NovelToon NovelToon
BESAN ADALAH MAUT

BESAN ADALAH MAUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Barra Ayazzio

Handoko Priambodo dan Mellisa Ariani pernah saling mencintai saat masih kuliah. Namun, impian mereka kandas ketika Handoko melanjutkan studi S2 ke luar negeri, memaksa mereka berpisah dan menjalani kehidupan masing-masing.

Puluhan tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di acara lamaran putra Handoko dengan putri Mellisa. Pertemuan itu membangkitkan kembali cinta lama yang seharusnya telah terkubur.

Di balik status mereka sebagai calon besan, terjalin kembali hubungan terlarang yang mengancam menghancurkan rumah tangga, melukai anak-anak mereka, dan mengoyak dua keluarga sekaligus.

Akankah mereka memilih cinta masa lalu, atau mempertahankan kebahagiaan anak-anak mereka?

Karena terkadang, **besan adalah maut**.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Barra Ayazzio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Terlambat Mengetahui Kebenaran

Mellisa menatap Handoko dengan wajah penuh keterkejutan. Penjelasan laki-laki itu benar-benar di luar dugaannya. Namun, meskipun hatinya mulai goyah, dia masih belum bisa begitu saja mempercayainya.

"Lalu, kenapa Mas tidak mencariku dan menjelaskan semuanya padaku?" tanyanya. Suaranya terdengar bergetar, tetapi masih menyimpan keraguan. "Kan setelah pulang mengantar lamaran itu, Mas cek ponsel. Di sana ada puluhan notifikasi dan chat aku. Ini kan tidak? Mas nggak sekalipun mencariku."

Handoko terdiam. Dia bisa memahami mengapa Mellisa berpikir seperti itu. Jika berada di posisi perempuan itu, mungkin dirinya pun akan memiliki pikiran yang sama.

Namun ada sesuatu yang baru disadari Handoko saat mendengar pertanyaan Mellisa. Ternyata, selama ini mereka bukan hanya terpisah oleh keadaan. Mereka juga sama-sama salah memahami apa yang sebenarnya terjadi pada hari itu.

"Masalahnya, sepulang dari lamaran itu, mobil keluarga kami mengalami kecelakaan," jawab Handoko pelan.

Mellisa langsung terdiam.

"Ayah dan Mas Haryanto meninggal di tempat. Aku dan ibu mengalami luka berat. Bahkan aku sempat koma selama sebulan."

Wajah Mellisa seketika berubah. Matanya membesar, seolah-olah tidak pernah membayangkan bahwa di balik diamnya Handoko selama ini ternyata tersimpan sebuah tragedi besar.

"Sadar dari koma, aku mencari-cari ponsel itu. Nggak ada. Mungkin ikut rusak saat terjadi kecelakaan itu."

Mellisa menundukkan pandangan. Perlahan, keyakinan yang selama bertahun-tahun dia pegang mulai runtuh. Puluhan pesan yang dia kirimkan.

Panggilan yang berkali-kali dia lakukan. Tidak pernah dibalas.

Selama ini dia mengira Handoko sudah melihat semuanya, tetapi memilih tidak menjawab. Ternyata, laki-laki itu bahkan tidak pernah memiliki ponselnya lagi.

"Setelah sadar, aku perlu waktu selama dua minggu untuk menyusulmu ke Bandung," lanjut Handoko. "Namun, apa yang aku dapatkan?"

Handoko tersenyum getir. "Saat masuk ke gerbang komplek rumahmu, aku ketemu tetanggamu. Dia menjelaskan kalau kamu baru saja menikah kemarin."

Mellisa membeku. "Dan saat itu..." Handoko menarik napas panjang. "Kamu sedang honeymoon ke Paris."

"Apa?"

Keterkejutan Mellisa begitu jelas. Wajahnya memucat, matanya berkaca-kaca. Dia menatap Handoko seolah baru saja mendengar sesuatu yang mengubah seluruh cerita masa lalunya.

Handoko memandang perempuan di hadapannya itu dalam-dalam. Kini dia mengerti. Mellisa pasti selama ini mengira dirinya tidak pernah datang mencarinya. Padahal dia datang. Hanya saja, dia datang setelah semuanya terlambat.

Dan tiba-tiba Handoko pun menyadari sesuatu yang lain. Bukan hanya Mellisa yang salah memahami keadaan. Dirinya juga. Selama ini Handoko mengira Mellisa menikah karena laki-laki lain telah datang melamarnya. Dia tidak pernah tahu bahwa Mellisa sebenarnya datang mencarinya sebelum pernikahan itu terjadi. Dia juga tidak tahu bahwa ketika Mellisa mendengar kabar tentang sebuah lamaran yang dibawa keluarganya, perempuan itu mengira dirinyalah yang datang untuk melamar kekasihnya.

Padahal bukan dia. Yang datang membawa lamaran itu adalah Haryanto. Kakaknya. Handoko hanya ikut mengantar keluarganya. Dia sama sekali tidak datang untuk melamar perempuan lain.

Namun dari sudut pandang Mellisa, semuanya terlihat berbeda. Dia melihat keluarga Handoko datang membawa lamaran. Dia mengetahui bahwa Handokolah yang melamar, karena penjelasa ART mereka.

Lalu, ketika mencoba mencari penjelasan, Handoko tidak pernah bisa dihubungi. Tidak ada pesan yang dibalas. Tidak ada telepon yang diangkat. Tidak ada penjelasan. Maka wajar jika Mellisa menyimpulkan bahwa Handoko telah memilih perempuan lain.

Dan di sisi Handoko, semuanya pun tampak sama menyakitkannya. Ketika akhirnya dia tiba di rumah Mellisa, tetangganya justru mengatakan bahwa Mellisa baru saja menikah dan sedang pergi honeymoon ke Paris.

Handoko tidak pernah tahu bahwa pernikahan itu terjadi setelah Mellisa menunggu dirinya. Dia tidak tahu bahwa perempuan itu menikah dalam keadaan patah hati karena mengira dirinya telah memilih orang lain.

Dan Mellisa tidak pernah tahu bahwa laki-laki yang dia kira telah melamarnya ternyata sama sekali tidak melamar siapa pun.

Handoko mengusap wajahnya perlahan.

"Jadi..." suaranya terdengar berat, "selama ini kamu mengira aku yang datang melamar perempuan itu?"

Mellisa menatapnya dengan mata berkaca-kaca. "Ya." Dia menggangguku perlahan.

"Yang melamar waktu itu Mas Haryanto. Bukan aku."

Mellisa seperti kehilangan kata-kata. Handoko menatapnya, dan dia kini benar-benar memahami betapa tragisnya kesalahpahaman mereka.

"Kamu mengira aku menikah dengan orang lain karena aku memilih dia," katanya lirih. "Sementara aku datang ke Bandung karena ingin mencarimu. Tapi ketika aku sampai, aku justru mendengar kamu sudah menikah."

Air mata Mellisa akhirnya jatuh. Handoko pun menundukkan wajahnya. Kini dia tidak bisa lagi menyalahkan Mellisa. Perempuan itu memang salah memahami keadaan, karena penjelasan ART-nya, tetapi dia pun melakukan hal yang sama.

Mereka sama-sama tidak tahu. Sama-sama menunggu. Sama-sama mencari.Sama-sama terluka.

Dan yang paling menyakitkan, mereka ternyata masih saling mencintai ketika semuanya terjadi.

Hanya saja, sebuah lamaran yang bukan miliknya, sebuah kecelakaan yang merenggut keluarganya, sebuah ponsel yang hilang, serta kabar yang datang terlambat telah membuat mereka percaya bahwa orang yang mereka cintai telah memilih untuk pergi.

Padahal tidak. Tidak pernah ada yang benar-benar pergi. Mereka hanya kehilangan jalan untuk saling menemukan. Mellisa menatap Handoko dengan wajah penuh keterkejutan. Penjelasan laki-laki itu benar-benar di luar dugaannya.

Handoko terdiam cukup lama. Kenangan hari itu kembali memenuhi kepalanya. Hari ketika setelah berjuang untuk pulih, dia justru mendapatkan kabar yang paling tidak ingin didengarnya.

Tatapannya menerawang, seolah-olah sedang kembali berdiri di depan rumah Mellisa, bertahun-tahun lalu. Saat itu dia datang dengan satu harapan sederhana—bertemu dengan perempuan yang selama ini dicintainya, menjelaskan semuanya, lalu membawa pulang kembali hubungan mereka yang sempat terputus.

Namun, yang dia dapatkan justru kabar bahwa Mellisa telah menikah. Bahkan sedang pergi honeymoon ke Paris. Handoko mengembuskan napas panjang. Suaranya terdengar berat ketika akhirnya kembali berbicara.

"Kamu tahu, Mel..." katanya pelan. "Setelah mengetahui kamu sudah menikah dan sedang honeymoon ke Paris, duniaku hancur."

Mellisa menatapnya. Matanya mulai berkaca-kaca.

"Bayangkan!" Handoko tersenyum getir. "Aku kembali ke Yogyakarta dalam keadaan hancur lebur."

Dia menundukkan wajahnya sesaat, seolah masih bisa merasakan kembali perasaan yang memenuhi dadanya pada hari itu. "Wanita yang aku cintai. Wanita yang selama ini selalu aku angankan untuk menjadi pendampingku..." Suaranya mulai bergetar. "Malah memilih laki-laki lain."

Mellisa menahan napas.

"Dan yang lebih menyakitkan..." Handoko berhenti sebentar, "...mereka sedang bersenang-senang di kota yang terkenal romantis. Paris."

Kata terakhir itu keluar begitu pelan, tetapi justru terasa paling menyakitkan. Handoko masih mengingat bagaimana perjalanan pulangnya ke Yogyakarta terasa begitu panjang. Dia duduk di dalam mobil dengan tubuh yang sebenarnya belum sepenuhnya pulih, tetapi rasa sakit yang paling berat justru bukan berasal dari luka akibat kecelakaan.

Luka itu ada di dadanya. Dia baru saja kehilangan ayah dan kakaknya. Dan pada hari yang sama, dia merasa kehilangan perempuan yang paling dicintainya. Dia bahkan tidak memiliki kesempatan untuk bertanya. Tidak punya kesempatan untuk menjelaskan. Tidak tahu bahwa Mellisa sebenarnya juga menunggunya.

Yang dia tahu hanyalah satu: perempuan yang selama ini dia bayangkan akan berdiri di sampingnya sebagai istrinya kini telah menjadi istri laki-laki lain. Sementara dirinya harus kembali ke Yogyakarta dengan membawa kenyataan itu seorang diri.

Mellisa menatap Handoko dengan air mata yang semakin menggenang. Kini dia bisa membayangkan betapa hancurnya laki-laki itu saat kembali ke Yogyakarta.

Kini, Mellisa menyadari sesuatu yang membuat hatinya semakin sakit. Saat Handoko pulang dengan hati yang hancur karena mengira dirinya telah memilih laki-laki lain, Mellisa pun menjalani hari-harinya dengan luka yang sama karena mengira Handoko telah memilih perempuan lain.

Mereka sama-sama patah hati. Mereka sama-sama merasa ditinggalkan. Padahal, tidak seorang pun dari mereka benar-benar berniat meninggalkan.

1
~Ni Inda~
Berattt
Hrsnya gak begini
Lawan dong...tolong
Masa...waktu.. sdh berganti
Pikirkan anak² kalian
Alihkan rasa cinta menjadi persaudaraan
Bisa...bisa kok
Asal kalian lakukan dg sadar...ikhlas
falea sezi
jalang lacur uda tua kok jd pelakor
Jamayah Tambi
Nak jawab macam mana tu Mel.Nak terus terang ke bohong.
sutiasih kasih
km akn meraskn yg di rsakn pratiwi.... saat ankmu mngalami hal yg sm....😔😔
sutiasih kasih
bukan cerita masa lalu... tpi masa skrg... yg kalian rajut....
smoga kalian psangan yg tak tau diri... mnyesal krna tak dpt brfikir jernih... lbh mnfedepsmkam nafsu... shingga tak memikirkn ank" kalian yg skn mnikah....
sebaiknya secptnya trbongkar.... ank" tak jdi.mnikah akn lbh baik... biar ank" mmbenci kelakuan tak patut kalian... handoko dan melisa🙄🙄🙄🙄
Jamayah Tambi
Tanya pada tempat yg betul.Tak tau apa jawaban Melissa.Jujur atau tipu
Jamayah Tambi
Berhenti Handoko,kau dah ada rumah mu sendiri.zPratiwi nak letak kat mana kalau kau mrnikahi Melissa
Jamayah Tambi
Kau ada bini,jaga je bini lau.Bini yg baik dan setia.Biar Melissa dan Randy.Mereka duda dan janda tak ada masalah.Simpan je perasaanmu Handoko
sutiasih kasih: handoko msih brnafsu mngejar bahagia semu di ujung jln kak....
nnti klo smua sdh hancur.... bru dia sadar dan mnyesali... krna tak ada jln untuk kmbali....
total 1 replies
Jamayah Tambi
Mana satu nak pilih Mel
Jamayah Tambi
Kesian juga Si Mellisa tak pernah mengecap bahagia setelah menikah .Kemudian menjada selama puluhan tahun.
Jamayah Tambi
Tak pasal2 bapak mertua jd bapak tiri.Hah pelik tp benar.Orang tua klu jatuh cinta lagi,mesumnya mengalahkan anak muda.
Jamayah Tambi
Jangan ikutvhati Handojo.Ingat umur.Bahagikan anak2 kalian.Mungkin kamu dan Melisa memang tidak berjodoh.Kalau kau menikahi Mekissa bagaimana dgn Pratiwi
Oma Gavin
melisa sadar jgn amnesia ingat anakmu perlu bahagia dgn calonnya jgnnlamu cuma mikir kebahagiaan dan kesenangan mu saja fintaylsma mu udah tutup buku ngga perlu dibuka lagi, jgn korbankan kania demi keegoisanku mu sendiri
Jamayah Tambi: Saranku ,jangan niksh dgn Handoko kerana banyak hati ygvterluka.Pratiwi,kina dan Raka.Klu Randy duda atau hujang terlajak ya nikah saja dgnnya.
total 1 replies
sutiasih kasih
lnjutkn kbodohan oleh nafsumu handoko....
prtemuanmu dgn melisa bukanlah cinta tpi hnya rasa penasaranmu krna km tk mnikah dgnnya saat dulu....
tpi kelak... saat km merealisasikn mnikahi melisa.... km akn tau rsanya mnyesali tindakn bodohmu...
Oma Gavin
feeling ku pernikahan anaknya ngga terealisasi karena kebongkar perselingkuhan ortu masing" mereka pasti malu lebih baik mundur daripada berantakan
Oma Gavin
lanjutkan dan jgn melek mata' kalian berdua kan lagi jatuh cinta jadi masing" buta dengan kebahagiaan anak" kalian tetaplah edan jgn sadar
sutiasih kasih: sadarnya nnti aj... klo sdh di hadpkn dgn khilangan dan kehancuran keluarga....
tak ada lgi jln pulang dri petualangan nafsu yg sesat....
🙄🙄
total 1 replies
sutiasih kasih
gmn klo smpe km tau knyataannya wi.... suamimu sdh main gila dgn calon besanmu....
Jamayah Tambi
Depan isteri kau boleh buat Handoko.Kalau ketahuan macam mana.Tak ke merusak hubungn anak2 kamu nanti
Jamayah Tambi
Masalah manusia ialah otak sihat kalah dgn hati yg bercelaru
Jamayah Tambi
Menikah kerana tanggungjawab, bukan cinta kerana hati masing2 mencintai yg lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!