NovelToon NovelToon
Menjadi Pelayan Di Rumah Mantan

Menjadi Pelayan Di Rumah Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mantan
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

FOLLOW IG : @LALA_SYALALA13

Demi membiayai pengobatan adiknya yang sakit-sakitan dan melunasi hutang peninggalan orang tuanya, Raina Angela rela melupakan masa lalunya sebagai anak orang kaya dan pergi jauh dari ibu kota.

Lima tahun kemudian dia mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu di sebuah rumah mewah ibu kota. Tanpa disadari, mansion tempatnya bekerja adalah milik keluarga Noah Raja Rajendra yaitu mantan kekasih yang terpaksa Raina tinggalkan secara kejam lima tahun lalu dengan alasan orang ketiga, demi menyelamatkan masa depan pria itu.

Pertemuan tak terhindarkan membenturkan kembali rasa bersalah Raina dengan kebencian serta luka mendalam Noah yang telah berubah menjadi manusia es.

Bagaimana kelanjutannya???
Yukkkk baca yaaaa!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Tidak Menolongmu

"Dokter spesialis paru yang menangani Lio bilang penanganannya tepat waktu, Tuan Muda," terang Nakula seraya meletakkan kopi di atas meja kecil.

"Serangan asmanya sangat parah karena dipicu kelelahan dan udara dingin. Tapi setelah dimasukkan obat lewat nebulizer dan difasilitasi oksigen murni, kondisinya sudah stabil. Besok pagi kemungkinan sudah bisa dipindahkan ke kamar perawatan biasa." ucap Nakula.

Noah menghembuskan napas panjang, sebuah ketenangan samar berdesir di dadanya.

"Lalu... Raina?" tanya Noah yang khawatir namun tidak dia perlihatkan.

Nakula menatap wanita di ranjang sebelah dengan pandangan iba. "Nona Raina cuma mengalami dehidrasi berat, hipotermia ringan, dan kelelahan fisik yang ekstrem. Dokter bilang dia terlalu memaksakan fisiknya bekerja keras tanpa istirahat dan makan yang cukup selama beberapa hari terakhir." tutur Nakula.

Kata-kata Nakula bagaikan tamparan keras yang mendarat tepat di wajah Noah.

'Kelelahan fisik ekstrem... karena tidak istirahat dan makan yang cukup...'

Noah meremas jemarinya sendiri. Dialah penyebab utama di balik kelelahan ekstrem itu. Dialah yang memberi instruksi-instruksi konyol tanpa henti, menyiksa fisik Raina hanya untuk memuaskan ego dendamnya yang dangkal.

"Tuan Muda..." panggil Nakula ragu-ragu.

"Saya tahu saya tidak berhak ikut campur urusan pribadi Tuan Muda. Tapi melihat Nona Raina yang rela mempertaruhkan nyawanya berlari di tengah badai hujan demi adiknya... apakah Tuan Muda masih berpikir dia adalah wanita gila harta yang sama seperti yang Tuan Muda yakini selama lima tahun ini?" tanya Nakula sekaligus menebak isi pikiran tuannya itu.

Noah menoleh tajam ke arah Nakula. Matanya berkilat, namun tidak ada kemarahan pekat di sana dan hanya keraguan besar yang menyiksa.

"Nona? Nakula dia hanya seorang pembantu," sahut Noah merasa panggilan tersebut terlalu tinggi bagi seorang pembantu di rumahnya.

Nakula yang mendengar bantahan tersebut hanya diam saja karena tahu bahwa itu bukan dari lubuk hati terdalam tuannya.

"Nakula," suara Noah terdengar berat. "Lima tahun lalu dia mencampakkanku dengan alasan perusahaanku bangkrut. Dia bilang dia butuh pria kaya yang punya masa depan." lirihnya benci jika mengingat kejadian tersebut.

"Tapi kenyataannya sekarang dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga demi biaya obat adiknya, Tuan Muda," potong Nakula berani.

"Wanita yang gila harta tidak akan sudi menyikat karpet, memoles sepatu, dan hidup di kamar paviliun belakang. Pasti ada sesuatu yang tidak kita ketahui tentang apa yang terjadi lima tahun lalu." ucap Nakula mencoba meluluhkan hati yang sekeras baja itu.

"Cukup, Nakula," bisik Noah, mengusap wajahnya kasar. "Tinggalkan aku sendiri." usir Noah dengan tegas.

Nakula menundukkan kepala hormat. "Baik, Tuan Muda. Saya ada di luar kalau Tuan Muda membutuhkan sesuatu." ucap Nakula pasrah.

Setelah pintu kamar tertutup kembali, keheningan kembali membungkus ruangan. Noah berdiri dari kursinya, melangkah perlahan mendekati ranjang tempat Raina terbaring.

Noah menundukkan tubuhnya sedikit, menatap paras mulus Raina dari dekat. Dalam lelapnya, garis-garis kelelahan dan penderitaan masih terpatri jelas di wajah cantik itu. Ada lingkaran tipis berwarna kehitaman di bawah matanya. Jemari tangan Raina yang berada di atas selimut tampak kasar dan memerah di bagian buku-buku jarinya.

Tanpa sadar, jemari tangan Noah terangkat. Dengan gerak sangat pelan dan ragu, Noah mengusap helai rambut panjang Raina yang menutupi dahinya, menyingkirkannya ke belakang telinga. Sentuhan itu begitu lembut, persis seperti yang sering Noah lakukan lima tahun lalu saat mereka masih saling mencintai.

"Sebenarnya kamu ini siapa, Raina?" bisik Noah pilu di atas wajah Raina. "Apakah kamu iblis yang sengaja dikirim untuk menghancurkan hidupku... atau kamu adalah korban dari takdir yang juga menghancurkan-mu?" lirihnya.

Tiba-tiba, kelopak mata Raina bergerak tipis. Jarum infus di tangannya bergetar saat jemarinya mulai bergerak.

Raina membuka matanya perlahan. Pandangannya yang semula kabur dan samar perlahan-lahan makin jelas. Cahaya lampu ruangan yang redup menyapa inderanya, disusul oleh aroma antiseptik yang menyengat.

Dan hal pertama yang ditangkap oleh matanya adalah sosok pria tegap yang berdiri tepat di samping ranjangnya yaitu Noah Raja Rajendra.

Raina tersentak kecil, refleks berusaha menarik tangannya dan memundurkan tubuhnya di atas ranjang karena panik.

"L-Lio..." suara Raina keluar sangat serak dan terputus-putus. "Lio... di mana adik saya?!" tanyanya khawatir dengan kondisi sang adik.

"Tenang," potong Noah cepat. Suaranya tidak lagi menggelegar atau dingin seperti biasanya, melainkan terdengar berat dan tertahan.

"Adikmu ada di sana. Dia aman." sahut Noah singkat.

Raina dengan cepat memalingkan wajahnya ke arah ranjang sebelah. Melihat Lio yang tertidur tenang dengan selang oksigen dan monitor jantung yang stabil, tangis haru seketika pecah dari mata Raina. Dia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan, mengisak lega dalam keheningan malam.

"Terima kasih, Tuhan... Terima kasih..." bisik Raina berulang kali.

Noah berdiri mematung di samping ranjang, menatap isak tangis Raina. Dada pria itu serasa teremas hebat melihat betapa tulus dan besarnya rasa sayang gadis ini pada adiknya.

Raina menyapu air matanya dengan ujung selimut, lalu memalingkan wajahnya menatap Noah. Tatapannya kini kembali dipenuhi rasa canggung, formal, dan ketakutan terselubung.

"T-Tuan Muda..." panggil Raina lirih, berusaha mengubah posisi duduknya dengan payah.

"Terima kasih... Terima kasih banyak Tuan Muda sudah mau menolong Lio dan membawa kami ke rumah sakit." ucapnya penuh dengan terima kasih.

Mendengar panggilan 'Tuan' dari bibir Raina, Noah mengepalkan tangannya di samping tubuh. Ada rasa tidak nyaman yang amat sangat membakar dadanya.

"Jangan bergerak dulu. Infus-mu bisa bergeser," tegur Noah datar seraya memegang pundak Raina pelan untuk menahannya agar tetap berbaring.

Sentuhan hangat dari telapak tangan Noah di pundaknya membuat tubuh Raina membeku kaku. Jantungnya berdebar liar. Dia menatap mata elang Noah yang berada sangat dekat darinya. Dalam tatapannya bercampur aduk antara kilatan dendam yang membara di dalam mata namun juga kebingungan, luka, dan rasa kasihan yang campur aduk.

"Tuan Muda..." bisik Raina bingung. "Kenapa... kenapa Tuan Muda menolong kami? Bukannya Tuan Muda sangat benci pada saya?" tanya Raina dengan ragu-ragu.

Pertanyaan Raina menghantam ulu hati Noah bagaikan pukulan bertubi-tubi.

Noah mengalihkan pandangannya ke arah jendela, menolak menatap mata jernih Raina. Dia menarik kursinya dan duduk kembali di samping ranjang, bersedekap dada untuk menyembunyikan getaran di tangannya.

"Aku tidak menolongmu," kilah Noah dengan suara dingin yang dipaksakan.

"Aku cuma tidak mau ada orang mati di dalam mobilku atau di area rumahku. Itu akan mencoreng nama baik keluarga Rajendra." jawabnya dengan dingin dan begitu menyakitkan namun Raina begitu paham maksud dari ucapan tersebut.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Felycia Fernandez
Dan Lio jadi kambing conge liat kalian berdua berantem 🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Gengsi digedein Noah
Mei TResna Rahmatika
wkwk noah gengsi mengakui dia jemput emang pengin berdua sama raina🤣
mimief
perasaan baru buka mata baca,eh udah kelar🥹🥹🥹
mimief: mauu bangett,tag othor...ayooo gas Thor 😍🤣
total 4 replies
Siti Solihah
mulai mulai...🤭😂
Felycia Fernandez
Ternyata mama Noah bisa menerima Raina tanpa rasa dendam yang pernah membuat anaknya menderita
mimief
aakkkhhh..aku yg baper Thor 🫣😍😍
mimief
Wkwkwkw...cie yg mulai perhatian. mulut..tu tnggal lemesin. jangan judes judes. ga singkron sama perbuatan nya 🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Bagaimana penyelidikan tentang Rania , sudah ada keterangan.Ternya Ny Leonora tidak menentukan gab antara pembantu dan majikan.Beliau memanusiakan orang tanpa memandang status sosialnya
Siti Solihah
cie cieee.....mencair juga akhirnya...🤭🤣
Yunita Azzahrah
baca 1 eps cuma 1 menit 🤣 harus nunggu 24 jam deh 🫠
semangat author yah
Lala_Syalala: maafkan ya kak hehe,,, aku lagi proses buat bab besok jadi jangan lupa buat terus pantengin ceritanya 🙏🙏😊😊🤗🤗🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Aysah Meta
Awas ketahuannn😅 si akang kembali gengsi,buat ngakui.
sunaryati jarum
Semoga Ny Eleanor menerima Rania
Siti Solihah
🤭🤭🤭 Noah kamu ketahuan perhatian sama wanita...😅
EmakKece
Moga2 emaknya Noah, gak jahat 😭
Mei TResna Rahmatika
ayoo nyonya Eleanor calon mantu mu di depan mata🤭
sunaryati jarum
Sekarang bilang yang sangat menyakitkan tapi setelah tahu kebenarannya hanya Penyesalan akan rasa bersalah yang kau rasakan
Ratna Dhera Juhana
bikin noah cari bukti doong ceritanya selama 5 lalu.. noah kan banyak uang nya🤭
Oma Gavin
sakarepmu noah ngeles aja terus jgn sampai kamu luluh teruskan balas dendam mu jgn berhenti sampai raina koma atau mati
ms. S
up lagi thor penasaran noah tahu gmn raina sebenarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!