NovelToon NovelToon
AKU MENIKAH DENGAN PRIA YANG AKAN MEMENJARAKAN AYAHKU

AKU MENIKAH DENGAN PRIA YANG AKAN MEMENJARAKAN AYAHKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Misteri / CEO
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Seranovelle

Hari itu seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi Alea. Namun, sebelum ijab kabul dimulai, calon suaminya menghilang bersama uang mahar dan meninggalkan utang miliaran rupiah atas nama keluarga Alea. Di tengah kekacauan itu, muncul seorang pria asing bernama Raka Arvin. Dengan tenang ia menawarkan bantuan. "Aku akan menikahimu. Sebagai gantinya, kau harus menandatangani satu perjanjian." Tak punya pilihan lain, Alea menerima. Selama setahun, mereka hidup sebagai suami istri tanpa cinta. Raka terlihat seperti pria biasa yang bekerja sebagai konsultan hukum. Padahal... Ia adalah penyidik khusus yang sedang menyamar untuk membongkar kasus korupsi dan pencucian uang terbesar dalam satu dekade. Target utamanya? Ayah Alea. Semakin lama tinggal serumah, Raka justru menemukan sisi Alea yang berbeda dari bayangannya. Perempuan itu tidak pernah menikmati harta keluarganya. Ia bahkan diam-diam membantu para korban perusahaan milik ayahnya. Saat cinta mulai tumbuh, sebuah bukti baru muncul. Semua kejahatan yang dituduhkan kepada ayah Alea ternyata hanyalah lapisan pertama. Dalang sebenarnya justru seseorang yang selama ini paling dipercaya Alea. Kini Raka harus memilih. Menjalankan tugasnya sebagai penyidik... atau melindungi wanita yang telah mengubah hidupnya. Dan Alea harus menentukan satu keputusan yang akan mengubah seluruh hidupnya. Menyelamatkan ayahnya... atau membantu suaminya mengungkap kebenaran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seranovelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11 - Pelarian di Tengah Hujan

"**Mereka menemukanku...**"

Suara Nadira nyaris tak terdengar.

Tangannya yang memegang cangkir mulai gemetar hingga beberapa tetes teh tumpah ke atas meja.

Alea spontan menoleh ke luar jendela.

Empat pria berbadan tegap baru saja turun dari sebuah mobil SUV hitam. Salah seorang di antara mereka menunjuk ke arah kafe.

"Mereka di dalam!"

Jantung Alea berdegup kencang.

"Siapa mereka?"

Nadira menggeleng cepat.

"Nanti saja!"

"Ayo pergi!"

Ia meraih tangan Alea, tetapi Alea menariknya kembali.

"Nadira!"

"Aku tidak akan lari sebelum kamu menjelaskan apa yang sedang terjadi."

Air mata langsung memenuhi mata Nadira.

"Aku memang pantas kamu benci."

"Tapi kali ini, percayalah... aku tidak sedang berbohong."

Pintu depan kafe terbuka kasar.

Bel pintu berdenting nyaring.

Semua pengunjung menoleh.

Empat pria itu masuk sambil menyapu ruangan dengan tatapan tajam.

"Pisah."

"Periksa semua sudut."

Pelayan yang ketakutan mencoba menghampiri.

"Maaf, Pak, ada yang bisa kami bantu?"

"Diam."

Pria itu menepis tangan pelayan hingga nampan yang dibawanya jatuh ke lantai.

Suara pecahan gelas memenuhi ruangan.

Nadira memucat.

"Mereka benar-benar datang..."

Alea belum pernah melihat sahabatnya setakut ini.

Dulu, Nadira adalah perempuan yang selalu percaya diri. Bahkan saat menghadapi masalah paling sulit di kampus, ia selalu menjadi orang pertama yang tertawa.

Sekarang...

Perempuan yang sama tampak seperti seseorang yang terus diburu.

"Ada pintu belakang?" bisik Alea.

Nadira mengangguk cepat.

"Di dekat dapur."

Tanpa menunggu lebih lama, Alea berdiri.

"Ayo."

Mereka berjalan cepat menuju lorong belakang kafe.

Namun baru beberapa langkah—

"Hei!"

Salah satu pria itu melihat mereka.

"Berhenti!"

Mereka spontan berlari.

---

Pintu belakang terbuka.

Hujan deras ternyata sudah mengguyur sejak beberapa menit lalu.

Gang sempit di belakang kafe tampak basah dan licin.

"Nadira, cepat!"

Mereka berlari tanpa sempat membuka payung.

Gaun krem yang dikenakan Alea mulai basah kuyup.

Napasnya memburu.

"Ke... ke mana?"

"Ikut aku!"

Nadira berbelok ke sebuah gang kecil.

Suara langkah kaki di belakang mereka semakin dekat.

"Jangan sampai lepas!"

Alea mulai kesulitan mengejar.

Sejak pagi ia belum makan banyak, sementara tubuhnya masih lelah setelah beberapa hari penuh tekanan.

"Nadira..."

"Aku..."

Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, tumit sepatunya tergelincir di jalan yang licin.

"Aah!"

Tubuh Alea oleng.

Hampir saja ia jatuh kalau tidak sempat berpegangan pada dinding.

Namun itu cukup membuat jarak mereka dengan para pengejar semakin dekat.

"Di sana!"

"Sekarang!"

Nadira menoleh dengan wajah panik.

"Alea, bangun!"

"Aku bisa..."

Alea baru berdiri ketika salah satu pria itu sudah berada hanya beberapa meter dari mereka.

"Sudah selesai."

Pria itu menyeringai.

"Kalian tidak bisa lari lagi."

Nadira menggenggam flashdisk di dalam sakunya.

Ia menoleh kepada Alea.

Kalau benda ini jatuh ke tangan mereka...

Semuanya selesai.

Tanpa berpikir panjang, Nadira menyelipkan flashdisk itu ke dalam tas Alea.

"Dengar."

Kalimatnya terburu-buru.

"Apa pun yang terjadi..."

"Jangan berikan ini kepada siapa pun selain Raka."

Alea membelalak.

"Kenapa harus Raka?"

Nadira belum sempat menjawab.

Salah satu pria itu sudah menarik lengannya dengan kasar.

"Lepaskan!"

Nadira meronta.

"Alea!"

"Tolong lari!"

"Alea!"

Suara itu menggema di tengah hujan.

Alea membeku.

Ia ingin menolong.

Namun tubuhnya seperti kehilangan tenaga.

Saat itulah...

Terdengar suara rem mobil yang memekakkan telinga.

**Ciiittt!**

Sebuah sedan hitam berhenti melintang tepat di depan gang.

Pintunya terbuka.

Seseorang turun dengan langkah cepat.

"Raka..."

Alea berbisik pelan.

Wajah Raka yang biasanya tenang kini dipenuhi kecemasan.

Tatapannya langsung mencari Alea.

Begitu memastikan istrinya tidak terluka, ia mengembuskan napas lega.

Namun saat melihat Nadira sedang ditarik paksa...

Sorot matanya berubah dingin.

Sangat dingin.

Pria yang memegang lengan Nadira tertawa mengejek.

"Kalau tidak mau ikut celaka..."

"Lebih baik minggir."

Raka melangkah maju.

Perlahan.

Tanpa sepatah kata pun.

Tatapannya tidak pernah lepas dari pria itu.

Ada sesuatu pada sorot mata Raka yang membuat pria-pria itu saling berpandangan.

Seolah mereka baru menyadari...

Orang yang berdiri di hadapan mereka bukanlah pria biasa.

Salah satu dari mereka berbisik pelan.

"Bos..."

"Apa jangan-jangan dia..."

Kalimat itu terputus.

Karena Raka akhirnya membuka suara.

"Lepaskan mereka."

Nada bicaranya datar.

Tidak keras.

Namun cukup membuat suasana di gang itu berubah mencekam.

Hujan terus turun.

Tak seorang pun bergerak.

Dan untuk pertama kalinya, Alea melihat sisi lain dari suaminya.

Sisi yang selama ini selalu disembunyikan.

**Bersambung...**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!