NovelToon NovelToon
Simpanan Sang Aktor

Simpanan Sang Aktor

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Di depan layar dia adalah milik semua orang, tapi di belakang layar, dia hanya milikku. Kamila.

Seharusnya 3 tahun lalu, Kamila tidak mengambil keputusan ini. Menemui seorang aktor terkenal, memohon agar dia memberinya pekerjaan. Salahnya dia memilih untuk menyetujui perjanjian pada malam itu. Hingga akhirnya dia terjebak dengan Razka Aditama Fernandez, seorang aktor terkenal yang semua orang tahu.

Hanya menjadi seorang simpanan, apa yang bisa dia harapkan? Cinta? Hubungan serius? Apa itu mungkin dalam kehidupannya ini?

"Hubungan ini hanya sebatas saling menguntungkan antara aku dan kamu"

Kalimat itu menjadi pembatas atas perasaannya, seharusnya memang seperti itu. Tapi nyatanya, Kamila telah melewati batas dirinya sendiri. Hidup bersama selama 3 tahun, membuatnya perlahan melihat sisi lain dari Razka.

Tapi, apa mungkin Razka mempunyai perasaan yang sama atau dia tetap menganggapnya sebagai seorang simpanan saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam Diluar

Kamila sampai di depan Gedung Apartemennya. Tidak sengaja melihat mobil Razka yang baru sampai juga. Kamila berjalan cepat untuk menyusulnya, mengikuti mobil Razka ke basemen Apartemen. Kamila sudah siap berjalan cepat untuk menghampiri Razka. Namun, dia menghentikan langkahnya ketika melihat seorang perempuan yang berjalan menghampiri Razka lebih cepat darinya.

Kamila langsung bersembunyi di balik tiang, mendengarkan percakapan mereka. "Wanita itu tidak asing, siapa dia?" Gumamnya pelan.

"Loh Razka, kenapa ada di sini juga?"

Razka juga cukup terkejut saat bertemu dengan wanita ini. Dia mengangkat satu alisnya, menatapnya dengan bingung.

"Kenapa kau ada di sini?" Bukannya menjawab, tapi Razka malah balik bertanya.

"Aku tinggal di sini, apa kamu punya unit Apartemen di sini juga?"

Razka terdiam, ini bukan hal baik saat lawan mainnya di film terbaru yang dia baru saja syuting hari ini, berada di lingkungan yang sama dengannya. Jangan sampai dia tahu tentang unit Apartemen Razka di Gedung ini.

"Ah tidak, aku ke sini mau mengunjungi teman. Aku duluan ya"

Saat Razka sudah berjalan ke arah lift, perempuan itu malah mengejarnya. "Kenapa buru-buru sekali? Kita bisa pergi bersama"

Razka menghela napas jengah, melihat perempuan bernama Victoria ini masuk bersama dengannya ke dalam lift. Ingin mendorongnya keluar, rasanya tidak mungkin. Itu akan merusak reputasi dan citra baiknya selama ini.

"Apartemen temanmu di lantai berapa?"

Razka tidak menjawab, dia tidak dulu menekan tombol lantai tujuannya saat berada di dalam lift. Biarkan saja dulu Victoria yang keluar lebih dulu. Hingga dia tidak akan pernah tahu Razka pergi ke lantai berapa.

Ternyata Victoria berada di lantai lebih atas dari unit Apartemennya. Setelah urusan dengan Victoria selesai, Razka naik lift turun setelah berada di lantai tempat unit Apartemen Victoria berada. Segera pergi ke Apartemennya, menghembuskan napas pelan sebelum akhirnya membuka pintu dan masuk.

"Sayang, aku pulang"

Suara itu menyadarkan Kamila yang sedang duduk diam di sofa sambil melamun. Pemandangan yang tidak enak baru saja dia lihat saat berada di basemen Apartemen tadi. Seharusnya Kamila tidak berpikir terlalu berlebihan seperti sekarang, tapi sayangnya dia tidak mampu mengendalikan dirinya sendiri.

Razka duduk di samping Kamila, memeluk tubuhnya dan mengecup lehernya dengan lembut. Menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Kamila, menghirup aroma tubuh gadis ini.

"Kau sudah lama pulang? Sudah mandi ya, wangi sekali"

Kamila hanya tersenyum tipis, padahal dia belum lama sampai, namun segera mandi dan berganti pakaian agar Razka mengira dirinya sudah lama sampai di Apartemen. Padahal nyatanya dia sudah melihat pertemuan dia dan perempuan tadi.

"Bagaimana hari ini? Apa syutingnya lancar?" ucap Kamila sambil mengelus pelan lengan Razka.

"Ada beberapa kendala sebenarnya" ucap Razka, dia melepaskan pelukannya pada Kamila. Duduk di samping Kamila dengan menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa. "Aku merasa tidak bisa fokus karena kau tidak ada di sana. Apalagi saat melihat kau membuat story. Jadi ingin langsung menemuimu saat itu juga"

Kamila memiringkan posisi duduknya, menatap Razka yang bersandar di sandaran sofa dengan wajah yang lelah. Mungkin syuting hari ini memang melelahkan baginya, namun yang ada dalam pikiran Kamila masih tentang perempuan tadi.

"Oh ya, lawan main kamu di film ini siapa?"

"Victoria, aktris pendatang baru yang karirnya sedang bagus"

Kamila mengangguk mengerti, dia mengelus kepala Razka dengan lembut. Memainkan rambutnya yang sudah tidak rapi lagi. "Apa dia cantik? Aku belum pernah bertemu dengannya, tapi kalau melihat wajahnya, pasti aku tidak akan asing. Dia pernah main film juga?"

Razka tidak langsung menjawab, dia malah menarik lengan Kamila hingga jatuh ke atas tubuhnya. Razka memeluk Kamila dengan erat.

"Aku juga tidak tahu dia pernah main film apa saja, aku tahu dia adalah aktris pendatang baru, dari para kru yang membicarakannya. Lagian, aku juga tidak ingin cari tahu tentang dia"

Kamila mendongak pelan, menatap Razka yang memeluknya erat. "Malam ini mau makan apa? Aku belum masak"

"Makan diluar saja bagaimana? Aku sudah pesan pada Georga"

"Ah, baiklah"

Georga adalah satu-satunya orang dan orang terdekat Razka yang tahu tentang hubungan ini. Georga adalah sahabat Razka yang paling dia percaya hingga bisa terbuka padanya tentang hubungannya dengan Kamila.

*

Sebuah Restoran berbintang, lampu-lampu yang menyala menambah kemewahan. Orang-orang berada duduk di setiap meja untuk menikmati makan malam mereka. Semuanya sedang melakukan dinner spesial di Restoran ini. Kebanyakan adalah pasangan  yang sedang ingin merayakan hari penting mereka.

Namun, Kamila tidak pernah melewati ruangan pertama Restoran ini. Yang dipenuhi banyak orang. Nyatanya Razka tidak mungkin membiarkan kebersamaan mereka ada yang melihatnya. Dan akhirnya mereka hanya pergi lewat dari lift parkiran Restoran dan langsung menuju lantai atas yang dimana di sana banyak ruangan VVIP yang tamu satu dan lainnya mempunyai privasi yang baik. Razka hanya merasa aman ketika membawa Kamila makan di sini.

"Ruangan kalian sudah disiapkan"

Georga langsung menyambut mereka saat tahu Razka sudah memesan satu ruangan VVIP di Restoran miliknya. Membawanya ke ruangan yang berada di ujung, tetap ruangan yang paling privasi untuk mereka.

"Makasih Ga"

Georga mengangguk pelan, dia tersenyum ramah pada Kamila juga. "Kamu masih bisa bertahan dengannya ya? Padahal sudah aku bilang untuk bersamaku saja"

"Ga, aku tidak akan diam saja meski itu kau!"

Geroga hanya terkekeh saat suara Razka benar-benar penuh nada ancaman. "Tenanglah Raz, aku juga tidak akan benar-benar berani mengambil apa yang sudah menjadi milikmu"

"Mana makanan untuk kita, kau belum menyiapkan apa-apa ternyata. Apa gunanya Restoran ini bintang lima, kalau pelayanannya sangat minus"

Georga mendengus pelan, dia memberi isyarat pada pelayan yang sudah siap membawakan makanan ke ruangan ini. Razka sudah memesan makanan sebelum dia sampai, jadi saat sudah sampai, semuanya sudah siap.

"Kau tidak bisa menjatuhkan Restoran milikku, Razka. Karena kalau bukan di sini, dimana lagi kau akan bisa mengajaknya makan diluar"

Razka tidak menjawab, dia hanya menatap Geroga dengan dingin. Membuat pria itu terkekeh kecil sambil mengusap tengkuk leher yang tiba-tiba merasa merinding.

"Baiklah, aku keluar dulu. Kalian nikmati makan malamnya ya"

"Terima kasih, Kak" ucap Kamila dengan tersenyum ramah.

"Ah, Kamila harusnya kau memang tidak bersamanya. Kau terlalu baik untuknya-"

"Ga, aku akan buat Restoranmu bangkrut ya!"

"Haha, jangan begitu Tuan Muda. Silahkan nikmati makanan anda, saya permisi dulu" ucap Georga yang sedikit lebih panik dari sebelumnya. Karena dia paham jika Razka bisa bertindak lebih dari ini jika dia mau. Keluarganya bukanlah keluarga biasa.

"Gila, dia mengerikan sekali. Kenapa tidak bisa di ajak bercanda sedikit saja" ucap Geroga sambil berjalan dengan terus mengusap tengkuk lehernya.

Bersambung

1
Naufal Affiq
aku takut kau sakit hati kamila,kalau razka gak pulang ke rumah di waktu kau hamil,apa lagi orang tua nya tidak merestui hubungan kalian
Naufal Affiq
makanya razka cari tau dulu tentang,apa masalah orang tuamu sama orang tua kamila,bukan diam aja
Naufal Affiq
semoga lancar segala masalah yang kau hadapi razka
Naufal Affiq
lanjut kak
@alfaton🤴
ceritanya bagus👍👍👍
@alfaton🤴
seandainya ortunya Razka tau untuk apa uang seratus juta yang Angga korupsi.......dan sudah dikembalikan....uang itu untuk biaya berobat anaknya Angga....Dena ....tuan.....masihkah ada belas kasih tuk anak anaknya yang sekarang yatim piatu 😭😭😭
@alfaton🤴
kenapa kamu ga pergi menjauh dari Razka La ......rejeki Allah yang mengatur La......dari pada hidup diantara orang tua yang membenci mu......sambil menguji Razka masih maukah dia mengejar cintanya
@alfaton🤴
hanya authornya yang tahu......mau dibawa kemana cinta kalian RaMila. 😭😭😅😅
Mia Camelia
huhuuu, yah dikit banget thor😂
Naufal Affiq
Ditunggu kelanjutannya kak
Naufal Affiq
semoga ada jalan keluar yang masuk akal untuk pernikahan mu razka,jangan ada tersakiti untuk hubungan kalian,
Naufal Affiq
Rencana aneh banget buat hati kamila sakit,kalau aku saran kan terus terang aja sama kamila razka,biar di satu pihak tidak terlalu lama berharap untuk bersama
Nanik Arifin
sepertinya papa Razka sebenarnya orang baik. Seandainya dia tahu alasan Angga korupsi untuk biaya pengobatan kanker anaknya, masihkah ada kebencian ??
Sastri Dalila
🤗🥳👍🥳🥳🤗
Sastri Dalila
🤗🤗🤗
Sastri Dalila
💪💪
Sastri Dalila
👍👍
Sastri Dalila
🥺🥺
Mia Camelia
semoga Kamila gak kaget, klo nanti CEO baru nya tuh razka🤭
Mia Camelia
Kamila pingin banget punya anak kaya nya🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!