-TAMAT-
aku gak menyangka, malam itu. malam yang sangat tidak ingin aku ingat kembali. malam yang sangat aku benci. malah memberikan aku sekaligus dua kehidupan di dalam hidupku. Entah apa yang akan terjadi kedepannya. tapi yang jelas aku sangat menyayangi mereka walau aku membenci malam itu. - Jeslyn Casey
Holla-Holla!!!!!!
jangan lupa baca cerita pertama ku yaaa, judulnya FAKE NERD.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Zalianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Belas
"maafkan kami sayang, kami memang orang tua yang sangat jahat karena kami lebih memilih pekerjaan dari pada kamu sayang" ucap Agatha dan Jeslyn pun langsung memeluk Agatha.
"bagi aku, kalian adalah orang tua terhebat di dalam hidup aku. Kalian Pahlawan aku, kalian rela pergi jauh dan meninggalkan aku hanya demi membiayai hidup aku. Jeslyn gak tau lagi harus gimana kalau Mamah dan Papah tidak terima akan kejadian ini dan kalian bakal ninggalin Jeslyn. Jeslyn sangat takut kalau itu terjadi" ucap Jeslyn saat masih di dalam pelukan sang Mamah.
"enggak sayang, kami gak akan meninggalkan kamu bagaimana pun kejadiannya karena ini sudah takdir dan ini juga salah kami yang kurang memperhatikanmu" ucap Agatha.
"kalian berdua juga gak salah, Tante malah berterima kasih banget ke kalian karena kalian selalu berada di samping Jeslyn gimana pun keadaan dia, kalau tidak ada kalian tante akan lebih merasa bersalah kepada Jeslyn" ucap Agatha dan Manda serta Sinta pun ikut memeluk Agatha dan menangis didalam pelukkannya. Bagi mereka orang tua sahabat mereka sudah seperti orang tua mereka sendiri.
"udah-udah hepp ah nangis-nangisnya" lerai Alderich karena istri dan anak serta teman-teman anaknya tak kunjung selesai menangis.
"ihh Papah mah ngeganggu aja" kesal Jeslyn dengan suara seraknya.
"biarin. Mending kita BBQ aja yuk" usul Alderich dan semuanya pun mengangguk antusias, padahal tadi nangis-nangisan sekarang malah pada seneng gitu.
"emang bahan-bahannya ada Mah?" tanya Sinta ke Agatha.
"eh iya Mamah lupa, bahan-bahan dapur habis" ucap Agatha dengan cengirannya dan Jeslyn dkk pun mendesah kecewa.
"yaudah tinggal minta tolong ke bibi beli bahannya aja" ujar Alderich membuat Jeslyn dkk semangat kembali.
"yaudah Jeslyn panggil bibi dulu ya" pamit Jeslyn.
"ayo Mah, kita siapin alat-alatnya aja" ajak Manda ke Agatha dan dia punmengangguk setuju.
"lah Papah ngapain?" tanya Alderich.
"ya Papah bantuin kita juga lah" jawab Agatha sewot. Manda dan Sinta yang mendengar nada sewot Agatha pun terkekeh pelan sementara Alderich mendengus sebal. 'untung istri' batinnya.
"yaudah iya ayok" ucap Alderich dan mereka berempat pun langsung pergi menuju Rooftop karena tempat khusus BBQ ada di sana.
jujur saja, ini pertama kalinya mereka memakai area Rooftop setelah sekian tahun mereka sibuk dengan pekerjaan.
"HOLAA!!! JESLYN DATANG MEMBAWA BAHAN-BAHANNYA!!!" teriak Jeslyn dan dia pun berlari ke arah dapur yang ada di situ.
"jangan teriak-teriak sayang!" tegur Alderich.
"JESLYN JANGAN LARI!" teriak Manda dan Sinta yang melihat Jeslyn berlari. Jeslyn pun langsung berhenti berlari dan dia hanya menunjukkan cengiran manis khas nya.
"iyaiya maaf" ucapnya.
"sayang, kamu mulai sekarang harus hati-hati. Inget udah berbadan 2" tegur Agatha.
"siap oma" balas Jeslyn dengan memakai nada anak-anak. Semua yang mendengarnya pun tertawa geli akan tingkah Jeslyn.
"sini-sini Jeslyn bantuin" ucap Jeslyn dan dia langsung mengambil kerjaan Manda yang
sedang mengeluarkan bahan masakan.
"eh gak usah sayang, mending kamu temenin Papah aja gih" usir Agatha dan itu berhasil membuat bibir Jeslyn manyun.
"ah Mamah mah gak asikkk" rajuk nya.
"udah deh, lu ganggu aja tau gak! Dasar bumil!" ledek Sinta.
"gak usah manyun gitu bibir lu nya! Gak pantes buat bumil" kini Manda pun ikut meledek Jeslyn. Jeslyn yang sudah kesal pun berjalan ke arah Alderich -yang sedang menyetel layar tancap untuk mereka menonton nanti- dengan menghentakkan kakinya tanda dia sedang kesal.
Para ciwi-ciwi pun terkekeh geli karena sifat Jeslyn yang sangat manjah, mungkin karena hormon hamil fikir mereka.
"Papahh" rengek Jeslyn ke Alderich.
"apa sayang?" tanya Alderich lembut.
"masa Mamah sama yang lainnya ngusir Jeslyn" adu Jeslyn, Alderich yang mendengar nada manjah anaknya pun terkekeh saja.
"hahaha... yaudah sini sama Papah aja, kita nonton film Barbie kesukaan kamu" bujuk Alderich dan seketika mata Jeslyn berbinar mendengarnya.
"Papah masih ingat? ayok nonton!!!" teriaknya senang.
Sudah 1 jam berlalu, Agatha, Mandaa, dan Sinta masih asik dengan kegiatan panggang memanggang. Sementara Jeslyn dan Alderich mereka masih asik dengan Film yang sangat di sukai anak perempuan itu.
"Pah" panggil Jeslyn dengan pandangan ke layar besar di depannya.
"apa sayang?" tanya Alderich yang masih betah mengelus kepala Jeslyn dengan lembut.
"gakpapa, Jes cuman ngantuk aja, hehehe" cengir Jeslyn, Alderich yang gemas pun mengecup puncak kepala Jeslyn.
"ya sudah kamu tidur aja, nanti kalau makanannya sudah siap Papah bangunin kamu" suruh Alderich, Jeslyn bukannya mengikuti ucapan Alderich dia malah menggeleng kepalanya.
"gak mau" tolak Jeslyn.
"terus kamu mau apa?" tanya Alderich membuat Jeslyn bingung mau bilang apa enggak.
"emm... itu..."
"kamu pengen apa sayang? Langsung bilang Papah aja, jangan di pendam" ucap Alderich, Jeslyn pun merubah posisi duduknya.
"Jes pengen itu... emm.." ucap Jeslyn dengan gugupnya.
"kamu kenapa sayang?" tanya Agatha yang tiba-tiba datang dengan Manda dan Sinta yang ada di belakang nya.
"Jeslyn pengen mangga muda" ucap Jeslyn dengan muka melasnya.
"ya ampun Jes, ini udah malem mau nyari dimana coba" protes Manda.
"kamu ngidam ya sayang?" tanya Agatha dengan lembut.
"gak tau mah, tiba-tiba Jes pengen mangga muda" jawab Jeslyn masih dengan muka melasnya.
"ngidam lu pending dulu aja ya Jes, kasian Papah kalau harus nyari di di jam 7 malem gini" bujuk Sinta. Jeslyn pun hanya bisa memasang muka cemberutnya.
"sudah-sudah, besok Papah beliin kamu mangga muda yang banyak ya" ujar Alderich, Jeslyn pun mengangguk lemah.
"sekarang kita mau makan disini apa di meja makan?" tanya Agatha ke semuanya.
"disini" ucap Jeslyn dkk dengan semangat.
"di meja makan" ucap Alderich.
"ihh Papah!!! Makannya disini aja" ucap Jeslyn dengan puppy eyes nya
"iya Pahhh" tambah Manda dan Sinta juga memasang puppy eyes nya. Alderich pun mau tak mau menjawab 'iya' karena dia paling tidak bisa melihat anak nya memasang puppy eyes, ditambah dengan adanya Manda dan Sinta.
"iya-iya kita makan disini" ucap Alderich pasrah.
"YEY!!!" ketiganya pun bersorak senang.
"dasar bumil! tadi aja cemberut karena mangga, sekarang malah happy gitu" dumel Alderich ke Jeslyn.
"hahaha,,, sudahlah pah. Itu juga karena efek dari cucu mu" ujar Agatha dengan kekehannya.
"Manda, Sinta bantu Mamah bawain makanan yuk" pinta Agatha dan dianggukin keduanya.
Agatha dan kedua teman Jeslyn pun pergi ke arah dapur dan balik lagi ke ruang santai dengan masing-masing membawa semua yang telah mereka bertiga buat.
"MAKANAN DATANG!!!" teriak Sinta dengan semangat.
"ASIIKKKK!!!!" seru Jeslyn.
"Jes kamu ini ya! Bikin Mamah ngilu aja ngeliat tingkah kamu itu" ujar Agatha setelah dia menaruh bawaannya.
----BERSAMBUNG----
maaf update lama🙏
jangan lupa LIKE dan KOMEN:)