NovelToon NovelToon
Sekolah Kok Menikah

Sekolah Kok Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Alfina dan Alfino teman masa kecil yang selalu bertengkar jika berada di dalam satu kelas.

Fina mempunyai tambatan hati bernama Choki, sedangkan Fino memiliki Anjani, hubungan itu tidak berarti sama sekali ketika kedua orang tua memaksa mereka untuk menikah muda.

Fina membuat perjanjian setelah pernikahan, Jika disekolah menjaga jarak, jika dirumah berperan layaknya pasutri. Tujuan Fina buat janji karena untuk melindungi Fino dari gangguan Choki.

Pada akhirnya perjanjian yang Fina buat seakan masuk ke perangkap nya sendiri. Fina semakin di ganggu oleh Choki, sedangkan Fino semakin dekat dengan Anjani.

Apakah Fina bertahan dengan janji yang sudah ia buat, jika kalau tidak bertahan bagaimana kisah mereka membina sebuah pernikahan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 01.

Suasana kelas dua belas B yang tadi nya hening mendadak riuh ketika seorang gadis bernama Alfina Maharani melempar kertas di hadapan guru yang sedang menulis di papan tulis.

"Ini siapa yang barusan lempar kertas ke depan?!" Tanya guru itu dengan nada tegas. Murid lain tidak ingin memberi tahu siapa yang sudah melempar nya. Padahal mereka tau siapa murid yang melempar kertas itu. Alfina, dikenal sebagai ratu sekolah yang begitu dihormati karena prestasi dan kepintaran nya.

Alfina menjelma menjadi gadis nakal ketika ada hasrat ingin membalas perbuatan laki-laki yang dibencinya sejak kecil.

Itu terbukti saat Alfina menunjuk ke laki-laki yang sedang menelengkup wajahnya di meja belajar.

"Saya yang melempar kertas itu, karena bapak dipanggil diam aja. tuh ada murid yang tidur dikelas" Tunjuk Alfina ke Alfino Dewangga.

Niko yang menjadi teman dekatnya mencolek pinggang Fino sekedar memberi kode kalau ia ketahuan tidur dikelas.

"Sebentar lagi" Gumam Fino.

"Fin, Tapi Pak budi sudah liat kamu" Bisik Niko. Fino pun langsung tegak.

"Fino!, terhitung sudah berapa kali pertemuan kamu tidur di mata pelajaran bapak?" Tanya Pak Budi.

"Biar saya bantu jawab, terhitung sudah lima kali pertemuan pak" Timpal Alfina.

Fino mendelik seraya membelalak matanya. Sorot matanya mulai tajam seolah ia sedang berkata "Finaaaa!!"

Fina hanya tersenyum pongah dengan kedua tangan berada di dada yang terlipat angkuh.

"Kamu bapak hukum berdiri di depan kelas sampai pelajaran bapak selesai!" Pinta Pak Budi.

Satu tarikan nafas, Fino bangkit dari tempat duduk menuju ke depan kelas. Saat hendak menyebrang di meja belajar Fina, Fino menginjak sepatu yang dipakai oleh Fina.

"Aw!" Fina sampai kesakitan.

"Awas ya kamu" Ancam Fino.

"Nyenyenyenye!" Fina memperagakan bibir meledek. "Siapa suruh sembunyikan makeup saya"

Fino menatap Fina tajam, Fina menatapnya balik dengan tajam. "Di sekolah untuk belajar, bukan untuk berlagak jadi artis" Kata Fino.

"Dih ya terserah sih!" Sewot Fina.

"Fino!" Sekali lagi Pak Budi memanggil, beliau seolah sudah habis kesabaran karena Fino tak kunjung maju ke depan kelas.

"Iya maaf pak, ini nenek lampir rese soalnya"

Fina kesal dikata nenek lampir, ia merobek kertas dibuku untuk dilemparkan ke kepala Fino, tapi Fino reflek menghindar hingga kertas itu mendarat di kepala Pak Budi.

"FINAAA!!!" Geramnya Pak Budi. Pada akhir nya Fina ikut terkena getah kemarahan beliau. "Kamu juga maju ke depan!" Pinta Pak Budi.

Sebagai murid teladan yang tau aturan, Fina langsung menuruti keinginan guru itu tanpa ada elakan. "Maaf pak, baik"

"Mampus" Bisik Fino lalu terkekeh sinis.

Fina tersenyum, ia berdiri tepat di samping Fino seraya menginjak kakinya sebagai balas dendam. Inilah Fina, jika Fino buat ulah maka dia akan membalasnya.

"Fina!" Fino tiba-tiba menggeser kan kakinya dengan cepat untuk melepaskan diri dari injakan kaki Fina.

Saat yang bersamaan tubuh Fina terhuyung ke samping yang membuat Alfino reflek menangkap tubuh ramping gadis itu.

Kedua tangan Fina reflek mengalung di leher Fino. Membuat hampir seluruh siswa di kelas itu kompak bilang ciyeeee dan kelas itu pun beneran menjadi riuh karena tingkah random mereka yang alami.

"Jangan meluk-meluk Bloon!" ketus Fina seraya menegakkan tubuhnya kembali.

"Idih!, ditolong bukan nya terima kasih malah ngomel mulu kaya emak-emak!"

"Udah kalian berdua diam!" Tegur Pak Budi, ketika kedua makhluk menyebalkan itu sudah diam, Pak Budi melanjutkan materi pelajaran.

**

Jam sudah menunjukan pukul setengah empat sore. Bel pulang sekolah pun berdering di area sekolah.

Di masjid dekat gerbang, sepasang manusia yang tadi ribut dikelas itu sedang saling menunggu pacarnya. Fino menunggu Anjani untuk pulang bersama, sedangkan Fina akan menunggu Choki untuk mengantarnya pergi ke PlayStation store.

"Kenapa kamu harus nunggu disini sih?!" Kata Fina ketika menyadari keberadaan Fino.

"Lah saya biasa nunggu Anjani disini, harus nya saya yang bilang seperti itu?!" Protes Fino.

"Suka-suka saya lah mau nunggu dimana, emang ini sekolah kamu apa?!" Protes balik Fina.

"Orang gila mana yang akan jadi suami kamu nanti, kamu gada lembut-lembut nya jadi cewek" Gumam Fino.

"Bahkan jika ada wanita yang mau menikah dengan laki-laki tukang rusuh macam kamu berarti dia adalah orang gila diatas orang gila." Gumam Fina.

"Jangan ngeledek Anjani!" Fino tersindir.

"Ya kamu juga jangan meledek Choki!" Balas Fina tak mau kalah.

Keributan itu langsung terhenti ketika ponsel Fina dan Fino tiba-tiba berdering secara bersamaan.

"Hallo mah" Fina dan Fino berucap yang sama ketika mengangkat telepon dari mama nya masing-masing.

"Kamu cepat pulang Fina, sampaikan ke Fino kalau kedua orang tuanya ada dirumah kita, hari ini kamu pulang bersama Fino ya" Kata mama Irma, beliau adalah mama kandungnya Fina.

Sedangkan ibu kandung Fino yang bernama Mega menyuruh Fino kalau pulang langsung ke rumah Fina.

"Ada apa mah?" Fino dan Fina kompak bertanya di balik benda pipih yang tertempel di telinga nya masing-masing.

"Ada yang mau mamah sampaikan ke kamu dengan keluarga Fina" Jawab Bu Mega. Sedangkan Bu Irma menjawab. "Udah Fina, pulang aja bareng Fino, nanti kamu tau saat sudah dirumah"

Hingga Fina dan Fino mengakhiri sambungan telepon itu dengan kompak.

"Fina kamu pulang bareng saya" Kata Fino saat Fina ingin pergi mencari Choki.

"Pulang duluan aja, saya bisa naik ojol"

"Fina, ini..."

"Kalau saya belum sampai kamu tunggu di pos satpam depan gapura perumahan, nanti saat itu bonceng saya sampai rumah. Ogah banget saya di bonceng sama orang-orangan sawah" Kata Fina.

"Baik, ternyata kamu pintar juga nenek gayung" Kata Fino. Fina greget ingin nampol mulut menyebalkan nya Fino. Tapi gadis itu memilih mencari Choki untuk bilang ke dia kalau akan ada urusan keluarga.

Sedangkan dari sisi Fino, ia mentransfer uang lewat e-wallet untuk Anjani pulang naik ojol yang khas dengan warna ijo itu.

**

Beberapa menit kemudian..

Fina menghampiri Fino ketika duluan sampai pos satpam depan perumahan nya.

Gadis itu langsung naik ke jok motor, tanpa persiapan Fino tancap gas yang membuat Fina hampir terjengkang kalau tidak ia reflek memeluk perutnya. "Setan!" Fina kesal sampai menampol helm yang di pakai Fino.

Fino pun terkekeh tipis.

Mereka pun sudah sampai di blok F dimana rumah Fina berada. Sampai rumah mereka sudah ditunggu para orang tua.

Fina turun dari motor untuk menghampiri ibu nya, sedangkan Fino menyusul setelah itu.

"Ada apa sih mah? Mau ada acara makan-makan tah?" Tanya Fina.

"Kita sudah sepakat akan menikahkan kalian dalam waktu dekat" Jawab Bu Irma.

"APA!!" Fino Dan Fina sampai kompak terkejut ketika Bu Irma mencelos kalimat tersebut.

Keduanya kompak menjawab. "Enggak mau!"

Bu Irma terkekeh samar. "Percuma kalian menolak, kita jauh-jauh hari sudah mengatur tempat dan dekorasi yang tepat untuk resepsi pernikahan kalian" Katanya.

"Ih seriusan lah mah" Fina menjeda ucapan untuk menghela nafas. lalu ia lanjut bicara. "Fina sudah ada pacar di sekolah, Fino juga sudah ada pacar disekolah, lantas untuk apa perjodohan ini mah?" Kata Fina, ia mencolek Fino untuk membantu nya bicara.

Fino paham, ia pun menuruti keinginan Fina. "Iya tante bener, kita berdua emang sudah ada pacar di sekolah" Timpal Fino.

"Dengar ya, sebelum kalian kenal dengan pacar-pacar kalian, sejak kalian belum ada di kandungan kita sudah berencana akan menjadi besan. Kalian mau menolak itu tetap gak akan bisa" kekeh Bu Irma.

Untuk mempertegas kenyataan, Bu Mega mendekati putra sulung nya "Fino, itu mama setuju dengan perkataan Bu Irma, mama sahabat baik Bu Irma sejak saat satu sekolah bersama, bahkan kita kuliah juga sama-sama, sukses pun bersama, tanggal menikah kita juga sama, terus kamu sadarkan nama kamu dengan anak Bu Irma kita buat kembar itu kenapa? Karena emang kita sudah ada janji susah senang akan bersama-sama sampai tua" Kata Bu Mega.

Pada akhirnya Fina tidak menyangka kalau hubungan ibu nya bisa sedekat itu.

Dari pada dirinya, lihat lah saat Fina menatap sedang wajah Fino.

Rasanya ia pengen nampol karena wajahnya terlihat begitu nyebelin.

Kalau bahas masa lalu Fina dan Fino saat dari kecil. Mereka emang selalu bertengkar untuk membalas satu sama lain, dimana Fino yang lagi asik tidur, Fina iseng memberi pasta gigi pada mulutnya. Siangnya Fino membalas saat Fina sedang bermain boneka bersama teman sebaya nya, boneka itu Fino lempar ke saluran air hingga menghitam dan kotor.

Dan Fina ingat betul kejadian itu hingga sekarang. Pada akhirnya Fina membenci Fino karena boneka itu adalah pemberian terbaik papahnya di hari ulang tahun Fina.

"Pah.." Fina merengek memanggil papah nya, berharap kalau beliau mau membantu untuk tidak dijodohkan. Tapi kenyataannya...

"Fina, Pak Santo sudah ngirim papa uang satu miliar untuk merenovasi bangunan usaha papa, papa cuma berharap kamu bahagia setelah menikah dengan Fino" Begitu kata Pak Iwan, beliau papah kandungnya Fina

"Apa! Satu miliar?" Fina terkejut parah.

"Iya, uang itu sudah jadi mahar untuk kamu, maaf kalau papa pakai untuk keperluan usaha mendadak, sisanya nanti akan papa transfer ke e-wallet kamu" Kata Pak Iwan.

Tubuh Fina seketika melemas, situasi ini sudah tidak bisa di hindarkan lagi. Hingga akhirnya Fina kalah dan siap untuk dinikahkan dengan Fino.

Sama halnya dengan Fino, pria itu sudah sedari tadi mengulum bibirnya agar tidak bicara yang enggak-enggak, karena ia takut dosa jika melawan keinginan orang tua.

To be continue,

1
Queen Aisyah
dijodohin ama Fina malah sok jual mahal, maunya di jodohin sama mama ya Jan🤭
Queen Aisyah
janur kuning sudah melengkung kali An, kalau kau tau nangis pasti/Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!