NovelToon NovelToon
Cinta Pada Waktunya

Cinta Pada Waktunya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:26.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Sama sekali tidak terbayangkan dalam hidup Zain harus menikahi perempuan yang sama sekali ia belum kenal sebelumnya. Keadaan yang membuatnya harus melakukan tanggung jawab besar. Tidak ada orang yang ingin terkena musibah. Namun karena sudah takdir, maka semua harus tetap berjalan semestinya.

Dengan berjalannya waktu, takdir pula yang membuka hati Zain untuk mencintai orang yang memang seharusnya ia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Laki-laki sholeh

Tiyas juga membakar obat nyamuk untuk ditaruh di ruang tamu tempat Zain tidur. Setelah itu ia mengunci pintu dan akan kembali ke kamarnya.

"Saya ke kamar dulu. Kalau ada yang diperlukan silahkan ketik saja pintu kamarku."

"Hem."

Setelah kepergian Tiyas, Zain tidak langsung membaringkan tubuhnya. Ia masih duduk bersandar ke lemari yang ada di belakangnya lalu membuka handphone-nya. Ia mengecek laporan pembangunan perumahan di daerah Pasuruan. Selain membantu abinya, ia juga menjalankan sendiri bisnisnya. Ia dan Zean berkecimpung dalam dunia real estat ( penyewaan atau pengelolaan aset properti).

Di kamar Tiyas

Ia tidak bisa tidur. Selain masih ingat kepada almarhum bapaknya, ia juga sedang memikirkan nasibnya nanti.

Satu jam kemudian

Tiyas masih belum juga dapat memejamkan mata. Karena tidak dapat ridur, Tiyas pun memainkan handphone-nya. Saat membuka aplikasi tok tok, tidak sengaja ada video kajian yang lewat. Dan materi yang disampaikan oleh ustadz tersebut adalah tentang kewajiban seorang istri kepada suaminya.

"Istri itu adalah pakaian suami. Jadi kalau sudah menjadi seorang istri yang pertama harus taat kepada suami; Patuh pada setiap perintah atau nasihat suami selama hal tersebut bukan merupakan bentuk kemaksiatan kepada Allah SWT. Yang kedua harus menjaga kehormatan suami; Menjaga kesucian diri, kehormatan, serta nama baik suami dan keluarga saat suami sedang tidak berada di rumah. Yang ketiga menjaga harta dan rumah; Merawat serta mengelola harta benda serta rumah tangga yang diamanahkan oleh suami dengan penuh tanggung jawab. Apa lagi kalau suaminya kerjanya jauh di luar kota ya bu, jadi ibu-ibu tidak boleh sembarangan menerima tamu laki-laki kalau tidak ada suaminya di rumah. yang ke empat melayani kebutuhan suami ; yaitu menuhi hak biologis atau hubungan intim. Jangan menolak ketika diajak suami tanpa ada halangan syar'i, serta mengurus keperluan sehari-harinya di rumah misalkan melayani saat makan. Yang terakhir minta Izin saat keluar rumah: Tidak bepergian atau keluar rumah tanpa mendapatkan rida atau izin dari suami, kecuali untuk keperluan yang mendesak atau dibenarkan syariat. Bersyukur dan Menerima atau Qanaah; Artinya menerima nafkah dan pemberian suami dengan rasa syukur, serta tidak membebani suami di luar batas kemampuannya."

Seketika Tiyas ingat pada statusnya saat ini.

"Ya Allah banyak sekali kewajiban seorang istri. Apa aku sanggup? Sekarang saja aku sudah membuatnya tidur sendirian. Ya Allah, ampuni dosaku." Lirihnya.

Zain sudah sangat mengantuk. Ia akhirnya bisa memejamkan mata. Namun satu jam kemudian Zain terbangun karena digigit nyamuk. Meski sudah dikasih obat, namun tetap saja tidak mempan.

"Astaghfirullah... cobaan apalagi ini."

Zain menatap pintu kamar istrinya sampai akhirnya ia tertidur sambil duduk.

Jam 2 dini hari, Tiyas sakit perut. Ia keluar dari kamarnya. Ia terkejut saat melihat Zain tidur sambil duduk. Namun ia cepat-cepat masuk ke kamar mandi karena sudah tidak tahan.

Beberapa saat kemudian, ia pun keluar. Melihat Zain masih dalam posisi yang sama, Tiyas merasa kasihan.

"Di rumahnya ia pasti tidur nyenyak dan nyaman. Di sini malah disuruh tidur di luar. Apa aku mengalah saja?" Batinnya.

"Uhuk uhuk uhuk... " Zain terbangun.

"K-kenapa tidur sambil duduk? Nggak nyaman ya?"

Zain terkejut mendengar suara Tiyas karena kesadarannya belum penuh.

"Ehem... e tidak, itu... banyak nyamuk."

"Maaf, sudah menyusahkan anda. Begini saja, silahkan tidur di kamar saya. Biar saya tidur di kamar bapak."

"Tidak perlu, saya mau shalat. Silahkan kamu lanjutkan tidurnya."

"iya."

Tiyas pun kembali ke kamarnya. Tiyas masih belum tidur lagi. Ia masih merenungi hidupnya lagi.

"Shalat? Di jam segini. Nggak mungkin shalat isya' kan? Pasti shalat malam."

Pelan-pela Tiyas membuka sedikit pintu kamarnya yang memang tidak dikunci. Ia mengintip Zain yang sedang shalat. Dan benar saja, Zain shalat dia rakaat sebanyak dua kaki salam.

"Kaya, tampan, sholeh, baik... apa kekurangannya? Mungkinkah tempramen? Ah tidak tidak, tidak mungkin! Kenapa aku berpikir terlalu jauh. Tpi bisakah dia menerimaku? Kok rasanya mustahil. Apa, dia terpaksa melakukan semua ini?"

Zain masih khusuk dalam munajatnya. Ia pasrahkan semuanya kepada sang Khalik. Ia juga meminta agar di lembutkan hatinya agar dapat menerima takdir ini dengan baik.

Setelah selesai berdo'a, Zain lanjut mengaji dengan suara yang sangat pelanggan. Ia tidak ingin mengganggu Tiyas. Namun tentu saja Tiyas mendengarnya karena sampai saat ini Tiyas pun tidak dapat tidur lagi. Sampai adzan Shubuh berkumandang, barulah Tiyas tertidur. Sedangkan Zain lanjut Shalat Shubuh. Setelah itu, ia menarik selimutnya dan mencoba untuk tidur lagi

Keesokan harinya.

Tiyas terbangun di jam 6. Ia segera membereskan tempat tidurnya, lalu pergi ke kamar mandi membawa handuk.

Zain masih tidur dengan memeluk lututnya karena kedinginan.

Setelah selesai mandi, Tiyas pergi ke warung yang tidak jauh dari rumahnya untuk membeli ikan.

"Lha, pengantin baru. Pagi-pagi sudah belanja." Ujar Bu Surti

"Mana suaminya, yas?" Tanya, Bu Tejo.

"Ada di rumah bu."

"Wah, enak kamu ya, yas. Dapat suami orang kaya."

Tiyas hanya membalas dengan senyuman.

Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Tiyas pulang dengan membawa belanjaannya. Ia akan memasak untuk sarapan pagi dan nanti siang. Sedangkan sorenya, ia akan meninggalkan rumah dan ikut bersama suaminya ke Surabaya.

Tiyas baru saja sampai di rumah. Ternyata Zain baru saja bangun dan pergi ke kamar mandi. Tiyas masuk ke dapur. Ia mencuci beras untuk dimasak. Tidak lama kemudian, Zain keluar dari kamar mandi tanpa menggunakan kaos.Tiyas langsung berbalik badan saat melihatnya.

"Kamu dari mana?" Tanya Zain.

"E... dari warung, belanja."

"Oh... "

Zain pun berlalu. Ia kemudian memakai kaosnya lalu shalat Dhuha.

Lahi-lagi hati Tiyas terenyuh melihatnya.

"Masyaallah, bukan hanya soal harta saja yang kalah. Namun ketakwaan pun aku tidak ada apa-apa nya."

Tiyas sampai lupa mematikan air kran yang digunakan untuk mencuci beras.

Setelah selesai menanak nasi, Tiyas langsung membersihkan dan mencuci ikan mujair yang dibelinya. Pagi ini ia akan menggoreng ikan mujair dan sayur bening. Urusan memasak Tiyas tidak usah diragukan lagi. Ia sudah belajar memasak sedang duduk di bangku SD. Makanya ketika ibunya tiada, ia sudah terbiasa di dapur.

Setelah selesai shalat, Zain iseng mengintip ke dapur karena mencium bau yang cukup wangi. Ia ingin mulai membiasakan diri berkomunikasi dengan istrinya

"Masak apa?"

"Ini ikan mujair. Anda.... "

"Tiyas, kenapa kamu masih memanggilku seperti orang asing? Panggil saja namaku!"

"Ti-dak mungkin, anda lebih tua dari saya."

"Nah itu tahu."

"I-iya."

"Duh... mau manggil mas saja kok kaku banget aku ini. Sama orang lain saja biasa." Batin Tiyas.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
secret
cerita authorr yang selaluu ringann tp baguusssss, toppp
Faidah Ida
Dag Dig Dug ser..... 😄

maju Zain pantang mundur.. hehehehe
secret
duuhh duhh kewajiban apaa tuchh🤭😂
dewi rofiqoh
Kewajiban yang mana mas zain?
Sri Supriatin
Eeh di gantung jadi nunggu besok dong thor🤭🤭🤣🤣
Novita Sari
otw unboxing..
Teh Euis Tea
eeehhh zain udah kasih kode tuh yas, ayo gasken berpahala loh yas 🤭🤭🤭🤭🤭
Valen Angelina
wkwkwkw ada yg gak tahan lagi 🤭🤭🤭🤭
betriz mom
menunggu keseruan para sepupu berkumpul beserta opa haris dan oma Raisya🤗😍🙏
secret
otewe yaa bang Zain nafkah satunyaaa😂
dewi rofiqoh
Baru nafkah lahir ya, nafkah batinnya on the way🤭🤭🤭
Bunda RH: nafkah batin lebih banyak dr nafkah lahir 🤭
total 1 replies
Novita Sari
mas zain dah gak sabar mau unboxing....lanjut thor...
Bunda RH: iya tapi masih malu-malu
total 1 replies
Bunda Idza
typo Nana terus Thor..😂
Bunda RH: harap maklum kak, ngetiknya sambil mengasihi dg keadaan kamar gelap 😂
total 1 replies
Teh Euis Tea
tias suamimu nunggu nafkah bathin noh, hayu jgn lama2 yas🤭🤭🤭🤭🤭
Teh Euis Tea: hihihi
total 2 replies
Faidah Ida
Zain nunggu nafkah batin yah.....
sabar, sabar.... 🤣🤣🤣
Faidah Ida: iya, penonton jg hrus ikut sabar... 🤣🤣
total 2 replies
Nurminah
mertua yg tangki cintanya penuh jadi nggak iri ketika anak laki-laki nya meratukan istrinya
secret
mau dibantuin ga umi dan tyas ngabisin uangnyaa, dengan senang hati nii🤭🤭
secret
akhirnyaa ada kemajuan ya mii
dewi rofiqoh
Gk usah khawatir tiyas!
Teh Euis Tea
beda dong suamimu kan uangnya banyak ga bahis habis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!