NovelToon NovelToon
Penyihir Sampah Naik Level Jadi Archmage

Penyihir Sampah Naik Level Jadi Archmage

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Akademi Sihir
Popularitas:310
Nilai: 5
Nama Author: Benhard Ayub Simanjuntak

Aku dilahirkan tanpa mana. Dijuluki "Sampah Magic" dan dikeluarkan dari Akademi Sihir Kerajaan.

Saat hampir mati di hutan iblis, aku mendapatkan [Sistem Archmage].

Setiap mengalahkan monster = dapat skill sihir baru.
Api, Petir, Ruang, Waktu... semua sihir bisa kupelajari!

Sekarang, aku akan kembali ke akademi itu.
Dan membuat mereka semua berlutut di hadapanku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Benhard Ayub Simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 = Inti Raja Goblin dan Tujuan Baru

Angin malam di Hutan Iblis dingin menusuk tulang. Aroma darah dan tanah basah masih tercium. Di tengah puing pertarungan, 3 sosok duduk melingkar di sekitar api unggun kecil.

[Party: Kael Lv.4, Luna Lv.4, Grom Lv.1]

Kael menatap telapak tangannya. Di sana tergeletak benda seukuran bola kelereng. Benda itu berpendar warna hijau gelap, seperti ada cairan yang mengalir di dalamnya.

[Mendapatkan: Inti Raja Goblin x1]

[Deskripsi: Inti sihir dari pemimpin monster. Mengandung kekuatan dan ingatan pemiliknya.]

"Kekuatan Raja Goblin... masih hidup di sini?" bisik Kael.

Di sebelahnya, Luna sedang cemberut sambil membalut luka di punggung Kael dengan kasar. Perban itu diikat terlalu kencang.

"Hmph. Kalau bukan karena 'Berkah Cahaya' ku, kamu udah jadi bubur sekarang. Jadi jangan sok jagoan lagi."

"Tapi tetap terima kasih ya, Healer Sombong." Kael nyengir sambil menahan sakit.

"Siapa yang sombong?!" Luna langsung melempar botol ramuan ke kepala Kael. "Tssss."

Di seberang api, Grom duduk dengan postur paling tegak. Tubuhnya cuma setinggi 1 meter. Kulitnya hijau pucat dan ada 3 belati terselip di pinggangnya. Matanya yang tajam sesekali melirik ke arah Kael, lalu langsung menunduk hormat.

Grom menepuk dadanya 2 kali. "Grom... sumpah setia... Tuan Kael."

Kael mengangguk pelan. Dia nggak nyangka pertarungan tadi akan berakhir dengan 1 goblin bergabung ke party mereka.

[Ding! Quest Selesai: Kalahkan Raja Goblin Level 5]

[Reward: EXP +200]

[Kael naik ke Level 4!]

[Luna naik ke Level 4!]

[Grom bergabung ke Party!]

[Mendapatkan: Inti Raja Goblin x1]

Luna langsung membuka jendela statusnya. "Akhirnya Level 4. Skill heal ku nambah 1 lagi."

Kael juga mengecek. [Sihir Api Level 2: Tombak Api] sudah terbuka. Tapi ada 1 notifikasi baru yang berkedip merah.

[Ding! Quest Baru: Keluar dari Hutan Iblis]

[Deskripsi: Hutan Iblis terlalu berbahaya untuk pemula. Temukan jalan keluar sebelum fajar.]

[Reward: Membuka Peta Kota Perbatasan]

"Keluar dari sini..." Luna menghela napas. "Bagus. Mana ku ini udah habis buat nyembuhin orang keras kepala yang nekat nahan pentungan pake punggung."

Kael menoleh ke kegelapan hutan. Dari kejauhan terdengar lolongan. Bukan 1 ekor.

Dia mengepalkan Inti Raja Goblin. Hangat. Terlalu hangat. Tiba-tiba ada bisikan samar masuk ke kepalanya.

_'...kekuatan... lapar... makan aku... jadilah raja...'_

[Skill Baru Terdeteksi: Menelan Inti]

[Efek: Dapat menyerap kekuatan dari Inti Monster. Resiko: Rasa Sakit dan Korupsi]

Kael menggigit bibir. Dia ingat semua hinaan. "Penyihir Sampah". "Level terendah". "Tidak berguna".

Kalau dia mau keluar dari hutan ini, Level 4 saja tidak cukup.

"Kael?" Luna menyadari tatapan Kael. "Jangan macem-macem ya."

Kael menoleh dan tersenyum. Senyum yang tidak pernah Luna lihat sebelumnya. Senyum yang putus asa, tapi juga gila.

"Kalau ini kekuatan sampah... maka aku akan jadi sampah terkuat."

Tanpa ragu, Kael melempar Inti Raja Goblin ke mulutnya dan menelannya bulat-bulat.

"KAEL!! KAMU GILA?!" Luna berteriak dan langsung berdiri.

"UUUGGHHH!!!"

Raungan keluar dari mulut Kael. Api hitam meledak dari tubuhnya, membakar tanah dalam radius 3 meter. Rambutnya berkibar. Pembuluh darah di lehernya menonjol warna hitam.

[Kael: Level 4 → Level 5]

[Skill Baru Terbuka: Api Neraka Level 1]

[Deskripsi: Api yang membakar mana dan daging. Damage +50%. Menguras HP pengguna.]

[Efek Samping: Rasa Sakit x3 selama 10 menit. Resiko Korupsi 5%]

Rasa sakitnya luar biasa. Rasanya seperti ada ribuan jarum menusuk dari dalam. Tapi Kael tertawa.

"Hah... hah... jadi... ini rasanya... kuat."

Grom langsung berlutut. Matanya melebar ketakutan sekaligus kagum. "Kekuatan... Tuan... bukan goblin... bukan manusia..."

Luna menendang tanah. "Idiot! Kamu mau mati?! Efek sampingnya bisa bikin kamu gila tau!"

Kael mengangkat tangan. Api hitam menari di ujung jarinya. Tidak panas. Dingin. Dan terasa lapar.

"Aku baik-baik saja. Lebih baik dari sebelumnya."

Tapi kalimatnya dipotong oleh suara.

"Grrrr...."

"Auwww...."

Dari balik pepohonan, puluhan pasang mata merah menyala.

[Ding! Peringatan!]

[Monster Wave: Kawanan Serigala Iblis Level 3-5 Mendekat. Jumlah: 15 Ekor]

[Tujuan Baru: Bertahan Sampai Fajar]

"Brengsek..." Luna mengumpat dan langsung mengangkat stafnya. "Baru aja mau istirahat."

Kael berdiri. Lututnya masih gemetar karena efek samping. Tapi api hitam di tangannya tidak padam.

"Grom, kamu jaga jarak. Serang dari jauh pake belati."

"Siap, Tuan!"

"Luna, kamu fokus heal dan buff. Aku yang jadi tameng."

Luna menggigit bibir. "Deal. Tapi kalau kamu mati, aku nggak akan nangis."

"Bohong." Kael melangkah maju. "Aku denger kok kamu tadi bisikin 'jangan mati'."

Wajah Luna langsung merah. "DIAM!!"

Pemimpin kawanan serigala melangkah keluar. Tubuhnya 2 kali lebih besar dari serigala biasa. Bulunya hitam dan dari mulutnya menetes air liur bercampur api.

[Raja Serigala Iblis Level 5]

[HP: 600/600]

Serigala itu mengaum. Dan 14 ekor lainnya ikut mengaum.

Pertarungan kedua malam itu dimulai.

Kael maju pertama. "Api Neraka Level 1!"

Sebuah tombak api hitam melesat. Lebih cepat, lebih besar dari "Tombak Api" biasa.

"JEBOL!" -150 HP

[Raja Serigala: HP 450/600]

Tapi serigala itu tidak mundur. Ia malah menerjang.

Kael berguling. "Luna! Buff!"

[Berkah Cahaya]

[ATK Kael +20% selama 1 menit]

Kael dan Luna sudah mulai sinkron. Grom juga bergerak. Belatinya melesat tepat ke mata 1 serigala.

"SHING!" -80 HP. Serigala itu roboh.

Selama 10 menit berikutnya, hutan itu jadi neraka. Teriakan, ledakan api, dan cahaya sihir menyala bergantian.

Kael menerima 2 cakaran. [HP: 15/60]. Tapi skill "Regenerasi Sampah" nya aktif terus.

Luna kehabisan mana 2 kali. Tapi dia tetap bertahan.

Grom membuktikan dia bukan beban. 4 serigala tumbang karena belatinya.

Saat fajar mulai menyingsing, hanya Raja Serigala yang tersisa. Tubuhnya penuh luka bakar.

Kael sudah di batas. Napasnya tersengal. [HP: 5/60]. Efek korupsi di kepalanya semakin kuat. Bisikan "makan... bunuh..." semakin keras.

"Giliran terakhir..." Kael mengangkat kedua tangannya. Api hitam berkumpul jadi bola sebesar kepala.

"Api Neraka... Ledakan!"

"BUMMMMM!!!!"

Cahaya membutakan. Saat asap menghilang, Raja Serigala sudah tidak ada. Hanya kawah kecil.

[Ding! Kawanan Serigala Iblis dikalahkan!]

[EXP +300]

[Kael: Level 5 → Level 6]

[Luna: Level 4 → Level 5]

[Grom: Level 1 → Level 3]

Kael jatuh terduduk. Kali ini benar-benar tidak kuat lagi.

Luna langsung lari dan memeluknya. "Idiot... idiot... kenapa kamu selalu kayak gini..." Suaranya bergetar.

"Karena... kalau bukan aku... siapa lagi yang lindungi kamu?" Kael berbisik lemah lalu pingsan.

Grom berdiri berjaga. Matahari pertama mulai naik.

Dan di kejauhan, bayangan tembok kota sudah terlihat samar.

[Tujuan Tercapai: Melihat Kota Perbatasan]

[Quest Baru Terbuka: Bab 7 \= Gerbang Kota dan Orang yang Membenci "Sampah"]

Dan malam itu, legenda 3 orang buangan... baru saja dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!