NovelToon NovelToon
Secon Chance

Secon Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Austrea

Bagaimana jadinya jika kamu mengakhiri sebuah hubungan tanpa sebab lalu meninggalkan kekasihmu begitu saja karena suatu alasan?

Begitu pula dengan Serena, ia meninggalkan kekasih nya begitu saja hanya karena suatu alasan yang kurang jelas. Hingga suatu saat ia melamar pekerjaan disebuah perusahaan ternama milik mantannya dan bahkan saat ini seorang president.

apakah yang akan terjadi pada kehidupan Serena selanjutnya?

guyss mampir yuk, istirahat sebentar dinovel aku❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Austrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

My Ex¹¹

"saya ingin meminta maaf atas perlakuan kasar tuan Dirga, nona."

Serena tersenyum tipis, kalau bukan karena uang ia bahkan sudah keluar detik ini juga.

Dan tak akan pernah mau kembali menapakkan kakinya di perusahaan ini lagi.

"tak apa, pak Zayn. Saya mengerti"

Mereka terdiam sejenak di dalam ruangan baru milik Serena.

Asisten Zayn menatap gadis tersebut dengan tatapan menelisik sebelum akhirnya membuka suara.

"saya tidak tahu apakah anda bisa bekerja sesuai aturan yang sudah diberikan, saya berharap anda mampu memegang jabatan sekretaris ini, karena jabatan ini sangatlah besar sebab kau tahu bukan,”

“tuan Dirga bukan hanya seorang CEO di perusahaan ini? dia sekaligus pemilik dan yang memegang kendali seluruh keuangan serta saham, jadi dia juga termasuk pemilik dana di dalam perusahaan ini"

Serena mengangguk "demi biaya pengobatan ibu saya, maka saya berjanji untuk bekerja dengan sangat baik"

"ah, benar. Saya tahu anda bekerja karena pengobatan ibu anda, tuan Dirga juga sudah menyuruh saya untuk melunasi biasa rumah sakit ibu anda"

Serana terkejut, matanya membulat sempurna. "benarkah?"

"iya, nona"

"maka dari itu bekerjalah dengan baik"

"sebenarnya tugas anda di sini sangat mudah, hanya cukup mengantarkan berkas penting kepada CEO untuk diperiksa olehnya"

Serena bisa bernafas lega karena dia pikir mungkin pekerjaannya akan sangat sulit.

Asisten Zayn menatapnya lalu kembali menambahkan.

"nah, untuk mendapatkan berkas tersebut, nanti saya akan mengirim file² penting kepada anda.

Lalu anda cetak menjadi sebuah berkas, menyusunnya dengan rapi untuk diantarkan kepada tuan Dirga"

"a-apa?"

"dan anda harus meringkas beberapa berkas pernyataan atau mungkin berkas laporan menjadi beberapa lembar supaya CEO tidak perlu membacanya hingga 100 halaman"

"pak Zayn, itu bukanlah hal yang mudah"

"tapi itulah kenyataan nya, nona. Maka dari itu dari awal saya ragu saat tuan Dirga menyuruh saya untuk menempatkanmu di jabatan sekretaris ini"

"baiklah, kalau begitu mulai bekerja. Tapi, apakah sebelumnya anda pernah menggunakan komputer?"

Serena menganggukan kepalanya. "anda pikir saya dari zaman purba?"

"tidak, saya hanya ingin memastikan kemajuan perusahaan dengan menghindari orang-orang yang tidak berkompeten "

*ya ampun. Tidak tuan tidak asisten, sama-sama memiliki mulut pedas*

"kalau begitu saya permisi, nanti saya akan mengirimkan beberapa file kepada anda"

Serena menganggukan kepalanya dan kemudian asisten Zayn pergi meninggalkannya sendirian.

Serena berjalan dan duduk di kursi miliknya. Ia menghela nafas dengan berat, hari ini cukup melelahkan baginya.

Namun, saat teringat biaya pengobatan ibunya telah lunas, ia bisa bernafas dengan lega.

*

*

*

*

"apa kau sudah menjelaskan apa saja tugasnya?"

"sudah tuan"

"Zayn, jangan biarkan dia bersantai-santai selama bekerja. Jika saat aku menangkap ia tengah bersantai-santai, maka kau yang akan menerima hukumannya"

"k-kenapa jadi saya, tuan?"

"kau tangan kananku, jadi otomatis kau yang bertanggung jawab pada jabatan di dekatku"

asisten Zayn menggaruk kepalanya dengan perasaan bingung. Namun, mau tidak mau ia harus mengikuti apa perintah dari atasannya itu.

"oh iya, kau sudah mengurus semua biaya pengobatan ibunya?"

"sudah tuan, saya telah menghubungi pihak rumah sakit untuk segera melakukan tindakan operasi dan langsung mengirim uang tunai sejumlah 87 juta dolar"

Dirga mengangguk pelan. "Kembali bekerja"

"baik tuan"

Dirga kembaku fokus menatap layar laptopnya.

Perlahan, pikiran lama itu muncul, bahkan semakin mengganggu isi pikirannya. Dirga menjadi tidak fokus.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

Bersambung.....

Hai para readers kesayangan Author, terimakasih sudah menjadi para pembaca yang setia dan selalu menemani hari² author💞🌹 Love You buat kalian semua yang selalu tinggalkan jejak sehat dan bahagia selalu ya🍃

1
Lenny Utami
semangat Thor...
Lenny Utami
preeeettt masih ada rasa itu..
Lenny Utami
tahan tahan tahan
Lenny Utami
terkejut kan itu Serena..
Lenny Utami
ikut deh degan ini
Lenny Utami
semangat serena🔥
falea sezi
ini presiden direktur apa presiden negara
Lenny Utami
kannnnn kannnnn kannn bener....🤭 sok galak
Lenny Utami
ahhh masih cinta itu mah.😌
Lenny Utami
ohhh karena patah hati rupanya...
Lenny Utami
dirga...😬
Lenny Utami
sabar Serena. galaknya Abang satu nii...
Lenny Utami
balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah 🤭
Lenny Utami
Serena mau kerja di kebon sawit, dr pada GK dapet² kan..
Lenny Utami
serena😭
Lenny Utami
semangat kaka
Lenny Utami
cantiknya serena
Lenny Utami
dih Dirga emosian🤭
Lenny Utami
sabar dirga sabar, Serena punya alasan tersendiri...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!