NovelToon NovelToon
Hadiah Terakhir Untuk Suamiku

Hadiah Terakhir Untuk Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Pelakor / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:56.5k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Hari itu, Alya memberikan hadiah terakhir untuk suaminya.

Bukan harta, bukan pula kenangan. Melainkan kesempatan untuk hidup bersama wanita yang lebih dipilihnya.

Lalu ia pergi, membawa sebuah rahasia yang baru disadari Adrian saat semuanya sudah terlambat.

Follow instagram @Tantye005 untuk info seputar novel🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak ada tempat untuk pulang

"Ibu," panggil Alya dengan suaranya yang pelan. Berdiri di ambang pintu toko baju milik ibunya. Dua koper besar dan satu tas mendampingi dirinya.

Dia mengerjap pelan saat ibunya menoleh dan menghentikan aktivitas menjahit.

"Alya? Ada apa ini? Kenapa kamu membawa begitu banyak barang, kamu kabur dari rumah?" Ibu Alya mendekat dan penuh keheranan.

Hampir dua tahun putrinya menikah, tidak sekalipun Alya berkunjung sendirian apalagi membawa barang sebanyak ini.

"Aku dan mas Adrian akan berpisah Bu."

"Apa yang terjadi padamu?"

"Mas Adrian selingkuh Bu."

"Dan kamu pergi begitu saja setelah disakiti? Kembali pada ibu seperti ini? Balas dia, tuntut dia atas kasus perselingkuhan. Jangan pernah memaafkannya!" bentak ibu Alya sembari menguncang tubuh putrinya.

Beruntung tidak ada pelanggang sehingga ibunya bisa dengan bebas menutup toko begitu saja.

"Alya nggak bisa Bu."

"Karena kamu bodoh, kamu terlalu mencintai pria brengsek itu."

"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang? Hidup sengsara sedangkan dia akan bahagia setelah menyakitimu?"

Alya terdiam, dia memilih duduk di kursi tunggu.

"Alya!"

"Cukup Bu! Alya pulang bukan untuk dimarahi. Alya cuma butuh pelukan dan kalimat semuanya baik-baik saja," lirih Alya dengan air mata terus berjatuhan.

"Lagi pula wanita itu hamil sedangkan Alya nggak Bu."

"Lalu kenapa Alya? Kamu punya hak untuk marah karena kamu adalah korban."

"Memangnya apa yang salah hidup sendirian Bu? Ibu juga hidup sendiri setelah pria brengsek itu meninggalkan ibu kan? Dan lihat, ibu berhasil membesarkan Alya tanpa kekurangan apapun!"

"Bilang saja jika ibu nggak mau menerima Alya di rumah ini." Dia bangkit dari duduknya, membawa barangnya keluar dari toko pakaian ibunya.

Ia mengusap pipinya yang basah oleh air mata. Dan sesekali fokus pada benda pipihnya, membalas chat dari beberapa teman yang menyarankan kontrakan untuknya.

Mbakkkkkk, kamar di sebelah aku baru saja kosong. Tinggal sama aku saja sini.

Melihat pesan dari Sena, Alya bergegas menuju kontrakan asistennya tersebut. Membawa barang begitu banyak sehingga ia kelelahan dan hampir saja terjatuh andai tidak ditolong oleh pria baruh bayah.

"Makasih Pak."

"Mbak yang waktu itu kan?" tebak driver taksi tersebut. "Kali ini ada tujuan Mbak? Biar saya antar."

Alya mengangguk, ia merasa malu karena dipertemukan dengan orang yang sama saat kondisinya jauh lebih hancur.

Berkat kebaikan driver tersebut, Alya tiba di kontrakan Sena tanpa kelelahan sebab bapak drivernya membantu memindahkan barang ke kamar.

"Terimakasih banyak Pak, semoga rezekinya semakin banyak. Sehat selalu sekeluarga pak," ujar Alya.

"Sama-sama mbak."

Sepeninggalan sopir taksi, Alya tidak langsung membereskan barangnya. Dia memilih berbaring di ranjang karena merasa lemas tiba-tiba. Beruntung saat pergi dari rumah Adrian, dia mengganti kebayanya dengan pakaian lebih santai.

"Aku bantu berbenah ya mbak," ucap Sena yang muncul dibalik pintu.

"Nanti aku bereskan sendiri."

"Tapi boleh masuk kan Mbak?"

"Masuk saja."

Alya mengeser posisinya di ranjang, tiduran sambil menyanggah kepada pada tangan. Menghadap Sena yang tampaknya ragu-ragu bertanya.

"Perihal aku dan mas Adrian?" tanya Alya dan dijawab anggukan pelan oleh Sena. Alya tentu peka untuk satu ini, bagaimanapun dia mengenal Sena dari Adrian. Dan mungkin saja gadis baik di depannya diteror oleh Adrian untuk mengetahui keberadaanya.

"Nggak perlu merasa bersalah padaku. Kalau mas Adrian bertanya tentangku, maka jawab saja sesukamu."

"Nggak bisa Mbak." Bibir Sena melengkung ke bawah. "Pak Adrian terlalu jahat karena selingkuh dari mbak. Saya cuma mau minta izin buat blokir pak Adrian boleh? Nggak apa-apa deh gajinya nggak sebanyak dulu karena nggak dapat bonus dari pak Adrian."

Alya tertawa pelan, jawaban Sena diluar ekspektasinya. Dia mengira gadis itu akan tetap mengambil keuntungan.

"Senyamannya kamu, aku mau istirahat dulu." Alya mengulingkan tubuhnya dan memejamkan mata. Dia butuh energi untuk menghadapi dunia yang tidak adil pada orang-orang baik.

Sedangkan dibelahan dunia lainnya, Adrian mulai uring-uringan sebab satu-satunya orang yang bisa memberikan informasi padanya terkait Alya, sudah tidak bisa dihubungi lagi.

"Mas darimana? Kenapa baru pulang?" tanya Safira ketika Adrian akhirnya tiba di kamar.

"Ada urusan."

"Bukan menemui Alya kan?"

"Safira ada baiknya jika kamu istirahat dan jangan memikirkan hal nggak perlu," ucap Adrian dan berlalu ke kamar mandi.

Dan saat keluar, dia baru menyadari banyak yang berubah di kamarnya padahal hanya ditinggal seharian. Tidak ada lagi foto pernikahan di atas nakas Skincare dan make up tergantikan dengan merek berbeda.

"Kamu yang menyingkirkan segalanya tentang Alya?"

"Iya, sekarang aku istrimu dan aku nggak suka ada barang Alya di kamar ini lagi."

"Terserah padamu, aku sangat lelah."

Adrian berbaring di ranjang, membelakangi Safira yang juga ikut berbaring. Padahal sebelum perkenalan yang dilakukan Alya hari itu, semuanya baik-baik saja.

"Mas menyesal menikah denganku?" tanya Safira menatap punggung Adrian. "Apa aku salah memperjuangkan cintaku dan hak atas anakku nanti? Aku nggak melakukan apapun pada Alya, aku nggak menyakitinya ...."

"Kamu menyakitinya, kamu membuat kesalahan Safira. Andai hari itu kamu nggak nekat datang ke rumah kami, semua ini nggak akan terjadi. Aku menyuruhmu bersabar."

"Sampai kapan mas?"

Safira mengambil napas panjang. Dia tahu betul sabar yang Adrian katakan tidak akan pernah ada ujungnya, sebab dia tidak pernah benar-benar meninggalkan Alya. Bahkan mungkin andai dirinya tidak hamil, dia sudah dibuang hari itu saat rasa bersalah sudah menghantui Adrian.

"Tidur Safira, nggak usah mempermasalahkan hal sepela. Bukankah sekarang kamu sudah menjadi istriku? Lalu apa yang kamu takutkan?" balas Adrian masih pada posisinya.

"Kamu benar." Safira mengangguk, mengambil napas panjang dan memejamkan matanya. Berharap esok hari semuanya akan baik-baik saja.

***

Pagi pertama Safira dimulai dengan berusaha mengambil perhatian seluruh penghuni rumah. Membuat sarapan dan menghidangkannya di meja. Menyambut satu persatu anggota keluarga dengan senyuman.

"Nggak perlu terlalu berusaha. Anggap rumah sendiri dan jadilah diri sendiri kakak ipar. Apalagi hanya untuk menggantikan peran kak Alya, dia nggak pernah melakukan apapun untuk mengambil perhatian siapapun," celetukan sarkas itu tentu berasal dari mulut Adrina. Gadis berusia 21 tahun yang belum terima kehilangan peran kakak iparnya.

"Suamimu mana Fira?" Dan mama Adrian pun muncul.

"Sudah berangkat beberapa menit lalu Ma."

"Tumben banget Adrian rajin," guman mama Adrian sembari menyantap sarapan yang disiapkan menantu barunya.

Biasanya jika bermalam di rumah orang tuanya, Adrian akan bermalas-malas. Jika ditanya alasannya dia selalu menjawab.

"Masa aku mau kerja sedangkan istriku mengosongkan jadwalnya demi ke rumah orang tuaku. Mending manja-manjaan."

.

.

.

Bab selanjutnya meluncur jam 8 pagi ya🥰. Jangan lupa meninggalkan jejak

1
Yuni Ngsih
Authooor ceritra baru nongol ko ku ngenes banget sm kelakuan si Adrian ,dah punya istri sholehah masih nyeleweng ,kasian Aliya⁰..tp buat Aliya badai pasti berlalu & akan muncul Pelangi & buat si Adrian akan muncul karma kehidupan bersama si Safira ,lanjut Thor
ken darsihk
Seperti nya buku ini hiatus yak 🙏
ken darsihk: Ok author , kangen 🩵
total 2 replies
sutiasih kasih
itu pilihanmu mnukar berlian dgn krikil jalalanan....😅😅
sutiasih kasih
ngaca fir.... km jga punya suami hsil merebut milik org lain...🙄🙄
sutiasih kasih
emang di mana" yg nmanya pelakor ya tak tau diri🤣🤣🤣🤣
sutiasih kasih
gila aja pelakor di ksih semangat😅😅
sutiasih kasih
omong kosong....
klo cinta... tak akn km mnduakn alya
Betik Kurnia
aku bosen dengan cerita itu itu aja. lihat cerita ini kok aku suka banget. ikut baper hiks ... hiks... lop yu autor 😍😍
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Areta Cantik
ini uda selesai ta ceritanya koq gantung?🤔
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: setelah pesta aku lanjut heheh
total 1 replies
arniya
jawaban yang harus di ingat
Supri Yanti
suka alya bagus, 👍👍
ken darsihk
koq belum up date yak 🤭🤭
ken darsihk: Semangat author 👍👍
total 2 replies
ken darsihk
Safira derita lo di usir dari rumah itu , dan papa mertua mu yng menyuruh lo pergi kasihan bngt siiih 😂😂😂
Rahma Inayah
tu lah bodoh nya km pelakor beda dgn Alya. .yh punya tabungan walau punya uang dr Adrian tnp batas. tp gajinya dia tabung .
Maria Magdalena: namanya jg pelakor bisa2nya cm ngerongrong dan hambur2 uang saja,itulah cewek jalang.
total 1 replies
merry
maruk jdi laki dikira ank kyk bkin donat x ya tgl jdi
ken darsihk
Ooh Sena dan Arkana beda keyakinan kasihan
Maria Kibtiyah
cinta beda agama si sena ma arkana
Maria Magdalena: udah bubar aja jgn minggalkan keyakinan nggak bsik
total 2 replies
ken darsihk
Karma Safira karma mangka nya jadi perempuan tuh jangan jahat , akhir nya karma kan yng menghampiri lo 😂😂😂
ken darsihk
Yesss lah Adrian 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!