NovelToon NovelToon
Mengasuh Anak Dari Maduku

Mengasuh Anak Dari Maduku

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Pengkhianatan
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Bagi Kirana, kesetiaan dalam pernikahan adalah impian mutlak. Namun, kebahagiaan yang ia bangun bertahun-tahun runtuh seketika saat sebuah kecelakaan tragis merenggut nyawa suaminya, Rendra. Di saat yang sama, rahasia besar terungkap, Rendra meninggal bersama istri keduanya, meninggalkan seorang putri berusia dua tahun bernama Aura.
Melalui pesan terakhirnya, Rendra memohon agar Kirana sudi mengasuh Aura sebagai anak sendiri. Kirana hancur dan berada di persimpangan jalan yang menyiksa batin. Di satu sisi, ia sangat terluka oleh pengkhianatan suaminya. Di sisi lain, ia sudah memiliki seorang putri kandung berusia empat tahun yang harus ia jaga perasaannya dari kehadiran anak madunya tersebut.
Kini, di bawah satu atap, Kirana harus berjuang menekan rasa sakit hati demi membesarkan dua anak perempuan yang hanya terpaut usia dua tahun tersebut.
Mampukah Kirana berdamai dengan masa lalu dan bersikap adil, ataukah kehadiran Aura justru menjadi luka abadi yang terus mengingatkann

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 5- di Balik Tirai

Ep. 5- di Balik Tirai

Gerakan Kirana terhenti seketika saat suara tangis polos itu menembus ingar-bingar lorong rumah sakit. Isakan kecil bernada ketakutan itu seolah memanggil naluri keibuannya, namun sekaligus membawa kembali luka yang baru saja tergores beberapa jam lalu.

Srettt...

Seorang perawat berseragam biru muda memutar dan menggeser tirai pembatas UGD. Di atas brankar kecil, tengah duduk seorang anak perempuan berusia dua tahun dengan wajah berantakan oleh noda hitam dan bekas air mata yang mengering. Tubuh kecilnya berguncang oleh isak tangis yang tiada henti.

"Aura atut... Ibu ana... hwaaa..." cicit anak kecil itu, jemari mungilnya menepuk-nepuk kasur busa brankar sambil mencari keberadaan ibunya.

Mata Kirana membelalak. Tatapannya mendadak menajam, dingin, dan dipenuhi gejolak amarah yang mendadak bangkit kembali.

Bayangan di taman hiburan kembali berputar dalam sekejap. Anak kecil inilah yang tadi digendong dan dicium dengan begitu hangat oleh Rendra, suaminya. Anak yang lahir dari wanita lain yang telah menghancurkan rumah tangganya.

Rasa sakit hati yang sempat mereda oleh ketakutan akan kondisi Rendra, kini mencengkram dada Kirana kembali dengan lebih menyengat.

Perawat yang baru saja merapikan peralatan medis membalas tatapan Kirana dengan raut wajah yang iba. Mengira Kirana adalah pengunjung biasa yang prihatin, hingga perawat itu mengembuskan napas panjang dan menggelengkan kepalanya.

"Anak ini sangat beruntung... Dia secara ajaib selamat tanpa luka dalam yang serius," ujar perawat itu sambil mengusap rambut Aura yang berantakan. "Namun... ibunya tidak seberuntung itu. Beliau meninggal di tempat saat kejadian."

BAGGG!

Kata-kata perawat itu serasa menghantam kepala Kirana bagai godam raksasa. Hatinya yang tadi dipenuhi rasa benci mendadak tersentak hebat. Kirana menoleh cepat dan menatap perawat itu dengan mata yang melebar tak percaya.

"B-benarkah, Suster?" suara Kirana bergetar hebat. "Ibunya... ibunya meninggal?"

Perawat itu mengangguk prihatin. "Benar, Ibu. Korban wanita yang bersama pasien Pak Rendra menghembuskan napas terakhir di lokasi kejadian karena hantaman keras. Jasadnya saat ini sudah berada di ruang jenazah."

Wusshhhh...

Lutut Kirana lemas seketika. Ia mundur satu langkah dan bersandar pada dinding lorong yang dingin untuk menopang tubuhnya yang mendadak kehilangan tenaga.

"Perempuan itu... meninggal?"

Kirana memandang kembali ke arah brankar. Anak kecil itu kini menatap Kirana dengan mata bulatnya yang sembap dan dibasahi air mata.

Anak polos itu sama sekali tidak mengerti bahwa wanita yang melahirkannya telah pergi untuk selamanya, meninggalkan dirinya sebatang kara di tengah dunia yang asing.

"Ibu... ana..." bisik Aura lirih sambil mengulurkan kedua tangan mungilnya ke arah Kirana yang mengira sosok wanita di hadapannya itu adalah tempatnya berlindung.

Dilema besar menggelegar di dalam hati Kirana. Di satu sisi, anak itu adalah bukti nyata pengkhianatan Rendra dan Ayu.

Namun di sisi lain, kepolosan dan kerapuhan anak piatu yang baru saja kehilangan ibunya itu menghancurkan sisa-sisa kebencian di dalam hati Kirana. Untuk saat ini.

Kirana menutup mulutnya dengan satu tangannya seolah menguatkan dirinya. Ia membayangkan kondisi Rendra, membayangkan wajah Keisya dan membayangkan segala kemungkinan yang terjadi.

Kejutan ini terasa seperti surprise yang serentak. Hingga Kirana berpikir, dosa apa yang telah ia perbuat hingga di perlakukan seperti ini oleh dunia.

"Dunia mempermainkanku...," batin Kirana.

Bau antiseptik yang menyengat menembus indra penciuman Kirana hingga terasa begitu menusuk dan melapisi paru-parunya dengan kepedihan yang dingin.

Di sudut lorong Unit Gawat Darurat yang mencekam itu, Kirana berdiri mematung. Matanya masih tertuju pada sosok anak kecil bernama Aura yang duduk terisak di atas brankar.

Aura mengusap matanya yang sembap dengan punggung tangannya yang mungil. Anak berusia dua tahun itu menatap Kirana dengan pandangan polos tanpa dosa, seolah tidak memahami bahwa wanita yang dipanggilnya "Ibu" telah terbujur kaku di ruang jenazah, dan wanita di hadapannya adalah istri sah dari ayahnya.

Seorang wanita yang hatinya telah hancur berkeping-keping akibat keberadaan dirinya dan sang ibu.

Senyum getir kini terukir samar di bibir Kirana. Hatinya tercabik oleh badai emosi yang bertolak belakang.

"Anak ini... anak dari wanita yang merenggut kebahagiaanku," bisik batinnya. "Haruskah aku membencinya? Bisakah aku membencinya di saat ia tak lagi memiliki siapa-siapa di dunia ini?"

Belum sempat Kirana mengurai pergolakan batin yang berkecamuk di dalam dadanya, suasana tenang di lorong UGD mendadak pecah oleh kepanikan.

TIT... TIT... TIT... TIT... BEEEEEEEP!

Bersambung...

1
Lisa
Aura keras kepala juga y..hayo g bisa dibiarin tuh.
Lisa
Wah Aura mulai ngambek nih 😊
Lisa
Aura ingin juga disuapi sama Kirana...teruslah bersikap adil pada kedua putrimu Kirana..
Lisa
Wah sepertinya Aris ini bakal jadi teman deketnya Kirana..lucu banget 2 pengawal cilik itu 😊
Lisa: 😊 iya Kak..
total 2 replies
Lisa
👍👍 ayo Kirana lawan si nenek itu..
Anonim
Kok gini sih
Enak banget si Hendra sama si ayu
Yg gk sala Karina nanggung sesak seumur hidup
Lisa
Benar Kak.
Lisa
Syukurlah Kirana sudah menyadari kesalahannya dan mau menyayangi Aura..
Lisa
Cpt sembuh Aura..Kirana kamu harus sadar jgn dendam terus pada Aura..
Lisa
Amin..kasihan banget Aura..moga Kirana mampu menyayangi Aura..
Lisa
Ceritanya bagus Kak
Aurora: terimakasih.../Rose/
total 1 replies
Lisa
Aku mampir Kak
Lisa: Suka banget Kak
total 2 replies
Banu Tyroni
... akhirnya Aura mendapatkan kasih sayang seorang ibu.
Banu Tyroni
Aura.... kasihan kamu 😭
Banu Tyroni
... siapin tisu yg banyak.
Banu Tyroni
... sedih banget lihat Aura, besok kedepannya bagaimana ya? 😭
Banu Tyroni
... menarik.
Aurora: terimakasih /Rose/
total 1 replies
Banu Tyroni
Baca di awal ini nampaknya cerita akan penuh konflik dan menguras air mata... siap² tisu 😄
Irmha febyollah
lanjut lagi kk.
Aurora
kaya tega banget ya Kirana 🤭
Tapi emang lukanya belum sembuh...🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!