Terbiasa hidup dijaga oleh pengawal pribadinya yang tampan, membuat Ellena diam-diam menaruh hati pada pria itu. Namanya Marco, dan usianya jauh lebih matang dari Ellena.
Saat tahu pengawalnya sudah dijodohkan, Ellena menyusun rencana licik untuk menjebak Marco agar menikahinya. Akankah Ellena berhasil menjerat Marco dengan tali pernikahan impiannya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MSP # Bab 12
Marco sebenarnya sangat lelah karena baru pulang bekerja. Laki-laki itu membawa satu kantong plastik berisi makanan yang rencananya akan dimakan bersama dengan sang istri, Ellena.
Dengan langkah lebar, Marco mendekati istri dan tunangannya yang kini menjadi tontonan para tetangga. Pastinya, itu sangat memalukan. Apalagi keadaan mereka benar-benar memprihatinkan.
“Ellena, Naina, lebih baik kita bicarakan masalah ini di dalam. Apa kalian tidak sadar sudah menjadi bahan tontonan banyak orang? Apa kalian tidak malu?” tanya Marco yang kemudian membubarkan para tetangga dan mengajak kedua wanita yang sudah acak-acakan itu untuk masuk ke rumah kosannya. Naina yang parah, karena sepertinya Ellena cukup bringas melawan Naina.
Ellena dan Naina menurut seperti kerbau yang dicucuk hidungnya. keduanya memang bersalah karena menyebabkan keributan yang membuat heboh orang-orang di sekitar.
Ketiganya kini duduk berjarak, di atas karpet lantai yang ada di kamar Marco dan Ellena itu. Dua wanita itu sama-sama sudah terbawa emosi itu saling diam dan melayangkan tatapan tidak suka.
“Ellena, Naina, tanpa kalian jelaskan, rasanya aku sudah mengerti apa yang menjadi penyebab kalian sampai seperti ini. Naina maaf, aku sudah menikah dengan Elena saat masih menjadi tunanganmu. Tadinya aku ingin menjelaskan semuanya secara langsung, tapi aku dan kedua orang tuaku sedang dalam masalah. Jadi, aku berencana mengatakannya beberapa hari lagi tapi ternyata kamu sudah mengetahuinya secepat ini. Maaf, Naina. Kamu berhak marah sama aku,” kata Marco sebelum akhirnya menundukkan kepala.
Naina sangat kecewa karena pernikahan Marco dan Ellena. Hati kecilnya tidak bisa menerima begitu saja ditinggalkan oleh Marco. Dia sudah mencintai Marco dan merasa lebih pantas menjadi istri laki-laki itu dibandingkan gadis yang kini ada di hadapannya.
“Kamu nggak bisa giniin aku, kamu nggak boleh jahat sama aku Mas Marco. Kamu tahu kan gimana sayangnya aku ke kamu, Mas.”
Naina menumpahkan tangisnya. Dia merasakan sakitnya melepaskan. Dia tidak mau kehilangan Marco begitu saja. Setidaknya Naina masih bisa berjuang untuk bisa memiliki Marco.
“Naina, kamu gadis yang baik. Aku yakin kamu akan menemukan laki-laki yang lebih pantas menjadi suamimu. Maaf, aku sudah membuatmu kecewa, tapi aku berdoa semoga kamu akan selalu bahagia, Naina.”
Ucapan Marco itu membuat mainan Kian terpuruk. Gadis itu tidak bisa berpikir dengan jernih sampai-sampai terbesit suatu pikiran di kepalanya.
“Ceraikan dia Mas! Ceraikan dia untukku!” pinta Naina putus asa.
Ellena memperhatikan raut wajah suaminya. Dia juga berdebar-debar menanti reaksi dari laki-laki pujaan hatinya itu.
“Nggak. Aku nggak akan menceraikan Ellena. Kami sudah menjadi suami istri yang sah, Naina.”
“Kalau begitu nikahi aku, Mas. Aku bisa menjadi istri keduamu. Kita tetap bisa melanjutkan pernikahan kita. Lagi pula aku tidak yakin kalau kamu mencintaimu dia,” kata Naina yang terdengar putus asa. Dia benar-benar ingin memiliki Marco, dan tidak rela jika laki-laki itu bersama dengan Elena.
“Apa kamu bilang? Kamu pikir kamu siapa? Kak Marco nggak mungkin nikahin kamu. Dia itu sudah menikah sama aku,” sahut Ellena terpancing emosi dan membuat Gadis itu tidak terima dengan permintaan Naina.
Sebenarnya Elena takut jika Marco akan menyetujui permintaan konyol dari tunangannya itu. Apalagi sampai sekarang Marco belum menunjukkan tanda-tanda bahwa laki-laki itu mencintainya.
“Naina, pernikahan itu bukan sebuah permainan. Walaupun di hati aku belum mencintai Elena, tapi dia adalah istriku. Wanita yang akan menjadi pendampingku sampai maut memisahkanku dengannya. Lebih baik kamu mencari laki-laki lain karena aku tidak akan pernah menikah untuk kedua kalinya!”
***
Kembang kopinya jangan lupa gaess 💋💋
sana sama Otor aja... pasti mau dia...