NovelToon NovelToon
Dari Benci Jadi Rindu

Dari Benci Jadi Rindu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah
Popularitas:829
Nilai: 5
Nama Author: Aulia Cemmzz

Arka cowok paling populer di sekolah tapi punya sifat yang dingin dan keras kepala. Laras gadis pendiam yang selalu berusaha tampil biasa saja, tapi entah kenapa selalu berakhir berdebat sama Arka. Awalnya mereka saling tidak suka, selalu berselisih paham di mana pun mereka bertemu. Namun seiring waktu berlalu dan berbagai kejadian menyatukan mereka, rasa benci itu perlahan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih dalam rindu yang tak terucap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia Cemmzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketika Rasa Mulai Hadir

Seminggu berlalu begitu cepat. Tugas makalah mereka akhirnya selesai dan nilai yang mereka dapat ternyata sangat memuaskan. Bu Ratna bahkan memuji presentasi mereka sebagai yang terbaik di kelas.

"Kerja bagus ya kalian berdua," ucap Bu Ratna sambil menuliskan nilai di buku absen.

Laras tersenyum senang. "Makasih Bu. Itu juga karena kerjasama Arka kok."

Arka yang berdiri di sampingnya ikut tersenyum tipis, senyum yang jarang sekali dia tunjukkan di depan orang lain. "Sama-sama. Lu juga kerjain bagian lu dengan baik kok."

Saat mereka berjalan keluar ruangan kelas, Dika sudah menunggu di luar sambil tersenyum miring melihat mereka.

"Wah, hebat deh kalian. Biasanya kalau bareng pasti ada yang berantem, sekarang malah kelihatan akrabanget. Awas jatuh cinta lho nanti!" canda Dika sambil melirik ke kiri dan kanan.

Wajah Laras langsung memerah. "Apa sih lu Dik, ngomongnya sembarangan. Kita cuma teman sekelompok, itu saja."

Arka hanya tertawa kecil sambil menepuk bahu Dika. "Lu kebanyakan baca novel roman sih. Ayo jalan, gue lapar banget nih."

Mereka bertiga berjalan menuju kantin. Di sepanjang jalan, Laras menyadari sesuatu yang aneh. Dulu, dia selalu berusaha menghindari Arka sebisa mungkin. Tapi sekarang, justru dia yang tanpa sadar sering mencari sosok itu di keramaian. Kalau seharian tidak melihat Arka, rasanya ada yang kurang.

Suatu sore saat Laras sedang berjalan pulang sendirian, langit tiba-tiba berubah gelap dan angin mulai bertiup kencang. Hujan turun deras sekali dalam sekejap. Laras berlari berteduh di teras toko kecil di pinggir jalan. Dia melingkarkan lengannya di tubuh sendiri, mencoba menahan kedinginan.

Tidak lama kemudian, sebuah payung besar menaungi dirinya dari atas. Laras menoleh dan melihat Arka berdiri di sampingnya, separuh tubuhnya terkena air hujan.

"Lu ini ya, nggak bawa payung padahal langit udah gelap dari tadi," ucap Arka sambil menggeser payung lebih ke arah Laras.

Laras terkejut. "Lu belum pulang? Lu dari tadi di mana?"

"Tadi ada urusan sebentar. Lu mau pulang ke kanan kan? Gue antar sampai dekat rumah lu, biar nggak basah kuyup," tawar Arka tanpa menunggu jawaban.

Mereka berjalan berdampingan di bawah satu payung. Jarak di antara mereka begitu dekat sampai Laras bisa mencium aroma sabun yang lembut dari Arka. Jantungnya berdetak tidak teratur. Dia berusaha menenangkan diri, bilang pada dirinya bahwa ini hanya kebaikan teman biasa.

"Makasih ya Ka," ucap Laras pelan saat mereka sampai di persimpangan dekat rumahnya.

Arka menatapnya lama, ada sesuatu yang lembut di matanya yang biasanya dingin. "Hati-hati di jalan sisanya. Kalau butuh apa-apa, kabari gue aja. Lu punya nomor gue kan?"

Laras mengangguk. "Iya, makasih ya. Lu juga hati-hati, tubuh lu basah setengah itu."

Arka tersenyum lalu berbalik dan berjalan pergi. Laras berdiri di sana sampai sosoknya menghilang di balik rintik hujan. Dia memegangi dadanya yang masih berdebar kencang.

Apakah ini yang disebut jatuh cinta? Tapi bukannya dulu dia membencinya? Bagaimana bisa rasa benci berubah menjadi sesuatu yang begitu hangat dan menakutkan sekaligus?

Malam itu Laras sulit tidur. Dia menatap nomor telepon Arka di layar ponselnya, jari-jarinya terhenti di atas tombol kirim pesan. Dia ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi, tapi takut terlihat berlebihan.

Akhirnya dia hanya menaruh ponselnya di meja belajar, menatap langit-langit kamarnya sambil berbisik pelan pada dirinya sendiri.

"Semoga ini bukan kesalahan, semoga hati gue nggak salah memilih."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!