NovelToon NovelToon
Cinta Satu Malam Sang CEO

Cinta Satu Malam Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Nikahkontrak
Popularitas:981.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Putry Jubaidah

Luna gadis remaja yang pintar dan ceria diusianya yang terbilang masih muda dia dihadapkan dengan kenyataan keluarga yang berantakan dan ayahnya sakit parah yang membutuhkan banyak uang untuk penyembuhannya, dia mengorbankan segalanya demi kesembuhan sang ayah, sampai merenggut masa depannya. dia bekerja keras demi bisa menghidupi keluarga dan merawat ayahnya seorang diri sampai pada akhirnya yang ia lakukan merubah hidupnya. keputusan yang ia ambil demi ayahnya mengakibatkan banyak hati yang terluka namun ia tetap berusaha tegar untuk melewati semuanya.

dia terpaksa menjual dirinya demi mendapatkan uang untuk biaya operasa ayahnya semua itu bisa terjadi atas bantuan dokter yang menangani ayahnya.

Namun sampai semua itu terjadi dia tak pernah tau siapa lelaki yang sudah membelinya yang pasti lelaki itu sangat tampan. luna berusaha melupakan yang terjadi malam itu dan memulai kehidupan baru tetapi masalalu itu kembali yah lelaki itu muncul dikehidupannya dan itu membuat tak nyaman hidup luna, kehidupan masalalu luna yang kelam benar benar tak ingin kembali dikehidupan nya yang baru, dia tak ingin jika orang lain tahu dan memgambil harta yang berharga yang selama ini dia rahasiakan dari semua orang dia tak ingin kehilangan harta yang ia miliki untuk kedua kalinya. apakah rahasia dan harta yang ia sembunyikan itu ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Jubaidah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selalau Memaksa

Setelah mereka selesai berbincang untuk persiapan acara mereka kembali pulang.

"Loh ini mau kemana, kok gak belok, arah Caffe saya kesana ?" tanya Lala ketika mobil yang dinaikinya tidak menuju ke Caffe.

"Ada satu tempat lagi yang harus kita datangi" jawab Billy.

"Emang perlu saya ikut kesana?" luna mulai kesal.

"Sangat" jawab Billy singkat.

Lala pun pasrah saja mengikuti kemauan Billy kemudian mobil mereka terhenti di depan sebuah butik.

"Ayo turun" ucap Billy.

"Mau ngapain sih kesini?"

"audah turun ajah"

Lala hendak turun tapi ada kendala sabuk pengamannya macet dan tak bisa di buka dia mencoba melepasnya tapi sia sia.

"Kenapa?" tanya Billy masih duduk didalam mobil.

"Macet gak bisa dibuka"

Tanpa berbasa basi tubuh Billy mendekat ke Lala dia berusaha membuka sabuk pengaman Lala.

DEG

Hati lala berdetak tubuhnya begitu dekat dengan Billy, tanpa ia sadari ia memandangi wajah Billy yang sedang berusaha membuka sabuk pengamannya.

"Astaga kenapa dia tampan sekali" Ucap Lala dalam batin.

"Jangan memandangiku seperti itu kamu gak akan kuat" Billy yang menyadari kalau Lala sedari tadi memandanginya dia pun mencoba menggoda Lala.

"Siapa yang memandangi, jangan GR yah anda"

"Bisa gak sih jangan panggil anda anda anda, gak enak dengernya"

"Terus maunya apa, Pak Billy ?"

"Jangan panggil anda, atau pak Billy terserah apa aja yang enak didengar"

"Mas Billy bagus juga" ucap Lala

"Aku bukan mas mu"

"Terus apa donk"

"Panggil aja billy sudah cukup bagus, kalau perlu panggil sayang" bisik Billy ke telinga Lala sampai membuat bulu kuduk Lala merinding.

"Udah bisa dibuka belum" Lala mengalihkan pembicaraan.

"udah dari tadi"

"ya udah lepasin"

"Aku bakalan lepasin sabuknya kalau kamu panggil aku sayang"

"Apaan sih, aku bakalan teriak nih"

"Teriak aja palingan kita digerebek terus dikawinin" Hahahaaa Billy tertawa.

"Ikkh lepasin"

"Bilang dulu sayang"

"Gak"

"Ya udah kita kaya gini aja sampe kamu bilang sayang"

"Sayang" dengan cepat akhirnya mengucapkan itu.

"Nah gitukan enak didengar, telinga juga gak gatel"

"Ishh ni orang makin lama makin nyebelin" teriak Lala dalam Batin.

Billy akhirnya melepaskan sabuk pengaman dan mereka turun memasuki butik.

"Selamat siang pak selamat datang di butik kami" Sambut pelayan butik.

"Panggil Omar pemilik butik ini bilang Billy yang datang"

"Baik Pak tunggu sebentar"

Beberapa menit kemudian.

"Billy ada angin apa nih mampir kesini" Tanya Omar pemilik butik.

"Perlu baju"

"Gadis cantik ini siapa" dia melirik ke Lala.

"Cewe gua" jawab Billy dengan cepat.

Lala mencubit pinggang Billy setelah mendengar ucapannya.

"Bukan kok bukan kaya gitu" jelas Lala pada Omar.

"Mbanya beruntung deh, Billy gak pernah mengenalkan cewenya"

Dahi Lala mengerut alisnya terangkat mendengar perkataan Omar.

"Siapa namanya, aku Omar"? dia mengulurkan tangannya ke Lala.

"Lala"

Saat hendak membalas salam dari Omar tangan Billy menepisnya.

"Gak usah salaman kaya lebaran ajah"

"Ya ampun Lu yah gua kan temen Lu gak bakalan gua embat cewe lu Bil" Ucap Omar.

"Cariin gaun yang cocok buat Lala"

"Siap itu keahlian gua" dengan cepat Omar pun pergi mencari gaun yang pas untuk Lala.

"Saya gak butuh gaun pak Billy"

"Apa panggil apa ?"

"Aku gak butuh gaun Billy"

"Aku yang mau beliin buat kamu"

"Buat apa, ini gak lucu tau" Lala sangat kesal dengan kelakuan Billy.

"Udah ikutin ajah gak buat kamu rugikan"

"aikkhh nyebelin"

Omar datang membawa beberapa gaun yang dianggap cocok untuk Lala.

"Sorry yah lama nunggu, sini sayang coba yang ini"

Omar langsung mencocok kan satu persatu gaun yang ia bawa dengan Lala akhirnya pilihan jtuh pada gaun berwarna merah jambu.

"Dicoba dulu mba Lala, disana ruang gantinya". Omar menunjuk ke sebelah ruangan.

Walau dengan rasa kesal Lalapun pergi keruang ganti tak lama Lala pun kembali bergabung dengan mereka.

"Naaah Cucok ini, pas banget sama Mbanya" Ucap Omr ket.ika melihat Lala keluar dari Kamar ganti

Billy diam mematung dia terpesona melihat Lala yang begitu anggun dan cantik sampai membuat Lala salah tingkah.

"Biasa aja liatnya, awas itu mata copot" Omar memecahkan keheningan.

"Gua ambil itu, bungkus yah dengan rapih"

Selesai dibutik Lala kembali ke Caffe dan melanjutkan aktifitas seperti biasa, Aktifitas caffe sangat sibuk mempersiapkan pesanan untuk acara Perusahaan Billy. Tidak ada waktu istirahat semua sibuk bekerja dengan keras.

Malam ini Lala ingin tidur cepat karna besok Hari H Acara itu, dia tidak ingin besok kesiangan, saat hendak memejamkan matanya handphone Lala Berbunyi

DERRDD DEERRDD DEERRDDD

Ada WA masuk

"La besok ada acara gak?

"Besok Aku mau Urus cathering di salah satu acaranya klient, kenapa Dam?"

"Tadinya Mau ajak kamu temenin aku"

"Yah sayang banget gak bisa Dam"

"Gak papa Lain kali kita bisa jalan bareng"

"Okeh, kamu lagi ngapain"

"Lagi mikirin kamu?"

"Mikirin apa?"

"Ada deh rahasia, Ya udah kamu istirahat udah malem"

"Kamu juga, tidur nyenyak yah Dam, Bye"

Mereka mengakhiri percakapannya di WA.

Lalapun kembali merebahkan tubuhnya untuk tidur namun matanya menangkap sesuatu, yaah bungkusan baju dari butik diapun mengambil dan membukanya dia melihat kemabali baju yang diberikan Billy.

"Bajunya bagus tapi apa gua harus pakek baju ini, Kenapa sih dia ngatur ngatur gua"

Lala bicara sendiri

"Astaga Harganya ini sih bisa buat beli motor". mata Lala melotot saking kagetnya setelah melihat struknya.

"Gila yah itu orang, udah akhh gua mendingan tidur"

Lala segera tertidur dengan lelap waktu menunjukan pukul 05 pagi Lala sudah siap dan segera berangkat ke Hotel tempat acara peresmian perusahaan Billy untuk mengecek dan memastikan semuanya aman.

Tak berapa lama tempat itu kini sudah ramai dengan tamu undangan Lala dan karyawan LalaCaffe berusaha memberikan pelayanan yang terbaik sebisa mereka lakukan.

"Widiihh cantik amat Lu la pakek Gaun itu" Ucap Dika.

"Masa sih"

"Serius lu keliatan anggun, Dapet dari mana Gaunnya ?" tanya Dika.

"Ada yang ngasih" Lala menjawab dengan malu malu.

"Siapa?" tanya Dika penasaran

"Ada deh, kepo" ucap Lala.

Mereka melanjutkan kembali pekerjaannya melayani para tamu menyediakan makan dan minum untuk para tamu.

"Terimakasih sudah memakainya" terdengar seseoarang berbisik ditelinganya dari belakang.

Lalapun menolehkan badannya

"Saya memakai apa yang memang ingin saya pakai bukan karna Anda"

"La, Lala" terdengar suara laki laki memanggil dia suara itu terdengar tak asing ditelinganya.

"Adam, kamu disini?"

"Hmmm, gak nyangka ternyata kita ketemu disini"

"Ekkh Pak Billy selamat yah pak untuk peresmian perusahaan yang baru" Adam menjabat Tangan Billy dan billy menyambutnya.

"Kalian Saling kenal" Tanya Lala pada mereka.

"Iya kita sudah lama mengadakan kerjasama" Jawab Adam.

Lala kaget mendengarnya ternyata selama ini adam sudah kenal dengan Billy tapi sepertinya ia tidak mengetahu kalau Billy adalah laki laki itu.

"Akkh sudahlah lupakan yang sudah berlalu" Ucap lala dalam batin.

"Mari pak Adam kita masuk kedalam" Ajak billy.

"Mari pak"

"Jadi dia Adam pria yang malam itu akan menyelamatkanmu" Billy berbisik ditelinga Lala.

"Cukup ya pak jangan pernah bahas tentang malam itu lagi, saya tidak mau mendengarnya" Lala menjadi kesal pada Billy mendengar ucapannya.

"Dan jangan pernah anda bicara apapun pada Adam tentang malam itu" Lala berlalu pergi meninggalkan Billy.

Billy hanya membalas dengan tersenyum sinis pada Lala.

Acara terus berjalan dengan hikmat banyak tamu tamu penting yang datang, Acara peresmian pun sudah dimulai potong Pita dan pidato dari beberapa orang penting juga sudah, kini Waktunya bersantai para tamu sudah dipersilahkan untuk makan.

Adam selalu berada dekat disisi Luna dia tak menyia nyiakan Moment ituh, walaupun disana Lala bekerja Adam tak mengganggu kegiatan lala.

Billy selalu mengawasi Lala matanya tak pernah berpaling dari pandangannya, dia tak suka melihat mereka sedekat itu walaupun Billy memang bukan siapa siapanya Lala tapi dia tetap tidak suka jika ada orang lain dekat dengan Lala.

Billy mencari banyak cara supaya Adam tidak terus menempel pada Lala.

"Don" panggil Billy pada asistennya.

"Iya pak Ada apa?"

"Buat lelaki itu jauh dari Lala" matanya mengarah ke Adam.

"Ta tapi pak"

"Tidak ada tapi kerjakan sekarang" perintah Billy.

"Ya ampun nih bocah bener bener yah bikin kesel aneh aneh aja perintahnya" gerutu Doni dalam batin.

"Kenapa, kamu tidak suka dengan perintah saya?"

"Tidak pak, segera saya laksanakan"

Doni bingung dia harus gimana supaya bisa menjauhkan mereka.

"Selamat malam Pak Adam?" Doni menyapa Adam.

"Selamat malam Pak doni" Jawab Adam.

"Kalian juga udah saling kenal?" Ucap Lala pada mereka.

"Iya siapa yang tak kenal pak Doni, dia kan orang kepercayaannya pak Billy" timpal Adam.

"Pak Adam bisa kita ngobrol sebentar?"

"Boleh pak dengan senang hati"

"Mari pak kita duduk disana biar enak" Doni menunjuk kursi yang cukup jauh.

"La aku tinggal dulu gak papa kan ?"

"Iya Dam gak papa"

Donipun berhasil mengalihkan Adam dari Lala mereka akhirnya mengobrol di meja yang tadi ditunjuk aroni, Doni sengaja memilih meja yang agak jauh dari Lala.

1
Patima Rentua
lanjut
Winda Sitinjak
alasan billy satu malam dgn lala apa ya thor...
pena_sf:)
jijik banget ih Thor kamu jahat
pena_sf:)
si Bily sama kayak emaknya mulut nya gak bisa di jaga seenaknya ngeluarin kata kata gila emang
pena_sf:)
sakit tau dapet kenyataan kayak Adam gitu, menurutku cinta itu gak menyakiti kalo bersama Lala Adam malah kebayang masa lalu nya ya berarti dia gak bisa menerima Lala sepenuhnya
Ray
kurang ajar bgd tuh si billy
Kartina Gani
up
Kartina Gani
lanjut
Andi Ulfah
lanjut donk Thor
Masdalipa Siregar
pasti pria yg merebut mahkota nya./mr.b
Niti Hirawani Jayaningsih
waah keburu lupa daah
Niti Hirawani Jayaningsih
mana nih, kok lama sih ya , gantung sih..., bagaimana keadaan Billy ... biar gak lupaa...
Niti Hirawani Jayaningsih
tdk terdugaaaaa
Niti Hirawani Jayaningsih
dr awal ko plin-plan sih Lala...
Permata Trimurtin
lanjut donk thor
Arista Putri Evi
kok gak ada kelanjutanya
berlian merpati
lanjut Thor
berlian merpati
jangan jangan yg ngejebak Luna dan yg nyuruh dr danise itu paman dan bibinya si luna yg juga ngefitnah si Adam bilang Adam kalo dia yg udah sebarin berita kalo si luna itu pelacur karena kan paman dan bibinya nggak suka sama keluarga laluna Larasati dan buat ibudan bapak nya cerai juga si paman dan bibinya jangan jangan yg buat celaka bapaknya Luna juga ulah paman dab bibinya jadi curiga
Arzil Azy
up donk 10 episode sekaligus thor. tanggung nanget deh ceritanya.
Arzil Azy
lanjut thor sebelum aku move on dg judul yg lain. kok lama g d lanjut apa lala pingsan hamil lagi? mau lanjut gak nih. kalau ya tak tunggu
Arzil Azy: lanjut thor sebelum aku move on dg judul yg lain. kok lama g d lanjut apa lala pingsan hamil lagi? mau lanjut gak nih. kalau ya tak tunggu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!