NovelToon NovelToon
Ketika Sinta Memilih Rahwana

Ketika Sinta Memilih Rahwana

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Perjodohan
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Hari penentuan tanggal pernikahan, Sinta memilih Wana untuk dijadikan suaminya. Semua itu bukan tanpa sebab. Melainkan, karena hati yang sudah lelah untuk berharap. Hati yang sudah sering terluka oleh sikap Rama yang mementingkan teman barunya.

Bagaimana jadinya saat Rama tahu, Sinta ternyata tidak memilih dia sebagai suami? Yuk! Ikuti kisah mereka di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 11

"Kak Rama. Kamu akan menikah satu minggu lagi, bukan?" Risa berucap dengan mata yang berkaca-kaca.

"Risa."

"Selamat, kak. Akhirnya, kamu menikah dengan nona Sinta. Setelah satu minggu ini, kita pasti gak akan bisa bertemu lagi."

"Ris, kok ngomongnya gitu sih? Aku menikah, kita akan tetap jadi teman, bukan?"

Risa menggelengkan kepalanya. Air matanya jatuh melintasi pipi. Eitc, tentu saja itu air mata buaya. Sayangnya, Rama langsung tertipu karena air mata tersebut.

"Risa .... " Rama berusaha menenangkan Risa dengan wajah yang sedikit panik.

Gadis bermuka dua itu sangat pintar memainkan sandiwara. Dia berusaha untuk terlihat tegar sesaat setelah menjatuhkan air mata.

Risa seka air mata itu dengan cepat. Lalu berusaha menyungingkan bibir untuk tersenyum. "Maaf, kak Rama. Aku hanya kelilipan. Jadinya, air mata jatuh deh."

"Jangan bohong, Ris. Aku tahu apa yang sedang kamu alami. Tolong, jangan sedih ya."

Gadis itu menundukkan wajah. "Sedih? Hiks, aku gak sedih kok, kak. Aku bahagia. Kamu akan menikah dengan orang yang sepadan. Aku juga ikut senang."

"Apa maksudnya sepadan? Gadis manja kek Sinta yang hanya bisa cemburuan, yang taunya hanya merengek saja. Menikah dengan nya adalah cobaan buat aku," ucap Rama tanpa pikir panjang lagi.

"Kak Rama, hiks." Risa semakin menjadi-jadi sekarang. "Jangan bicara seperti itu. Pernikahan ini sudah direncanakan sejak lama. Aku, hiks, turut bahagia. Hanya saja ... aku tidak bisa membohongi hatiku sendiri. Jauh di dalam hatiku, aku sangat sedih saat memikirkan setelah pernikahan, kita akan berpisah."

Rama memegang kedua bahu Risa. "Ris, dengarkan aku! Kita akan tetap jadi teman setelah aku menikah. Jangan sedih begini ya."

Risa menatap wajah Rama dengan tatapan lekat. "Gak akan lagi, kak Rama. Gak akan."

"Kenapa tidak? Aku menikah, semua gak akan berubah. Kamu tetap teman aku."

"Nona Sinta tidak akan membiarkan hal itu terjadi, kak Rama. Dia tidak akan mengizinkan kamu dan aku bertemu setelah kalian menikah," ucap Risa pelan.

Risa berusaha untuk tetap tegar. Namun, tentu saja itu hanya akting gadis itu saja. Dia seolah sangat sedih saat ini. Seperti, sedang sangat takut kehilangan, juga takut akan ancaman yang seseorang berikan padanya.

Malangnya, Rama termakan oleh akting tersebut. Wajahnya sangat kesal saat ini.

"Risa. Aku gak akan mendengarkan apa yang Sinta katakan. Kita akan tetap jadi teman setelah aku menikah. Aku akan tetap ada buat kamu nanti. Percayalah padaku."

'Hm ... kamu pikir, pernikahan itu mudah?' Risa berucap dalam hati. 'Mana mungkin hubungan kita bisa sama seperti saat kamu masih belum punya ikatan. Lagian, aku gak akan pernah rela kamu menikah dengan gadis lain. Karena posisi nona muda yang sudah aku incar sejak lama, tentu harus aku pertahankan.'

"Aku ingin percaya padamu, Kak. Sayangnya aku .... " Risa langsung mengeluarkan ponselnya. Di layar ponsel terdapat banyak chat yang dikirimkan oleh seseorang.

"Aku takut, kak Rama. Aku takut kalau aku benar-benar akan kehilangan kamu. Karena nona Sinta, tidak akan pernah membiarkan kita berteman lagi setelah kalian menikah. Katanya, ada batasan antara laki-laki dan perempuan. Kamu milik dia yang tidak akan pernah rela dia biarkan untuk berteman dengan wanita manapun."

Mata Rama semakin melebar saat membaca pesan-pesan yang ada di layar ponsel Risa. Benar saja, pesan itu seperti pesan ancaman yang datang dari Sinta untuk menekan Risa.

Rama langsung termakan amarah saat membaca satu persatu chat yang ada di layar ponsel tersebut. Wajahnya langsung berubah marah. Tangannya dia genggam erat.

"Sinta ...!"

"Kak Rama jangan marah. Apa yang nona Sinta katakan itu benar. Hanya saja, aku yang terlalu berlebihan."

"Bukan kamu yang terlalu berlebihan, Risa. Sinta yang kekanak-kanakan. Bisa-bisanya dia bicara begitu. Sinta sangat keterlaluan. Sepertinya, pertimbangan untuk menunda pernikahan harus aku lakukan."

Manik mata bahagia langsung terlihat di mata Risa. Namun, cepat-cepat wanita itu menyembunyikannya. Tentu saja, akting yang sangat totalitas harus dia perankan lagi.

"Kak, jangan. Jangan lakukan hal itu. Nona Sinta bisa makin kesal padaku. Lagian, dia akan marah padamu jika kamu menunda pernikahan kalian yang hanya tinggal satu minggu lagi."

"Biarkan saja dia marah. Kemarahannya tidak akan berpengaruh buat aku. Lagian, Sinta juga harus diberikan pelajaran biar dia sadar diri. Sadar dengan apa yang telah ia lakukan selama ini. Sikapnya yang manja, dan kecemburuannya yang kelewat batas harus di ubah supaya kedepannya, bisa menjalin hubungan yang lebih baik lagi."

"Tapi, kak."

"Sudahlah, Risa. Jangan takut. Aku akan beri Sinta pelajaran. Nantinya, dia akan tahu di mana batasannya. Dia gak akan berani ganggu kamu lagi. Kamu percaya padaku."

"Jangan, kak Rama. Aku tidak ingin hubungan kalian semakin rusak hanya gara-gara aku."

"Kenapa gara-gara kamu? Kamu tidak merusak apapun. Sebaliknya, Sinta lah yang telah merusak hubungan kita semua hanya gara-gara sikap manja yang ia miliki."

"Sudah. Kamu tenang saja di sini ya. Semua akan baik-baik saja."

Rama bangun dari duduknya setelah berucap. Risa langsung melontarkan pertanyaan dengan nada cemas, yang tentu saja itu hanya pura-pura saja. "Kamu mau ke mana?"

"Ada hal yang harus aku urus. Kamu tidak perlu cemas."

"Tapi, kak Rama. Jangan timbulkan masalah buat hubungan kalian ya."

"Kamu tenang saja, Risa. Semua akan baik-baik saja."

Rama pun beranjak pergi. Setelah pria itu hilang dari pandangan mata, Risa langsung bersorak karena bahagia. Dia hampir saja melompat-lompat karena terlalu girang akan usahanya yang sangat berhasil.

"Yes, yes, yes. Posisi nona muda keluarga kaya akan tetap jadi milik aku. Persetan dengan status. Yang penting, bisa menguasai hati tuan muda. Jika berhasil, maka akulah yang berkuasa."

Risa melempar tubuhnya ke atas sofa. Hembusan napas pelan nan panjang dia lepaskan. "Rama-Rama. Terlalu mudah untuk menguasai kamu. Sedikit saja trik, langsung berhasil. Sungguh tuan muda yang sangat lemah."

"Ha ha ha. Tapi aku suka hal itu. Dengan begitu, aku punya peluang yang sangat besar untuk jadi pasangan tuan muda keluarga kaya."

Senyum terkembang di bibir Risa. Dia kembali melepas napas lega saat memikirkan keberhasilan dari usaha kecil yang telah ia lakukan. Bukti chat yang dia tunjukkan pada Rama itu, tentu saja palsu. Dia yang mengarangnya sendiri. Tapi malangnya, Rama langsung percaya dengan hal itu.

"Ah ... aku rasa, tuan muda kaya otaknya bod*oh. Bisa langsung percaya dengan apa yang aku perlihatkan."

"Ha ha ha. Itulah keberuntungan Risa, bukan? Bertemu dengan Rama, lalu mengambil hatinya. Usaha sedikit saja, dia bisa langsung jatuh ke tangan ku. Sungguh luar biasa."

1
Soraya
lanjut
Patrick Khan
rama udah lupa kah sm risa🤔🤔🤔🤣🤣kok sekarang peduli sm sinta
Soraya
msih mbulet thor lanjut
partini
aihhh badan besar tapi gitu ,,yg kau butuhkan tuh seseorang yg bisa bikin hatimu yg panas jadi dingin
wana wana
partini
lah emang kamu yg di pukul semua orang juga tau dah lihat so what ?
aihhh Rama gendeng
aku
wkwkwkwk yg dihajar sopo yg ditanyai sopo 🤣🤣🤣 nyahokk kowe rama 🤣🤣🤣
Anonim
Rama bloon emang ,laki egois g tahu diri .ayo wana dan sinta harus tegas tunjukan sinta kamu itu milik wana sekaranf
Evy
gemes sama Rama ...pingin tak hiiiiih ajah 😅
partini
sejak kapan tunangan lebih berhak dari pada suami,,aihhh Ramayana emang rada"
Patrick Khan
risa sakit jiwa kah🤣🤣🤣🤣
Rani: wuahahahah.... sekarang masih belum. tapi sudah hampir mendekati🤣
total 1 replies
Patrick Khan
rama km ribet bgt sih🤣
Rani: jangan di kata. memang ribet dia
total 1 replies
Soraya
nex
Rani: sabar yuhu🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
Anonim
Si intan ibu yg oon ko bisa pilih kasih begitu,tolol.anak salah ko malah di dukung ,blok
Rani: nama juga anak sayangan dia.
total 1 replies
partini
dulu pas th 90 an ada drama India Rama dan Sinta ini kembali nya nikahnya sama wana jadi penasaran
Rani: wkwkwkw.... iya lho. tahun ini Sintanya malah milih Wana. Iya kan?
total 1 replies
partini
udah unboxing belum sih
Rani: jawabannya, udah pasti belom dong yah. ini Si Wana lho yah. Wana. Lama prosesnys. 🤭
total 1 replies
Dew666
😍
Rani: makasih buanyak😘🫰
total 1 replies
Anonim
Ah g seru si wana masa cowo gitu sih lemah amat ,gugup mulu
Rani: iya, anak angkat aku yang ini kan hidupnya penuh dengan penyisihan. jadi, wajar kalo dia kek gini kan yah
total 1 replies
Soraya
lanjut
Rani: sabara yah....
total 1 replies
Anonim
Ibu yg aneh ko bisa nanya kaya gitu bukan nya senang anak nya yg biasa menyendiri jadi ceria lagi,jangan jangan wana bukan anak kandung nya kah thor?
Rani: ish, nggak kok. anak kandung dia. Hanya saja, dia sejak kecil emang dekat dengan neneknya. Singkatnya, ibunya kek ibu tetanga aku 🤣 punya anak kesayangan gitu dia.
total 1 replies
Patrick Khan
ram ram karepmu wes..😄😄😄
Patrick Khan: sebel muak sm rama🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!