NovelToon NovelToon
Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:957.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: AdindaRa

Zella, mahasiswi baru di Universitas Swasta Indonesia telah membuat Leon, ketua BEM yang tegas dan penuh wibawa jatuh cinta pada pandangan pertama saat OSPEK Mahasiswa.

Tidak hanya itu, Levi, seorang dosen jutek, galak, dan tidak banyak bicara yang juga putra pemilik Universitas tersebut juga ternyata diam-diam menaruh hati pada Zella.

Zella yang belum menginginkan untuk berpacaran harus terus menerus mendapatkan teror dari mahasiswi yang mengidolakan Leon dan Levi.

Leon dan Levi pun terus berjuang dengan cara mereka masing-masing untuk mendapatkan hati Zella.

Siapakah diantara mereka berdua yang mampu memenangkan hati Zella?

Adakah Leon atau bahkan Levi yang memenangkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AdindaRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12

Sudah lima hari ini setiap jam kosong, Zella menjalani hukuman dari Levi. Tapi bukan hukuman sebenarnya, melainkan Levi memberikan privat khusus untuk Zella tentang bagaimana mengelola perusahaan.

"Yang ini masih banyak yang salah." ucap Levi mengembalikan berkas yang dikerjakan Zella.

"Perasaan udah bener deh tadi, pak." ucap Zella menerima berkas yang diberikan Levi.

"Coba deh bapak cek ulang. Soalnya saya udah teliti berkali kali." Zella berjalan ke tempat duduk Levi dan menyerahkan hasil kerjanya.

Kini keduanya duduk berdampingan di sofa, Zella mendekatkan dirinya dan menjelaskan hasil laporan yang ia buat. Posisi keduanya terlihat sangat dekat.

"Bagaimana pak Levi, yang saya kerjakan sudah benar bukan?" tanya Zella dan Levi mengangguk.

"Hari ini terakhir kamu dihukum. Lain kali jangan buat kesalahan lagi." ucap Pak Levi. Zella pun mengangguk.

Kali ini Zella berat meninggalkan ruang Pak Levi. Ia merasa banyak belajar selama 5 hari ini meskipun ia harus menghadapi kejutekan dosennya yang satu ini.

"Terima kasih privat gratisnya Pak Levi." ucap Zella lalu pergi meninggalkan ruangan Levi.

Levi tersenyum dan membiarkan Zella keluar dari ruangannya.

Kini Zella sudah bersama Silla di kelas menunggu dosen.

"Zella, weekend ini ikut outbond yang diselenggarakan anak BEM yuk." ajak Silla.

"Duuuuh, males banget Laa." ucap Zella.

"Sehari doang kok. Temeniiin yaaa, pleasee." bujuk Silla.

"Oke deh." Zella menyerah. "Eh iya, Nay apa kabar ya? Dari hari itu HPnya gak pernah aktif." ucap Zella.

"Iya, aku telfon juga gak nyambung." balas Silla. "Apa kita samperin aja, Zell?" tanya Silla lagi.

"Capek banget gak kira-kira. Katanya mau ikut outbond." ucap Zella.

"Hemmm, iya juga sih." Silla mulai bimbang. "Pulang kuliah aku mampir ke ruko ya. Kak Levi sama mama ada acara di luar." ucap Silla.

"Oke siip." balas Zella yang melihat dosennya sudah duduk di depan.

Selesai kuliah, Zella dan Silla langsung pulang ke ruko.

"Mba Zella, tadi ada yang nyariin. Sekarang lagi istirahat di lantai 2." ucap salah satu karyawan Zella.

Zella dan Silla langsung naik ke lantai 2.

"Nay, yaa Ampuuuun. Selama ini kemana aja gak ada kabar?" Zella terkejut yang datang ternyata sahabatnya. Nay langsung memeluk Zella.

"Iya Nay, baru tadi kita omongin juga. Kenapa ponselnya gak aktif siiih." Silla kini berpelukan dengan Nay.

"Maaf." ucap Nay lirih. Ia akhirnya menceritakan kejadian setelah meninggalnya kedua orang tuanya.

Orang tua Nay meninggalkan hutang yang sangat besar. Hingga Nay harus menjual rumah seisinya. Kini Nay benar benar tidak memiliki apa-apa.

"Aku tidak bisa melanjutkan kuliah lagi. Aku harus secepatnya mencari kerja." ucap Nay.

Zella dan Silla turut sedih dengan keadaan Nay saat ini.

"Nay, kamu bisa kok kerja sama aku." ucap Zella. "Sambil kuliah juga bisa".

"Iya Nay, bener tuh kata Zella. Nanti aku akan bicarakan dengan kak Levi tentang biaya kuliah." ucap Silla.

"Aku gak mau merepotkan kalian." Nay menggeleng.

"Ayolah Nay. Kita gak akan kerepotan. Kamu bisa temenin aku di ruko." Zella meyakinkan.

"Makasih ya guys. Aku bahagia punya kalian." Mereka bertiga pun berpelukan.

Zella langsung mengajak Nay ke kamar kosong di samping kamarnya.

"Ini kemarin buat tidur kak Azel disini. Jadi agak berantakan." ucap Zella membereskan tempat tidur.

"Thanks ya Zell. Ini udah luar biaasa banget buat aku." ucap Nay terharu dengan kebaikan Zella.

"Kita kan harus saling membantu Nay." ucap Silla.

"Aku berjanji tidak akan mengecewakan kalian." janji Nay.

Mereka bertiga menghabiskan waktu memasak bersama, bercerita, dan Zella mulai mengajari Nay mengoperasikan alat fotocopy. Silla yang hanya ikut2an jadi mengerti cara mengoperasikannya.

"Keren deh Zella, aku kagum banget sama kamu." puji Silla.

"Biasa aja deh, La. Dulu sering otak atik yang begini di kantor papa." jelas Zella.

"Zell, dicari kak Leon tuh." bisik Nay yang melihat Leon turun dari motornya.

"Oh iya aku lupa. Dia minta aku nemenin dia main futsal. Ikutan yuk La, Nay." ajak Zella pada Silla dan Nay.

"Aku gak ikutan ya Zell. Mau bantu2 disini aja." ucap Nay yang mulai akrab dengan karyawan Zella.

"Zella, udah siap?" tanya Leon mendekat. "Eh ada Nay, apa kabar?"

"Baik kak." jawab Nay.

"Aku sama Silla nanti nyusul aja gimana, kak?" tanya Zella menarik tangan Silla.

"Silla biar sama aku aja." ucap Reza yang datang tiba-tiba.

Silla yang dari awal belum menjawab, akhirnya mengangguk mengikuti ajakan Reza. Zella akhirnya membonceng Leon dan Silla membonceng Reza.

"Besok ikutan outbond gak?" tanya Leon.

"Males sebenernya, Kak. Silla ngajakin juga sih." jawab Zella.

"Ikutan aja, ntar kita konvoi bareng naik motor." ajak Leon.

"Liat ntar deh ya." jawab Zella.

Mereka berempat akhirnya sampai di stadion Futsal. Zella dan Silla bergabung dengan penonton yang lainnya.

"Mereka pasti pada nemenin pacarnya yang lagi main futsal." ucap Silla.

"Kamu juga kan?" ledek Zella. Silla hanya tersenyum tidak menjawab. "Kapan jadian? Cerita dooong." desak Zella.

"Belum jadian Zell, kak Reza udah nembak kemarin, tapi aku belum jawab." jawab Silla tersipu malu.

Zella terkekeh mendengar jawaban Silla. "Kamu takut ya ama Kak Levi?" tanya Zella.

"Hehe, tau aja kamu." jawab Silla. "Trus kamu sama Kak Leon gimana?" tanta Silla balik. "Udah jadian?"

"Mana ada jadian. Kita baru aja jalin kerja sama. Jadi agak deket sekarang." ucap Zella santai.

"Tapi kamu suka gak Zell sama kak Leon?"

"Belum ada perasaan spesial, La. Masih biasa aja sih. Dia memang baik dan perhatian, tapi aku tidak ada perasaan apa-apa." jelas Zella.

"Kalo sama Kak Levi?" tanya Silla menyelidik.

Seketika wajah Zella memerah mendengar nama Levi. "Biasa aja, La. Kakak kamu itu nyebelin." ucap Zella.

"Oh yaaa, kau sungguh tidak mau menjadi kakak iparku?" tanya Silla menggoda Zella.

"Apaan siih, Laa. Jangan ngaco ah." Zella membuka minumannya dan meneguknya.

"Hei, guys. Ternyata ada wanita penggoda di sini." tiba-tiba Carina datang dan menunjuk ke arah Zella.

Zella berusaha mengacuhkan Carina, tapi Carina sengaja menjatuhkan cheesemilknya di atas kepala Zella. Zella yang terkejut langsung menampik cheesemilk Carina dan terlempar jauh mengenai lapangan futsal.

Permainan pun terhenti dan kini perhatian terpusat pada Carina dan Zella. Leon langsung mendekat ke arah Zella dan mengajaknya pergi dari stadion.

"Cukup ini yang terakhir kak, aku malas berurusan dengan cewek-cewek kak Leon." ucap Zella yang sudah baik ke atas motor Leon.

"Carina bukan cewekku, Zella." jelas Leon.

"Dia berambisi untuk memilikimu, kak. Dan aku menjadi korban ambisinya." ucap Zella kesal.

Leon hanya diam dan meminggirkan motornya di depan mini market. "Tunggu sebentar ya" pinta Leon.

Leon datang membawa air mineral dan tisue, basah.

"Aku akan bertanggung jawab sudah membuatmu kesal, Zella." Leon membersihkan rambut Zella yang disiram Carina dengan tisue basah.

"Setelah ini kita ke salon membersihkan sisa sisanya." ucap Leon yang masih dengan telaten mengusap rambut Zella.

"Gak usah, Kak." jawab Zella singkat.

"Masa iya kakak harus bertanggung jawab dengan mandiin kamu" goda Leon.

"Ih, kak Leon mesum banget sih." Zella memukul pundak Leon berkali kali.

Leon memegang tangan Zella menahan pukulan Zella, "Sakit tau," ucap Leon menatap Zella lebih dekat. "Kakak cium nieh kalo nakal."

Zella langsung melepas tangannya dari Leon dan mencubit pinggang Leon. "Enak ajah kalo ngomong. Udah yuk pulang. Lengket nieh pingin buruan mandi." Zella menarik tangan Leon.

Leon pun menurut dan segera mengantar Zella pulang. Leon merasa sangat senang bisa terus di dekat Zella. Sampai di depan ruko, Zella langsung turun dari motor Leon.

"Zella, kalo udah siap pacaran, bilang sama kakak ya. Kakak akan tunggu." pinta Leon.

"Jangan kak, mending kakak cari yang lain aja deh. Ntar keburu lumutan loh." jawab Zella.

"Aku bener-bener cinta sama kamu, Zella." ungkap Leon.

"Kak Leon itu baik, perhatian dan tampan. Pasti bisa dapat cewek yang juga mau diajak pacaran sama kakak. Aku lagi gak mau mikirin begituan." jelas Zella. "Udah gih pulang kak. Aku masuk dulu ya."

Leon pun tersenyum mendengar jawaban Zella. "Baiklah, aku tidak perlu punya status denganmu, yang penting bisa terus ada di dekatmu Zella." gumam Leon meninggalkan ruko Zella.

1
Hadyan Ghauzan
Luar biasa
janah bibah
Biasa
Indah Setyorini
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Waaahh outhor Nakal ya ngeprank semua para Riders,Bikin aku sempat kecewa td sama outhor 🙏🏻🙏🏻😁😁
Qaisaa Nazarudin
Kasihan Silla kalo sampai menikah dgn Dion..
Qaisaa Nazarudin
Loh kok Silla malah segitu aja berjuang demi Leon..Kecewa deh aku..🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Loh kok gitu sih??Leon dn Dion kan sama2 Anaknya,Tetap juga akan jadi menantu nya papa Leon kan..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah akhirnya Om Bayu nikah juga, Sama Naya lagi, Sahabat jadi sodara ya Silla 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Pasti yg ke 4 itu Levi kan,,Kan 60 itu Siswa dan juga termasuk Dosen nya 😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Waahh Leon suka sama Silla ya?? Kapan Silla putus sama Reza??
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Leon apa Levi sih?? Kan Leon masih dikamar, pingsan tuh dia..
Qaisaa Nazarudin
Rasain tuh Zella, hal kapok2 nya baikin musuh..
Qaisaa Nazarudin
Heran aku makin lama makin menampakkan kebodohan Zella, Sekarang dia malah mengumpulkan musuh2 nya dlm satu tim,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkw Rasain tuh, Senjata makan tuan 👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Greget aku sama Levi,masih sok jual mahal aja, bikin Zella cuekin Levi thor dan jaga jarak dgn Levi,Biar levi kelimpungan..
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Green dan keluarganya terlalu lembut dgn Winda, Walaupun udah nikah lain tapi itu tetap papa kandungnya, Winda tanggungjawab nya, Green cuman papa tiri, Sekarang udah cerai dgn Maya, Jadi Winda bukan siapa2 lagi dgn keluarga Green,,Hadeeuuh jangan sampai nyesel nanti saat Winda bertindak,,
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Winda dibiarin bebas?? Winda juga gak benar tuh,udah mamanya di tangkap,pasti dia akan balas dendam mamanya..
Qaisaa Nazarudin
Bodoh aja kalo Green takut dgn ancaman Maya,Kalo aku langsung jeblos dia ke penjara..
AdindaRa: makasih banyak dukungannya kaak. aku sendiri sampai lupa sama ceritanya 😘
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
BODOH memberikannya pilihan adalah pilihan yg salah, kalo Maya milih cerai dan pergi jauh, Dia tetap akan bisa menghancurkan kalian Green 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!