NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Perawat Cantik

Cinta Untuk Perawat Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest
Popularitas:182.9k
Nilai: 5
Nama Author: Qidi

assalamu'alaikum...
haii..salam kenal, ini karya perdanaku.

Seorang perawat dengan wajah ayu khas gadis Jawa. Cantik dengan kepala tertutup jilbab.
Dia harus tinggal jauh dari keluarga, karena sebuah pekerjaan.
Siapa sangka di kota itu ia menemukan cintanya.
Cinta yang ia harapkan akan menetap untuk selamanya di hatinya.
Cinta yang bisa menutup kesedihan, akibat cinta-cinta terdahulu yang hanya singgah sementara.

Akankah harapannya tewujud, ataukah cinta itu sama dengan cinta-cinta nya yang dahulu.

Ikuti ceritanya.." Cinta Untuk Perawat Cantik ".

simak yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qidi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Khawatir

Selamat membaca 😍

Seorang lelaki muda, yang sudah beberapa kali menyaksikan kebersamaan Raya dan dr. Sinta. Ia senang melihat interaksi antara keduanya. Hal ini menambah alasan untuk ia menentukan pilihan hatinya.

°°°°

Sabtu pagi yang cerah.

Langit yang bersih. Matahari yang tanpa malu menampakkan dirinya.

Jam menunjukkan angka 8.00, tapi hangatnya snag mentari sudah terasa.

Tidak seperti beberapa hari terakhir. Hampir seharian langit menangis, tak ada senyum dari mentari, awan mendung senantiasa menghiasi angkasa.

Hari ini Raya libur. Kebetulan ia akan menghadiri acara pesta pernikahan rekan sesama perawat. Ia datang sendiri, karena ini bukan hari libur sahabatnya, Dita.

Raya pergi menggunakan taksi online, karena ia membawa kado yang lumayan besar. Hasil patungan dengan Dita. Ia juga membawa sesuatu, titipan dari dr. Sinta.

Sesampainya di tempat acara, Raya pun bergabung dengan rekan-rekan seprofesinya.

Sebelumnya ia sudah meletakkan bawaannya di meja penerima tamu, dan mendapat souvenir sebuah gantungan kunci berbentuk termometer.

Yach.. pernak-pernik pernikahannya berbau-bau dengan profesi sang pengantin.

Selesai acara, Raya tidak langsung pulang. Ia mampir dulu ke sebuah mini market. Belanja kebutuhan sehari-hari, juga kebutuhan wanita nya.

Mini market itu bersebelahan dengan kafe yang sangat rame. Dua tempat itu 1 pemilik.

Saat Raya sedang menunggu taksi online nya, ia melihat seseorang yang ia kenal tengah berjalan terburu-buru dengan raut wajah yang panik.

Raya sempat menggumamkan nama orang itu, yang ternyata didengar oleh si empunya nama.

"Mas Bagas ".

Bagas menghentikan langkahnya, ia menoleh ke belakang.

"Suster ?"

"Eh.. kebetulan sekali. Ayo ikut aku !!".

Raya masih diam di tempat. Ia kaget dan jg bingung. Hingga bagas menengok kembali ke belakang.

Karena tak ada pergerakan dari Raya, Bagas pun gregetan dan langsung menarik tangan Raya.

"Ayo, sus !!".

"Eh.. i iya ".

Tiba mereka berdua di sebuah ruangan. Di sana ada seorang lelaki yang tengah berbaring lemah di sofa. Sambil memegangi perutnya, ia menggumamkan istighfar berulang-ulang. Wajahnya yang pucat nampak pada lelaki yang memejamkan mata itu.

"Sus, tolong Rayhan. Perutnya kambuh ". Raya sudah tau riwayat sakit Rayhan.

"Kenapa gak dibawa ke rumah sakit ?", tanya Raya, saat ia sudah berada di dekat Rayhan, hendak memeriksanya.

Lelaki dengan wajah pucat yang sedang menahan sakit itu adalah Rayhan.

"Katanya, perutnya terasa sakit kalo bergerak sedikit. Aku gak berani bawa ke rumah sakit " jawab Bagas.

Bagas yang nampak cemas, ikut mendekat dan membantu memberi bantal di bawah kepala Rayhan. Setelah sebelumnya meletakkan sesuatu yang ia bawa, ke atas meja.

"Maaf ya mas, aku priksa dulu ?".

Tanya Raya, dan hanya dijawab anggukan kepala sekilas oleh Rayhan dengan mata yang masih terpejam.

"Ini, aku tadi dari apotik. Aku gak tau bener gak obatnya. Untung ketemu suster ". Jelas Bagas lagi.

"Hmm ", jawab Raya singkat.

Dia agak kesal, Bagas terus saja memanggilnya dengan sebutan 'suster'.

Raya memeriksa denyut nadi dengan tangannya. Sebelumnya, ditempelkan punggung tanganya ke dahi Rayhan.

Raya juga menekan pelan pada beberapa bagian di sekitar perut. Setelah tangan Raya berada di bagian ulu hati, dengan sedikit menekan Rayhan pun langsung bereaksi. Tangannya reflek memegang tangan Raya, dengan maksud menjauhkan dari ulu hati nya, setelah itu melepas tangan Raya.

"Di situ sakit ?".

Rayhan hanya mengangguk.

"Sus, aku tinggal ya ? ini airnya. Kalo ada perlu apa-apa panggil saja, aku di luar ".

Bagas pamit setelah meletakkan sebotol air mineral dan sebuah gelas kosong.

Raya hanya mengangguk sambil memeriksa obat yang dibeli Bagas tadi.

"Mas, minum obat dulh ya !, bisa duduk gak ?".

Rayhan menggeleng.

"Sebentar ya ".

Raya keluar, mau cari sedotan.

(apa ya bahasa indonesianya...)

"Ini mas, minum dulu !".

Rayhan menurut, ia membuka matanya. Perlahan meminum air dan membuka mulutnya menerima suapan obat dari Raya. Setelah itu kembali memejamkan matanya.

Tapi tak lama. Mata itu pun kembali terbuka. Memperhatikan Raya yang tengah merapikan obat-obat dan minuman yang tadi diminum Rayhan.

Sekilas Raya melirik Rayhan.

"Kenapa ??". Tanya Raya tanpa melihat ke arah Rayhan.

"Apanya ?". Dengan lirih Rayhan balik bertanya. Dia tidak tau maksud dari pertanyaan Raya.

"Kenapa melihatku ? kenapa bisa kambuh ? kenapa .._ ".

"Makasih ", dengan cepat Rayhan memotong kalimat Raya.

"Mas tau kan kondisi perutnya, kok bisa kambuh sampai seperti itu, sampai g bisa gerak gitu, gak sayang sama perutnya ??, kesehatan sendiri kenapa gak diperhatiin ?".

Rayhan hanya diam. Dia terus memperhatikan Raya yang bicara panjang lebar tidak seperti biasanya.

Tanpa sadar ia pun tersenyum tipis.

"Gak usah bikin orang khawatir ".

Gumam Raya sangat pelan. Namun dapat didengar oleh Rayhan. Ingat !! pendengaran Rayhan itu tajam.

"Maaf,, ". Rayhan menjeda ucapannya..

"Dan terimakasih, sudah membantu dan mengkhawatirkanku ".

"Siapa yang khawatir. Aku kesini karna ditarik paksa sama mas Bagas ".

Ucap Raya dengan masih menyimpan rasa kesal campur khawatir.

"Terpaksa yaa ??". Rayhan tersenyum.

Raya hanya menatap Rayhan dengan wajah kesalnya, tanpa menjawab sepatah kata pun.

*Nyebelin banget sih, udah bikin khawatir bin cemas, ee.... dianya malah senyam-senyum *, batin Raya.

Hening sejenak.

"Nanti akan aku tegur Bagas ".

"Kenapa ?", tanya Raya penasaran.

"Karna sudah berani menarik tangan kamu ".

Belum sempat Raya membalas ucapan Rayhan, terdengar suara ketukan. Munculah bagas dan Raka dari balik pintu.

"Ray.. gimana keadaanmu ? jadi ke rumah sakit ?". Tanya Bagas sambil duduk di sebrang Rayhan.

"Kayaknya dah baikan deh bang ". Ucap Raka, samb menyenggol lengan Bagas dengan sikunya.

"Bener juga ", gumam Bagas dengan menahan senyum. Dan pasti Rayhan mendengar gumaman itu.

Rayhan memejamkan matanya. Ia malas mendengar 2 orang di hadapannya.

"Laen kali jangan asal tarik tangan orang !!".

Ucap Rayhan tiba-tiba dengan nada dinginnya. Tentu saja itu ia tujukan pada Bagas.

Bagas mengerutkan dahinya. Tapi kemudian ia paham maksud ucapan Rayhan. Bagas pun tersenyum penuh arti.

"Ehemm.. maaf, soalnya tadi suster Raya hanya diam saja, ya langsung aku tarik. Reflek bro ".

Jelas bagas samb nyengir.

"Maaf ya, sus. Gak sengaja kok ".

"Iya, gak pa-pa mas. Tapi tolong panggil nama aja kalo di luar rumah sakit ".

"Tapi aku lebih suka manggil 'suster', gak pa-pa kan ?!".

"Ehemm ". Deheman dari Rayhan membuat Bagas terdiam seketika.

Raka hanya tersenyum melihat tingkah kakanya itu. Dia curiga, ada sesuatu yang terjadi pada Rayhan.

Raka adalah adiknya Rayhan.

"Maaf Raya, gimana keadaan bang Ray ? apa tidak perlu dibawa ke rumah sakit ?".

Tanya Raka dengan suara yang pelan, karena tidak mau mengganggu tidur kakaknya.

Rayhan telah tertidur, mungkin karena pengaruh obat yang diminumnya tadi.

"InsyaAllah gak perlu. Sepertinya udah mendingan dari pada tadi. Setelah istirahat, semoga lebih baek ".

"Oia.. nanti kalo dia bangun, beri obat ini yaa. Yang ini diminum sebelum makan, dan yang ini sesudah makan. Jangan lupa ya !". Sambung Raya menjelaskan pada Bagas dan Raka.

2 orang itu hanya mengangguk, tanda mengerti.

Setelah itu Raya pamit. Raka sempat menawarkan untuk mengantar, tapi Raya tidak mau, ia menolak dengan halus.

"Aku balik dulu. Assalamu'alaikum ".

Pamit Raya pada Raka, yang mengantar hingga ke depan pintu kafe.

"Wa'alaikumussalam. Makasih ya. Nanti kalo ada apa-apa sama bang Ray aku hubungi kamu ". Raka.

*Kenapa harus hubungi aku, kenapa gak langsung ke rumah sakig aja *. Batin Raya.

Raya hanya mengangguk tanpa menjawab ucapan Raka.

Sesampainya di asrama....

Makasih readers smua...💞

tetep semangat nunggu up nya yaa

maaf lama, karna ada kesibukan di dunia nyata nya author 😁

jangan lupa juga kasih semangat buat author ya, gak maksa kok tp berharap like vote nya

koment nya juga👍

kalo ada salah kata, typo, dll maaf yaa🙏🙏

salam hangat Qidi 😍

1
Asih S Yekti
lanjuut
Mukmini Salasiyanti
nyimak thor
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
yahh nunggu up lagi nihhh
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
Alhamdulillah Rayhan udah ketemu Raya dan sembuh langsung setelah memeluk istrinya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
Raya belum tahu kalau lagi hamil kah
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
ditunggu lanjutannya lagi
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
apa yang terjadi ya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
Raya nya keliatan biasa "aja suaminya yang ngidam mood manja
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
kayaknya Rayhan ngidam ya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
terlalu cinta dan takut kehilangan itu si Rayhan nya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
begitu ya ceritanya kalau donor darah
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
Rayhan sangat mencintai Raya jadi pingin nya tak mau lepas
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
Rayhan ndak mau kehilangan Raya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
enak banget menu nya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
semoga Raya dan Rayhan bahagia selalu
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
udah lama banget ndak up jadi lupa ma ceritanya 🙏😂
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
raya obatnya rayyan
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
Rayyan kena sindrom simpatik ya
QiDi: iya kek nya.. lanjut ya kak..
total 1 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
namuun apa yang terjadi?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: ayooook
total 2 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
raya hamil sepertinya ya?
QiDi: 🤔🤔🤔🤦‍♀️
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!