NovelToon NovelToon
Galeri Rasa Suka

Galeri Rasa Suka

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:888
Nilai: 5
Nama Author: suziehloranda

Celine selalu menyukai Ares. Dia mengabadikan seluruh momen laki-laki itu di sebuah buku kecil. Ratusan foto. Lalu kini buku itu hilang, menyisakan perasaan khawatir yang menghantui Celine setiap malam.

Celine hanya tidak tahu, buku itu berada di tangan Ares. Di simpan baik-baik, menunggu waktu yang tepat untuk membuka kedok Celine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suziehloranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu

Celine membawa langkahnya menyusuri koridor sekolah pagi itu. Tampak sepi, karena jam masih menunjukkan pukul enam. Ia terlampau fokus pada ponselnya, sehingga Celine tidak memperhatikan jalan di depan. Tubuhnya tanpa sengaja menabrak seseorang yang menyebabkan ponselnya terjatuh begitu saja.

"Pagi-pagi udah apes," gumam Celine, ia memegangi dahinya yang terasa sakit. Begitu ia mendongak, pupil matanya lantas mengecil. Terlampau kaget mendapati Ares dengan ekspresi datar. Dalam hitungan jari perempuan itu berbalik, bergegas untuk pergi.

"Ngerasa sial kamu ketemu aku?" tanya Ares, ia lalu menarik kerah belakang perempuan itu. Tubuh Celine membeku.

Ares melepaskan cengkeraman pada kerah baju Celine, ia berjalan ke depan. Mengamati wajah perempuan di depannya.

"Oh, hai, pagi Ares!" sapa Celine dengan lambaian tangan, cuping telinganya memerah. Tawa pendek yang mengudara tidak menggentarkan hati Ares yang sudah dongkol sejak semalam.

Dia berdehem sesaat memandang Celine dari atas ke bawah seolah menilai, ia menaruh kedua tangannya di saku. "Celine," katanya. Perempuan di depannya mengalihkan pandangan ke arahnya. "Kamu yang DM aku semalam, kan?"

Celine terdiam sebentar sebelum kemudian tertawa keras. "Kamu bilang apa sih?" tanyanya kemudian mengusap sebelah matanya.

"Aku bilang semalam kamu kirimi aku deretan pesan konyol. Kamu sangat berusaha, ya?" pungkas Ares. "Chatku yang semalam juga tidak kamu balas, padahal jelas-jelas centang dua."

Celine lekas mengambil ponselnya yang masih tergeletak di lantai, dia membuka beranda WhatsApp. Pura-pura terkejut melihat nomor asing yang mengiriminya pesan. "Aduh, aku emang belum tengok. Ternyata beneran ada yang chat, kupikir pesan dari layanan kesehatan pagi tadi makanya kuabaikan. Ngapain chat aku, tanya begitu?" kata Celine balik bertanya. Matanya berkedip polos.

"Yang semalam benar bukan kamu?" Ares hendak meraih ponsel Celine, tetapi perempuan itu terlebih dahulu menjauhkannya.

"Heh, mau ngapain?" tanya Celine, ia menyipitkan matanya.

"Memeriksa media sosial, pasti ada jejak obrolan kita semalam."

"Kamu ini kenapa sih Ares, bukan aku, beneran!" kata Celine mengangkat tangan. Dia memasukkan ponselnya ke saku.

Apa mungkin memang bukan dia? Tapi waktu itu di UKS jelas aku mendengarnya secara langsung. Ares hal konyol apa yang sebenarnya sedang kamu lakukan, membuang-buang waktu untuk sesuatu yang tidak berarti.

Laki-laki itu mengepalkan kedua tangannya, sorot matanya masih sirat keraguan. Namun dia memilih untuk pergi, tanpa sepatah kata meninggalkan Celine yang kini menghela napas lega.

"Baguslah kalau dia pergi, capek banget ngelak terus," gumam Celine.

Celine menepuk-nepuk roknya yang berdebu, lantas dia berjalan kembali menuju ke arah kelas. Koridor sudah mulai ramai dengan kedatangan para murid.

Seseorang tiba-tiba datang dari arah belakang kemudian merangkul pundak Celine secara tiba-tiba. Hal itu membuat perempuan itu terperanjat dan menampar lengan Berlian yang tersampir. Dia berkacak pinggang, matanya melotot menatap Berlian yang kini tertawa.

"Awas matanya copot, udah ah, bercanda doang tadi. Jalan lagi yok!" tukas Berlian.

"Pagi-pagi nambah masalah aja deh perasaan," gerutu Celine menghentakkan kakinya.

Celine membuka pintu kelas begitu mereka sampai, suara dari dalam kelas tampak lebih ramai dari biasanya. Pemandangan berikutnya membuatnya tercengang, meja Ares dikerumuni siswa siswi.

"Eh apaan tuh, kok rame, padahal masih pagi!" seru Berlian terlebih dahulu pergi, menghampiri keramaian di depan mata. Dia terpaku di tempat lantas menoleh ke samping, secara mendadak menutup kedua mata Celine dengan menggunakan telapak tangannya.

"Jangan ditengok, nanti sakit hati."

"Apa sih," kata Celine, ia melepas paksa tangan Berlian. Sorot matanya beralih pada Ares yang sedang berbincang dengan seorang perempuan—Jasmine. Darahnya mendidih saat itu juga, begitu melihat senyuman yang terpatri di wajah Ares. Semenjak hari itu di UKS, sepertinya Ares tak lagi memberinya senyuman yang sama.

"Ih, gemes banget, ya. Kelihatannya mereka berdua cocok banget. Itu adek kelas gak sih yang sering ikut olimpiade? Makin berani aja, ya semenjak latihan basket tempo hari." celetuk salah seorang siswi terkekeh.

"Ngapain ke sini. Mereka pacaran kah?" tanya Berlian ikut menimpali, penasaran akan kedatangan Jasmine ke kelas mereka.

"Tadi pagi Jasmine udah di depan kelas duluan, setelah Ares datang langsung dihampiri. Dia bilang sih mau belajar aja, karena guru juga udah menetapkan Ares buat bantu-bantu kayaknya," ujar siswi itu.

"Oh, soal olimpiade mingu depan, ya?"

"Iya kayaknya."

Berlian mengangguk mengerti, raut wajahnya lantas berubah mengasihani begitu bertemu pandang dengan Celine. Ia berkata, "Yang sabar ya, sainganmu yang pintar soalnya. Tengok aja nyambung gitu obrolannya."

"Pintar doang gak cukup kali," kata Celine kemudian berlalu pergi dengan decakan kesal yang berbunyi nyaring. Dia duduk di bangkunya dengan perasaan dongkol.

"Daripada tarik ulur mulu, mending kayak Jasmine. Mana tahu dia luluh," tutur Berlian meletakkan tasnya. Dia memangku dagunya memperhatikan Celine yang sibuk dengan buku tulis.

"Ngapain, orang dia udah tahu kok perasaanku, tapi malah sok cuek. Kalau sampe dia tahu yang stalk dia itu aku, malah makin benci kayaknya,"

Celine meletakkan pipinya di meja, memandang lurus ke depan, ke arah meja Ares yang masih ramai. Ekspresi laki-laki itu berbanding terbalik ketika bertemu dengannya tadi.

Mustahil kamu suka aku, ya. Kayak, asik banget gitu obrolannya sama Jasmine. Pengen nyerah deh.

Ares menghentikan jemarinya yang sedang menulis di buku tulis Jasmine. Laki-laki itu menarik garis senyuman, begitu matanya tak sengaja menangkap bayangan Celine yang duduk termenung di bangkunya.

"Kak, jadi yang ini harus bagaimana? Aku masih kurang ngerti," ujar Jasmine menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Oh," Ares tersadar. "Pindahkan ruas dulu, baru..." Kata-kata berikutnya yang keluar dari mulutnya, bukan lagi menjadi fokus Ares. Dia berperang dalam pikirannya.

"Apa yang sedang dipikirkan Celine? Wajahnya tampak sangat murung," batinnya. "Apa mungkin dia merasa cemburu?"

Ares mengulum bibirnya. Detakan jantungnya tidak lagi berirama normal. Dia dapat merasakannya, ada sesuatu yang mengganjal. Tidak dapat mengendalikan dirinya, ucapan yang keluar dari mulutnya begitu bertegur sapa dengan Celine. Semua itu bermula dari pengakuan yang keluar dari mulut perempuan itu, seolah memberinya nyala api kecil.

"Kak nanti siang aku datang lagi, ya. Benaran bukan bermaksud lain, cuman mau belajar lebih banyak. Aku takut nantinya malah memalukan nama sekolah," kata Jasmine lantas bangkit berdiri. Kerumunan di sekitar mereka sudah bubar sejak tadi.

"Kakak gak keberatan, kan?"

"Datang saja jika kamu benar-benar butuh bantuan," kata Ares.

Jasmine pergi dengan hati berbunga-bunga, meninggalkan Ares yang kini berdecak kesal. Bian tidak bisa diam dan terus mengganggunya. "Cie, udah mulai suka kamu ya? Iya sih, Jasmine emang cantik kayak namanya. Apalagi otaknya, beh idaman banget. Ngomong apa kalian dari tadi kagak ngerti aku!" tukas Bian senyum-senyum.

"Nanti aku bilang sama dia, kalau kamu menyukainya."

"Bukan begitu elah!"

1
seonghyeon
cemburu? ngakak
seonghyeon
author jadi ini sama anak tetangga atau my crush nih
Suzie: 🤭 itu rahasia negara
total 3 replies
seonghyeon
semangat author, ditunggu bab berikutnya /Tongue/
seonghyeon
lama-lama kesel sama ares
seonghyeon
gila ceritanya penuh emosi banget, absolut sinema banget sih ini
seonghyeon
yah gambar Celine lah /Proud/
seonghyeon
antara orang lama atau orang baru/Doge/
seonghyeon: orang baru sih/Applaud/
total 2 replies
seonghyeon
ah sepertinya sama-sama pengagum rahasia nih
seonghyeon
bian ikut campur bangett /Curse/
seonghyeon
sengaja berarti,bangsut/Curse/
Suzie: 🤣 aduhh jangan gituu
🤭
total 1 replies
seonghyeon
Bagus banget author cocok nih yang suka gendre percintaan+komedi anak sekolahan.🥰

Salut banget sih author lucu gemes
Suzie: 🤭 senang dehh, kalo sukaa😍
total 1 replies
seonghyeon
lucu banget pliss, sampe lupa waktu gua baca perbab kemudian perbab lagi /Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
dipegang nih/Slight/
seonghyeon
kalo aku malu kepikiran tujuh turunan itu 🗿
seonghyeon
hm, senyum "sendiri gw/Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
jangan bilang kita Ares itu pemberian Jasmine /Determined//Determined/
seonghyeon: *itu bukan kita,typo thor 🗿
total 1 replies
seonghyeon
😭😭
seonghyeon
ngakak /Facepalm/
seonghyeon
guna-guna nggak tuh /Bye-Bye/
seonghyeon
aku curiga sama Gabriel /Doge/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!