Zhang Lin dikenal sebagai "Dewa Pedang" dari Dinasti Yin; ketika dia sedang menjalankan sebuah misi, dia tiba-tiba dihadapkan dengan sebuah pengkhianatan dari negerinya sendiri hingga membuatnya meregang nyawa.
Namun, bukannya langsung meninggal dan pindah ke alam baka—Zhang Lin justru mendapatkan kesempatan kedua untuk kembali hidup di dunia modern yang di mana semua orang hidup dengan cara yang cepat.
Di dunia modern, Zhang Lin bertemu dengan Li Na—seorang asisten editor di salah satu penerbit besar.
Kehidupan kerja Li Na begitu berat, dan sejak kecil dia telah terkenal karena nasib buruknya; namun, ketika bersama dengan Zhang Lin, nasib buruk itu berganti dengan keberuntungan—namun, keberuntungan itu datang bersamaan dengan bayangan kematian yang mengintainya dan Zhang Lin dari kejauhan.
...
Untuk mendapatkan update ilustrasi karakter, bisa follow akun sosmed author, ya!
FB : Refinawriters
IG : Refinawriters_
TT :refinawriters
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejar-Kejaran
"Barusan itu aku nggak salah denger kan? Barusan kamu bilang kalau kamu kasih tahu ke nona itu kalau kamu tinggal bareng sama cewek lain? Satu rumah?!" Li Na melotot ketika menatap Zhang Lin.
Zhang Lin yang pada saat itu merasakan ada bahaya yang mendekati dirinya; ia langsung bangkit dari tempat duduknya dan kemudian mengambil beberapa langkah mundur menjauh dari Li Na.
"Aku tidak tahu dan juga tidak mengerti jika ternyata mengatakan bahwa aku tinggal bersama dengan seorang wanita adalah hal yang salah. Maafkan aku..."
Zhang Lin merasa jika wanita yang ada di depan matanya pada saat itu sedang bersiap untuk memberikannya pukulan yang sangatlah keras; dan tentu saja jika bisa ia ingin menghindari pukulan itu. Karena itulah ia langsung mengambil beberapa langkah mundur menuju pintu keluar rumah, dan ketika wanita itu berteriak...
"Zhang Lin!!!" teriak Li Na.
Li Na yang benar-benar tampak sangat marah langsung berlari mengejar Zhang Lin. Sedangkan untuk Zhang Lin sendiri— ia sudah berdiri di ambang pintu keluar dan ketika wanita itu berteriak dan mengejar dirinya, Zhang Lin langsung melarikan diri menjauh dari rumah itu. Berharap jika Li Na tidak akan mengejar dirinya dan kemudian melepaskannya begitu saja.
Namun ternyata, bukannya melepaskan Zhang Lin, Li Na justru mengejarnya dengan cara gila-gilaan. Dia tidak menginjak rem apapun— dia langsung melesat begitu saja mengejar Zhang Lin yang kini merasa begitu kelelahan karena terus dikejar tanpa henti oleh Li Na.
"Li Na, kenapa kamu terus mengejarku? Aku sudah bilang aku tidak tahu apa-apa tentang arti tinggal bersama itu! Maafkan aku dengan berhentilah untuk mengejarku! Kamu membuatku takut!" teriak Zhang Lin sambil terus berlari menjauh dari Li Na.
Li Na benar-benar tidak peduli dengan apapun dan hanya fokus dengan tujuan awalnya—yaitu, Zhang Lin. Tampaknya dia tidak akan pernah melepaskan Zhang Lin sebelum memberikan pelajaran kepadanya.
"Hey, berhentilah! Jika kamu berhenti sekarang aku berjanji tidak akan memukul kamu terlalu keras!" teriak Li Na, mencoba untuk bernegosiasi dengan Zhang Lin walaupun pada saat itu kondisinya mereka masih kejar-kejaran di tepi jalan.
"Tidak! Aku tidak akan berhenti hanya untuk menerima pukulan dari kamu!" balas Zhang Lin.
"Kamu..." Li Na terus berteriak sambil berusaha untuk mengejar dan juga menggapai Zhang Lin, tetapi sekuat apapun dia berlari tetap saja dia tidak bisa menjangkau Zhang Lin.
Dan ketika mereka berdua telah berlari semakin jauh dari tempat asal mereka, akhirnya Li Na mengumumkan jika dia telah menyerah dan tidak akan memukul Zhang Lin.
"Okey, fine!" teriak Li Na. "Aku berjanji tidak akan memukul kamu! Jadi sekarang aku mohon berhentilah untuk berlari. Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi untuk berlari!"
Ketika mendengar teriakan dari Li Na yang mengumumkan bahwa dia sudah menyerah dan tidak akan memukul Zhang Lin, barulah Zhang Lin bisa berhenti untuk berlari dan kemudian langsung berbaring di tepi jalan.
Ia benar-benar kelelahan dan juga kehabisan napas karena terus berlari sejak tadi. Dan ketika ia merasa bahwa ia benar-benar bisa istirahat, tiba-tiba saja Li Na menyergap dirinya dan kemudian memberikan beberapa pukulan kepada Zhang Lin!
"Aaaa!" teriak Zhang Lin.
Zhang Lin benar-benar kesakitan ketika wanita itu memberikan beberapa kali pukulan kepadanya; dan yang lebih sialnya lagi adalah, pada saat wanita itu terus memukul dirinya, ia sama sekali tidak bisa melawan ataupun balas memukulnya.
Ia hanya bisa berdiam diri dan juga menikmati pukulan yang sangat menyakitkan itu.
"Kamu berbohong, Li Na!" teriak Zhang Lin, seketika langsung menjaga jarak aman lagi dengan Li Na.
Li Na memberikan senyuman khas psikopat.
"Kamu pantas mendapatkan pukulan itu! Dan seharusnya kamu mendapatkan lebih dari pada itu!" seru Li Na.
"Tapi... kenapa?!" Zhang Lin benar-benar masih belum mengerti kenapa reaksi Li Na begitu heboh dan juga tidak suka ketika mengetahui bahwa dirinya telah mengatakan kepada Ah Yin bahwa ia tinggal bersama dengan seorang wanita di satu rumah.
Dan pada akhirnya setelah kejar-kejaran itu berakhir, Li Na akhirnya menjelaskan kepada Zhang Lin tentang betapa tabunya hal tersebut untuk dikatakan. Dan kemudian Li Na juga menambahkan kepada Zhang Lin...
"Besok, saat kamu pergi bekerja, kamu harus kembali menjelaskan kepada nona itu kenapa kamu tinggal satu rumah denganku. Katakanlah yang sebenarnya kepada dia. Katakan bagaimana aku merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepada kamu. Hanya dengan begitu dia tidak akan lagi marah kepadamu, karena sepertinya... nona itu menyukaimu," ucap Li Na.
"Nona Ah Yin? Menyukaiku? Tidak mungkin!"
Zhang Lin tidak percaya ketika mendengar penilaian dari Li Na. Tetapi setelah ia coba pikir-pikir kembali, hal itu sepertinya tidak mustahil sama sekali. Karena sebelumnya ketika ia baru saja mengatakan bahwa ia tinggal bersama dengan wanita lain, reaksi yang ditunjukkan oleh Ah Yin benar-benar berubah total!
"Hey! Kenapa kamu diam saja begitu? Kamu paham kan apa yang baru saja aku katakan kepada kamu? Dan kamu ingatkan apa yang harus kamu katakan kepada nona itu besok ketika kamu bekerja?"
Li Na benar-benar terus mendorong Zhang Lin untuk meluruskan hal tersebut dengan Ah Yin besok; namun pada saat itu sebenarnya ia tidak memiliki keinginan untuk meluruskan masalah tersebut, karena biar bagaimanapun juga ia tidak memiliki sedikitpun keinginan untuk menjalani hubungan romantis dengan Ah Yin!
Sebaliknya ia justru merasa tidak nyaman ketika Ah Yin memberikan perhatian ekstra kepada dirinya.
Namun pada saat itu Zhang Lin tidak bisa menolak perintah yang diberikan oleh Li Na, dan karena itulah ia dengan cepat langsung menyetujui apa yang diperintahkan oleh Li Na, walaupun sesungguhnya ia tidak akan melakukan hal tersebut.
"Iya. Baiklah. Akan aku lakukan. Aku berjanji akan melakukannya," ucap Zhang Lin.
Setelah mendengar jawaban yang diberikan oleh Zhang Lin, barulah Li Na merasa jauh lebih tenang.
"Bagus," balasnya. "Kalau begitu sekarang cepat tolong bantu aku berdiri dan jika bisa tolong gendong aku kembali ke rumah. Kakiku benar-benar sakit dan rasanya aku tidak bisa berjalan lagi untuk kembali ke rumah."
"Apa?!"
Zhang Lin benar-benar tidak bisa melakukan apapun ketika dihadapkan dengan Li Na; apapun yang diinginkan wanita itu entah kenapa tetapi Zhang Lin tidak bisa menolak keinginannya dan hanya terus patuh dengan segala hal yang dikatakan olehnya.
Sama seperti kali ini; ketika wanita itu meminta kepadanya untuk digendong kembali ke rumah, Zhang Lin tidak bisa menolak walaupun pada saat itu ia merasa lelah.
Dan pada akhirnya ia tetap menggendong Li Na sepanjang jalan.
...
-Bersambung-