NovelToon NovelToon
Happy In Sin - Dosa

Happy In Sin - Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Patahhati
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Vienbluu

“Sikapmu sekarang sama seperti wanita murahan.”

“Kau yang membuatku terlihat seperti itu, jadi jangan salahkan aku.”

•••

Giselle Uchiyama tak pernah tahu apa arti sebenarnya dari kebahagiaan sebelum ia bertemu dengan seorang pria yang anehnya dapat membuat Giselle bertingkah gila hanya untuk mendapat perhatian.

Namun…

Bagi Jio Pratama, Giselle hanyalah iblis berparas bidadari yang siap menghancurkan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vienbluu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

•••

Seperti tak ada lelah bagi Giselle yang makin hari makin bertingkah.

Terhitung sebulan semenjak kejadian di cafetaria kampus di mana Jio meninggalkan gadis tersebut bersama rasa kesalnya.

Tidak ada satu pun hari di mana Giselle tak menganggu Jio.

Mulai dari mengiriminya pesan lalu tiba-tiba muncul di hadapannya, mengikuti kemanapun Jio pergi membuat sang empu kesal.

Tentunya.

Jio sendiri tahu gadis gila yang sekarang berada di hadapannya ini tengah bermain-main dengannya.

Dia bukan pria bodoh yang tidak bisa melihat usaha gencar yang Giselle lakukan untuk mendekatinya, sikap gadis itu sangat jelas terbaca.

Puluhan pesan, catatan panggilan tak terjawab—memang sengaja tak dijawab, dan lain sebagainya sudah menjadi bukti atas niatnya selama ini.

Entah dari mana dia mendapat nomor telepon serta username sosial media Jio, yang Jio tahu gadis ini benar-benar menyebalkan.

"Aku bawakan makanan untukmu."

Giselle tersenyum meletakan sekotak ayam goreng serta dua buah minuman kaleng di hadapan pria yang tengah duduk bersila di lantai rooftop gedung departemen kampusnya tersebut.

"Suasana di sini menenangkan…”

“Pantas kau betah berlama-lama di sini.”

Giselle melirik Jio di sampingnya, kembali menyodorkan sekotak ayam goreng tadi.

"Ayo makan, jangan khawatir aku tidak menaburkan racun dimakanan itu. Lagipula mana mungkin aku memberimu racun, aku tidak sejahat itu ya."

Giselle menghela nafas, "Jika kau masih tidak mau bicara denganku setidaknya hargai apa yang aku berikan padamu, makanlah walau sedikit.”

“Atau kau ingin aku pergi dari sini?"

Dia memang ingin Giselle pergi dan tak mengganggunya barang sehari saja, tapi raut wajah memelas yang Giselle tunjukkan kini entah mengapa membuat Jio sedikit merasa tidak enak. Ditambah gadis itu mulai beranjak dari duduknya.

"Tetap di sini, makan ini kemudian pergi."

Giselle berbinar, "Kau ingin aku makan bersamamu? Kenapa tak bilang dari tadi?"

Bukan, bukan itu maksud Jio tapi sudahlah bukankah gadis ini selalu seenaknya saja.

"Kau ingin aku suapi? Kenapa hanya menatapku saja.”

Giselle mengibaskan rambutnya, "Hah, susah memang menjadi cantik hanya dengan melihatku makan saja kau akan kenyang dengan sendirinya."

Jio tampak memutar matanya, selain bertindak seenaknya gadis ini juga memiliki tingkat kepercayaan diri setinggi langit.

Giselle mengambil sepotong ayam goreng dan mengarahkannya ke depan mulut Jio, menyuruhnya membuka mulut.

"Aku bisa sendiri."

"Ya sudah cepat makan."

•••

"Aku ada kelas habis ini. Aku pergi dulu, bye Kak Jio..."

Jio menghela napas. ‘Panggilan itu.'

Giselle tersenyum cerah berjalan mundur sembari melambaikan tangan pada Jio setelah turun dari rooftop tadi.

Gadis itu sangat gembira hari ini.

Niat awalnya membelikan makanan untuk Jio sebagai sogokan agar Jio mau bicara lagi padanya, tak disangka pria itu justru mengajaknya makan bersama.

Ah, tidak itu bukan sebuah ajakan.

Giselle tahu itu tapi bagaimanapun Jio tak menolaknya seperti yang sudah-sudah. Meski dia tak banyak bicara, ya memang Jio tidak mau banyak bicara kepadanya.

Setiba di kelas Giselle mencari keberadaan dua jelmaan setan yang sayangnya harus menjadi sahabatnya itu, dia tak sabar menceritakan kejadian apa yang baru saja dialaminya beberapa menit lalu.

'Mereka belum kembali.' batin Giselle.

Sepertinya dua orang dibalik punggungnya saat ini memang berniat membuat jantung Giselle lepas dari tempatnya.

Bagaimana tidak baru saja berbalik, Giselle tersentak kaget dengan kehadiran dua orang yang tengah dicarinya tersebut.

"Agh... bisakah kalian tidak muncul tiba-tiba, membuatku kaget saja!"

Karina mendengus, "Jangan berlebihan, sedari tadi kami memang berada di belakangmu, kau saja yang tidak sadar karena terlalu asik senyam-senyum tak jelas seperti orang gila."

"Dia memang gila Karina. Kalau sudah tidak gila, berarti besok harinya kiamat..." Sahut Yesha.

"Benar sekali."

"Berhenti mencelaku.”

“Ayo duduk aku ingin menceritakan sesuatu."

"Sesuatu yang membuatmu tersenyum tak jelas begini?" Tanya Karina.

Giselle mengangguk, mengajak kedua sahabatnya itu duduk dibarisan belakang ruang kelas tersebut kemudian menceritakan apa yang ia tahan sejak tadi.

"Ya ampun Giselle dia menyuruhmu makan makanan itu sendiri, bukan makan bersamanya, bodoh kalau kau tidak mengerti maksudnya."

"Aku tahu Karina, tapi dia tak menolak."

"Meskipun kali ini dia tak menolaknya bukan berarti kau menang taruhan ya, ingat taruhannya adalah kau harus kencan dengannya."

"Iya Yesha, aku tahu."

"Ini bahkan sudah sebulan lebih dari taruhan kita waktu itu, kapan kau akan mengajaknya berkencan? Kalau tidak jam tangan edisi terbarumu hangus..." ancam Yesha.

"Tck... aku mampu membelinya sendiri tapi taruhan tetaplah taruhan, beri aku waktu. Aku akan segera mengajaknya berkencan denganku, tunggu saja."

"Aku khawatir kau akan kalah," Giselle mengernyitkan alis atas ucapan Karina.

"Kalah?"

Karina mengangguk, "Bukan kalah dalam taruhan tapi kalah akan perasaanmu, aku lihat kau sangat tertarik pada Jio Pratama di luar dari taruhanmu dan Yesha."

"Oh ayolah Karina, aku hanya bermain-main dengannya. Jio itu sama dengan pria brengsek lainnya dia hanya sedang berlagak jual mahal saja."

"Tapi dia berbeda Giselle, tak seperti pria yang kau temui biasanya..."

"Kau juga pernah mengatakan hal semacam itu saat Yohan mendekatiku, kau mendukung siapa sebenarnya?"

"Hei sudahlah kenapa malah berdebat begini." Ujar Yesha.

"Kami tidak berdebat," Sahut Giselle serta Karina bersamaan saling bertatapan sengit kemudian tertawa.

•••Vienbluu (annavienbluu)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!