NovelToon NovelToon
Memeluk Bayangan

Memeluk Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Penyesalan Suami
Popularitas:897
Nilai: 5
Nama Author: neng_86

Abimana Rahardjo adalah putra pemilik sebuah pesantren dan merupakan penerus dari pondok pesantren milik keluarganya karena dia merupakan putra satu-satunya keluarga tersebut.

Sejak kecil dia telah di jodohkan dengan seorang gadis yang merupakan putri asuh keluarga Rahardjo yakni Kemala Putri Dewi yang merupakan putri sahabat kedua orangtuanya.

Kemala yang telah lama jadi yatim piatu sejak usia 10 tahun harus merelakan cita-citanya yang ingin jadi dokter karena sebuah balas budi.

Pernikahan karena dijodohkan itu benar-benar mencekik Kemala dikarenakan sang suami yang rupanya memilih poligami dengan perempuan yang telah lama ada dihati Abimana.

Hati Kemala hancur karena cinta suami yang tak kunjung dia dapatkan dan karena kehadiran orang ketiga dalam rumah tangga mereka.

Hingga suatu hari, seorang pemuda mampu menggoyahkan hati Kemala.

Laki-laki yang dianggap urakan dan bertato layaknya preman.

simak kisahnya di Memeluk Bayangan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng_86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ijab qabul

Pagi yang cerah, ditemani oleh kicauan burung yang bertengger di setiap dahan pohon yang berada di lingkungan pondok.

Pagi ini, akan diadakan sebuah acara sakral, acara pengikat dua insan manusia dalam sebuah ikatan suci pernikahan.

Sejak usai sholat subuh tadi, kamar Kemala telah dipenuhi oleh beberapa orang yang akan merias dirinya.

Bukan riasan yang mencolok dan menor tapi cukup membuat setiap orang yang melihatnya pangling dan takjub.

Dengan gaun pengantin berwarna putih, ditutup dengan khimar warna senada, Kemala menjelma bak bidadari cantik.

Pipinya yang sedikit chubby ditambah dimple di kedua pipinya, semakin membuat Kemala manis dan cantik bersamaan.

"Masya Allah... Cantik sekali putri Ummi.... Kalau gini Ummi jamin, Abimana tidak akan pernah berpaling...." puji Ummi Dewanti sekaligus menggoda begitu dirinya masuk kekamar Kemala.

Gadis itu tersipu malu-malu. Pipinya yang sedikit memakai perona merah semakin bersemu ditambah lagi godaan dari para wanita yang seusia dengan Ummi.

"Di mesjid, Abimana sedang bersiap-siap. Ada paman Aiden yang datang berserta keluarganya. Dia yang akan bertindak menjadi wali mu saat ijab qabul nanti... Kita simak dari sini ya...." Ummi menggenggam jemari Kemala begitu menyebut nama adik dari mendiang papanya.

Entah bagaimana keluarga Abah bisa meyakinkan sang paman untuk jadi walinya, sementara selama ini pria paruh baya itu bahkan tak pernah menanyakan keadaan dirinya sama sekali atau bahkan mengunjunginya selama di pondok.

Mata Kemala sedikit berembun tapi sebisa mungkin dia tahan agar bulir bening itu tidak tumpah membasahi pipinya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di dalam mesjid, Abimana duduk dihadapan paman Aiden, bersiap hendak menjabat tangannya.

"Saudara, Abimana Rahardjo Bin Adi Lesmana Rahardjo saya nikahkan dan kawinkan saudara dengan keponakan kandung saya, Kemala Putri Dewi Binti Sugeng Dewanto dengan mas kawin satu set perhiasan emas seberat dua puluh lima gram dibayar tunai...." suara Paman Aiden mengisi seluruh ruangan mesjid.

Abimana menarik nafas panjang namun teratur.

"Saya terima nikah dan kawinnya Kemala Putri Dewi Binti Sugeng Dewanto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai..." jawab Abimana lantang dan lancar dalam satu kali nafas.

"Bagaimana saksi.. Sah...?" tanya penghulu kepada seisi ruangan.

"Sah..."

"Sah..."

"Alhamdulilah....." ucap semua orang termasuk yang berada di kamar Kemala yang menyaksikan melalui layar kaca.

Ummi kembali menggenggam jemari Kemala, sebagai bentuk penenang bagi menantunya dan juga dirinya.

"Ya Allah... Hari ini hamba resmi menjadi istri mas Abi... Entah bagaimana kehidupan rumah tangga kami nantinya. Hamba mohon ridhoi setiap langkah suci kami... Aamiin...." batin Kemala.

Di tengah kebahagian seluruh keluarga Rahardjo, di balik pohon rindang, seorang perempuan bergamis hitam sedang menitikkan airmata menyedihkan.

Sejak dua hari lalu, dirinya terus menangis tanpa henti. Lingkar hitam dibawah matanya menjadi bukti betapa dirinya dipenuhi duka.

Matanya bengkak karena terus menangis.

"Ayo kita pulang..." bisik wanita paruh baya yang terus membujuk dirinya.

"Mama... Saya kehilangannya... Laki-laki baik yang tidak akan pernah bisa saya temui pada siapapun...." isak kembali terdengar lirih seriring tubuhnya yang luruh ke tanah, mengotori gamis hitamnya.

"Sabar nak... Kamu pasti bisa melewatinya...."

Tak ada jawaban, hanya isakan yang terdengar.

Abimana menoleh kearah parkiran.

Entah mengapa, hati kecilnya berbisik jika ada yang sedang menatapnya dengan tatapan penuh luka disana.

Namun suara Abah kembali menarik perhatiannya.

"Susul istri mu di kamar..." ucapnya.

Kening Abimana berlipat tapi langsung terkoneksi dengan baik setelahnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Suara ketukan dipintu semakin membuat dada Kemala bergemuruh hebat.

Tangannya kembali basah karena keringat.

"Ya Allah..." bisiknya.

"Assalamualaikum..." suara Abimana membuat kepala Kemala terangkat, menatap laki-laki yang berdiri di depannya.

"Wa.... Waalaikum sallam.... Mas... Abi...." sahut Kemala terbata-bata.

"Saya masuk...." izin Abimana.

"Ya... Mas... Masuklah...."

Abimana melangkah kearah Kemala.

Sejenak, dirinya terpaku menatap penampilan gadis yang biasa hanya memakai khimar dan abaya sederhana setiap harinya.

"Saya.... Saya hendak mengajak kamu untuk berdoa dulu sebelum kita melangkah ke tahap selanjutnya... Apa kamu sudah berwudhu?"

Kemala mengangguk kecil. "Sudah...sebelum dirias tadi, saya sudah wudhu..."

"Baiklah... Ayo...."

Abimana menuju sajadah yang sudah dibentangkan terlebih dahulu. Entah siapa yang melakukannya tapi setidaknya, dirinya tak perlu lagi melakukannya.

Keduanya sholat sunnah dua rakaat.

Usai sholat, Abimana yang masih duduk kemudian berbalik menghadap Kemala yang duduk dibelakangnya.

Hela nafas dalam Abimana lepaskan sebelum tangannya menyalami Kemala.

Meski sempat gugup, Kemala menggenggam dan mencium punggung tangan laki-laki yang kini sah jadi suaminya.

Jantungnya semakin bergemuruh begitupun dengan Abimana.

Sebelah tangan Abimana diletakkan diatas kepala Kemala.

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan tabiat yang Engkau ciptakan padanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan dirinya dan keburukan tabiat yang Engkau ciptakan padanya.”

“Ya Rabb, berkahilah pernikahan kami, jadikanlah rumah kami rumah yang penuh keberkahan, dan satukanlah hati kami dalam kebaikan.”

Kemala mengangkat wajahnya, disambut sebuah kecupan lembut di keningnya oleh Abimana.

Pipi gadis itu semakin memerah.

Kedua manik hitam Abimana menatap Kemala.

Harus diakui, Kemala memiliki wajah manis yang berbeda dengan gadis-gadis yang pernah Abimana temui diluar sana.

Tapi secantik apapun Kemala, nyatanya hatinya tidak bisa ditempati oleh gadis itu.

Ada nama perempuan lain yang lebih dulu terukir dan terpahat mat* disana.

Abimana izin keluar sebentar dari kamar Kemala karena beberapa teman-temannya meminta untuk bertemu.

Kemala duduk ditepi ranjang.

Meraba dadanya yang belum hilang degupnya.

Menyentuh pelan kening yang tadi dicium oleh suaminya.

"Entah kenapa, tatapan itu sepertinya bukan untukku...." gumam Kemala, memalingkan wajah kearah jendela yang tersingkap.

Suasana masih riuh karena beberapa tamu undangan yang kini sedang menikmati beberapa hidangan yang telah disediakan oleh tuan rumah.

Kemala keluar setelah Ummi memanggilnya karena ada beberapa kerabat yang ingin berkenalan dengannya.

Lagi, pujian cantik kembali Kemala dengar.

Hingga sebuah tatapan dari seseorang yang membuat Kemala mengernyitkan kening.

Perempuan itu mengenakan gamis hitam, dengan cadar warna senada.

Meski wajahnya tak terlihat sepenuhnya, Kemala tahu, tatapan itu tertuju padanya.

Mata itu begitu lelah, begitu rapuh dan begitu terluka.

"Kemala.... Ayo sini... Ummi mau kenalkan kamu dengan sahabat lama Ummi.... Namanya Bu Halimah dan putrinya, Karina Ayu...." ucap Ummi yang memperkenalkan dirinya kepada wanita seusia Ummi dan putrinya yang ternyata adalah perempuan bercadar hitam yang sejak tadi menarik perhatian Kemala.

"Cantiknya Masya Allah... Selamat atas pernikahan kamu dan semoga, jadi keluarga hingga Jannah..." sapa Bu Halimah.

"Aamiin...." ucap semua orang yang mendengarnya.

"Selamat ya...." ucapan pelan terdengar tertahan oleh putri Bu Halimah kepada Kemala.

"Terima kasih kak..."

Bersambung....

1
Mundri Astuti
ni ga kebongkar juga yak...kasihan di fitnah terus si kemala...he abi..koreksi diri dong...kamu pernah hidup bareng Kemala sebagai kakak angkatnya..masa ga tau sifat Kemala gimana
falea sezi
moga abis ne kebongkar borok istri sok alim elu🤣🤣 nunggu elu nangis darah trs kemala dpet jodoh cogan bujang kaya raya👍
Mundri Astuti
belum kebongkar juga ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!