NovelToon NovelToon
Pacarku Presdir

Pacarku Presdir

Status: tamat
Genre:Tamat / Cintapertama / Cintamanis / CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: FitrianiYuriKwon

Ketidaksengajaan nya bertemu seorang pria di sebuah pesta danca membuat nya terpaksa mengakui pria itu sebagai pacarnya, padahal dia tidak mengenal sama sekali pria tersebut.


Hingga dia dibuat terkejut ketika mengetahui bahwa pria yang dia sewa sebagai pacar semalamnya adalah Presdir diperusahaan tempatnya bekerja........


Aluna Agung Santoso, usia 25 tahun. Cantik. Periang. Somplak. Lucu dan ceroboh dia harus terikat hubungan dengan Presdir nya sendiri.


Alvaro Radiana Putra Zein, Pria matang berusia 30 tahun. Dia Presdir diperusahaan milik keluarga nya sendiri. Dia pria dingin tak tersentuh. Tak pernah tersenyum. Terkesan cuek dan sombong. Pertemuannya dengan seorang gadis mengubah segalanya, dia menjadi pria yang bucin tingkat dewa.



Bagaimana kah kisah mereka?
Yuk simak.
Ini sekedar hiburan jadi mohon bijak dalam menanggapi bacaan.......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FitrianiYuriKwon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pacarku Presdir-11

Aluna maju kedepan, dia berdiri disamping Alvaro dengan menunduk. Keringat dingin bercucuran didahinya. Membuat gadis itu terlihat seksi di mata para lelaki.

"Iya Pak".

"Jelaskan proposal ini". Alvaro menyerahkan proposal pada Aluna.

Aluna menggambil dari tangan Alvaro. Padahal dalam hati, gadis itu sudah ingin berlari karena malu. Apalagi mengingat kejadian semalam.

"Baik Pak".

Aluna membuka proposal itu. Matanya membelalak saat membaca isi proposal yang bertuliskan bahasa Inggris semua. Untung saja dia memang jenius jadi bisa mengerti apa yang tertulis disana.

Aluna memerhatikan setiap angka yang terera disana. Proposal ini, bukan dia yang membuatnya. Namun ada yang janggal, pikir Aluna.

"Pak?".

"Kenapa belum dijelaskan?". Tanya Alvaro tajam. Dia suka mengerjai gadis ini, dia yakin gadis ini pasti pusing melihat bahasa Inggris yang tertera disana.

"Ini Bapak yang buat?". Tanya Aluna membolak-balik kertas itu. Yang lain hanya menunggu penjelasan Aluna.

"Kenapa?".

"Tidak Pak".

"Ya udah. Jelaskan".

Aluna menjelaskan isi proposal itu. Semua yang diruang meeting benar-benar kagum. Termasuk Yura dan Mira. Mereka memang tahu jika Aluna sangat cerdas. Bahkan dia menguasai beberapa bahasa asing.

Meski mendapat gelar gadis paling ceroboh. Aluna juga terkenal paling pintar dan berprestasi.

Alvaro sampai menatap tak percaya. Alvaro pikir Aluna akan kebingungan dengan proposal yang dia buat. Ternyata gadis itu bahkan menjelaskan dengan sangat detail sekali.

Perkenalan dan meeting berjalan selama hampir dua jam.

Para karyawan dipersilahkan untuk memperkenalkan diri pada Presdir baru itu.

"Lun, kamu nggak salaman?". Tanya Andre sambil membereskan laptopnya.

"Nggak Pak". Sahut Aluna.

"Ya udah, ayo kita duluan".

Mereka berdua keluar dari ruangan. Sedangkan Yura dan Mira berantrian menerima dalam dari Alvaro.

Mata Alvaro tertuju pada Aluna dan Andre yang keluar dari ruang meeting. Pria itu menatap tajam pada dua orang yang mengobrol dengan asyik sambil sesekali bercanda.

Tangan Alvaro terkepal. Kenapa hatinya panas? Tidak mungkinkan dia menyukai kelinci kecil seperti Aluna? Alvaro juga kesal melihat Aluna yang tidak mau bersalaman dengannya. Sedangkan wanita lain berlomba-lomba menjabat tangannya dan Aluna malah pergi begitu saja.

.

.

.

"Lun, elu harus jelasin sama kita". Yura menarik tangan Aluna keluar dari gedung.

"Jelasin apaaan sihhh Yur. Jangan tarik-tarik dehhh emang tangan guee karet". Protes Aluna mengikuti langkah kaki Yura. Sementara Mira hanya tersenyum menggeleng.

"Elu hilang pacar elu supir taksi online. Tapi kenapa dia bisa jadi Presdir?". Tanya Yura mengintimidasi.

"Yaah kan gueee kagak mau elu minta traktrian sama Yayank gueee". Kilah Aluna.

Yura dan Mira mendelik kesal "Ehh Lun, pacar gueee juga kaya kali". Protes Yura.

"Yang bilang Babang Yuyu miskin siapa?". Aluna memutar bola mata malas.

"Nama pacar guee Bayu Lun. Bukan Yuyu". Protes Yura.

"Lun, elu harus jujur sama kita. Elu beneran pacaran sama Pak Presdir?". Mira ikut mengintimidasi. Saat ini mereka sedang berada di lobby sambil menunggu jemputan para kekasih.

"Sebenarnya........".

Aluna sedikit ragu untuk jujur. Pasti dia akan diledek oleh kedua sahabatnya. Atau nanti dijomblangin dengan Andre.

"Sebenarnya apa sihh Lun?".

"Sayang".

Bayu dan Yandi datang bersamaan. Aluna menghela nafas panjang. Kali dia selamat dengan pertanyaan Yura dan Mira

"Yank".

Yura dan Mira berhambur memeluk kedua polisi tampan itu. Sementara Aluna mengelus dada dan bernafas lega. Dia bingung harus menjelaskan dari mana.

"Nana".

Rayyan juga datang. Dosen yang satu itu semakin hari semakin tampan.

"Kakak".

Aluna menghampiri Rayyan dengan senyum lebar. Rayyan merangkul bahu Aluna dengan sayang, lalu mengacak rambut gadis itu dengan gemas.

"Sudah lapar?". Aluna mengangguk antusias.

Yura dan Mira mendelik melihat kemesraan dua orang tanpa status itu. Mereka yakin jika Presdir Alvaro hanyalah pacar bohongan Aluna.

"Ayo".

Mereka berenam masuk kedalam mobil masing-masing.

Yandi dan Bayu yang kebetulan satu mobil membawa pacar mereka menggunakan mobil yang sama. Sedangkan Aluna dan Rayyan hanya berdua satu mobil.

"Yank". Panggil Yura.

"Iya sayang?". Sahut Bayu tersenyum hangat sambil menyetir mobilnya.

Sedangkan Yandi dan Mira duduk dibangku penumpang.

"Pacar Aluna Presdir baru diperusahaan Zein group".

Chittttttttttttttt

"APA?". Bayu dan Yandi berteriak serentak.

"Kamu serius?". Tanya Bayu memastikan.

"Iya. Iya kan Mir?". Sahut Yura.

"Iya Yank. Tapi kita agak curiga sihhh". Ujar Mira.

"Curiga kenapa Yank?". Tanya Yandi.

"Soalnya mereka kek nggak pacaran gitu. Pas tadi diruang meeting aja, kek nya Pak Presdir menyuruh Aluna dengan emosi. Aku yakin kalau ini ada yang nggak beres".

Mereka semua terdiam. Sibuk memikirkan Aluna. Sulit dipercaya jika Aluna memang memiliki pacar. Karena selama ini gadis itu terkesan menghindari yang namanya hubungan asmara.

.

.

.

Tanpa Aluna dan Rayyan sadari. Dari tadi ada yang mengawasi mereka. Siapa lagi kalau bukan Alvaro? Dia yang berniat ingin makan siang, terhenti saat mendengar ucapan Aluna dan kedua sahabatnya. Apalagi ketika melhat Rayyan yang memperlakukan Aluna dengan berbeda.

"Sonny, cari informasi tentang gadis itu". Tintah Alvaro.

"Baik Tuan".

Sonny menjalankan mobilnya. Meninggalkan gedung pencakar langit itu.

Alvaro tersenyum smirk. Ternyata gadis yang mengaku sebagai pacarnya itu adalah staff nya di perusahaan. Dan gadis itu juga yang dia temui di minimarket kemarin, gadis itu juga yang sering diceritakan oleh Ayahnya tentang kehebatan Aluna dalam bekerja.

Sampai disebuah restoran Alvaro langsung turun. Dia masuk dan lagi dia tersenyum licik saat melihat Aluna bersama dua orang wanita dan tiga orang pria.

"Sayang".

Mereka semua mengalihka pandangan pada sumber suara. Padahal sedang berdebat masalah makanan.

"Pak Alvaro".

"Pak".

Wajah Aluna sudah pucat fasih. Kenapa manusia yang satu itu ada disini?

"Apa kau sudah lama menunggu?". Tanpa dipersialhkan Alvaro duduk disamping Aluna dan tersenyum menggoda gadis itu.

"Pak?". Aluna masih belum sadar dari keterkejutan nya.

"Anda siapa?". Tanya Rayyan dingin. Dia menatap kearah Alvaro tajam saat Alvaro duduk disamping Aluna.

"Ohhh ya kita belum kenalan. Saya Alvaro pacar Aluna".

Mata Aluna membulat mendengar ucapan Alvaro. Gadis itu bahkan menggeleng tak percaya. Sementara Alvaro tersenyum penuh kemenangan.

"P-pacar?". Tanya Rayyan terbata.

"Kak". Aluna bingung harus jawab apa? Dia menatap Alvaro tajam.

"Beneran pacar kamu?". Tanya Rayyan. Raut wajahnya terlihat ada kekecewaan.

"Kak". Lidah Aluna terasa kelu dan serasa ada sesuatu yang menyendat dikerongkongan nya.

"Sayang, ayo jelasin sama mereka". Alvaro merangkul bahu Aluna sambil tersenyum.

"P-pakkk". Aluna tak bisa berkata apa-apa lagi. Sumpah demi apapun dia sangat menyesal karena mengakui pria ini sebagai pacarnya.

Aluna menghela nafas melihat wajah kecewa Rayyan. Begitu juga Yandi dan Bayu yang terlihat kecewa.

"Iya Kak". Jawab Aluna menunduk.

Tubuh Rayyan melemas. Hancur sudah bangunan yang dia bangun dengan susah payah bersama Aluna.

Sedangkan Alvaro tersenyum penuh kemenangan. Dia tidak akan melepaskan Aluna. Gadis itu sudah membuat jantungnya berdebar. Jadi Aluna harus bertanggung jawab.

1
Iiseu Sulatri
cocok lah
Lilis Suslianti
banyak typonya
Sunarmi Narmi
COCOK SEKALI thor...
damai
eeeeaaaaa..... kok saya yang senyum2
Sunarmi Narmi
Alya di jodohin aja sama Rayyan..
Sunarmi Narmi
Baca karyamu lngsung suka alurnya..cara nulis nya enak mudah dibaca ...pokoke Topppp 👍👍👍👍♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
damai
Luar biasa
Ika Azza
Biasa
Alivaaaa
kereen Thor ❤
Alivaaaa
🥰🥰🥰
Alivaaaa
selamat ya buat kalian berdua 😍😍
Alivaaaa
benar² ajaib Luna 🤦🏻‍♀️ spesies langka yg perlu dilestarikan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Alivaaaa
ya ampyuuunnnn 🤣🤣🤣🤣🤣
Alivaaaa
kereen Lun 👍👍👏👏👏🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Alivaaaa
astoge Luna Luna 🤦🏻‍♀️🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Alivaaaa
Aluna kereen... ada aja ide gilanya 👏👏👍👍👍🤣🤣🤣🤣
Yolia Agustina
Luar biasa
Alivaaaa
hahaha bersiaplah Aluna 🤣🤣🤣🤣🤣
Alivaaaa
kak Ray takut banget ngomong cinta, padahal kalo ngomong, bakal langsung diterima kamu Ray 🤦🏻‍♀️😂 ntar yg ada mlh Nana di ambil orang Ray Ray dan itu baru kamu menyesal dengan keterlambatanmu itu 🤭🤣🤣
Alivaaaa
hai Thor aku mampir 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!