⚠️Ngapak Alert⚠️
Novel ini terdapat beberapa part percakapan bahasa derah, terlebih di part-part awal🙏jadi mohon bersabar bacanya ya😊kalau pusing, bagian itu silakan di skip aja👉
💐selamat membaca💐
Ayu Anindita, seorang gadis desa, yatim piatu, yang dibesarkan oleh sang Nenek. Mencoba mandiri demi bertahan hidup hingga rela kehilangan masa kecil dan remajanya. Hingga suatu hari, Ayu memutuskan merantau ke kota demi sang Nenek. Namun sayang, Ayu justru kehilangan saat-saat terakhirnya bersama neneknya.
"Kamu harus bahagia, Yu!" pesan Nenek.
"Selamat jalan, Mbah! Tenang di sana ya. Ayu di sini akan baik-baik saja," batin Yudi.
"Aku janji akan selalu melindungimu. Walaupun, kita sama-sama tahu, tidak ada cinta di antar kita," ucap Elang.
Akankah Ayu bahagia? Siapakah yang akan mewujudkan permintaan Nenek?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan_Neen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Majikan baru
Setelah menunggu setengah jam, ada seorang wanita cantik, bertubuh tinggi langsing memakai setelah blazer dan rok hitam selutut dan berkaca mata, menghampiri Ayu.
“Selamat siang!” sapa Elsa.
“Se ... Se ... Selamat siang!” jawab Ayu terbata-bata karena terperangah oleh kecantikan seseorang yang ada dihadapannya.
“Dengan Mba Anindita?” tanya Elsa
“Ayu! Panggil saja Ayu. Anda istri mas-mas yang kemaren nelpon saya ya?” tanya Ayu balik.
“Maaf, beliau atasan saya. Saya hanya sekretarisnya, ” jawab Elsa tersenyum ramah.
“Oh ... Maaf!” kata Ayu. “Silahkan duduk!” tambahnya.
"Berarti bapak-bapak, bukan mas-mas," batin Ayu.
"Bisa saya lihat CV anda?" tanya Elsa.
"CV?" kata Ayu bingung
"Daftar riwayat hidup!" jelas Elsa.
"Oh ... Iya, ini Mba," kata Ayu meyerahkan dftar riwayat hidupnya.
"Boleh saya lihat KTP aslinya?" tanga Elsa.
Ayu lalu mengambil KTP dari dompetnya dan menyerahkan ke Elsa. Tak berapa lama Elsa memperhatikan CV dan KTP Ayu, kemudian ...
"Baik! Daftar riwayat hidup anda bagus. Hanya saja, saya mau bertanya, kenapa anda resign dari pekerjaan terakhir anda?" tanya Elsa.
"Nenek saya masuk rumah sakit sekitar dua minggu yang lalu. karena saya keluarga satu-satunya, saya harus merawat beliau. Jadi saya putuskan untuk resign saja. Namun Nenek saya hanya sehari di Rumah Sakit kemudian beliau meninggal. jadi setelah tujuh harian Nenek meninggal, saya memutuskan untuk kembali mencari kerja di Jakarta" jelas Ayu panjang lebar.
“Oke! Kalau begitu langsung saja, atasan saya berpesan bahwa anda bisa bekerja mulai besok sebagai asisten rumah tangga di apartemen beliau,” kata Elsa.
“Anda hanya perlu datang di pagi hari puul 07.00 wib dan pulang pada sore hari pukul 17.00 wib, kecuali jika atasan saya butuh bantuan extra,” jelas Elsa.
“Dan untuk tugas anda, sudah ada di draft ini. Silakan bisa dibaca dulu,” lanjut Elsa.
Ayu membaca draft tugas yang diberikan oleh Elsa kepadanya. Sebagian besar Ayu sudah paham dan sudah biasa dengan tugas-tugas itu.
“Berarti, saya sudah bisa kerja mulai besok?” tanya Ayu.
“Iya, dan ini alamat apartemennya,” kata Elsa sambil memberikan selembar kertas yang berisi sebuah alamat.
“Besok pukul 07.00 wib, saya tunggu kamu di sana,” tegas Elsa lagi.
“Baik, Mba!” kata Ayu antusias.
“Kalau sudah jelas, saya permisi dulu. Jika ada apa-apa, Anda bisa hubungi saya,” kata Elsa sambil menyerahkan kartu namanya dan pergi ke meja kasir kemudian keluar.
“Aku harus cari kontrakan dekat apartement ini,” gumam Ayu.
Dan segera, Ayu pergi dari tempat itu.
.
.
.
.
.
.
“Halo! Yu, kamu dimana?” tanya Yudi yang khawatir karena sudah jam 10 malam Ayu belum juga pulang
“Maaf Yud, ternyata aku mulai kerja besok. Jadi aku langsung cari kontrakan deket-deket sini, terus bersih-bersih,” Jawab Ayu yang baru saja selesai mengepel lantai kontrakan barunya.
“Mendadak banget sih Yu? Nggak bisa nego gitu?” tanya Yudi.
“Sayang Yud, kalo di nego ntar malah nggak jadi nerima aku gimana?” jawab Ayu.
“Besok kalo nggak sibuk, tolong bawaain barang-barang aku kesini ya, Yud. Ntar tak chat alamatnya,” lanjut Ayu.
“Emangnya nggak pulang ke sini dulu, Yu malam ini?” tanya Yudi lagi.
“Besok aku udah harus dateng jam tujuh pagi. Kayanya nggak keburu deh,” jawab Ayu.
“Terus, besok kamu kerja pake baju apa?” tanya Yudi lagi.
“Baju yang ini aja nggak papa” jawab Ayu.
“Hah ... ,” jawab Yudi sambil membuang nafasnya kasar.
“Alamatnya mana sini? Tak anter sekarang aja,” lanjutnya.
Dan malam itu pun, Yudi menyusul Ayu ke Jakarta. Tak hanya membawa barang-barang Ayu, namun Yudi juga membawa kasur lantainya untuk ia pinjamkan. Dia bisa beli lagi nanti dan sebelum itu, dia bisa numpang di kontrakan sebelah, pikirnya.
.
.
.
.
.
.
“Assalamualaikum, mba Elsa. Maaf telat,” sapa Ayu ngos-ngosan karena berlari.
“Waalaikumsalam, nggak papa, telat lima menit. Tapi besok-besok, kalau bisa lebih pagi lagi ya,” jawab Elsa.
Ceklek....
“Silahkan masuk!” ajak Elsa.
Ayu melihat-lihat seisi apartemen itu. Baru kali ini Ayu melihat sebuah apartemen yang bagian dalamnya seperti rumah mewah. Apartemen itu berisi barang-barang yang bisa dibilang sangat mewah.
Semua ruangan di apartemen itu terhubung. Dan kamar tidur ada di lantai atas. Hanya ada satu kamar tidur di apartemen yang cukup besar itu. Ruang yang cukup besar untuk sebuah kamar tidur . Elsa menerangkan setiap bagian-bagian dari apartemen tersebut.
“Tempat sebesar ini, kenapa kamar tidurnya cuman satu ya?” gumam Ayu.
“Nah mbak Ayu, apa sudah jelas semuanya?” tanya Elsa.
“Insya Allah, jelas mba!” jawab Ayu.
“Ingat, di tempat ini ada CCTV nya, jadi jika Anda macam-macam, akan segera ketahuan. Paham, Mba Ayu?” tegas Elsa.
“Iya, Mba Elsa!” jawab Ayu mantap.
“Baik, kalau begitu, silakan anda mulai pekerjaan. Ini kunci apartemennya. Ingat, jam 17.00 wib anda sudah harus selesai dan jangan lupa kunci lagi pintunya,” kata Elsa.
“Siap, Mbak!” jawab Ayu dengan posisi hormat.
Sepeninggal Elsa, Ayu langsung bersiap untuk memulai aktifitasnya.
Ayu mulai mengikat cepol ke atas rambut panjangnya dan menggulung lengan kemejanya sampai siku.
Karena di rumah itu sepi, jadi dia memutar musik dari walkman-nya dan memasang headseat ketelinganya sebagai hiburan. Musik yang dia putar adalah musik dari jaman dia SMA dulu.
Lupakanlah saja diriku
Bila itu bisa membuat mu
Kembali bersinar dan berpijar
Seperti dulu kala
Ho...ho...ho....
Seraya bersenandung, Ayu memulai aktivitasnya. Mulai dari membersihkan debu di sofa, membersihkan lantai, membereskan dapur, membersihkan dan merapikan kamar tidur, berbelanja bahan makanan dan mengetapnya di lemari pendingin.
Saat semua selesai, Ayu mengistirahatkan dirinya duduk di atas karpet di ruang tengah. rasa lelahnya berubah menjadi rasa kantuk, dan secara tak sadar, Ayu pun terlelap di atas karpet bulu itu.
Tak terasa, waktu menunjukkan pukul 16.30 wib. Hampir tiba waktunya Ayu untuk pulang. Sebelum pulang, Ayu berinisiatif untuk membuatkan beberapa hidangan makan malam untuk sang majikannya yang baru.
Bukan hidangan mewah pastinya, hanya beberapa menu makanan rumahan yang sangat umum di jual di WARTEG. Tak lupa, Ayu meninggalkan note di pintu lemari pendingin.
“Assalamualaikum
trimakasih sudah menerima saya bekerja. ini ada beberapa lauk dan nasi yang bisa dijadikan menu makam malam, jika bapak berkenan. Saya pamit pulang. Jika butuh sesuatu, jangan sungkan untuk memberitahu saya.
Wassallamualaikum”
.
.
.
.
.
.
Waktu menunjukkan pukul 20.00 wib. Elang baru saja pulang ke apartemennya. Dia langsung menuju kamar untuk mandi dan berganti pakaian.
Setelah itu, Elang turun untuk mengambil minum di lemari pendingin dan menemukan note dari Ayu. Elang lalu pergi melihat meja makan yang memang sudah ada beberapa hidangan.
“Dapat makan malam nih,” gumamnya tersenyum.
“Serasa di rumah nenek,” gumamnya lagi.
“Mari makan” kata Elang pada dirinya sendiri setelah sebelumnya dia menghangatkan makanan-makanan itu di microwave.
Elang dengan lahap memakan makan malamnya yang disiapkan oleh Ayu.
Setelah selesai makan, Elang kembali disibukkan dengan pekerjaannya dengan ditemani secangkir kopi.
Hingga pagi menjelang, Elang bersiap untuk berangkat ke kantor. Waktu menunjukkan pukul 07.00wib, Elang sudah dijemput supir.
Sebagai pemimpin sebuah perusahaan yang sedang bergerak maju, dia tidak mau memberi contoh yang tidak baik kepada karyawannya. Jika jam masuk kantor jam 08.00, dia akan sampai ke kantor jam 07.45. Dan begitu setiap harinya.
Ketika Elang turun dengan lift yang ada di apartemennya, Ayu sudah naik ke apartemen itu untuk bekerja sehingga mereka pun berselisih jalan.
Ayu seperti biasa memulai aktivitasnya ditemani musik yang semangat. Bersih-bersih, beres-beres, menata, mengelap, buang sampah, mencuci piring dan baju, dan banyak lagi.
Saat Ayu hendak mengambil air minum, dia menemukan note baru yang menempel di pintu lemari pendingin.
“trimakasih makanannya, masakannya enak.”
Begitu isi note itu. Ayu bersyukur ternyata selera majikan barunya tidak lah sulit. Awalnya dia membayangkan bahwa majikannya kali ini punya gaya hidup yang kebarat-baratan, tapi ternyata tidak juga. Ayu pun kembali membuatkan makanan untuk majikannya itu sebelum dia pulang.
“assalamualaikum,
Bapak, saya buatkan makan malam lagi, semoga masih sesuai selera bapak.
Wassalamualaikum.”
Dan saling memberi note itu mereka lakukan setiap harinya tanpa pernah menyapa langsung.
lanjutin donk ceritanya,😘😘😘
adakah season 2 buat Adiba potrinya Elang dan Ayu.Dan klnjtan hub Yudi dn Bianca😀
Kutunggu deh thor💪
semoga kamu makin kreatif ya Thor.. ditungguin cerita lainya yg pasti sarat dgn pembelajaran hidup..😘😘🌹🌹❤️❤️
1 lg..jangan lupa ngopiiii....☕😁💪
lanjy Thor..💪😍