NovelToon NovelToon
The Character!! Kembali Menjadi Figuran

The Character!! Kembali Menjadi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Menjadi NPC
Popularitas:163
Nilai: 5
Nama Author: dopamine girl's

Revano, seorang penulis, tiba-tiba terbangun dalam tubuh Vian-tokoh yang ia ciptakan sendiri.
Sialnya, tubuh itu rapuh, keluarganya berantakan, dan hidupnya jauh berbeda dengan apa yang ia tulis.

Revano mencoba memperbaiki semuanya. Namun semakin lama ia hidup sebagai Vian, semakin banyak rahasia yang terkuak.
Hingga perlahan, satu kebenaran menghantamnya:

Vian bukan sekadar karakter.
Dan mungkin... ia bahkan tidak benar-benar memasuki raga Vian.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dopamine girl's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Keesokan harinya. Sama seperti biasa, dapat ia menyimpulkan bahwa seluruh siswa-siswi di sekolah ini tak menyukai nya. Ia menatap beberapa siswa yang tidak sengaja bertatap muka dengan nya. Dan dengan cepat mereka mengalihkan wajahnya seolah takut menyembunyikan suatu hal.

Vian berjalan dengan tenang, kali ini tidak ada senandung kecil yang menemani harinya. Ia memutuskan untuk tidak peduli sepenuhnya.

Saat membuka pintu masuk , banyak mata yang menatap nya sejenak sebelum menghiraukan keberadaannya . Keberadaan nya samar di ruangan itu. Dan Vian berusaha tak peduli.

Seorang guru muda yang kemarin memberikan tugas kelompok datang ke kelas. Seketika, Vian teringat tugas yang belum sempat ia kerjakan. Pandangannya beralih pada tiga gadis di depan-teman satu kelompoknya.

Ia menatap mereka satu per satu, berharap ada yang menoleh . Tapi tidak. Mereka seolah tak melihat keberadaannya. Rapika bahkan sempat bertatap mata dengannya, namun buru-buru memalingkan wajah, pura-pura sibuk dengan buku di tangannya.

Hening. Vian hanya bisa menarik napas pelan, mencoba menahan rasa perih yang muncul di dadanya. Tersenyum kecut sebelum memperhatikan guru muda di depannya.

"Untuk tugas kelompok bisa kalian kumpulkan di meja ibu " satu-persatu , mereka mulai menaruh buku tugas mereka di meja . Sedangkan guru muda itu terlihat sibuk dengan buku tebal yang akan di ajarkan. Salah satu siswa berseru. Mengalihkan semua atensi mereka - termasuk guru itu.

"Iya Rika ada apa " ucapnya. Rika menoleh ke arah ashilla dan rapika bergantian ."saya ingin bertanya sesuatu " ucapnya .

"Tanya apa?"

"Jika ada yang tidak mengerjakan tugas kelompok di anggap satu kelompok gak?"ucapnya. Sekelas hening, seolah menyadari siapa yang tidak mengerjakan. Mereka secara kolektif menatap Vian lekat. Membuat Vian merasa takut sekaligus gugup.

"Ya, memang siapa yang tidak mengerjakan?" Tanya nya . " Vian Bu" ucapnya

Guru itu menatap Vian , meminta kebenaran dari anak itu"Vian kamu tidak ngerjakan kemarin?" Tanya nya Vian hanya bisa mengangguk kecil mendengar pertanyaan guru itu.

"Baiklah, kamu kerjakan saja dengan Leo dia teman sebangku kamu, Minggu depan di kumpulkan ya " putusnya. Vian mengangguk kecil dalam diam nya. Dengan tangan terkepal menahan gejolak aneh di dada.

Dari jauh ia menatap ashilla dengan tatapan sedu. Melihat bagaimana dia masih bisa tertawa tanpa rasa bersalah apapun padanya. Padahal tadi malam mereka bertemu. Berkumpul seperti biasanya walupun cuma bertiga. Kenapa dia tidak menanyakan perihal tugas nya sekali pun.

Kenapa dia Setega itu. Itu yang ia pikirkan.

Atau memang dari awal mereka tidak ingin berkelompok dengan nya

Vian menghela nafas untuk ke 2 kalinya. Memperhatikan pelajaran di depannya dalam diam. Dia benci sekolah.

Sore, pulang sekolah . Tenaga Vian dikuras secara fisik dan mental. Pulang ke rumah langsung mengunci pintu dalam kamar dan mendekam sampai pagi.

Di kamar dia  menahan kesakitan nya sendirian. Karena entah kenapa ia bisa menyimpulkan bahwa penyakit yang Vian alami ada hubungan nya dengan perasaan – itu baru hipotesis tak berdasar miliknya.

Dia memakan obat , menahan rasa sakit sampai terlelap karena pengaruh obat. Begitu siklus hidup nya selama 4 hari .

Dan pagi-pagi ia harus terlihat baik-baik saja agar abangnya– Revano .tidak cemas. Dan jujur itu melelahkan.

***

Mereka saat ini sedang sarapan bersama. Dan di sana juga ada Revano yg menatap lekat ke arah Vian dengan tatapan menyelidik."kenapa Ade jadi semakin pucat. Adek sakit ? " Tanya nya khawatir.

Vian tersenyum kecil " gak bang , biasanya juga seperti ini" candanya. Namun Revano tidak suka perkataan adeknya yang terlihat terlalu pasrah. Sebenarnya ada apa?

"Kenapa akhir-akhir ini adek lebih banyak ngurung diri di kamar? Ada apa?" Vian menatap tak berminat pada Revano ,dan mengalihkan pandangannya pada ashilla sekejap sebelum menatap kembali makanan di hadapannya "aku cuma butuh istirahat"

"Baiklah , Abang cuma takut jika Vian mengalami masalah di sekolah dan malah di pendam sendiri"

Vian mengangguk dalam diam , dengan hati yang mengerutu pada ashilla. Dia mulai tidak suka ashilla . Apalagi saat dia selalu bertingkah bahwa dia begitu dekat dengan nya di hadapan Revano. Vian benci tipe orang yang seperti ini.

Tipe orang yang merasa paling dekat sampai bisa mengumbar kejelekan seseorang ke orang lain.

Namun Vian hanya diam . Menurut nya percuma jika ia melawan. Jika ia kasih tau abangnya sekarang, rumor tentang dirinya akan semakin menjadi. Apalagi saat dia mengetahui bahwa ada grup khusus yang tidak menyertakan dirinya seorang. Dan itu membuat Vian yakin dengan spekulasi nya.

"Kalian pergi sama pak Jamal ya, maaf Abang gak bisa antar Kalian"

Ashilla tersenyum "gak papa kok bang, aku ngerti kok Abang sedang sibuk. Jangan pedulikan kita pokus aja sama olimpiade abang." Ashilla mengalihkan perhatian pada Vian dengan senyum yang sama dengan kesan yang berbeda" yakan Vian . Kita baik-baik saja. Jadi Abang fokus saja sama olimpiade nya" ucapnya lembut . Menatap Vian dengan lekat .

Dan entah kenapa itu sangat menyebalkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!