Di hari anniversary mereka yang ketiga tahun, Grizla ingin menaikkan jabatan suaminya dari Manager menjadi CFO dalam diam.
Tapi malam itu, ia terpaksa mengurung niatnya karena ibu dan adiknya ikut campur di hari perayaan anniversary mereka.
Dan lebih menyakitkan lagi, mertuanya itu membawa wanita asing bersama mereka yang membuat ia tidak nyaman dan membuat ia ragu harus menyerah posisi itu.
Lama kelamaan, suaminya mulai bersikap dingin, tidak ada keharmonisan ruma tangga yang ia dambakan. Akhirnya suaminya selingkuh dengan wanita tersebut yang ternyata satu kantor dengannya, alasan selingkuhnya adalah ia menginginkan seorang anak.
Plot twist-nya adalah, perusahaan itu miliknya, yang mengangkat suaminya sebagai manager adalah dirinya melalui orang Kepercayaan yang menjadi CEO sementara di perusahaan G' Jaya.
"Hari ini buka matamu lebar-lebar, siapa yang telah mengangkat derajatmu!" - Grizla
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
Pintu kaca tebal itu tertutup rapat, meredam hiruk-pikuk kubikal karyawan di luar. Grizla menarik napas dalam-dalam, matanya menyapu ruangan mewah bernuansa monokrom tersebut.
Siska meletakkan setumpuk dokumen tebal di atas meja marmer. "Nyonya, dokumen ini butuh tanda tangan Anda."
Grizla mengangguk lambat, jemarinya mulai membuka lembar demi lembar laporan performa perusahaan. "Baiklah."
Sementara itu, beberapa lantai di bawah mereka, Antonio berdiri mematung di koridor. Alisnya menekuk tajam, membentuk kerutan dalam di dahinya. Pikirannya benar-benar kacau. Wajah wanita barusan terus berputar-putar di kepalanya.
"Apa itu hanya kebetulan? Tapi kenapa kemiripannya bisa semutlak itu? Suaranya, gesturnya... tidak mungkin ada dua orang yang seidentik itu," batin Antonio bergejolak.
Rasa penasaran yang bercampur kecemasan membuat dadanya sesak. Ia merogoh saku jasnya, mengambil ponsel, lalu mencari sebuah nama istrinya. Grizla.
Ia menekan tombol panggil dan menempelkan benda pipih itu ke telinganya.
Tuuut... Tuuut...
"Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi."
"Sial!" Antonio menjauhkan ponselnya dengan kasar, menatap layarnya dengan tatapan frustrasi. "Nomornya lagi-lagi tak aktif!"
Ia mengacak rambutnya sendiri, mencoba mengusir rasa bersalah yang tiba-tiba menyergap. Untuk menutupi ego dan kepanikannya, ia bergumam sinis, "Ah, terserah dia saja mau pergi ke mana. Lagipula dia yang memilih untuk menghilang."
Saat keduanya berjalan beriringan menyusuri lorong menuju ruang manajer, atmosfer di sekitar mereka langsung berubah.
Di sudut kubikal departemen kreatif, tiga pasang mata memperhatikan gerak-gerik mereka dengan intens.
Rani menyenggol lengan Widi dengan sikutnya, matanya tidak lepas dari punggung Antonio dan Tiara. "Eh, lihat deh. Aku perhatikan Pak Antonio dan Bu Tiara makin dekat saja akhir-akhir ini. Menurutmu, mereka beneran cuma rekan kerja atau ada hubungan spesial?"
Widi menghentikan ketikannya di komputer, lalu ikut mencondongkan tubuh ke arah Rani. "Nah, itu dia! Kemarin aku dengar sendiri, katanya Nona Tiara itu pahlawan masa lalu Pak Antonio sampai dia bisa sukses jadi manajer besar sekarang."
Widi menghela napas, nadanya berubah agak prihatin. "Padahal, kita semua tahu Pak Antonio itu sudah punya istri. Kalau istrinya tahu suaminya sedekat itu dengan perempuan lain di kantor, bagaimana ya perasaannya?"
Jia, yang sejak tadi mendengarkan sambil membolak-balik dokumen, akhirnya ikut menyahut dengan suara berbisik yang tajam. "Halah, gosip lama. Katanya sih mereka berdua selalu klarifikasi kalau mereka cuma berteman sejak dulu. Enggak ada hubungan spesial yang gimana-gimana."
Rani mencibir pelan, senyum sinis terkembang di bibirnya. "Berteman? Hari gini percaya hubungan murni laki-laki dan perempuan yang sedekat itu? Tapi siapa yang tahu kedepannya, kan? Kalau tiap hari nempel begitu, dari teman bisa banget berubah jadi demen. Apalagi istri Pak Antonio kan jarang kelihatan."
"Betul juga," timpal Widi, matanya menyipit melihat Tiara yang tampak tertawa kecil mendengar ucapan Antonio di ujung lorong. "Percikan api kalau dikasih angin terus, lama-lama ya jadi kebakaran."
"Iya bener itu, aku malah kasihan sama istrinya pak Antonio kalau mereka beneran punya hubungan, sementara istrinya yang telah menemani pak Antonio sebelum menjadi manager, eh malah di dapat oleh orang lain," bisik Rani.
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
kuy.. yg banyak geh ...😭
yg banyak lagi to Les... nanggung bacanya..
tak kasih kopi nih.. biar terang kontestrasinya... 😂😂🤭
yg semangat upnya, tak kirim kopi..💪
jgn kelamaan grizla yg disiksa di rumah hantu itu..