Berawal dari niat Baik yang berujung pada jatuhnya ia dari lantai dua puluh Gedung Dingfeng.
Jiang Chen, seorang pemuda yang putus asa mencari pekerjaan, secara tidak sengaja mewarisi jutaan pengetahuan rahasia medis dan kekuatan kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Tap tap tap.
Suara langkah kaki puluhan orang menggema keras di lorong area VIP rumah sakit.
Pintu ganda ruang ICU didorong terbuka dengan sangat kasar dari luar.
Seorang pria tua berambut putih masuk dengan napas terengah-engah dan wajah panik.
Pria tua itu mengenakan pakaian tradisional Tiongkok berwarna abu-abu yang dijahit dari kain sutra mahal.
Wajahnya dipenuhi keriput yang dalam, tetapi sorot matanya tajam menyapu seisi ruangan seperti seekor elang.
Dia adalah Shen Changyuan, legenda medis tingkat nasional sekaligus kepala keluarga Shen.
"Di mana cucuku?! Bagaimana keadaannya sekarang?!" teriak Shen Changyuan dengan suara menggelegar.
Aura kekuasaan dari pria tua itu membuat seluruh dokter dan perawat di ruangan otomatis menundukkan kepala.
Pengawal Zhao langsung berlari menghampiri pria tua itu dan membungkukkan badannya dengan hormat.
"Tuan Besar, Nona Muxue sudah berhasil melewati masa kritisnya," lapor Zhao dengan cepat.
Shen Changyuan menghela napas lega yang sangat panjang hingga tubuhnya sedikit terhuyung ke belakang.
"Syukurlah, syukurlah langit masih melindunginya malam ini," gumam Shen Changyuan sambil mengusap dadanya.
Dia segera berjalan setengah berlari mendekati kursi roda tempat Shen Muxue duduk diam.
"Kakek, aku merasa jauh lebih baik sekarang," sapa Shen Muxue dengan senyuman lembut.
Gadis muda itu tidak lagi menggigil kedinginan seperti biasanya setiap kali penyakitnya kambuh.
Warna merah muda alami terlihat sangat jelas mewarnai pipi dan bibir pucatnya.
Mata tua Shen Changyuan membelalak lebar melihat perubahan fisik yang sangat drastis pada cucu kesayangannya.
"Ini tidak mungkin, hawa dingin mematikan di tubuhmu benar-benar menghilang," ucap Shen Changyuan tidak percaya.
Dia langsung meraih pergelangan tangan Shen Muxue dan menempelkan tiga jarinya di sana dengan hati-hati.
Sebagai seorang ahli pengobatan tradisional tingkat atas, mengecek denyut nadi adalah kemampuan dasar yang paling dia kuasai.
Keheningan menyelimuti ruangan gawat darurat itu selama beberapa saat.
Semua orang menunggu diagnosis dari sang legenda medis dengan jantung yang berdebar kencang.
"Denyut nadimu sangat kuat dan stabil," gumam Shen Changyuan dengan wajah syok berat.
"Bahkan sumbatan energi Yin di meridian jantungmu sudah hancur berkeping-keping tanpa sisa."
Pria tua itu melepaskan tangannya dan menatap wajah cucunya dengan mata berkaca-kaca menahan haru.
"Siapa yang melakukan ini? Dokter jenius mana yang berhasil menciptakan keajaiban ini?!" tanya Shen Changyuan dengan suara bergetar.
Dokter kepala rumah sakit tiba-tiba melangkah maju memecah keheningan dengan wajah penuh senyum bangga.
"Itu adalah hasil kerja keras tim medis kami, Tuan Besar Shen," bohong dokter kepala itu tanpa rasa malu sedikit pun.
"Kami menyuntikkan obat diazepam dosis tinggi untuk menenangkan saraf Nona Muxue saat kejang."
Jiang Chen yang bersandar santai di dinding hanya bisa memutar bola matanya mendengar kebohongan murahan itu.
'Manusia satu ini benar-benar tidak punya urat malu sama sekali,' batin Jiang Chen merasa sangat jengkel.
Namun sebelum Jiang Chen sempat membuka mulut untuk membantah, Pengawal Zhao sudah bertindak lebih dulu.
Plak.
Sebuah tamparan yang sangat keras dan bertenaga mendarat tepat di wajah dokter kepala tersebut.
Bunyi tamparan itu sangat nyaring hingga membuat beberapa perawat muda menjerit kaget sambil menutup mulut.
Tubuh dokter tua itu terpelanting ke lantai keramik dengan sudut bibir yang langsung mengalirkan darah segar.
"Tutup mulut busukmu itu, dasar dokter penipu!" bentak Zhao dengan mata melotot memancarkan niat membunuh.
"Suntikan bodohmu itu hampir saja mengirim Nona Muxue ke akhirat satu menit yang lalu!"
Shen Changyuan menatap pengawalnya dengan dahi berkerut tajam merasa bingung.
"Zhao, jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi di ruangan ini sejak tadi," perintah Shen Changyuan tegas.
Zhao segera menundukkan kepalanya lagi dan menunjuk lurus ke arah Jiang Chen yang bersandar di dinding.
"Pemuda itulah yang menyelamatkan nyawa Nona Muxue dari kematian, Tuan Besar."
Semua anggota keluarga Shen dan puluhan pengawal yang baru datang langsung menoleh serentak ke arah yang ditunjuk Zhao.
Mereka melihat seorang pemuda kurus berpenampilan kumal dengan kemeja kusam dan celana murahan.
Jiang Chen hanya membalas puluhan tatapan tajam itu dengan lambaian tangan kecil dan senyum canggung.
"Halo Kek, cucumu sangat manis," sapa Jiang Chen asal-asalan tanpa beban.
Su Yuhan yang masih duduk di atas ranjang pasien hanya bisa menepuk jidatnya melihat kelakuan konyol Jiang Chen.
Pria itu benar-benar tidak tahu cara bersikap sopan di depan tokoh paling berpengaruh di kota ini.
Shen Changyuan menatap Jiang Chen dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tatapan menilai yang tajam.
"Anak muda ini yang menghancurkan energi Yin raksasa di jantung Muxue?" tanya Shen Changyuan dengan nada ragu.
"Benar Tuan Besar, dan dia melakukannya tanpa menggunakan obat atau alat medis apa pun," jawab Zhao sangat yakin.
Mata Shen Changyuan kembali membelalak lebar mendengar laporan dari pengawal kepercayaannya tersebut.
"Tanpa alat medis sama sekali? Lalu bagaimana cara dia menyembuhkannya dalam waktu singkat?" desak Shen Changyuan.
"Dia hanya menggunakan jarinya dan mengetuk dada serta perut Nona Muxue beberapa kali dengan sangat cepat."
Zhao mencoba memperagakan gerakan tangan Jiang Chen sebelumnya dengan kaku di udara.
"Setelah dada Nona ditekan kuat, Nona Muxue memuntahkan darah hitam dan suhu tubuhnya langsung kembali normal."
Shen Changyuan terdiam mematung mendengar penjelasan medis yang terdengar sangat tidak masuk akal itu.
Sebagai legenda medis, dia tahu persis betapa ganas dan mematikannya penyakit hawa dingin yang diderita cucunya.
Bahkan dirinya sendiri membutuhkan puluhan jarum akupunktur perak hanya untuk meredakan rasa sakit Muxue sementara waktu.
Menghancurkan sumbatan Yin yang begitu kuat hanya dengan ketukan jari telanjang adalah hal yang sangat mustahil secara teori.
"Apakah kau menggunakan aliran Qi langsung untuk menembus titik meridiannya?" tanya Shen Changyuan kepada Jiang Chen.
Suara pria tua itu terdengar sangat berhati-hati, seolah takut menyinggung perasaan pemuda miskin di depannya.
Jiang Chen menguap lebar sambil meregangkan otot bahunya yang terasa sangat kaku.
"Begitulah kira-kira, aku hanya menekan titik Juque dan memaksakan sedikit hawa panas ke dalamnya," jawab Jiang Chen dengan nada santai.
"Lagipula cara itu jauh lebih cepat daripada harus mencari jarum akupunktur berkarat di rumah sakit ini."
Mendengar konfirmasi santai dari mulut Jiang Chen, lutut Shen Changyuan terasa lemas seketika.
Dia mundur selangkah ke belakang dan hampir saja terjatuh ke lantai kalau tidak segera ditahan oleh lengan kokoh Zhao.
"Mengalirkan Qi murni tanpa perantara jarum perak, itu adalah teknik penyembuhan tingkat dewa," gumam Shen Changyuan dengan wajah pucat pasi.
"Hanya tabib kuno legendaris dari ratusan tahun lalu yang bisa memanipulasi energi internal sepresisi itu."
Dokter kepala yang masih terduduk di lantai sambil memegangi pipinya yang bengkak langsung merasa panas.