Dua puluh tahun lalu, malam berdarah menghancurkan Klan Lin di Ibu Kota Yanjing. Lin Xuan, yang saat itu baru berusia lima tahun dan menderita keracunan meridian mematikan, diselamatkan oleh seorang pertapa misterius menuju Lembah Kabut Abadi di Pegunungan Kunlun. Di sana, ia digembleng oleh Tujuh Guru Agung yang masing-masing merupakan legenda hidup di bidangnya: pengobatan kuno, bela diri dalam (Neigong), alkimia, formasi/fengshui, senjata rahasia, strategi finansial bawah tanah, dan intelijen global.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21: Menghancurkan Sang Naga Muda Jinling dan Runtuhnya Langit Tang Ruoxue
Begitu melihat Lin Xuan keluar seorang diri tanpa pengawal, Tang Ruoxue yang berdiri di samping Chu Tianjiao langsung melangkah maju dengan dagu terangkat tinggi.
Setelah dipermalukan habis-habisan di lobi hotel dan di aula lelang tadi, akhirnya di lembah hutan yang terisolasi ini Tang Ruoxue merasa kembali memegang kendali penuh atas hidup dan mati mantan tunangannya!
"Lin Xuan! Apa kau sekarang menyesal sudah pamer kekayaan satu miliar dolar di depan kami tadi?!" suara Tang Ruoxue terdengar tajam dan penuh kepuasan. "Kau pikir hanya karena kau punya sedikit uang dari bisnis obatmu di Jianghai, kau bisa menantang Klan Chu di Kota Jinling?! Biar kuberi tahu satu kenyataan yang tidak pernah kau mengerti sebagai bocah gunung: di dunia kelas atas yang sesungguhnya, uang tanpa kekuatan bela diri puncak hanyalah mainan yang bisa dirampas kapan saja!"
Ayah Tang Ruoxue, Tang Zhenguo, ikut tertawa ganas. "Benar! Di hadapan Tuan Muda Chu Tianjiao yang sudah mencapai ranah Grandmaster Bela Diri (Zongshi) di usia dua puluh delapan tahun, serta Tetua Xue Mo yang menguasai seluruh dunia bawah tanah Jiangnan, uang miliaran dolarmu itu bahkan tidak bisa membeli selembar kertas tisu untuk menyeka darahmu malam ini!"
"Lin Xuan," Tang Ruoxue menatap pemuda itu dengan sorot mata angkuh seolah sedang memberikan pengampunan dari surga. "Meskipun kau sudah berulang kali bersikap kurang ajar padaku, bagaimanapun juga kita pernah memiliki ikatan surat pertunangan. Jika sekarang kau berlutut di depan Kakak Tianjiao, menyerahkan Bunga Teratai Api Kuno, mengalihkan seluruh saham Kunlun Pharma dan gedung Jinling Grand Palace kepada Keluarga Tang dan Klan Chu, lalu mematahkan kedua kakimu sendiri... aku akan memohon pada Kakak Tianjiao agar menyisakan nyawa anjingmu!"
Lin Xuan menatap Tang Ruoxue dan ayahnya, lalu menggelengkan kepalanya pelan dengan tatapan kasihan.
"Tang Ruoxue, sampai detik ini kau masih mengira pria di sampingmu itu adalah seekor naga?" ujar Lin Xuan tenang. "Di mataku, mau itu Chu Tianjiao atau seluruh Klan Chu yang kau sembah setengah mati itu... tidak lebih dari sekumpulan semut yang bisa kuinjak mati kapan saja aku mau."
"LANCANG!!"
Chu Tianjiao yang sejak tadi menahan amarah karena dipermalukan di aula lelang akhirnya meledak!
Sebagai kebanggaan nomor satu generasi muda Provinsi Jiangnan yang dipuja sejak kecil, belum pernah ada seorang pun yang berani menyebutnya semut di depan wanita tercintanya!
"Tetua Xue Mo, jangan turun tangan dulu!" teriak Chu Tianjiao sambil melangkah maju hingga aspal di bawah sepatu botnya retak. "Biarkan aku sendiri yang mencabik-cabik mulut bocah ini dan mematahkan setiap tulang di tubuhnya di depan mata Ruoxue, agar dia tahu siapa penguasa sejati generasi muda Jiangnan!"
"Bagus, Kakak Tianjiao! Hancurkan dia!!" seru Tang Ruoxue dengan mata berbinar penuh kekaguman melihat aura Gangqi keemasan yang mulai menyelimuti tubuh Chu Tianjiao.
BOOOOM!!
Chu Tianjiao menghentakkan kakinya dan melesat maju bagaikan peluru meriam! Seluruh kekuatan Grandmaster Awal yang ia miliki dikonsentrasikan ke dalam kepalan tangan kanannya, membentuk bayangan kepala naga semu dari gelombang udara bertekanan tinggi!
"Jurus Rahasia Klan Chu — Tinju Naga Penakluk Langit!!"
Angin pukulan Chu Tianjiao menderu kencang hingga menerbangkan dedaunan pinus di sepanjang jalan raya! Tang Ruoxue dan Tang Zhenguo sudah tersenyum lebar, membayangkan kepala Lin Xuan akan hancur berkeping-keping dalam satu detik berikutnya!
Namun, di hadapan terjangan tinju Chu Tianjiao yang begitu megah itu, Lin Xuan bahkan tidak mengeluarkan tangan kanannya dari dalam saku celana!
Dengan tangan kiri yang masih memegang kotak kristal Bunga Teratai Api, Lin Xuan hanya mengangkat kaki kanannya dan menendang lurus ke depan tepat ke arah dada Chu Tianjiao—lebih cepat sepuluh kali lipat dari gerakan tinju sang Tuan Muda Klan Chu!
DUAAAAARRR!!
Suara benturan mengerikan yang terdengar seperti tabrakan kereta api mengguncang seluruh lembah hutan!
Senyum di wajah Chu Tianjiao, Tang Ruoxue, dan Tang Zhenguo membeku secara serentak!
Perisai Gangqi tingkat Grandmaster yang dibanggakan oleh Chu Tianjiao langsung pecah berhamburan bagaikan kaca tipis yang dihantam palu baja! Sebelum tinju Chu Tianjiao sempat menyentuh kemeja putih Lin Xuan, telapak sepatu Lin Xuan sudah menghantam telak dada Chu Tianjiao!
KRAAAK!! PUAAAH!!
Tulang dada Chu Tianjiao amblas ke dalam, dan pusat meridian Dantian-nya langsung hancur berkeping-keping! Tubuh sang "Naga Muda Nomor Satu Provinsi Jiangnan" itu terbang melayang ke belakang sejauh dua puluh meter sambil menyemburkan kabut darah segar di udara, lalu jatuh bergulingan di atas aspal tepat di depan kaki Tang Ruoxue!
"Uhuk! Uhuk! Dantian-ku... kekuatan bela diriku... hancur?!"
Chu Tianjiao menggeliat kesakitan di atas aspal seperti seekor anjing yang patah tulang punggungnya, menangis darah sambil memegang perutnya yang kini telah lumpuh total!
Sunyi senyap!
Seluruh lembah hutan Gunung Zijin mendadak hening bagai kuburan!
Tang Ruoxue berdiri mematung dengan wajah sepucat mayat, menatap darah Chu Tianjiao yang membasahi ujung gaun zamrud mahalnya.
Hanya... hanya satu tendangan?!
Pria yang ia anggap sebagai dewa pelindung paling sempurna di Provinsi Jiangnan, pria yang membuatnya rela membuang surat pertunangannya dengan Lin Xuan dan menghina Lin Xuan habis-habisan... ternyata bahkan tidak sanggup menahan satu tendangan santai dari Lin Xuan?!
"Ti-tidak mungkin... Ini pasti mimpi!!" tubuh Tang Ruoxue bergetar hebat, kakinya lemas hingga ia hampir jatuh terduduk. "Bagaimana mungkin Kakak Tianjiao yang seorang Grandmaster kalah hanya dalam satu tendangan dari bocah yang kucampakkan?!"
Di dalam mobil Maybach, Xia Wanqiu yang menyaksikan tendangan itu menarik napas dalam-dalam dengan mata berbinar takjub. "Chu Tianjiao bahkan tidak sempat melihat gerakan kakinya... Kekuatan Tuan Muda Lin benar-benar berada di dimensi yang sama sekali berbeda!"