Arjuna atau yang biasa dipanggil Juna karena kegemarannya bermain dan mendaki gunung membuat ARJ Adventure.
Juna tidak mau bekerja di Dewa Corp Company atau DCC perusahaan milik sang kakek. Dia lebih suka menekuni hobinya, karena hal itu dia dianggap sebagai orang yang tidak berguna. Namun berbeda dengan sang ayah, Dharma membebaskan apa saja yang akan Juna lakukan selama itu positif. Mendapat dukungan ayah dan ibunya membuat Juna bersemangat walau selalu diremehkan oleh sepupunya Dante Dewantara yang begitu obesi menjadi pemilik DCC.
Gendis seorang guru di sebuah sekolah swasta terkenal di negeri ini DIS Dewantara International School yang mempunyai cita cita keliling Indonesia selalu mendapat perlakuan buruk dari Maylin, teman SMA nya yang sekarang menjadi kepala HRD di DIS.
Bagaimana Juna dan Gendis menghadapi masalah mereka, dan bagaimana mereka saling berhubungan?
Ikutin terus kisah Juna dan Gendis ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CTMGT 12
Pendakian Gunung Rinjani oleh ARJ Adventure.
Rundown pendakian
Hari pertama (sabtu)
08.00 wita strat naik ojek dari penginapan ke pos 2
09.00-12.00 dari pos 2- pos 4
12.00-13.00 ishoma di pos 4
13.00-16.00 menuju plawangan Sembalun(campsite)
16.00-20.00 coffee break, menikmati sunset lanjut makan malam.
20.00- light off
Hari kedua (minggu)
12.00-01.00 bangun, simple breakfast, persiapan summit (kenapa ada simple breakfast, karena pendakian menuju summit itu panjang butuh waktu sekitar 6- 7 jam dan perut tidak boleh kosong untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti kram perut dll.)
01.00-07.30) summit attack (sampai di puncak Anjani
07.30-08.30 enjoy summit (menikmati puncak Anjani, foto dll)
08.30- 10.30 menuju campsite/plawangan sembalun
10.30-13.00 ishoma.
13.00-16.00 turun ke segara anak
16.00- …… acara bebas.
Hari ke 3 (senin)
Mulai pukul 8 pagi semua peserta trip turun melewati jalur Torean dan berhenti untuk mendirikan tenda sekitar pukul 16.00 (menginap semalam lagi di jalur pendakian) di pos Kebon jeruk (perbatasan antara sabana dan hutan, makanya tidak dianjurkan untuk melanjutkan perjalanan). Setelah itu hari selanjutnya sekitar pukul 07.00 menuju desa Torean diperkirakan sampai pada pukul 12.00 siang. Lalu pukul 14.00 turun dengan menggunakan mobil pick up carteran untuk kembali ke penginapan di sembalun.
Arjuna memberikan rundown tersebut ke setiap pendaki. Ia menjelaskan setiap kegiatannya dan waktu yang diperlukan bisa lebih dari yang tertera. Juna mengingatkan untuk selalu care terhadap diri sendiri dalam artian jika merasa capek atau sakit makan segera melapor kepada panitia agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Juna CS menekankan bahwa naik gunung itu jangan mengejar puncak. Ingat puncak hanya bonus, yang utama adalah keselamatan.
Setelah bersiap dengan semua peralatan juna mengajak semua peserta dan team untuk membuat lingkaran dan memimpin doa. Mereka pun berdoa dengan khusyu sesuai kepercayaan mereka masing-masing. Sesuai rencana mereka akan naik ojek karena itu bisa menghemat tenaga. Baru nanti dari pos 2 mulai dilakukan pendakian yang sebenarnya.
Semua peserta sampai di pos 2, mereka semua nampak antusias. Peserta yang berjumlah 10 orang terdiri dari 6 laki-laki dan 4 perempuan. Selama pendakian mereka tampak sangat menikmati pemandangan yang disuguhkan.
Setelah sekitar 1jam 30 menit mereka semua tengah terengah-engah . Juna yang melihat hal tersebut memberi kode ke Rama dan Sukhdev untuk istirahat 15 menit
"Oke kita break dulu." Ucap Juna diikuti oleh Rama dan Sukhdev.
"Break"
"Break"
Semua peserta mengambil posisi duduk selonjoran, beberapa ada yang mengambil botol minum untuk membasahi tenggorokan mereka, ada juga yang mengambil coklat untuk menambah tenaga. Begitu juga Gendis, iq menyandarkan punggungnya pada tas carriernya untuk sekedar mengambil nafas.
"Capek? Bisa lanjut lagi?" Tanya Juna lembut sambil tersenyum. Gendis pun mengangguk mantab.
15 menit berlalu mereka kembali melanjutkan pendakian agar tidak terlalu siang sampai di pos 4. Sekarang gantina Rama yang berjalan di depan. Sukhdev di tengah dan Juna di belakang.
Akhirnya mereka sampai di pos 4. Di pos 4 mereka melakukan istirahat untuk ibadah dan makan siang. Mengisi kembali tenaga menuju ke plawangan sembalun . Plawangan sembalun adalah pintu menuju ke puncak. Di sini lah campsite nya, team akna mendirikan tenda untuk semuanya bermalam.
Ishoma dilakukan sekitar sejam agar tidak terlalu malam sampai di plawangan.
Dan ketika dirasa cukup team pun segera melakukan pendakian ke plawangan sembalun.
Plawangan Sembalun
Di sini lah tenda didirikan. Para peserta bisa istirahat dan menikmati sunset. Indah memang. Lukisan ciptaan Tuhan memang tiada duanya. Menikmatinya seperti ini menjadikan momen yang tidak terlupakan bahkan bisa dijadikan cerita hingga anak cucu kita nanti, maka lestarikan, jaga dan jangan merusaknya.
Sembari menunggu para porter memasak makan malam, sejenak mereka melepas lelah dengan menikmati kopi dan pemandangan. Sungguh rasa capek itu hilang luruh sendirinya. Semua peserta tampak sibuk mengabadikan momen, ada yang berselfie ada juga yang memilih untuk benar-benar hanya memfoto pemandangan alam. Nampak Gendis duduk dengan menatap sunset dengan pandangan menerawang, sedikit mengingat permasalahan yang ia tinggalkan di sekolah.
Juna berjalan mendekat dan ikut duduk di sebelah Gendis.
"Kenapa, sepertinya ada masalah. Apakah terlalu capek?" Tanya Juna
"Indah banget ya mas." Tanya Gendis, bukannya menjawab pertanyaan Juna malah Gendis menanyakan indahnya sunset yang ada di depan nya.
"Iya indah, cantik pula." Jawab Juna. Tapi pandangannya bukan ke arah sunset namun ke wajah Gendis dan hal itu tidak disadari oleh Gendis.
"Hah…. " Gendis membuang nafasnya kasar. Juna yang paham pun memilih diam, jika gadis itu tidak mau bercerita maka dia juga tidak akan bertanya lagi. Saat hendak beranjak tiba-tiba gendis mengeluarkan suaranya.
"Sebenarnya aku lagi dihukum mas, di skorsing seminggu dari tempat kerjaku."
"He .. Emang kenapa." Juna pun kembali duduk
"Aku dianggap lalai jaga murid ku. Saat tengah kegiatan di kelas muridku terpeleset oleh air sabun properti mendongeng nya sampai berdarah dan dijahit. Lalu aku di skors."
"Kamu guru. Ngajar di mana?"
"Iya aku guru. Ngajar di DIS."
Deg… jantung Juna berdetak kencang. DIS salah satu yayasan pendidikan milik keluarganya. Ternyata dunia begitu sempit. Ketika dia ingin menghindar dari semua ***** bengek keluarganya ia malah tertarik dengan guru yang bekerja di bawah naungan nama besar keluarganya.
Masih dalam mode terkejutnya tiba-tiba Rama menghampiri Juna dan Gendis untuk makan malam.
Obrolan mereka pun tidak berlanjut, namun akhirnya meninggalkan banyak pemikiran di otak Juna. Saat sudah kembali nanti aku akan minta Andi menyelidiki masalah yang ada di DIS, batin Juna.
Makan malam berlangsung lancar, mereka akhirnya kembali ke tenda masing-masing untuk tidur.
⛰️⛰️⛰️
Tepat jam 12 malam, Juna, Rama, dan Sukdev membangunkan para peserta. Mereka Harus bersiap-siap untuk Summit Attack, semua harus makan dan minum. Hal tersebut wajib, karena summit membutuhkan waktu yang lama sekitar 6-7 jam. Summit Rinjani ini lumayan berat karena jalan yang dilalui adalah pasir.
Seperti inilah medannya. Saat summit berbeda dengan saat turun karena saat turun lebih cepat. Jalur menuju puncak tidak ada landai sedikitpun semua menanjak. Jalannya berbatu kerikil halus, jadi satu langkah kedepan bisa merosot mundur 3-4 langkah ke belakang, makanya summit lebih terasa lama dan berat ketimbang turun.
Pukul 07.30 mereka semua sampai di puncak sungguh hal yang sangat luar biasa. Semua tampak terharu, saling memberi selamat dan berpelukan bahkan ada yang menangis, mengingat perjuangan tadi saat menuju puncak.
"Selamat ya Gendis, now you are at the top of mount rinjani." Ucap juna sambil menyalami Gendis.
"Terimakasih mas." Jawab Gendis haru bahkan meneteskan air mata. Rama dan Sukhdev pun juga menyalami Gendis.
"Akhirnya dibayar lunas ya Dis yang kemarin." Ucap Sukhdev
"Hehehe iya kak. Bener." Jawaban Gendis sambil tertawa pelan. Diikuti Rama dan Juna yang juga tertawa.
"Cantik" Gumam Juna sangat pelan, namun telinga Rama yang super peka bisa mendengar suara Juna tersebut.
"Hei….. Siapa yang cantik?" Tanya Rama meledek.
"Hush…. Diam." Jawab Juna pelan diikuti kekehan Rama yang sudah paham apa yang tengah ada dipikiran sahabatnya itu.
⛰️⛰️⛰️
Pukul 16.00 rombongan telah sampai di segara anak. Mereka akan membuat camp disini. Nampak binar di mata para peserta menyaksikan indahnya segara anak.
"Ya Tuhan… cantik banget. Selama ini cuma lihat di gugel dan tivi. Lihat secara langsung lebih cantik." Kata peserta trip
Semua pun mengangguk setuju. Memang sangat cantik. Semua rasa lelah terasa hilang karena sudah dibayar lunas jika melihat pemandangan yang begitu indahnya.
TBC
Gimana sudah puas dengan pemandangan Gunung Rinjani. Masih mau lanjut??
oh ya maaf ya Otor tidak terlalu detil dalam cerita pendakiannya, hanya secara garis besarnya.
Jangan lupa beri like, komen serta vote nya ya hadiah kopi juga boleh buat nemenin otor di samping segara anak.
Foto adalah dokumentasi pribadi.
Terima Kasih
Matursuwun