Diana harus menerima kenyataan pahit, kalau suami yang dia nikahi selama dua tahun ini sebenarnya telah menyembunyikan banyak rahasia darinya.
Di depan Diana, Rafli bersikap seolah dia suami yang baik dan setia. Tapi di belakang Rafli itu tukang selingkuh dan suka berjudi.
Hingga suatu ketika, Rafli kalah judi dan menjadikan Diana sebagai pelunas hutangnya. Diana di serahkan pada seorang pengusaha yang bersedia membayar hutang judinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Keesokan harinya..
Diana yang semalaman tidak di ijinkan tidur oleh Andre harus di kagetkan dengan suara ketukan pintu di kamar tempatnya tidur.
Dengan malas Diana hampir saja turun dari tempat tidurnya. Sampai dia menyadari kalau dirinya belum berpakaian.
"Sebentar!" Setu Diana sambil meraih jubah tidur yang ada di samping tempat tidurnya.
Agak kurang nyaman memang hanya pakai jubah tidur saja. Tapi karena ketukan di pintu tak kunjung berhenti, Diana memilih membuka pintu terlebih dahulu untuk mengetahui siapa yang mengetuk pintunya dan ada urusan apa orang itu mengetuk pintu kamar yang di tempati Diana ini.
Ceklek
"Selamat pagi nyonya, kami makeup artist yang di perintahkan tuan Andre untuk merias nyonya!" kata salah satu dari dua orang wanita yang berpenampilan sangat rapi bahkan memakai seragam yang sama di depannya itu.
"Untuk apa?" tanya Diana bingung.
"Nyonya dan tuan akan menikah kan? mari kami akan merias dan menyiapkan nyonya sebelum jam delapan!" kata dua wanita itu.
Diana pun tak bisa berkata-kata, Andre benar-benar melakukan apa yang dia katakan. Tapi bagaimana mungkin, dia kan baru bercerai kemarin. Bagaimana bisa langsung menikah. Tapi kalau dia menolak dan berontak, pasti Andre akan mengancamnya dengan hal yang sama. Menjadikan dia adiknya sebagai ancaman untuk Diana.
Setelah selesai di rias, dua wanita yang merias Diana tadi lantas membawa Diana ke ruangan tengah rumah besar itu.
Di sana Diana melihat sudah ada Andre, meja akad nikah. Dan beberapa orang berpakaian formal. Ada juga beberapa wanita yang sepertinya adalah pelayan di rumah ini.
Saat Diana melihat ke arah Andre. Pria itu tampak tersenyum melihat Diana memakai kebaya berwarna putih dan riasan juga sanggul sederhana.
Dua wanita itu menuntun Diana sampai duduk di sebelah Andre.
"Aku baru bercerai kemarin, bagaimana bisa...!" bisik Diana pada Andre.
"Diam dan ikuti saja. Aku sudah mengurus semuanya. Rafli juga sudah tidak menyentuhmu sejak lima bulan yang lalu kan? anggap saja kalian sudah bercerai saat itu!" kata Andre yang mengatur segalanya sesuai kemauannya sendiri.
Diana tak percaya dengan cara pikir pria di sampingnya itu.
"Bagaimana? sudah bisa di mulai akad nikahnya?" tanya pak penghulu yang berada di depan mereka.
"Bisa pak, langsung saja!" kata Andre membuat Diana lagi-lagi menoleh ke arahnya.
Tanpa banyak bicara, penghulu itu langsung memulai ijab kabul. Di sini yang bertindak sebagai saksi dari pihak Diana adalah Rey.
"Saya terima nikahnya Diana Wulandari bin Ahmad Subardjo dengan mas logam mulia seberat 100 gram di bayar tunai!" kata Andre dalam sekali tarikan nafas saja.
"Bagaimana saksi?" tanya penghulu pada kedua saksi, dan beberapa orang yang hadir di sana.
"Sah!"
"Sah!"
"Alhamdulillah, allahuma....!"
Penghulu pun melantunkan do'a, sementara Diana masih terdiam. Dia mematung di tempatnya, dia baru tersadar saat Andre meraih tangannya dan menuntun Diana untuk mencium punggung tangan Andre. Setelah itu, Andre mengecup kening Diana. Selayaknya pasangan suami-isteri yang memang baru menikah.
Tidak hanya kening saja, Andre bahkan mengecup singkat bibir Diana. Membuat yang hadir sedikit terkejut ya. Masalah jarang ada pengantin pria yang mengecup bibir pengantin wanitanya setelah ijab qobul.
"Sekarang kalian sudah resmi menjadi suami istri, saya berharap kalian bisa bahagia, saling menyayangi, menghargai, menghormati serta dapat melaksanakan kewajiban kalian dengan baik!" petuah dari bapak penghulu.
Setelah acara itu, Diana di perkenalkan oleh Andre sebagai nyonya di rumah itu. Para asisten rumah tangga di rumah itu tidak ada yang tahu kalau Andre sebenarnya sudah punya istri. Mereka hanya tahu kalau istri Andre ya hanya Diana.
Sementara hanya 4 pengawal pribadi Andre, dan Rey saja yang tahu kalau Diana hanya istri siri Andre.
Begitu selesai memperkaya Diana pada yang lain, Andre mengajak Diana makan bersama. Tapi tampaknya Diana masih enggan menyentuh makanannya.
"Kamu wanita yang sudah cukup umur Diana, kamu bisa berpikir mana yang baik dan tidak untuk kamu lakukan. Aku tidak harus terus mengancam mu bukan?" tanya Andre.
"Apa aku boleh pulang ke rumah ayah dan ibuku?" tanya Diana.
"Tidak saat aku di rumah ini. Aku masih akan beberapa hari berada di sini. Jadi kamu juga tidak boleh kemana-mana. Mengerti?" tanya Andre.
Diana pun meraih sendoknya dan mulai makan. Apa yang dikatakan Andre itu cukup jelas, jadi selama pria itu di rumah ini. Diana sama sekali tidak boleh keluar. Dia seperti tawanan saja.
Tapi Diana ingat tentang mahar yang tadi di sebutkan dalam ijab qobul mereka.
"Kamu benar-benar memberiku emas 100 gram kan?" tanya Diana.
"Kenapa? mau kamu gunakan?" tanya Andre.
"Iya, jual saja dan kurangi hutang...!"
Brakkkk
Andre membanting sendok yang sedang dia gunakan di atas piring.
Diana sampai terhuyung ke belakang sangking kagetnya.
"Aku pikir kamu masih pintar seperti dulu Diana, sepertinya Rafli sudah memberimu makanan tidak sehat sampai otakmu sama sekali tidak berfungsi!" kesal Andre yang sempat membuat semua asisten rumah tangga yang berada dekat dengan ruang makan terkejut lantas segera meninggalkan tempat itu.
"Bicara sekali lagi tentang hutang Rafli, aku benar-benar akan menghukum mu! susah sekali membuatmu mengerti!" kata Andre yang lantas meninggalkan meja makan bahkan meninggalkan rumah itu bersama dengan para pengawalnya.
Hanya tersisa dua anak buah Rey saja yang akan menjaga Diana kemanapun Diana pergi.
Sementara Diana kembali menitihkan air matanya di tempatnya duduk saat ini. Dia hanya mengatakan apa yang ada di pikirannya. Dia benar-benar ingin pergi dari sini dan kembali saja ke rumah orang tuanya. Menurutnya mencari uang dengan bekerja keras lebih membuatnya senang daripada berada di rumah besar tapi tak punya hak dan kebebasan apapun.
Setidaknya kalau dia bekerja keras dengan usahanya sendiri. Harga dirinya tidak akan di jatuhkan seperti ini.
Sementara itu Andre masih terlihat kesal, hingga di dalam mobil pun dia masih kesal.
"Bos, lalu mau di apakan di Rafli itu?" tanya Rey.
"Jalankan saja seperti rencana awal, Diana tidak mau balas dendam padanya. Ada apa dengan wanita itu, apa susahnya menurut padaku. Ck... sudah lama aku mencarinya, tapi dia malah bersikap seolah aku ini penjahat!" gerutu Andre.
Rey hanya bisa diam sambil menyimak dengan baik. Kalau di pikir, bos nya itu seperti bukan bosnya saja. Biasanya dia tidak pernah menggerutu tentang seseorang. Kalau tidak suka, akan langsung memberikan tugas pada anak buahnya tentang apa yang harus dia lakukan pada orang itu.
Rey hanya bisa mengernyitkan keningnya, karena bosnya itu bahkan sudah berganti posisi duduk sebanyak 12 kali sejak keluar dari pekarangan rumah besar miliknya tadi.
***
Bersambung...
terimakasih author
👍👍👍👍