NovelToon NovelToon
The Eternal Sovereign: Aku Mewarisi Takdir Yang Seharusnya Tidak Ada

The Eternal Sovereign: Aku Mewarisi Takdir Yang Seharusnya Tidak Ada

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Misteri
Popularitas:321
Nilai: 5
Nama Author: Bagas Hirmawan

Di dunia tempat Surga mengendalikan takdir dan kekuatan menentukan segalanya, Gu Chenxiao adalah anomali yang tidak pernah tercatat dalam Kitab Surga.

Dengan bantuan Arsip Pengamat Abadi, ia menapaki Dao Iblis yang menentang hukum kosmos. Ia bukan pahlawan yang menyelamatkan dunia, melainkan manipulator yang mempermainkan takdir, memanfaatkan pengkhianatan, dan menjadikan musuh sebagai bidak dalam rencana jangka panjangnya.

Namun, ketika Fondasi Asal mulai mengoreksi keberadaannya, Gu Chenxiao menyadari bahwa dunia yang ia kenal hanyalah sebagian kecil dari rahasia kosmos.

**Jika Surga menentukan takdir semua makhluk, siapa yang berani menentukan takdir Surga?**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagas Hirmawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 — Pekerjaan yang Tidak Memiliki Penerima

Pagi itu, Gu Chenxiao menemukan bahwa sebuah pekerjaan bisa memiliki tanggal pendaftaran, nomor resmi, uraian tugas, dan status penerimaan—tetapi tidak memiliki satu nama pun yang dapat dimintai pertanggungjawaban.

Hal semacam itu seharusnya tidak terjadi.

Setidaknya, begitulah yang tertulis dalam pedoman administrasi keluarga Gu.

Namun, di hadapan Gu Chenxiao, pedoman itu hanyalah sebuah pernyataan tentang bagaimana sistem seharusnya bekerja. Kenyataan di lapangan memiliki kebiasaan yang lebih buruk.

Kadang-kadang, sebuah pekerjaan berhenti karena orang yang bertanggung jawab tidak kompeten.

Kadang-kadang, pekerjaan itu berhenti karena dokumen yang dibutuhkan memang tidak tersedia.

Dan kadang-kadang, seseorang menemukan cara untuk memastikan bahwa ketika sebuah pekerjaan gagal, tidak ada seorang pun yang benar-benar tercatat sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Gu Chenxiao tidak tahu mana yang terjadi kali ini.

Karena itulah dia datang ke ruang registrasi tugas sebelum jam kerja dimulai.

“Bawa buku penerimaan asli,” katanya kepada Han Yu. “Bukan salinannya.”

Han Yu mengangguk dan pergi menuju meja petugas.

Paman Fu berdiri di samping Gu Chenxiao, membawa daftar nomor tugas yang telah mereka susun sehari sebelumnya.

“Jika buku asli juga tidak mencantumkan nama penerima, apa yang akan kita lakukan?”

“Kita cari siapa yang seharusnya mencatat nama itu.”

“Dan jika prosedurnya memang tidak mewajibkan nama penerima?”

“Berarti kita berhenti menganggap ketiadaan nama sebagai kejanggalan.”

Paman Fu tersenyum tipis.

“Pewaris Muda tampaknya semakin berhati-hati.”

Gu Chenxiao meliriknya.

“Aku tidak sedang berusaha terlihat berhati-hati. Aku sedang berusaha tidak menjadi orang bodoh yang menyebut setiap kekosongan sebagai bukti kejahatan.”

Tiga Jenis Penerimaan

Petugas registrasi bernama Luo De membawa buku asli beserta dua formulir tambahan.

Dia sudah bekerja di bagian administrasi selama dua belas tahun. Tangannya kasar karena terbiasa memindahkan buku-buku tebal, tetapi tulisannya sangat rapi.

Setelah memeriksa surat kewenangan Gu Chenxiao, Luo De membuka halaman yang diminta.

“Ini catatan penerimaan tugas pemeriksaan kelengkapan dokumen pendukung,” katanya. “Nomornya cocok dengan salinan Anda.”

Gu Chenxiao memeriksa halaman tersebut.

Nomor tugas benar.

Tanggal pendaftaran benar.

Status penerimaan benar.

Kolom penerima kosong.

“Apakah kolom ini wajib diisi?” tanyanya.

“Bergantung pada jenis penugasannya.”

“Jelaskan.”

Luo De membuka sebuah pedoman kecil.

“Untuk tugas yang diberikan langsung kepada seorang petugas, nama penerima wajib dicatat. Untuk tugas yang diberikan kepada sebuah unit, penerimaan dapat dicatat atas nama unit tersebut, sementara penanggung jawab individual ditetapkan di dalam daftar kerja unit.”

“Lalu tugas ini termasuk yang mana?”

Luo De menelusuri kode pada halaman.

“Tugas ini didaftarkan sebagai pekerjaan unit.”

“Unit mana?”

“Administrasi aset wilayah barat.”

“Di mana daftar kerja unit yang mencantumkan penanggung jawabnya?”

Luo De tidak langsung menjawab.

Dia membuka formulir tambahan yang terikat di belakang buku.

“Biasanya disimpan oleh bagian pemilik tugas. Namun, untuk tugas ini, kolom nomor daftar kerja tidak terisi.”

Gu Chenxiao memandangnya.

“Apakah itu melanggar prosedur?”

“Menurut pedoman yang berlaku saat itu, tugas unit seharusnya memiliki rujukan ke daftar kerja. Tetapi ada pengecualian untuk tugas yang ditangani bersama oleh beberapa petugas.”

“Apakah pengecualian itu tercatat?”

“Tidak di sini.”

“Apakah ada dokumen yang menyatakan tugas ini ditangani bersama?”

“Belum saya temukan.”

Gu Chenxiao menutup buku tersebut.

Sekarang mereka mengetahui bahwa tugas itu memang diterima oleh unit administrasi aset wilayah barat. Tidak ada dasar untuk mengatakan bahwa pekerjaan itu tidak pernah diterima.

Yang belum diketahui adalah siapa yang bertanggung jawab menjalankannya.

Perbedaan itu penting.

Jika mereka menyebut tugas tersebut sebagai pekerjaan tanpa penerima, mereka akan mengabaikan fakta bahwa unit penerimanya tercatat dengan jelas.

Jika mereka menyebutnya pekerjaan yang telah ditangani oleh seluruh unit, mereka akan membuat asumsi yang belum didukung dokumen.

Gu Chenxiao menoleh kepada Han Yu.

“Catat seperti ini: penerimaan unit terverifikasi, penanggung jawab individual belum teridentifikasi, rujukan daftar kerja tidak ditemukan dalam buku penerimaan.”

Han Yu menuliskannya.

Luo De tampak lega karena pertanyaan itu tidak berubah menjadi tuduhan terhadap bagian registrasi.

Namun, Gu Chenxiao belum selesai.

“Apakah ada cara lain untuk menentukan siapa yang menangani tugas unit?”

“Ada. Kita dapat memeriksa daftar pembagian kerja, catatan pengambilan dokumen, atau laporan penggunaan lampiran.”

“Bagus. Tunjukkan semua jalurnya.”

Jejak yang Tidak Berada di Tempatnya

Mereka mulai dari daftar pembagian kerja.

Buku tersebut disimpan di bagian administrasi aset wilayah barat, bukan di ruang registrasi. Setelah memperoleh izin, Han Yu mengambil salinan halaman yang berkaitan dengan periode tugas tersebut.

Daftar itu mencantumkan tujuh pegawai.

Tiga bertanggung jawab atas pencatatan aset.

Dua menangani pemeriksaan dokumen.

Satu mengurus pemindahan arsip.

Satu lagi bertanggung jawab atas korespondensi dengan bagian pemilik dokumen.

Tidak ada penugasan individual yang secara eksplisit menyebut pemeriksaan kelengkapan dokumen pendukung.

Namun, terdapat catatan bahwa seorang petugas pemeriksa dokumen bernama Lin Qiao mengambil sebuah map pada tanggal yang sama dengan pendaftaran tugas.

Map itu terdaftar sebagai dokumen pendukung administrasi aset wilayah barat.

Tidak ada nomor tugas pada catatan pengambilannya.

“Apakah Lin Qiao masih bekerja di sini?” tanya Gu Chenxiao.

“Tidak,” jawab Han Yu. “Dia dipindahkan ke bagian inventaris tiga tahun lalu.”

“Apakah dia masih hidup?”

Han Yu mengangguk. “Menurut catatan personel, ya.”

Gu Chenxiao tidak langsung meminta orang itu dipanggil.

Dia memeriksa tanggal pengambilan map, lalu membandingkannya dengan tanggal pengembalian tugas Fang De.

Lin Qiao mengambil map tiga hari setelah tugas Fang De dikembalikan.

Pada hari yang sama, tugas pemeriksaan kelengkapan dokumen didaftarkan.

Dua hari kemudian, catatan pemindahan sebuah bundel arsip menunjukkan bahwa beberapa dokumen pendukung aset wilayah barat dipinjam untuk pemeriksaan.

Namun, nomor registrasi bundel tersebut berbeda dari nomor bundel yang ditemukan Gu Chenxiao di penyimpanan pusat.

Tidak ada bukti bahwa keduanya merupakan dokumen yang sama.

Paman Fu memandangi catatan-catatan itu.

“Lin Qiao mungkin menangani tugas tersebut.”

“Mungkin.”

“Dia mengambil map yang relevan pada tanggal yang tepat.”

“Dan tidak ada nomor tugas pada catatan pengambilan.”

Paman Fu mengangguk.

“Apakah itu berarti dia menyembunyikan hubungannya dengan tugas tersebut?”

“Tidak. Petugas bisa saja mengambil dokumen untuk pekerjaan lain. Catatan pengambilan yang tidak mencantumkan nomor tugas juga tidak otomatis merupakan pelanggaran jika prosedur peminjaman saat itu memang tidak mewajibkannya.”

Gu Chenxiao mengembalikan salinan tersebut.

“Kita perlu mengetahui isi map yang dia ambil dan apakah ada catatan pengembaliannya.”

Dia berhenti sejenak.

“Jangan meminta Lin Qiao menjelaskan sebelum kita memeriksa dokumennya. Jika dia tidak mengingat pekerjaan tiga tahun lalu, kita akan memperoleh jawaban yang tidak berguna. Jika dia mengingatnya dengan jelas, kita tetap harus membandingkan keterangannya dengan catatan.”

Paman Fu menerima instruksi itu.

Gu Chenxiao tidak mencari seseorang yang dapat disalahkan.

Dia mencari seseorang yang dapat mengisi bagian kosong dengan informasi yang bisa diverifikasi.

Jika Lin Qiao tidak memiliki informasi tersebut, mereka akan beralih ke jalur berikutnya.

Tidak ada alasan untuk menjadikan seorang mantan petugas sebagai sasaran hanya karena namanya muncul pada halaman yang menarik perhatian.

Map yang Dikembalikan

Menjelang tengah hari, bagian peminjaman arsip menemukan sebuah catatan pengembalian.

Map yang diambil Lin Qiao memang dikembalikan enam hari kemudian.

Namun, keterangan pada kolom isi dokumen berbeda dari catatan peminjaman.

Saat dipinjam, map itu dideskripsikan sebagai:

Dokumen pendukung administrasi aset wilayah barat.

Saat dikembalikan, keterangannya berbunyi:

Dokumen pendukung pemeriksaan kelengkapan.

Kedua deskripsi tersebut bisa merujuk pada kumpulan dokumen yang sama.

Tetapi perubahan deskripsi itu juga membuat identitas dokumen sulit dipastikan tanpa daftar isi.

Gu Chenxiao memeriksa tanda tangan penerima.

Bukan Lin Qiao.

Bukan pula petugas registrasi yang mencatat peminjaman.

Nama penerima adalah Duan Cheng, administrator yang masih bekerja di ruang pedoman administrasi lama.

Paman Fu langsung mengangkat wajah.

“Duan Cheng?”

“Ya.”

“Dia yang menjelaskan sistem penomoran kepada kita kemarin.”

Gu Chenxiao mengangguk.

“Nama yang sama.”

“Apakah kita harus menemuinya?”

“Kita harus mengetahui mengapa dia menerima map itu.”

“Apakah menurut Anda dia terlibat?”

“Menurutku, dia pernah menerima sebuah map. Itu satu-satunya hal yang saat ini dapat kita nyatakan dengan pasti.”

Gu Chenxiao meminta catatan penugasan Duan Cheng pada periode tersebut.

Hasilnya menunjukkan bahwa Duan Cheng memang pernah ditugaskan membantu penataan dokumen administrasi lama. Penugasan itu berlangsung selama dua pekan dan melibatkan beberapa bagian.

Tugasnya adalah memeriksa kesesuaian kategori, bukan menyusun keputusan penilaian aset.

Dengan kata lain, penerimaan map tersebut mungkin merupakan bagian dari pekerjaan rutinnya.

Namun, satu hal tetap belum jelas.

Mengapa map yang dipinjam untuk dokumen pendukung aset wilayah barat dikembalikan dengan deskripsi berbeda?

Perubahan itu mungkin dilakukan untuk menyesuaikan tujuan peminjaman.

Atau karena dokumen di dalamnya telah diperiksa dan dikelompokkan ulang.

Atau karena map tersebut berisi dokumen dari beberapa kategori yang berbeda.

Gu Chenxiao meminta daftar isi map, jika masih tersimpan.

Petugas arsip memerlukan waktu untuk mencarinya.

Sementara menunggu, Gu Chenxiao memeriksa daftar penugasan Duan Cheng.

Di antara tugas-tugasnya terdapat satu catatan singkat:

Pemeriksaan kesesuaian kategori untuk dokumen yang belum memiliki nomor induk tetap.

Tidak ada nomor tugas Xu Ren.

Tidak ada nomor tugas Fang De.

Tetapi tanggal penugasan itu berada dalam periode yang sama.

Gu Chenxiao tidak menunjukkan ekspresi apa pun.

Dia hanya menambahkan satu baris ke dalam catatannya:

Duan Cheng: pernah membantu penataan kategori dokumen lama; keterkaitan dengan tugas pemeriksaan aset belum diketahui.

Paman Fu membaca baris tersebut.

“Penyelidikan kita mulai berputar di sekitar orang-orang yang sama.”

“Karena kita sedang memeriksa satu rangkaian administrasi yang sama.”

“Apakah itu bukan tanda bahwa kita mendekati pusat masalah?”

“Bisa juga tanda bahwa kita hanya memeriksa lingkaran pekerjaan yang sama.”

Gu Chenxiao menutup buku catatannya.

“Jangan salah mengira kedekatan administratif sebagai kedekatan dengan pelanggaran.”

Mantan Petugas yang Tidak Lupa

Sore itu, Gu Chenxiao memutuskan menemui Lin Qiao.

Dia tidak datang bersama banyak pengawal. Hanya Paman Fu yang mendampinginya, sementara Han Yu tetap di kompleks keluarga untuk memeriksa daftar isi map.

Lin Qiao sekarang bekerja di gedung inventaris, mengawasi pencatatan peralatan yang digunakan oleh berbagai unit keluarga Gu.

Pria itu tampak terkejut ketika mengetahui siapa tamunya.

“Pewaris Muda, ada sesuatu yang bisa saya bantu?”

“Aku sedang memeriksa sebuah map yang pernah kau pinjam ketika bekerja di administrasi aset wilayah barat.”

Lin Qiao mengerutkan kening.

“Map yang mana?”

Gu Chenxiao menyebutkan nomor registrasi dan tanggal peminjaman.

Lin Qiao terdiam cukup lama.

“Sudah bertahun-tahun,” katanya akhirnya. “Saya tidak ingat semua dokumen yang pernah saya pegang.”

“Itu wajar. Aku tidak memintamu mengingat sesuatu yang tidak kauingat.”

Gu Chenxiao mengeluarkan salinan catatan peminjaman.

“Apakah kau mengenali tanda tangan ini?”

Lin Qiao memeriksanya.

“Ya. Ini tanda tangan saya.”

“Untuk apa map itu dipinjam?”

“Saya sedang membantu pemeriksaan dokumen lama. Ada banyak map yang perlu diperiksa apakah kategori dan keterangannya sesuai.”

“Apakah kau ingat isi map tersebut?”

“Tidak secara lengkap. Saya ingat beberapa dokumen berhubungan dengan aset wilayah barat, tetapi saya tidak bisa memastikan dokumen mana saja.”

“Siapa yang memintamu mengambilnya?”

Lin Qiao berpikir sejenak.

“Seingat saya, permintaan datang melalui daftar kerja unit. Namun, saya tidak bisa memastikan siapa yang pertama kali mengajukannya.”

“Apakah Duan Cheng menerima map itu darimu?”

Lin Qiao kembali memeriksa catatan.

“Kalau tanda tangan ini memang miliknya, berarti saya menyerahkannya kepada dia atau seseorang yang mencatat atas namanya. Saya tidak mengingat proses penyerahan tersebut.”

Gu Chenxiao memperhatikan jawabannya.

Lin Qiao tidak berusaha mengisi bagian yang kosong dengan cerita yang terdengar meyakinkan.

Dia mengakui apa yang diingatnya dan membatasi apa yang tidak bisa dipastikannya.

Itu tidak membuktikan bahwa dia jujur dalam segala hal.

Tetapi keterangannya tidak memberikan alasan untuk menganggapnya bersalah.

“Apakah ada sesuatu yang menurutmu tidak biasa dalam pemeriksaan itu?” tanya Gu Chenxiao.

Lin Qiao mengusap dagunya.

“Ada satu hal yang saya ingat, tetapi saya tidak tahu apakah berkaitan dengan map ini.”

“Katakan.”

“Pada masa itu, kami menerima beberapa map tanpa nomor induk tetap. Kami diminta mengelompokkan dokumen berdasarkan kategori sementara, lalu menunggu keputusan bagian pemilik mengenai penempatan akhirnya.”

Gu Chenxiao tidak bergerak.

“Siapa yang memberi instruksi?”

“Saya tidak ingat nama orangnya. Instruksi itu disampaikan dalam pekerjaan bersama, bukan secara pribadi kepada saya.”

“Apakah semua map diperlakukan dengan cara yang sama?”

“Tidak. Ada map yang sudah memiliki nomor induk, jadi kami hanya memeriksa kategorinya. Ada juga map yang isinya bercampur dan harus dipisahkan.”

“Apakah map yang kau pinjam termasuk kelompok kedua?”

Lin Qiao menggeleng pelan.

“Saya tidak bisa memastikan.”

Gu Chenxiao mengangguk.

“Baik. Terima kasih.”

Lin Qiao tampak heran.

“Pewaris Muda tidak ingin saya memeriksa ingatan saya lebih jauh?”

“Jika kau mengingat sesuatu yang relevan, kau boleh menyampaikannya. Namun, jangan menebak hanya untuk memberikan jawaban.”

Gu Chenxiao berdiri.

“Kesalahan ingatan yang disampaikan dengan yakin bisa lebih merusak daripada tidak adanya jawaban.”

Nama di Balik Kategori Sementara

Ketika Gu Chenxiao kembali ke kompleks keluarga, Han Yu telah menemukan daftar isi yang mereka cari.

Daftar itu tidak lengkap, tetapi memuat tujuh jenis dokumen.

Dua laporan pemeliharaan.

Satu daftar inventaris.

Satu catatan pemeriksaan kategori.

Dua surat pengantar.

Dan satu kelompok dokumen yang dicatat sebagai:

Lampiran pemeriksaan aset wilayah barat — belum memiliki kategori akhir.

Gu Chenxiao membaca keterangan tersebut.

Itulah pertama kalinya kelompok dokumen dengan deskripsi tersebut muncul pada catatan peminjaman yang mereka telusuri.

Namun, masih belum jelas apakah kelompok ini sama dengan tujuh lembar laporan pemeriksaan aset wilayah barat yang mereka temukan sebelumnya.

Tidak ada nomor halaman.

Tidak ada jumlah lembar.

Tidak ada nomor induk yang dapat digunakan untuk mencocokkan kedua catatan.

Yang mereka ketahui hanya bahwa sebuah map pernah memuat atau setidaknya dikaitkan dengan dokumen berjudul serupa.

Paman Fu menunjuk catatan penerimaan.

“Di sini tertulis map dikembalikan kepada Duan Cheng. Jika kita menemuinya, mungkin dia ingat apakah dokumen itu dipisahkan.”

“Mungkin.”

“Dan jika dia mengingatnya?”

“Kita minta dia menunjukkan catatan yang mendukung ingatannya.”

Gu Chenxiao memandang daftar isi sekali lagi.

“Jika dia tidak mengingatnya, kita periksa daftar penataan kategori.”

Dia lalu melihat satu catatan kecil di bagian bawah halaman.

Dokumen yang belum memiliki kategori akhir tidak boleh digabungkan dengan daftar penghapusan sebelum keputusan bagian pemilik diterima.

Gu Chenxiao terdiam.

Kalimat itu mirip dengan tulisan pada label yang pernah ditemukan di dalam bundel arsip:

Jangan gabungkan dengan daftar penghapusan.

Kemiripannya tidak dapat diabaikan.

Namun, kedua kalimat itu juga bisa berasal dari prosedur yang sama. Jika aturan tersebut memang berlaku umum, kesamaan kata tidak menunjukkan hubungan langsung antara dua dokumen.

Gu Chenxiao tidak membiarkan dirinya terbawa oleh rasa puas karena menemukan kemiripan.

Dia meminta Han Yu mencari versi resmi pedoman penataan kategori sementara yang berlaku pada periode itu.

Jika kalimat tersebut memang bagian dari pedoman, kemiripan itu akan kehilangan sebagian besar nilainya sebagai petunjuk.

Jika hanya muncul pada catatan tertentu, mereka perlu mengetahui siapa yang menuliskannya dan atas dasar apa.

Paman Fu memandangnya dengan serius.

“Pewaris Muda, bagaimana jika semua ini memang berhubungan dengan daftar penghapusan?”

Gu Chenxiao menutup map.

“Kalau begitu, kita harus membuktikannya melalui hubungan dokumen, bukan melalui keinginan kita agar semuanya berhubungan.”

Dia berjalan menuju jendela.

Matahari telah tenggelam, meninggalkan garis merah tipis di balik atap bangunan.

Penyelidikan mereka kini memiliki satu jalur baru: penataan kategori sementara.

Jalur itu menghubungkan tugas pemeriksaan kelengkapan, peminjaman map, penerimaan oleh Duan Cheng, dan sebuah kelompok dokumen yang belum memperoleh kategori akhir.

Tetapi belum ada bukti bahwa kelompok tersebut merupakan lampiran yang hilang.

Belum ada bukti bahwa tugas Xu Ren menghasilkan dokumen di dalam map itu.

Dan belum ada bukti bahwa siapa pun sengaja memanfaatkan prosedur kategori sementara untuk memengaruhi daftar penghapusan.

Gu Chenxiao justru menyukai keadaan seperti ini.

Semakin banyak kemungkinan yang dapat dibedakan melalui bukti, semakin kecil ruang bagi orang lain untuk mengendalikan kesimpulan akhirnya.

Dia mengambil pena dan menulis satu kalimat di halaman baru:

Cari keputusan bagian pemilik yang seharusnya mengakhiri status kategori sementara.

Jika keputusan itu ada, mereka dapat menelusuri siapa yang menerimanya dan bagaimana dokumen akhirnya diklasifikasikan.

Jika keputusan itu tidak ada, mereka perlu mengetahui mengapa dokumen tersebut tetap bergerak di antara berbagai bagian.

Dan jika status sementara berubah menjadi persetujuan penghapusan tanpa keputusan yang diwajibkan, barulah mereka akan memiliki persoalan yang jauh lebih serius daripada indeks yang tidak lengkap.

Gu Chenxiao menutup buku catatannya.

Seseorang pernah menganggap bahwa dokumen yang tidak memiliki kategori akhir dapat dibiarkan menunggu tanpa batas.

Seseorang yang lain mungkin telah menemukan cara menggunakan keadaan itu.

Gu Chenxiao belum tahu siapa mereka.

Tetapi sekarang, dia tahu satu hal yang tidak diketahui ketika penyelidikan ini dimulai.

Dokumen yang hilang itu mungkin bukan satu-satunya hal yang tidak pernah memperoleh keputusan akhir.

Dan jika beberapa pekerjaan dibiarkan menggantung pada waktu yang sama, pertanyaan berikutnya bukan lagi sekadar siapa yang lupa menyelesaikannya.

Melainkan siapa yang memiliki keuntungan ketika tidak ada seorang pun yang diwajibkan menjawab.

Bersambung — Bab 28: Status Sementara

1
Nanik S
Hadir... dan awal yang berbeda
ARTHUR
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!