata, " Gue pingin lihat lo kisses Diandra sekarang. Mudah kan Devian!" Aland mengembangkan senyum.

Astaga! Permintaan Aland barusan refleks mengagetkan tubuh Diandra. Selama ini tak ada satu pun pria yang berani menciumnya di bagian bibir. Ia meremas tanganya sendiri yang kini terasa dingin. Pacaran aja nggak pernah. Apalagi ciuman bibir. Jujur, Devian itu cowok pertama yang berhasil mencuri hatinya.

"Gue nggak mau! Masalah begituan bagi gue bukan hal yang harus di pertontonkan di depan kalian. Sangkanya bioskop layar tancep apa!" tolakan Devian tadi di imbuhi oleh tatapannya yang tajam.

"Ayolah Devian. Di sini cuma ada kita-kita aja. Siapa suruh lo pilih dare?!" Aland bersikeras membujuk Devian. Bagi dia ciuman saat masa pacaran itu hal wajar dan biasa di lakukan. Tapi tidak bagi Devian. Dia bukan type cowok yang mudah melakukan hal melebihi batas seperti itu. Baginya cinta dan nafsu itu tak boleh di samakan.

"Gue bilang nggak ya enggak! Kalau lo masih ngotot gue nggak segan bunuh lo sekarang juga." Devian yang mengancam tapi Diandra yang panik. Jika dibiarkan pasti Devian akan berbuat hal yang nekad. Melihat satu keluarga saling menyerang dan membunuh, sungguh itu menyeramkan.

Diandra mengumpulkan keberanian. Memberi sugesti dalam fikiranya sendiri. Tenang Diandra. Lo harus berani ngelakuin itu sekarang. Lo tahu kan mereka semua ini psikopat! Psikopat nggak akan pernah main-main dengan ucapanya**.

Dia mulai menghela nafas, mengepalkan tangan, lalu ... "Devian ..."

Pacarnya itu menoleh saat mendengar namanya disebut. Dan cupp ....

Diandra mendaratkan bibirnya. Devian membulatkan mata kaget. Bibir mereka kini saling bertemu dan menyatu. Hanya beberapa detik hal itu berlangsung lalu Diandra melepas ciumannya.

Melihat momen itu terjadi, tanpa di sadari ada hati dari seseorang yang terluka. Matanya menelurkan buliran air. Memang ini lah yang sedang ia perjuangkan. Tetap mencintai walaupun ia tahu cowok yang ia sukai sudah memiliki tambatan hati.

"Sweetie sorry."

"Justru gue yang harusnya bilang gitu sama lo."

"Nah malah Diandra yang berani nyium lo! Gue nggak tahu dah lo jadi cowok lembek banget Devian. Malu tuh sama ABS nonjol di sana," caci Aland sembari mengangkat sedikit kaos Devian. Memang ABS di sana menonjol bak coklat batang.

Sekarang tiba giliran Diandra memutar botol. Tak menunggu lama, ia pun segera memutar botol tersebut.

Degg ....

Botol itu tertuju pada Zea, cewek yang sedang duduk di hadapanya.

Melihat botol itu tertuju padanya, tanganya cekatan menuang wine dan meminumnya.

"Truth or dare?" tanya Diandra.

"Truth," singkat Zea menjawab. Memilih kejujuran.

"Apakah ada cowok saat ini yang lo suka? Lalu kalau lo di suruh milih antara pergi atau bertahan, apa yang bakal lo pilih saat lo tahu cowok yang lo suka sudah ada yang punya?" Mantab Diandra berucap. Mengajukan pertanyaan yang lebih ke arah penekanan.

Zea menunduk sejenak. Lalu mengangkat lagi arah pandanganya sambil menggigit bibirnya sendiri. "Kalau lo tanya gue ada suka sama cowok saat ini jawabanya YA. Terus bertahan atau pergi, gue lebih memilih bertahan terus berjuang buat dapetin dia walaupun dia sudah punya pacar. Toh, janur kuning belum melengkung kan! Yang pacaran bertahun-tahun belum pasti itu jodohnya. Bisa jadi dia cuma jagain jodohnya orang sementara."

Tak salah lagi. Diandra tahu siapa cowok yang di sukai oleh Zea saat ini. Saat menjawab pertanyaan dari Diandra saja, tatapan mata Zea mengarah pada Devian.

Sama halnya ucapan Zea hari ini seperti sedang menabuh gendera perang melawan Diandra.

Cih! Jangan harap lo bisa ngrebut Devian dari gue.

1
Vitamincyu
...
Novia Ayu Apriani
horang Kya bebas cui
tf-boy
good
Novianti Ratnasari
merinding baca nya thour serem
Novianti Ratnasari
gila bener si Davian langsung gaspol aj.
Novianti Ratnasari
kaya nya seru nich cerita
Novianti Ratnasari
serem bgd semua cogan nya Spikopat
Octa Febian Nii
de best ka, aalur suka banget, gk bikin bosen, sehat terus ka🥰🥰🥳🥳🥳
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Nurul Azizah
q
Nurul Azizah
iiji9
Gina Gayatri
jangan di ganti
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Syifa Azzahra
nyimak
Salmah S
Sadiiisss...
Samsul Rubiah
So sweet banget
Putri
yg ini aja, manis2 gimana gitu...
Dee Na
agh si diandra ini sdh tau devian suka bunuh org jg,
Sartini Dimitri Mah
ceritanya bagus
Fitria
Byk pesan moral yg terkandung di dalamnya, ceritanya jg seru, bikin greget, bikin emosi, bikin sedih, nano² deh rasanya, pokoknya membawa pembaca ikut masuk ke alur ceritanya, penulisnya 👍
"Jgn mudah percaya ucapan org lain, walaupun dg bukti yg nyata, krn org licik bisa melakukan apapun itu. Jgn sprti Devian yg mudah percaya kalo Zea adl Melody masa lalunya tnp menyelidikinya terlebih dahulu, sampai mengabaikan & menyakiti Diandra. Tegaslah dlm berprinsip, jgn ingin keduanya tp mengabaikan org yg tulus dg nya. & ternyata Diandra adl Melody masa lalunya."
"Jk kita mencintai seseorg, kita hrs bisa mnjaga kepercayaannya, mnjaga hati, pikiran & tubuh kita hny utk nya. Jgn sprti Devian yg menyentuh Kimberly hny krn obat perangsang, walaupun Diandra tdk tau saat itu, taunya saat ucapan Kimberly sblm kematian."
Moertini
terimakasih bagus ceritanya..terus berkarya
...dilanjutin yaaaa..semangat
ms huang
smangattt thor!!! intip karyaku jg y SATU DAN SELAMANYA ..tq !!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!