NovelToon NovelToon
Senyuman Mahal Sang CEO

Senyuman Mahal Sang CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:16.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: feby_mb

Aska seorang CEO tampan, dan juga cerdas. Sifatnya yang dingin dan juga datar membuat dia susah di dekati, apalagi sama yang namanya wanita.

Aska juga tidak pernah tersenyum, kecuali sama keluarga dan sahabat terdekatnya.

Akankah ada yang wanita yang bisa mendekati dan membuat dia tersenyum?

Yuk langsung kepo in.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Supermarket

Fira dan sahabatnya sudah sampai di supermarket pertama. Kedatangan mereka langsung disambut sama sang manager supermarket.

" Pagi nona Fira"

" Pagi Pak"

Manager itu langsung membawa Fira ketempat produk yang mereka luncurkan bulan lalu. Tepatnya di bawa kepemimpinan manager marketing yang lama.

" Sebelumnya kami minta maaf Pak, kami akan menarik kembali produk parfum yang di luncurkan perusahaan kami" kata Fira.

" Baik nona, kebetulan kemarin juga banyak yang komplain tentang produk itu. Saya juga heran, biasanya produk dari perusahaan Wiguna Group tidak pernah bermasalah"

" Iya Pak, ini kesalahan dari team produksi kami, karena tidak hati-hati dalam menakar bahannya"

" Pantas saja"

"Tapi untuk kedepannya saya memastikan hal ini tidak akan terjadi lagi"

Fira tidak mungkin menceritakan hal yang sebenarnya kepada manager supermarket itu. Karena itu merupakan aib bagi divisi marketing.

Fira dan sahabatnya juga menanyakan ke beberapa konsumen yang ada di sana. Semua keluhan mereka sama, dan mereka juga sangat kecewa pada parfum yang di produksi Wiguna Group.

" Terima kasih atas bantuannya"

" Sama-sama mbak, saya berharap produk parfum yang baru nanti tidak mengecewakan kami lagi sebagai konsumen"

" Insya Allah kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi. Kalau gitu saya permisi dulu, silakan lanjutkan lagi belanja nya"

Akhirnya riset di supermarket pertama selesai. Fira dan sahabatnya pergi ke supermarket berikutnya. Ya hari ini Fira dan sahabatnya harus mendatangi beberapa supermarket.

Saat di perjalanan menuju parkiran ponsel Fira berbunyi. Fira mengambil ponselnya di dalam tas kecil yang dia bawanya. Fira melihat nama sang adik tertera di layar ponselnya.

" Hallo, Kak" terdengar suara dari seberang sana.

" Baca salam dulu, kamu itu kebiasaan setiap kali telpon selalu lupa baca salam"

" Iya..iya cerewet sekali. Assalamualaikum"

" Wa'alaikum salam. Ada apa kamu telpon kakak?"

" Minta uang"

" Untuk apa?"

" Bayar uang semester"

" Bukannya udah kakak kirim"

" Iya, tapi uangnya ke pake untuk beli skin care"

" Kanaya, bisa tidak kamu berhenti membeli barang yang tidak penting itu"

" Siapa bilang itu tidak penting, justru itu sangat penting untuk menunjang kecantikan aku. Emangnya kakak yang hanya bisa memakai bedak bayi"

" Setidaknya kamu bisa menghemat uang jajan kamu untuk membeli perawatan wajah kamu itu"

" Udah ceramahnya, sekarang cepat kirim uangnya"

" Nanti kakak transfer"

" Nah gitu dong"

Tut.

Sambungan telepon dimatikan begitu saja oleh sang adik. Fira menyimpan kembali ponselnya, tapi sebelum itu dia mentransfer uang untuk membayar uang semester sang adik.

" Kanaya berulah lagi?" tanya Willa sahabat Fira.

" Hhmm"

" Apalagi yang dia lakukan"

" Biasa, mengambil uang semester untuk membeli perawatan wajahnya"

" Anak itu entah kapan mau berubah"

" Gue juga nggak tau. Karena setiap di nasehati, dia selalu bilang aku cerewet"

" Mungkin adek Lo minta di rukyah"

" Mungkin"

Fira dan sahabatnya masuk kedalam mobil. Kali ini Willa yang nyetir, karena Fira tidak memungkinkan untuk nyetir, karena pikirannya lagi kacau. Mobil pun melaju meninggalkan parkiran supermarket.

🌷🌷🌷

Aska melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju perusahaan papanya. Pagi ini mood nya benar-benar rusak, gara-gara ketemu wanita ondel-ondel tadi.

Tidak butuh waktu lama, Aska pun sampai di perusahaan. Aska turun dari mobilnya, kemudian dia memberikan kunci mobilnya ke Pak Satpam. Aska minta tolong pak Satpam untuk memarkirkan mobilnya.

Aska berjalan dengan penuh wibawa. Sampai di lobi, Para karyawan membungkukkan badan mereka memberi hormat pada CEO tampan itu. Aska berjalan menuju lift khusus untuk CEO.

Lift pun naik ke lantai 30, tempat dimana ruangan Aska berada.

Ting.

Pintu lift terbuka, Aska keluar dari lift menuju ruangannya. Sekretaris membungkukkan badan memberi hormat pada CEO tampan itu. Sesampainya di ruangannya, Aska langsung duduk di kursi kebesarannya.

Aska memandang figura yang ada di atas meja kerjanya. Sudut bibir Aska naik ke atas membentuk sebuah senyuman. Hanya bersama keluarganya lah Aska bisa tersenyum.

Tok..

Tok..

Tok ..

" Masuk"

Asisten sekaligus sahabat Aska masuk kedalam ruangan ternyaman dan termahal di perusahaan itu. Sang asisten langsung duduk tanpa di suruh.

" Setelah makan siang nanti kita berangkat" kata sang asisten.

" Hhmm"

" Lo kenapa?, ada masalah?" tanya sang asisten.

" Tidak, cuma lagi kangen sama ponakan gue yang paling cantik" kata Aska.

" Kenapa nggak lo telpon aja?"

" Kerjaan gue lagi banyak. Kalau gue telpon, pasti dia minta gue datang ke sana dan lo tau sendiri gue tidak akan pernah bisa menolak permintaannya itu"

" Makanya cari pacar, supaya ada yang nemenin"

Pena berharga langsung melayang ke arah sang asisten. Tapi dengan sigap sang asisten menghindar, pena itu tidak mengenai sang asisten, atau lebih tepatnya meleset.

" Ngomong soal wanita lagi, bukan pena lagi yang melayang, tapi komputer" kata Aska.

" Kenapa lo sensi banget setiap gue bilang nama wanita?. Apa jangan-jangan lo nggak normal?"

Dokumen melayang pas mengenai kepala sang asisten.

" Berani bilang gue nggak normal lagi, gue pecat Lo"

" Buset dah, main pecat aja. Tapi kan emang bener ucapan gue. Soalnya Lo nggak pernah terlihat menggandeng cewek"

" Nggak pernah gandeng cewek, bukan berarti nggak normal"

" Terus"

" Lo cabut sekarang, daripada gue tambah emosi melihat wajah Lo"

" Ya deh. Tapi jangan lupa ntar siang kita harus berangkat"

" Hhhmm"

Rendy pun keluar dari ruangan Aska. Sepeninggal sang asisten, barulah Aska memulai pekerjaannya.

Siang hari.

Rendy kembali keruangan Aska, untuk mengajak bosnya itu makan siang. Karena setelah itu mereka akan berangkat ke kota J.

Aska masih sibuk dengan kerjaannya, sampai-sampai dia tidak mendengar bunyi ketukan pintu.

Karena tidak ada jawaban dari sang pemilik ruangan. Akhirnya Rendy memutuskan untuk masuk kedalam ruangan Aska.

" Bro"

" Astagfirullah. Lo bisa nggak sih masuk keruangan gue, ketuk pintu dulu"

" Eh!, gue udah ketuk pintu ruangan lo berkali-kali. Tapi Lo nggak denger, ya gue masuk aja"

" Kok gue nggak denger, kalau Lo ngetuk pintu"

" Makanya bersihkan tu kuping, biar jelas pendengarannya"

" Ck.. Lo benar-benar udah ngelunjak ya, akhir-akhir ini"

" Hehe, makan yuk bro"

" Bentar, gue kerjakan kerjaan gue yang tinggal dikit ini"

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya kerjaan Aska pun selesai. Mereka pun pergi ke luar untuk makan siang.

Karena selesai makan siang mereka tidak balik lagi ke kantor, Aska pun menyimpan semua dokumen kedalam lemari. Setelah memastikan semua dokumen aman, barulah Aska keluar dari ruangannya, diikuti sang asisten di belakang.

Di tempat lain.

Fira dan sahabatnya juga sudah selesai mengerjakan tugas mereka. Cukup banyak yang mereka dapatkan dari riset hari ini.

" Kita makan dulu yuk" ajak Willa.

" Yuk, cacing di dalam perut gue juga udah demo ni"

" Kita mau makan dimana?" tanya Willa.

" Warung nasi Padang aja" jawab Fira.

" Ok"

Willa melajukan mobilnya menuju warung nasi Padang. Setelah lama mencari, akhirnya mereka menemukan warung nasi Padang. Willa memarkirkan mobilnya tidak jauh dari warung itu. Fira dan Willa pun turun dari mobil.

Mereka masuk kedalam warung tenda itu. Warung tenda itu sangat rame. Fira dan Willa tidak kebagian tempat duduk. Akhirnya mereka memutuskan untuk di bungkus saja nasi Padang nya.

Setelah mendapatkan dua bungkus nasi Padang, mereka pun pergi dari warung itu. Willa melajukan mobilnya kembali. Mereka akan makan nasi Padang yang sudah di bungkus tadi di kantor.

To be continue

Author mengucapkan Gomawo untuk kalian yang masih setia membaca novel receh ini..

Happy Reading 😚😚

1
Veyn Nox
lem pipa
Murni Bpn
alhamdulillah sah sdh ,tinggal pestanya lg tp thor ko aku blum kasih undangan ya🤭🤭🤭❤️
Murni Bpn
wah asyik Aska &Fira sdh mau nikah,kita tunggu undangan nya yabthor jgn lupa...😁😁🤭
Murni Bpn
semoga berjodoh Aska dgn Fira🤗🤗
Stephanie Cornalia
visualx kurang Thor
Erna Sudiastuti
pasangan koplak
Erna Sudiastuti
Luar biasa
HelseyTa
jdi ikut gemes ama kelakuan kanaya semoga karma cepat dtng
HelseyTa
mantu yg sangat baik sayang ama mertua walaupun seorang laki-laki ..yg anak perempuan malah kya setan
HelseyTa
anak durhaka
HelseyTa
semoga kanaya ntarnya jdi gelandangan
Ge Moy
anak tolol Yang ga tau terima kasih ya begitu
HelseyTa
anak durhaka
HelseyTa
😂😂
HelseyTa
adik kurang ajar gk ngrti sopan santun gk ngrti siapa yg nyari duit
HelseyTa
cerita yg sangat seru 😂😂
HelseyTa
thor itu cewek entar jodohnya aska ya 😂😂😂 aska bakalan bucin
ganti nama
tuh cewe g punya malu yah... kan kursinya dah dipegang oleh cowo e malah dia yang duduk
Siti Romlah
bintang untuk Alvaro belum bisa di klik mbak Feby. tolong dong
Feby: Yang lain udah bisa Kak. Mungkin noveltoon kk belum di upgrade
total 1 replies
Lili Ismail
Moga kanaya jadi orang baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!