NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Sang Don Mafia

Istri Kontrak Sang Don Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Duda / Penikahan Kontrak / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: Silvia

Demi menyelamatkan nyawa ibunya, Vivian Ward terpaksa menerima lamaran pria paling berbahaya di Los Angeles: pemilik kasino yang haus kuasa dan tak pernah mendengar kata "tidak".

Di hari pernikahan yang seharusnya menjadi akhir hidupnya, seorang pria berjas putih menerobos masuk dengan pistol berlapis emas. Dominic Blackwood, Don mafia Jerman yang namanya saja cukup membuat para bajingan berlutut. Tawarannya sederhana: menikah dengannya selama setahun. Tanpa sentuhan, kecuali Vivian sendiri yang menginginkannya.

Tapi sang Don punya rahasianya sendiri: seorang keponakan mungil yang tak pernah bicara, nenek cerewet yang suka ikut campur, keluarga mafia yang penuh bayang-bayang, dan musuh lama yang mengincar segala yang ia lindungi.

Kontrak setahun. Pernikahan tanpa cinta. Namun semakin lama Vivian tinggal di mansion itu, semakin sulit ia menyangkal bahwa pria yang ditakuti seluruh dunia hanya bisa selembut itu padanya.

Akankah kesepakatan di atas kertas berubah menjadi cinta sungguhan, atau justru menjadi kelemahan paling mematikan sang Don?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir

Vivian memandangi gaun pengantin yang ia letakkan di atas ranjang, lalu tersenyum getir sambil menggeleng. Dulu ia selalu mengira kalau suatu hari menikah, itu akan dengan pria yang sungguh ia cintai. Dan kini ia membenci tanpa ampun pria yang kelak menjadi suaminya.

Ibunya baru akan dioperasi setelah pernikahan, itulah kesepakatannya, dan tak ada jalan mundur.

Tetapi kehampaan yang Vivian rasakan terus membesar setiap detik, menit, dan jam yang berlalu menuju hari pernikahan itu.

Ia tahu saudara kembarnya sedang memulihkan diri dari dua tulang rusuk yang patah, satu lengan retak, dan luka memar di sekujur tubuh. Kenapa? Vivian tak mengerti bagaimana Theo, yang tahu siapa Elliott Foster, bisa mendekati pria itu. Pekerjaan yang jujur memberi ketenangan, begitu yang selalu diajarkan ibu mereka.

Ia mengeluarkan sisa isi kotak-kotak itu: sepatu, sandal, pakaian untuk segala kesempatan, juga perhiasan, semuanya berkualitas tinggi dan sangat mahal. Meski begitu, ia tak menyentuh apa pun dan membiarkannya tetap di dalam kotak.

Ia bangkit, ia harus menjenguk ibunya. Elliott melarangnya kembali bekerja, dan kalau pria itu bisa berbuat sesukanya, mungkin sekarang ia sudah tinggal di mansionnya.

MANSION BLACKWOOD

"Ke mana saja kau, bocah curang? Awas kalau kutangkap!" Dominic mendengar suara neneknya dari kamar. Ia tak bisa menahan senyum. Ibu dan neneknya selalu saja dramatis.

Pintu terbuka, dan sang nenek muncul sambil menyapukan pandang ke setiap sudut ruangan.

"Nenek kira kau menyembunyikan perempuan di tempat tidurmu."

Dominic tersenyum geli.

"Nek, semoga harimu menyenangkan. Aku juga kangen Nenek."

Sikap wanita itu melunak, menunjukkan sisi yang selalu bersembunyi di balik topeng perempuan keras. Ia mendesah dan duduk di tepi ranjang.

"Kau memang mengenal Nenek dengan baik, cucuku, dan Nenek menyayangimu sepenuh hati."

"Nenek pembohong. Nenek dan Mama kerjanya cuma mencarikan istri untukku." Ia pura-pura tersinggung.

"Mungkin karena umurmu sudah tiga puluh, dan kau belum juga memutuskan punya istri. Atau jangan-jangan kau tidak suka perempuan? Bilang saja yang sebenarnya, Nenek akan mengerti."

Dominic tergelak.

"Bagaimana Nenek bisa bilang begitu? Tentu saja aku suka perempuan. Hanya saja belum ada yang mau menerima Vicky juga."

Sang nenek menatapnya penuh kasih.

"Kau mengurus Vicky, tapi kau tak boleh mengikat dan mengurung dirimu. Vicky butuh seorang perempuan yang punya kasih seorang ibu."

"Aku tahu, Nek. Tapi perempuan-perempuan yang kupilih untuk berkenalan dengan Vicky tak memperhatikannya sama sekali, mereka malah berusaha menaklukkanku. Aku tak mau mengambil risiko anak itu diabaikan gara-gara birahi."

"Kau benar, Nak. Nenek percaya yang tepat akan datang." Ia menepuk bahu cucunya sebelum keluar.

Dominic mengulum senyum. Setidaknya perdebatan itu sudah selesai.

Ia mengirim pesan kepada penasihatnya, dan langsung ditelepon balik.

"Don, silakan perintah," jawab pria itu, menunggu perintahnya.

"Suruh semuanya bersiap untuk besok," ujar Dominic. "Kita harus menghadiri sebuah pernikahan."

"Baik, Bos."

"Tapi, hmm..." Ia berpikir sejenak. "Bukankah aneh, bajingan itu bisa menemukan perempuan yang mau menikah dengannya, dengan sampahnya dia, apalagi playboy? Ada yang tidak cocok." Ia memeriksa laporan yang diserahkan kepadanya.

"Panggil Alowen."

"Siap, Bos."

Penasihatnya keluar dengan heran, bertanya-tanya apa yang sedang direncanakan atasannya.

Sementara itu Dominic tetap merenungkan pernikahan pria itu. Elliott tak pernah menjadi temannya. Ia bajingan yang mengira Dominic tak akan menagih karena sedang tidak berada di negara ini.

Dulu Dominic pergi ke Rusia memenuhi panggilan mafia Rusia di Kremlin, tempat ia akan menerima gelar Don. Beberapa bulan setelah penunjukan itu, kabar datang bahwa mafia saingan di Jerman menyerang kakak sulungnya bersama istrinya dan membunuh mereka dengan darah dingin. Pada hari malang itu putri mereka yang baru berumur setahun tinggal di rumah bersama ibu dan neneknya. Dominic-lah yang mendapat tugas mengasuh si kecil Victoria, yang kini berusia empat tahun.

Ia merawatnya penuh pengabdian, memikul tanggung jawabnya seolah ayah kandung. Meski anak itu tahu Dominic pamannya, baginya ia adalah Papa. Dan Dominic menerimanya begitu.

Tetapi si kecil punya dua masalah: ia tidak bicara sejak lahir, dan asupan makannya lebih sedikit dari anak seusianya. Itu membuat Dominic menjalankan protokol tertentu padanya. Ia sangat teliti terhadap orang-orang di sekelilingnya.

Perempuan-perempuan yang ia pekerjakan untuk membantu pendidikan Vicky hanya sibuk mencari muka padanya, berpakaian menggoda. Dominic jelas mencoret mereka semua. Ia tak perlu menggelar kontes kecantikan untuk mendapatkan perempuan, ia hanya ingin ada yang membantu putri kecilnya.

"Dominic, aku sudah dapat hasil penyelidikan soal calon istri Elliott Foster," kata sahabat sekaligus asistennya sambil menyerahkan salinan laporan. "Dugaanmu benar."

Dominic menatap kertas itu, lalu Alowen, sahabatnya seumur hidup.

"Gadis itu terlilit masalah keuangan parah. Ibunya dirawat di rumah sakit karena kanker, ia tinggal di apartemen kecil berkamar dua, bekerja di apotek dengan gaji yang tak cukup untuk menutup semua biaya yang menimpanya.

"Tapi lihat ini. Saudara kembarnya dijebak Elliott. Anak itu tak berpengalaman, Elliott meminjamkan uang lalu memaksanya berjudi sampai kalah. Kau dan aku tahu bagaimana ujungnya. Di sini tercatat sejumlah besar uang yang dibayarkan ke rumah sakit, dan lihat siapa yang membayarnya... Elliott Foster."

"Si keparat itu memaksanya," ucap Dominic dengan muak. Ia kejam terhadap musuh atau siapa saja yang menyulut amarahnya, mafioso yang ditakuti semua orang, tetapi ia benci penindasan terhadap perempuan atau mereka yang tak berdaya.

"Besok aku akan hadir di pernikahan itu," katanya sambil membakar kertas yang diserahkan Alowen.

Sahabatnya mengulas senyum tipis. Ia terlalu mengenal Dominic: pria itu tidak membuat gaduh, tidak mengumumkan kedatangannya. Dan itu berbahaya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!