NovelToon NovelToon
Pengkhianatanmu Kebahagiaan Bagiku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Bagiku

Status: tamat
Genre:Poligami / Single Mom / Selingkuh / Angst / Tamat
Popularitas:210.6k
Nilai: 5
Nama Author: el Putri

Madu itu manis namun berbeda dengan madu yang aku rasakan, rasanya sungguh pahit, membuat hati yang baik-baik saja menjadi terluka, membuat hati dilema antara bertahan atau menyerah hingga akhirnya aku memutuskan untuk menyerah dan mengakhiri semuanya.

Dari sinilah aku menjadi wanita kuat karena harus berjuang untuk sang buah hati dan akhirnya aku bertemu dengan pria yang tulus mencintaiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuhan Lebih Sayang

Dokter meninggalkan Ega dan berjalan mendekati aku, dia mengecek tekanan darah, perut bahkan bagian bawahku juga di cek, untuk memastikan tidak terjadi pendarahan.

"Syukurlah semua sudah normal Ibu Melati." Dokter melepas stetoskop yang dipakainya.

"Setelah ini makan, habis itu minum obat ya," pesan Dokter David.

Aku hanya mengangguk, meski sebenarnya aku juga bingung, luka bekas operasi masih sangat sakit sehingga membuat aku tak bisa beranjak sama sekali.

"Nanti saya akan meminta suster untuk membantu anda Ibu." Dokter David seakan tau apa yang aku pikirkan sehingga membuat aku tenang.

Selepas kepergian Dokter David aku memanggil Ega, bocah kecil yang menjadi korban atas masalah orang tuanya.

"Ega mau makan?" tanyaku.

Bocah kecil ini bukannya menjawab pertanyaanku dia malah menangis, aku bingung bagaimana menenangkannya sedangkan aku belum bisa bergerak dengan leluasa.

"Sayang, dengerin mama, Ega gak boleh menangis." Aku mencoba membujuknya.

Benar saja anak kecil ini paham ucapanku, dia langsung berhenti lalu kembali ke bed pengunjung. Dia merebahkan diri sambil menatapku.

Aku juga menatapnya, tak ingin suasana hening aku menceritakan sebuah dongeng padanya.

Dia nampak mendengarkan ceritaku bahkan dia terus bertanya. Anak ini sungguh cerdas sekali pertanyaannya membuat aku bingung harus menjawab apa.

Seusai makan makan aku meminum obatku dan pamitan pada Ega kalau aku akan tidur.

Belum sempat aku memejamkan mata, Dokter David masuk. Kulihat raut wajahnya nampak sedih. Dia mendekati aku lalu menggenggam tanganku.

"Tabahkan hati kamu, sabar dan tetap berpikiran positif pada Tuhan." Aku merasa ambigu akan ucapan Dokter David.

"Ada apa Dok?" tanyaku heran.

"Mohon maaf, kelihatannya Tuhan sendirilah yang ingin merawat bayi kamu Melati."

Dengan tatapan kosong aku menatap Dokter David seraya bertanya "Apa maksud anda Dok?"

"Bayi kamu telah meninggal," jawab dokter David.

Deg

Ucapan Dokter David bagai granat yang menjatuhi tubuhnya, beberapa detik kesadaranku hilang namun aku segera kembali.

Air mata lolos begitu saja, duniaku kini benar-benar hancur. Anak yang aku nantikan kelahirannya kini malah meninggalkan aku.

"Apa salah mama sayang? hingga kamu meninggalkan mama." Aku memeluk David yang menggenggam tanganku.

Awalnya David tidak membalas pelukan aku namun tangisku membuang mendekap aku dengan erat. Jujur pelukan David sangat nyaman bahkan lebih nyaman dari Reza suamiku.

"Tenang Melati, semua yang ada di dunia ini hanyalah titipan, kita tidak boleh meratapi keputusan Tuhan." Dengan lembut David menghibur aku.

Aku melepas pelukannya, memang benar apa yang dikatakan David tapi aku masih tidak ingin ditinggal.

"Saya belum sempat menggendongnya Dokter, saya belum sempat menyusuinya apa Tuhan marah pada saya sehingga tidak membiarkan saya untuk merawatnya."

"Sedih wajar tapi jangan sampai kesedihan kamu mengabaikan yang lain, dari dulu saya sudah bilang jangan kebanyakan pikiran, abaikan semua masalah karena kalau kamu terus memikirkan masalah kamu dampaknya itu ke kandungan kamu namun kamu mengabaikan ucapan saya." Ucapkan Dokter David membuat aku sadar tapi kini nasi telah menjadi bubur, anakku telah meninggalkan aku.

Dokter David menunjuk Ega, seakan memberitahu aku kalau masih ada anakku yang lain yang juga membutuhkan aku.

"Kamu mau kehilangan dia juga kalau kamu larut dalam kesedihan kamu." Sontak aku terdiam.

Enggak, aku tidak ingin kehilangan anakku untuk lagi, aku sudah kehilangan suami, anak keduaku dan aku tidak akan kehilangan anak pertamaku.

*********

Dengan tangis yang tak mau berhenti, aku menggendong tubuh kaku anak keduaku, aku menamainya Dania.

"Maafkan mama ya sayang, karena keegoisan dan kebodohan mama membuat Dania tidak bisa bertemu dengan mama, tunggu mama dan kak Ega di pintu surga ya." Aku mengecup kening Dania dan memberikannya pada warga yang akan mengubur anakku.

Tangisku pecah saat tubuh Dania mulai ditutup dengan tanah, kupeluk Ega yang juga menangisi kepergian adiknya, hanya Reza suami brengsek yang tidak tau kepergian anaknya bahkan aku juga tidak menghubunginya maupun keluarganya.

Cukup sudah kebodohanku, cukup sudah aku oon selama ini, menuruti cinta buta semakin membuat aku kehilangan semuanya.

Aku pikir dengan bertahan bisa membuatnya meninggalkan Viona dan kembali padaku namun aku salah, justru aku lah yang semakin menderita, cinta itu pilihan, cinta itu membebaskan, baiklah jika memang maunya seperti itu.

Dokter David mendampingi aku menguburkan jenazah Dania, dia yang bukan siapa-siapa mau meluangkan waktu sedangkan si penanam benih entah kemana.

"Ayo kita pulang, kita boleh bersedih namun jangan meratapi, ingatlah Melati rencana Tuhan itu indah." Lagi-lagi kata Dokter David mampu membuat aku kuat.

Aku berdiri lalu menggandeng Ega ingin sekali menggendongnya namun luka sesar saat operasi kemarin masih sangat sakit.

Saat aku tiba di rumah kulihat Reza dan Viona duduk di teras, dia menatapku dengan tatapan tak biasa karena aku diantar oleh Dokter David.

"Dia siapa?" tanyanya.

Aku tertawa, melihat perutku yang rata seharusnya itu yang dia tanyakan dahulu bukannya David.

Dokter David menjulurkan tangannya memperkenalkan diri pada Reza.

"Saya Dokter kandungan Ibu Melati."

"Ada urusan apa anda dengan istri saya?" tanyanya.

"Mohon maaf, anda bisa menanyakan langsung pada istri anda, saya pamit dulu."

Sebelum benar-benar pergi David mengambil obat dikantong celananya.

"Ini obat yang bisa menyembuhkan kamu lebih cepat, kebetulan obat ini tidak dijual di rumah sakit ini dan apotek-apotek." David lalu masuk ke dalam mobilnya dan pergi.

Reza memegangi lenganku sambil menekannya sehingga aku meringis kesakitan.

"Mama lagi sakit." Ega mendorong Reza dengan tangan kecilnya.

Bocah kecil ini mengajakku masuk, aku yang masih dalam suasana berduka malas sekali debat maupun bicara dengan Reza maupun Viona.

Setelah membantu aku berbaring, bocah kecil ini ikut merebahkan tubuhnya di sampingku, tangan kecilnya memeluk aku dan tak berselang lama dia tidur kembali.

Aku benar-benar seperti wonder women, dua hari setelah operasi aku sudah bisa berjalan, duduk dan pergi ke peristirahatan terakhir Dania.

Saat asik mengenang Dania, Reza masuk dia segera menghampiri aku.

"Kenapa Ega bersikap seperti itu padaku!" pertanyaan yang membuat aku geli sendiri.

"Lihatlah perutku, apa kamu nggak sadar?" tanyaku sambil menunjuk perutku.

Aku kembali terisak jika mengingat Dania.

"Dimana kamu saat aku sekarat, aku menghubungimu berkali-kali namun kamu abaikan hingga Viona yang mengangkat teleponnya, kamu tau mas, aku dalam keadaan sekarat aku pergi ke rumah sakit sendiri sedangkan dia di rumah sendiri, kamu dimana!" Aku berteriak keras membuatnya terdiam menatapku.

Ega yang tidur jadi terbangun, dia juga ikut menangis bahkan tangan kecilnya menghapus air mataku.

"Maafkan aku Melati, lalu sekarang mana anak kita?" tanyanya.

1
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
berlebihan jadinya, takut nanti buat David risih😅
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Seharusnya sebelum cerai fikir dulu yg kedepan, terutama tmpt tinggal..
Yati Syahira
mantul buat reza aadil buat ega dan amel
Yati Syahira
good melati jgn mau rujuk dgn rezaaaa buang
Yati Syahira
gimana tdk setrws hamil kaqsih maadu pahit keguguraan pasti lebih baaik cerai
Yati Syahira
ada laki egois brul cerai sdaja
Nelly Hidayati
Luar biasa
yuyunn 2706
jadi wanita hrs kuat jgn sbntar2 telp suami
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
bukannya viona dg andre ya thor? kok disini dg daniel?
el Putriᵉˡ̳༆: Aku lupa kak 🤧🤧
total 1 replies
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
sdh tau hamil knp gak pindah kamar bawah aj sih
Vivin Yulistian Pradesti
suka cerita nya
Muliahati Ziliwu
Ceroboh
Muliahati Ziliwu
Terlalu curiga pd suami apalg sampai ikut campur ke tmpt kerjaan ya ga bener suami yg td y ga punya pikiran negatif lm2 jengkel
Ida Susiana
lanjut thor
💞🖤Icha
Kenapa belum d selesaikan author karya Renata..sm menanti Dito aq..wkwkwkw
Sehat dan semangat berkarya author...
Good job 😘😘
el Putriᵉˡ̳༆: siap kak Icha 💕
total 1 replies
Dewi Rukmini
jadikan melati yg kuat jangan bisanya nangis aja thor
el Putriᵉˡ̳༆: siap kak
total 1 replies
Dewi Dama
cerita nya bagus tidak ber tele2...
Dewi Dama
hhhh...kenapa pengacara nya hotman prancis..jadi lucuuu
Cliff💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
buang kelaut aja viona.. ngapain balik lagi bekas sana bekas sini😤
Cliff💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
congrats melati n david.. coming soon baby boy or girl🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!