NovelToon NovelToon
CLBK Couples

CLBK Couples

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ichageul

Mengandung adegan 21+
Bijaklah dalam memilih bacaan

Kisah cinta tiga pasangan yang harus kandas namun belum sepenuhnya usai.

Kisah cinta Regan dan Sarah sampai di pernikahan. Keduanya hidup bahagia sampai ujian datang menerpa rumah tangganya. Mereka terpaksa berpisah saat kehilangan anak tercinta dengan cara yang tragis.

Irzal dan Poppy dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Di saat cinta mulai tumbuh, masalah datang menerpa. Seseorang dari masa lalu memporak porandakan biduk rumah tangga yang baru seumur jagung.

Berawal dari sebuah permainan. Rasa cinta antara Ega dan Alea mulai tumbuh. Sejarah kelam dan permusuhan orang tua membuat keduanya harus terpisah.

Sekian lama berpisah, ketiga pasangan ini bertemu kembali. Takdir mempertemukan mereka semua terhubung dalam ikatan yang sulit dijelaskan. Akankah mereka dapat bersatu kembali dengan orang yang dicintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Complicated Couple (3) Menerima

Irzal baru saja selesai mandi, hari libur ini rencanya hanya bersantai di rumah. Sehabis mandi dia turun menuju dapur. Terlihat ummi sedang membuat sarapan. Wangi nasi goreng langsung tercium membuat perutnya langsung bernyanyi.

Melihat Irzal, ummi langsung mengangkat nasi goreng. Menaruhnya di mangkuk, kemudian meletakkannya di atas meja makan. Irzal yang sedang membuat kopi langsung mengambil piring kemudian duduk di depan meja. Dengan cepat dia menyendokkan nasi ke dalam piringnya, membuka toples emping, mengambil dan meletakkan di piringnya. Nasi goreng buatan ummi sukses masuk ke dalam mulutnya.

“Abi mana ummi?”

“Abi lagi keluar dulu, katanya ada perlu.”

Irzal hanya mengangguk-angguk. Ummi menuangkan air putih ke dalam gelas lalu meletakkannya di dekat Irzal.

“Mi.. soal perjodohan..” belum sempat Irzal meneruskan, ummi sudah menjawab.

“Ummi ngga mau denger alasan apa pun, perjodohan kalian akan terus berlanjut!”

“Poppy juga ngga setuju dengan perjodohan ini. Rasanya ngga bener kan mi memaksa kami dalam ikatan pernikahan seperti ini. Apa ummi tahu bagaimana cara berpakaian dia? Gimana bisa ummi ngejodohin aku sama perempuan yang ngga bisa menutup auratnya dengan benar.”

“Ummi tahu, tante Dewi sudah cerita semua tentang Poppy tanpa ada yang ditutup-tutupi dan ummi juga ngga keberatan. Poppy itu anak yang baik dan bertanggung jawab pada keluarganya. Ummi yakin dia bisa menjadi istri yang baik nantinya. Dan soal cara dia berpakaian, itu tugas kamu nantinya sebagai suami untuk mengarahkan dia. Ummi dan juga tante Dewi percaya kamu bisa mengarahkan Poppy menjadi lebih baik lagi.”

Irzal menghela nafas panjang. Dia seperti berhadapan dengan tembok tebal, sekuat apa pun berusaha, tembok itu tidak akan pernah roboh. Jangankan roboh, berlubang pun tidak. Dengan cepat Irzal menyelesaikan sarapannya, mendadak selera makannya hilang.

Selesai makan Irzal segera berdiri, meletakkan piring di tempat cuci piring lalu beranjak pergi. Di dekat tangga dirinya berpapasan dengan adiknya yang sedang turun. Tanpa mempedulikan Rena dia langsung naik ke atas. Melihat Irzal, Rena yang semula hendak turun, berputar haluan. Dia kembali naik ke atas mengikuti kakaknya. Irzal masuk ke dalam kamarnya. Saat akan menutup pintu, Rena dengan cepat masuk ke dalam kamar.

“Kak, mana?” ucap Rena sambil mengarahkan telapak tangannya pada Irzal.

“Apa?”

“Tiket konser Afgan, kan kakak janji mau ngasih. Konsernya hari ini jam 7 malem, jadi mana?”

“Ngga ada” jawab Irzal singkat.

“Wah.. kakak ga bisa gitu dong, kan kakak udah janji. Aku udah janjian sama Puput dan Rani mau nonton bareng” cerocos Rena kesal.

“Bodo amat.”

“Kak.. ayo dong,” rengek Rena.

“Kamu sendiri yang batalin perjanjian, bukan salah kakak. Jadi ngga ada tiket konser buat pengkhianat” Irzal menoyor jidat Rena.

“Ya kan ngga mungkin Rena ngelawan ummi. Kakak juga harus ngertiin posisi Rena dong, aku tuh serba salah, dilema..”

Rena mendramatisasi intonasinya, tapi Irzal tidak mempedulikannya. Dia mendorong tubuh Rena keluar kamar.

“Kamu nonton konser Rhoma Irama aja di tv,” ucap Irzal sambil menutup pintu.

Rena terdiam sebentar di depan kamar, lalu segera turun ke bawah. Dia berniat membujuk ummi membelikan tiket untuknya.

Irzal mengambil ponsel dari atas meja kerjanya. Terlihat ada tiga panggilan tak terjawab dari nomor tak dikenal. Dia segera menelpon balik ke nomor tersebut. Terdengar nada sambung, Irzal menunggu tapi belum ada jawaban, saat akan mengakhiri panggilan.

“Assalamu’alaikum,” terdengar suara seorang wanita menjawab panggilannya.

“Waalaikumsalam, maaf ini dengan siapa?” tanya Irzal tanpa basa basi.

“Ini tante Dewi.. kalau nak Irzal ngga sibuk tante mau ketemu, bisa?”

Kini Irzal mengerti, panggilan masuk tadi dari tante Dewi, mamanya Poppy.

“Bisa tante, mau ketemu dimana?”

“Kalau ke rumah bisa? Nanti tante kasih alamatnya.”

“Ngga usah tante, saya tau kok. Ya udah saya langsung ke rumah sekarang tan.”

Irzal menutup teleponnya, segera bersiap untuk pergi. Sepertinya Poppy sudah berbicara dengan mamanya. Dia berharap ada celah bagi mereka untuk membatalkan pernikahan.

Butuh waktu hampir satu jam dari rumahnya ke rumah Poppy. Irzal segera memarkirkan motornya di depan rumah. Dimas yang sedang berada di teras langsung menyambut calon kakak iparnya ini. Dia mencium punggung tangan Irzal.

“Mama ada?”

“Ada kak, langsung masuk aja.”

Irzal masuk ke dalam rumah seraya mengucapkan salam. Tak berapa lama tante Dewi keluar, mempersilahkan Irzal duduk. Dimas langsung menuju dapur untuk membuatkan minuman. Dia kembali sambil membawa dua cangkir teh hangat. Setelah itu pamit hendak pergi ke rumah temannya.

“Silahkan diminum,” tante Dewi mempersilahkan.

Untuk menghormati tuan rumah, Irzal meminumnya sedikit.

“Ada apa ya tante, mendadak ngajak ketemuan?” tanya Irzal tanpa basa-basi.

Tante Dewi tak langsung menjawab, dia melihat sebentar ke arah Irzal.

“Gimana kesan nak Irzal soal Poppy?”

Irzal terkejut mendengarnya, tak menyangka akan ditanya soal ini.

“Kadang Poppy tuh suka nyebelin , iya kan?” tanya tante Dewi lagi.

Irzal masih belum menjawab. Dia hanya tersenyum kikuk.

“Semenjak papanya meninggal, Poppy langsung menjadi tulang punggung keluarga. Tanpa diskusi dengan tante, dia mutusin cuti kuliah dan bekerja untuk membantu tante. Walalupun dia ngga pernah ngeluh, tapi tante tau semua ini berat untuk dia. Di usianya yang masih muda dia harus kerja banting tulang untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan adiknya. Di satu sisi tante merasa bersalah, tapi di sisi lain tante ngga bisa memungkiri kalau membutuhkan bantuannya menopang keluarga ini. Mungkin ini yang membuat sikap Poppy sedikit keras. Karena jalan hidupnya cukup keras.”

Tante Dewi terdiam sebentar, mencoba mengatur emosinya. Matanya nampak berkaca-kaca. Irzal bertambah bingung, apa yang harus dilakukannya. Dia memilih untuk terus mendengarkan.

“Waktu bertemu dengan orang tuamu, tante bahagia bisa bertemu dengan sahabat lama almarhum papa Poppy. Tante tak menyangka mereka berniat menjodohkan kalian. Awalnya tante ragu, karena tante sadar dengan kondisi kami yang seperti ini, takut hanya akan membebani kalian. Tapi ummi meyakinkan kalau ini jalan yang terbaik. Entah kenapa ummi kamu yakin sekali kalau kalian cocok dan dapat melengkapi satu sama lain. Dan setelah bertemu dengan kamu, tante setuju dengan pendapat ummi. Tante percaya kalau kamu pasti bisa membahagiakan Poppy. Kemarin malam Poppy bilang kalau dia tidak mau meneruskan perjodohan ini. Tante tahu kalau alasan dia menolak perjodohan bukan karena nak Irzal, tapi karena kondisi kami. Dia belum bisa melepas tante dan Dimas.”

Irzal tetap terdiam, dibalik sikapnya yang kadang menyebalkan ternyata Poppy adalah sosok yang kuat dan bertanggung jawab. Ada sedikit rasa menyesal mengapa selalu bersikap kasar padanya.

“Tante cuma ingin Poppy menjalani hidupnya sendiri tanpa harus terpaku pada tante dan Dimas. Bahkan dia tak pernah mengenalkan laki-laki manapun karena terlalu fokus bekerja demi kami. Jujur tante ingin dia menikmati hidupnya, masa mudanya, memiliki pasangan yang dicintai dan mencintainya. Tapi kalau nak Irzal bermaksud membatalkan perjodohan ini, tante juga tidak bisa memaksa. Biar bagaimana pun yang menjalani pernikahan adalah kalian berdua. Tante tidak bisa bersikap egois hanya memikirkan kebahagiaan Poppy, kamu pun harus bahagia. Jadi apa pun keputusan nak Irzal, tante akan hormati.”

Irzal masih terdiam, sebenarnya ini peluang yang bagus untuknya membatalkan perjodohan. Tante Dewi sudah memberi sinyal padanya. Tapi entah kenapa dia tidak mampu mengucapkan kata-kata itu, lidahnya terasa kelu.

“Kalau nak Irzal tidak setuju, biar nanti tante yang akan berbicara dengan ummi dan abi. Kamu ngga usah khawatir,” imbuhnya lagi seraya tersenyum ke arah Irzal.

Irzal bimbang, tekadnya untuk membatalkan perjodohan hilang begitu saja. Setelah mendengar pembicaraan tante Dewi, entah karena rasa iba atau apa pun itu, dia merasa membatalkan perjodohan adalah hal yang salah.

“In Sya Allah saya setuju dengan perjodohan ini tante.”

Akhirnya Irzal mengambil keputusan meneruskan perjodohan. Tante Dewi tersenyum senang mendengar jawabannya. Dia mengucap syukur.

“Alhamdulillah. Terima kasih ya nak.. terima kasih.. tante titip Poppy sama kamu.”

Tante Dewi menggenggam erat tangan Irzal. Matanya memancarkan kebahagiaan. Begitu pula Irzal, ada rasa senang ketika melihat wanita di hadapannya ini bahagia. Dia membayangkan ummi juga akan bereaksi sama jika mendengar keputusannya.

❤️❤️❤️

Poppy memasuki sebuah toko pastry. Pagi tadi abi menelponmengajaknya bertemu di sini. Nampak beberapa pengunjung sedang memilih roti. Dia melihat ke arah meja untuk pengunjung. Di sana abi sudah duduk sambil membaca koran. Poppy segera menghampiri.

“Assalamu’alaikum.”

“Waalaikumsalam,” jawab abi sambil melihat ke arah datangnya suara. Poppy sudah berdiri di sampingnya.

Abi melipat koran yang dibacanya, mempersilahkan Poppy untuk duduk. Sebelum duduk dia mencium punggung tangan abi terlebih dahulu.

“Maaf kalau abi mendadak ingin bertemu, kamu pasti kaget.”

“Ngga apa-apa abi.”

“Kamu pasti belum sarapan kan? Ayo sarapan dulu.”

Abi mengajak Poppy memilih roti dan minuman untuk sarapan. Abi menyebutkan nama-nama roti yang dibuat di toko ini. Ternyata toko pastry ini adalah usaha sampingan abi. Dia dan temannya membangun bisnis toko pastry sejak enam tahun yang lalu. Saat ini sudah memiliki cabang di beberapa kota besar di Indonesia. Selain bisnis toko pastry, abi juga memiliki bisnis lain yaitu ternak lele dan mini market. Poppy kagum dengan kemampuan bisnisny. Di sela-sela kesibukannya sebagai pegawai BUMN, abi tetap dapat mengembangkan kemampuannya dalam berbisnis.

Poppy antusias mendengar cerita abi sambil menikmati roti dan kopinya. Abi juga bercerita kalau dia dan temannya sedang membangun sebuah perusahaan yang nantinya akan menjadi perusahaan induk dari berbagai bisnis yang saat ini dijalankannya. Dia berharap Irzal yang nanti akan mengelola perusahaannya.

“Poppy ngga nyangka, ternyata abi hebat,” Poppy mengacungkan kedua jempolnya.

“Tapi masih ada yang kurang.”

“Apa itu abi?”

“Sebelum Irzal memimpin perusahaan nanti, dia harus menikah dulu. Supaya dia bisa belajar bertanggung jawab terlebih dahulu,” Poppy terdiam mendengar ucapan abi.

“Abi dengar kalian berniat membatalkan perjodohan ini.”

Poppy hampir tersedak mendengar ucapan abi.

“Sebenarnya abi tidak mau mengatakan ini, tapi sepertinya abi tidak punya pilihan lain karena kalian bersikeras untuk menolak perjodohan. Buat abi, satu-satunya perempuan yang cocok untuk mendampingi Irzal adalah kamu. Bukan karena almarhum papamu adalah teman abi, tetapi karena abi tahu kamu anak yang baik. Jujur selama setahun ini abi sudah mengawasi kamu. Kian hari kekaguman abi terhadap kamu semakin bertambah. Karena itu abi yakin kamu akan bisa membuat Irzal menjadi orang yang lebih bertanggung jawab.”

Poppy terdiam, dia tidak menyangka ternyata abi sudah mencari tahu tentang dirinya. Ini adalah pertemuan keduanya dengan abi tapi dia merasa sudah sangat nyaman berbicara dengannya. Mengingatkannya akan sosok almarhum papanya.

“Abi harap kamu mau mempertimbangkan kembali soal perjodohan ini. Abi harap kalian dapat menikah secepatnya. Abi takut waktu abi habis sebelum bisa melihat pernikahan kalian.”

Poppy terkejut mendengarnya. Dia yang sedari tadi hanya menundukkan wajahnya kini melihat ke arah pria di hadapannya ini.

“Maksud abi apa?”

“Sebenarnya sudah dua tahun lalu abi mengalami kebocoran jantung. Selama ini abi bisa bertahan karena obat-obatan. Tapi abi juga tidak tahu sampai kapan abi dapat bertahan. Abi sadar kondisi abi semakin melemah, oleh karenanya abi minta kamu untuk mempertimbangkan kembali soal perjodohan ini.”

Poppy tercekat mendengar pengakuan abi.

“Kamu mau melanjutkan perjodohan ini kan Poppy?” tanya abi membuyarkan lamunannya. Poppy hanya mengangguk pelan.

“Tapi abi minta kamu jangan mengatakan soal penyakit abi pada ummi, Irzal dan Rena. Abi ngga mau membuat mereka khawatir.”

“Tapi abi.”

“Abi mohon.”

Poppy tak sanggup menolak permintaan abi, dia pun kembali mengangguk.

Setelah merasa cukup tentang hal yang dibicarakan, abi pamit pulang. Sebelum pulang dia mengatakan pada salah seorang pegawai untuk menyiapkan roti yang akan dibawa pulang oleh Poppy.

Poppy masih terdiam di kursinya. Dia lalu mengambil ponselnya lalu mengirim pesan pada Irzal, mengajaknya bertemu di tempat ini. Tak berapa lama Irzal datang. Langsung menghampiri Poppy yang masih duduk termenung. Sesaat mereka hanya berdiam diri dan saling memandang.

“Ada apa?” tanya Irzal.

Poppy tak langsung menjawab, tak tahu harus memulai dari mana. Baru kemarin dia memastikan diri untuk menolak perjodohan dan kini harus mengatakan hal sebaliknya, apa kata Irzal nanti. Setelah mengambil nafas sejenak, Poppy memberanikan diri untuk berbicara.

“Aku minta maaf, soal perjodohan sepertinya..”

“Aku udah mutusin untuk meneruskan perjodohan ini. Ternyata ummi lebih keras kepala dari yang aku kira. Jadi kita turuti saja kemauan mereka, gimana?”

Irzal langsung memotong pembicaraan. Poppy menatap Irzal tak percaya, apa yang akan dikatakannya sama seperti yang dikatakan Irzal barusan.

“Iya, mungkin ini jalan terbaik untuk kita,” jawabnya pelan.

Tak ada lagi perdebatan di antara keduanya. Mereka telah sepakat untuk menikah dengan alasan masing-masing. Berharap keputusan yang mereka ambil adalah benar dan demi kebaikan semua orang.

❤️❤️❤️

Oktober 2013

“Irzal, ayo cepetan!” teriak ummi dari bawah.

Hari ini ummi bermaksud mengajak Irzal dan Poppy berbelanja untuk hantaran pernikahan. Tak berapa lama Irzal turun, tanpa menunggu lama, ummi langsung menarik tangan Irzal. Setelah berpamitan dengan abi mereka segera menaiki mobil.

“Kita mau kemana dulu nih, jemput Poppy atau kemana?”

“Langsung ke mall aja, Poppy nunggu di sana.”

Malas mendengar omelan ummi, Irzal segera menstarter mobilnya melaju menuju tempat perbelanjaan yang dimaksud. Jalanan ibu kota di hari libur ini tidak begitu padat, dengan cepat mereka dapat tiba di tempat tujuan. Setelah memarkirkan mobilnya, Irzal dan ummi segera masuk ke dalam mall. Poppy sendiri sudah menunggu mereka di dekat pintu masuk.

Poppy menyambut ummi dengan senyuman. Setelah mencium punggung tangan ummi, mereka berjalan menyusuri mall. Tempat pertama yang dituju adalah toko sepatu. Ummi mempersilahkan Poppy untuk memilih sepatu yang sesuai dengan seleranya. Setelah berputar-putar, akhirnya Poppy memilih sebuah sepatu dan selop. Mereka menuju meja kasir. Ummi memberi isyarat pada Irzal. Lelaki itu mengeluarkan kartu kreditnya.

Selesai membeli sepatu, tujuannya beralih ke toko tas. Lagi-lagi mereka membutuhkan waktu untuk memilih. Irzal keheranan kenapa harus lama-lama memilih tas. Tinggal dipilih yang sesuai kebutuhan dan model yang diinginkan, simple. Setelah beberapa menit, acara memilih tas selesai, ummi memberikan tas belanjaan kepada Irzal.

Selanjutnya ummi mengajak Poppy masuk ke departemen store. Cukup lama mereka berputar-putar mencari pakaian yang cocok, sesekali ummi meminta Poppy mencoba pakaian di kamar pas. Walaupun kesal, Irzal hanya bisa menunggu dengan pasrah. Setelah memilih pakaian, ummi menuju counter kosmetik. Di sini tidak terlalu lama, karena Poppy hanya memilih kosmetik dari merk yang biasa dipakai. Mereka melanjutkan berkeliling.

Irzal mengikuti ummi dan Poppy dari belakang. Sambil berjalan dia memegang ponselnya, sudah banyak pesan yang masuk ke ponselnya. Melihat ummi dan Poppy berhenti, dia pun berhenti berjalan. Kesempatan ini digunakannya untuk membalas pesan yang masuk. Selesai membalas pesan, dia mulai melihat ke sekeliling. Betapa terkejutnya dia saat mengetahui sedang berada di area khusus pakaian dalam wanita. Irzal bergegas menghampiri ummi yang sedang melihat-lihat.

“Ummi, aku tunggu di food court aja ya,” ucap Irzal pada ummi.

Melihat anaknya yang merasa tidak nyaman, ummi mengangguk. Dengan cepat Irzal menuju food court yang berada di lantai atas.

Sudah setengah jam lebih Irzal menunggu di food court tapi ummi dan Poppy belum datang juga. Baru saja akan menelpon, sosok mereka tampak mendekatinya. Ummi dan Poppy langsung duduk, seorang pelayan langsung menghampiri. Mereka segera memesan minuman.

Tak berapa lama pesanan minuman datang, karena haus ummi langsung menghabiskan minumannya.

“Sebentar lagi orang dari WO dateng. Ummi udah janjian sama mereka di sini. Kalian aja yang ketemu, ummi harus pergi sekarang, mau arisan dulu. Nanti jangan lupa anterin Poppy pulang.”

“Ya kanjeng mami,” jawab Irzal.

Poppy hanya tersenyum. Ummi bergegas pergi, tak mau terlambat datang ke acara arisan.

Irzal dan Poppy hanya duduk diam menikmati pesanan masing-masing. Tidak ada pembicaraan di antara keduanya. Tak berapa lama orang yang mereka tunggu tiba. Debby dan Sarah langsung menghampiri. Setelah memperkenalkan diri, mereka bergabung dengan Poppy dan Irzal.

Debby menjelaskan persiapan pernikahan pada pasangan calon pengantin ini. Mulai dari undangan, catering, dekorasi dan make up, juga tak lupa menjelaskan tentang rundown acara saat resepsi nanti. Upacara pernikahan akan memakai adat Sunda.

“Ini contoh undangan yang sudah jadi. In Sya Allah dua hari lagi semuanya sudah selesai dicetak.”

Debby memberikan contoh undangan. Irzal mengambilnya, melihat sejenak lalu memberikannya pada Poppy.

“Kalau untuk dekorasi pelaminan ini ada beberapa pilihan, kalian mau yang mana?” tanya Sarah. Dia memberikan gambar contoh dekorasi pada Poppy.

“Wah bagus-bagus ya, bingung mau pilih yang mana,” ucap Poppy.

“Kalau kak Debby dan kak Sarah sudah menikah?” tanya Irzal.

“Sarah sudah, kalau saya sih masih jomblo,” Debby terkekeh.

“Kalau gitu boleh ngga minta sarannya, kira-kira yang mana yang bagus,” ucap Irzal lagi.

“Kalau saran aku, yang ini bagus. Simple tapi elegan,” Sarah memberikan masukan.

Poppy melihat sebentar pada gambar yang dimaksud lalu melihat ke arah Irzal.

“Kalau aku sih yes,” jawab Irzal menirukan gaya bicara Anang Hermansyah pada acara ajang pencarian bakat. Debby dan Sarah tak dapat menahan tawanya.

“Ok, selanjutnya untuk catering, kapan kalian ada waktu untuk food testing?” Sarah kembali bertanya.

“Gini ya kak, kalau aku sih percayain semuanya sama kakak berdua. Kalau kata kalian makanannya oke, ya sudah. Tapi ngga tau juga kalau Poppy, coba tanya aja sama dia.”

“Aku juga sama, ngikut aja deh.”

Debby dan Sarah saling bertatapan. Baru kali ini mereka mendapat klien yang asoy geboy. Setelah dirasa cukup, Irzal dan Poppy pamit pulang. Sepeninggalnya calon pengantin itu, Debby mulai berbicara pada Sarah.

“Tuh pasangan kaya yang ngga niat nikah gitu ya.”

“Lagi berantem kali, biasa kan kalau calon pengantin tuh suka ribut menjelang hari pernikahan mereka.”

“Kamu dulu sama mas Regan pernah ada acara marah-marahan gitu ngga pas menjelang nikah?”

“Mau tau aja apa mau tau banget?” Sarah menjawab pertanyaan Debby dengan pertanyaan lagi.

“Ngga usah ditanya juga udah tau jawabannya pasti ngga, secara kalian tuh pasangan romantis abis, mesra mulu. Dan yang pasti mas Regan yang paling banyak ngalah sama kamu.”

Sarah mencubit lengan Debby, sahabatnya ini memang senang mengganggunya. Tapi dalam lubuk hatinya dia menjerit, karena keadaannya kini dengan Regan sudah tak seindah dulu lagi. Begitu banyak airmata yang menghiasi rumah tangga mereka.

❤️❤️❤️

Terima kasih buat yang udah mampir. Jangan bosan-bosan kasih like, comment dan vote nya. Sejuta cinta dari author buat pembaca setia🥰🥰🥰

1
P_nR
keren 👍🏻 nano nano rasanya 😘
Andini Hana Fakhirah
aku sudah menduga itu adit
Sindy Sintia
aku mikir Santi minta cucu kembar sepasang, hanya untuk di pisahkan dr Ega dan Alea,, Santi mau kuasain anak perempuan Ega sendirian, biar Ega dan Alea rasain gimana dulu Santi kehilangan anak perempuan nya(kakak Ega)
Sindy Sintia
tapi permasalahan blom selesai ,, Fanny yang mau Alea jd bonekanya,, Santi dan tombak yg benci ega
Sindy Sintia
jawaban ku bener Adit masih hidup.. bukan Adit pengagum debby
Sindy Sintia
kaya Adit sengaja menghilang semntra biar mereka ga gangguin Ega deh, atau Adit udah oplas tp blom berani kluar dr persembunyian nya
Sindy Sintia
lahiran caesar juga pengorbanan tau, malah harusnya yg lahir sesar tu lebih di hormati KRNA sakit ny setalah bayi lahir tu ya tuhan,, mmng aku lahiran normal 3x ga rasain sesar, tp liad org yg lahiran sesar ngilu sendiri tau
Sindy Sintia
ya iya lha Santi Willy dan tombak tak pernah ada dalam pikiran Ega ,, karena mereka semua juga ga pernah mikirin Ega , jadi setimpal kan
Sindy Sintia
hamil kembar kayanya macan betina, makan nya seabrek ahahahah
Sindy Sintia
ku kira irzal akan kejar sampai ke kerak telor haahahah
Sindy Sintia
koq aku mikir Santi di perkosa orang tapi ga jujur ke Hilman klw itu bukan anak Hilman, atau waktu lahiran anak kandung Santi ninggal di tukar dgn Ega yg entah anak siapa
Sindy Sintia
kira2 siapa yg ikutin ya.. Sugeng bukan ya?
Sindy Sintia
Sarah ga sadar apa , waktu itu 7 tahun Regan dengan sabar nunggu, sesabar nya manusia pasti akan ada sabar itu ada batasnya
Sindy Sintia
Lukman ga nyadar diri,, kelakuan nya sama kayak sarah
Sindy Sintia
ajaran Rena somplak
Sindy Sintia
mending salah masukin kancing, drpd salah masukin lobang,, akibat kelamaan menduda hahahah
Sindy Sintia
irzal sama Regan kesabaran nya setebal buku berbab2 ya.. mereka berjuang dapetin mantan istri, lha alea berjuang dapetin Ega lagi
Sindy Sintia
Debby jahil nya kayak Ega dan Rena gak sih,, usil2 somplak
Sindy Sintia
percaya deh yg nikah sama rena bakal awet muda karena ketularan somplak nya, hahhaah
Sindy Sintia
ya trulang lagi cemburu Poppy tanpa mau bertanya,, hadeh.. kebiasaan deh,kmrin irzal cemburu dia ngerasa ga punya salah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!