menceritakan perjalanan hubungan rumit antara Nadin, William (kakak iparnya), dan Jason (sahabatnya di Belanda), serta pengungkapan identitas ganda Nadin yang mengejutkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 29
*Saat William sampai di Rumah Sakit, dia melihat Nadin duduk di salah satu kursi tunggu, kemudian William menghampiri Nadin saat ini dan duduk di sebelah nya*
*"Apa yang terjadi Din? Bukan nya kalian sedang pergi berbelanja?" tanya William bingung*
*"Kekasih Kak Stevanie menghadang kami berdua saat kami ingin berbelanja di Mall, lalu Aku di tinggal mereka di Mall, sedang kan Kak Stevanie langsung di bawa oleh Bryan, kemudian langsung terjadi seperti ini" ucap Nadin*
*"Bryan? Bryan ada di sini?" tanya William tak percaya dan Nadin mengangguk pelan*
*"Si\*l, Aku kecolongan, kasian Stevanie" ucap William pelan namun terdengar jelas di telinga Nadin*
*"Kak, Aku udah pesan ruangan sampai sore hari, Aku mau bengkak di wajah Kak Stevanie berkurang, baru Kakak bisa membawa nya pulang ke Apartemen" ucap Nadin*
*"Ya Din" sahut William*
*"Aku pergi dulu Kak, ada urusan di Kampus" ucap Nadin*
*"Ya Din, hati-hati ya kamu di jalan, Kakak gak mau kamu kenapa-napa" ucap William khawatir*
*"Ya Kak" sahut Nadin yang langsung pergi meninggalkan William yang saat ini masih menunggu Stevanie yang belum bisa di pindahkan ke Ruangan yang Nadin telah pesankan tadi*
*Saat ini Nadin telah sampai di Markas milik nya sendiri, dia yang sejak tadi di temani oleh Cris langsung menuju ke ruang bawah tanah*
*"Dimana Bryan?" tanya Nadin dengan nada sangat dingin nya*
*"Saya bawa kan Bos" ucap Cris yang mengeluarkan suara yang tak kalah dingin nya dengan Bos nya*
*Tak lama Cris membawa Bryan dan dia menyuruh Bryan untuk duduk dengan bagian atas yang telah di i\*at oleh Cris dan Mark tadi*
*"Kamu Nadin? Adik Stevanie?" tanya Bryan terkejut, tak menyangka jika yang menangkap nya saat ini adalah Adik dari kekasih nya*
*"Ckckck..Bryan..Bryan..apa kamu tak mengenal ku?" tanya Nadin dengan nada mengejek nya*
*Kemudian Bryan terdiam dan melihat Nadin dengan menyipitkan mata nya, mengingat ada sebuah kejadian yang melibatkan dia bersama dengan gadis di depan nya saat ini*
*"Kamu, Ketua dari Mafia Dunia Bawah yang mereka sebut Death An..gel.." ucap Bryan yang mulai terbata-bata dan itu membuat Nadin tersenyum menyeringai saat ini*
*"Kamu Pria pintar, Bryan, jadi ingatan mu sudah kembali rupa nya" ucap Nadin terkekeh*
*"Apa kamu ada permintaan terakhir untuk Kakak ku yang telah sering kamu siksa?" tanya Nadin dengan suara nya yang sangat berubah menjadi sangat mencekam hingga ruangan ini mulai berubah menjadi menakutkan*
*"Nadin, maafkan Aku, Aku gak tau dan gak ngenalin kamu sama sekali tadi, Aku minta maaf, setelah ini Aku akan putus dengan Stevanie dan gak akan mengganggu nya lagi selama-lama nya" ucap Bryan dengan nada bergetar*
"Hahaha...Apa kamu lupa atau sama sekali gak ingat, kalau kekasih mu sebelum Kakak ku telah tewas di tangan ku tanpa ampun?" tawa Nadin yang menggema di Ruang bawah tanah dan mulai menghampiri Bryan yang saat ini tak berdaya dengan tangan telah di i*at
"Cris, selesai kan" ucap Nadin
*"Siap Bos" sahut Cris cepat*
*Kemudian Nadin langsung keluar dari ruang bawah tanah dan terdengar dari dalam ruangan tersebut suara tem\*akan, sehingga membuat Nadin tersenyum tipis saat ini*
*Nadin langsung melihat jam di Handphone nya yang ternyata telah memasuki waktu sore saat ini*
*"Apa Kak Stevanie sudah pulang ya dari Rumah Sakit? Akh..lebih baik Aku telpon aja" gumam nya sendiri*
*"Halo Kak, sekarang ada di mana?" tanya Nadin*
*"Sudah di Apartemen mu Din, Kakak baru aja sampai" ucap Stevanie*
*"Oh gitu, ya udah, Aku langsung ke Apartemen aja" ucap Nadin*
"Ya Din" sahut Stevanie yang langsung menutup telpon nya
Sesampainya di Apartemen, Nadin yang baru datang langsung masuk ke dalam unit nya dan di sana ternyata sudah ada Mami dan Tante Lisa nya
"Baru pulang magang Din?" tanya Mami
"Baru dari Kampus Mi" ucap Nadin yang melirik Tante Lisa untuk membantu nya berbohong
"Din datangi Stevanie tu, tadi kalian belanja bareng terus pulang nya berbeda" ucap Tante Lisa mengalihkan pembicaraan
"Ya Tante tadi Nadin ada panggilan dari Kampus mendadak, jadi nya ninggalin Kak Stevanie, untung ada Kak William lagi liburan juga jadi dia gak ada kerjaan saat itu" ucap Nadin
"Masa wekend ke Kampus?" tanya Mami yang masih juga penasaran
"Nama nya di Belanda Mi, kapan pun di suruh ke Kampus, beda dengan Indonesia" ucap Nadin yang terus menerus membela diri
"Oh gitu rupa nya, ya udah kamu langsung ke kamar Stevanie, dia nungguin kamu tu di sana, gak tau tu apa sih yang mau di omong kan" ucap Mami
"Ya Mi" sahut Nadin yang langsung bergegas masuk ke kamar Stevanie setelah dia mengetuk nya tadi
"Din" panggil Stevanie yang langsung terbangun dari tempat duduk nya
"Baring aja dulu Kak, apa sudah baikan?" tanya Nadin
"Sudah, makasih ya Din" ucap Stevanie lembut, kemudian Nadin melihat William yang saat ini duduk di sofa dengan laptop di pangkuan nya
"Apa Kakak boleh minta tolong padamu lagi Din?" tanya Stevanie
"Boleh dong Kak, apa sih yang gak boleh untuk Kakak" sahut Nadin
"Kamu pasti sudah tau hubungan kami, Kakak minta maaf sudah nyembunyiin ini semua dari mu Din" ucap Stevanie
"Gak ada yang perlu di maaf kan Kak, buat Aku itu masalah Kakak dengan Kak William, mengenai hubungan ku dengan Kak Will, itu hanya kesalahan sesaat" ucap Nadin dan itu membuat William yang sejak tadi menatap laptop langsung berganti menatap Nadin dengan tatapan yang tak bisa di baca sama sekali
"Kesalahan sesaat? Tapi Din, seperti nya" ucap Stevanie yang langsung terdiam saat William mulai berdiri menatap Nadin saat ini
"Stev, kami keluar dulu" ucap William yang menggandeng tangan Nadin dan menyembunyikan pegangan tangan tersebut saat pamit kepada Mami dan Tante Lisa yang ada di tempat duduk sofa tersebut
Lalu William membawa Nadin ke taman yang berada di sekitar Apartemen tersebut
"Apa yang ingin Kakak tanyakan sampai membawa ku ke mari?" tanya Nadin yang sejak tadi diam saat di genggam oleh William
"Din, apa kita sudah gak mungkin bersama?" tanya William dengan suara putus asa setelah beberapa menit diam
"Gak mungkin Kak, Aku sudah memiliki kekasih, Kakak kan sudah tau sendiri" ucap Nadin
"Tapi kamu masih memiliki rasa yang sama dengan ku kan Din?" tanya William yang menatap sendu mata Nadin di depan nya
pertama novel "SENTUHAN KAKA IPAR" Novel ini akan diperbarui secara berkala di aplikasi ini. Aku Post bab baru setiap malem jam 12 malem ya. Selamat datang di halaman
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas