NovelToon NovelToon
Sins Of The Playboy

Sins Of The Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Roman-Angst Mafia
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

King Stone (27 tahun) bisa dengan mudah melupakan ratusan wanita yang pernah singgah di hidupnya selama menjadi playboy.

Namun, gadis di hadapannya ini adalah pengecualian mutlak.

Olivier Martinez merupakan cinta pertama sekaligus mantan kekasih King selama tiga tahun di masa high school—gadis yang dulu ia tinggalkan begitu saja demi ego remaja agar tidak terikat oleh seorang wanita di masa depan.

Kini, roda kehidupan berputar. Di dalam rumah sakit mewah miliknya sendiri, King sama sekali tidak memiliki kuasa atas Olivier.

Di hadapan sang mantan kekasih yang menatapnya penuh kebencian dan kini bersenjatakan sumpah medis sebagai dokter residen, King harus menghadapi kenyataan pahit. Ia sadar bahwa luka penyesalan di hatinya jauh lebih sulit disembuhkan daripada luka sayatan parah di perutnya.

Pertemuan tak terduga ini menjadi awal dari karma masa lalu yang siap menghancurkan keangkuhannya.

~~~~~
Happy reading 🦋🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#29

Gema lonceng perunggu dari menara barat Kastel Stone baru saja berdentang sebanyak tujuh kali, menandakan satu jam tersisa sebelum altar suci gereja kastel dipenuhi oleh janji suci yang sempat tertunda selama satu dekade.

Di dalam aula pertemuan utama, atmosfer yang tadinya sibuk oleh hilir mudik para dekorator mendadak membeku seketika.

Pintu ganda setinggi lima meter yang terbuat dari kayu ek hitam berukir lambang klan terbuka perlahan, namun entakan tongkat kayu berkepala perak yang menghantam lantai marmer berulang kali memberikan efek kejut yang luar biasa.

Tuk. Tuk. Tuk.

Sesosok wanita tua bertubuh tegap dengan gaun beludru hitam pekat dan selendang bulu cerpelai berkelas melangkah masuk dengan dagu terangkat tinggi.

Dia adalah sang Grandmaman, matriark tertua klan Stone yang terkenal dengan kedisplinan kolot dan pandangan aristokrat Eropanya yang tak tersentuh.

Wajahnya yang dipenuhi kerutan elegan saat ini terlipat murka, memancarkan aura kemarahan yang sanggup menghentikan detak jantung para pengawal klan.

"Di mana bocah berengsek itu?!" Suara Grandmaman menggelegar, bergetar oleh amarah yang membakar harga diri tuanya.

"Kingston! Berani-beraninya kau menggerakkan seluruh klan untuk menyiapkan pernikahan sampah dalam waktu semalam tanpa izin dariku?! Dan apa yang kudengar dari laporan mata-mata? Kau membawa pulang seorang Anak gadis?!"

King Stone yang baru saja turun dari tangga utama dengan setelan tuksedo hitam pekatnya mendadak menghentikan langkah.

Rahangnya yang masih sedikit lebam akibat bogeman mentah sang Daddy tadi sore kembali mengeras.

Di belakangnya, Olivier Martinez yang sudah mengenakan jubah mandi sutra sebelum berganti gaun pengantin, tampak refleks menarik Nora Amelie ke balik punggungnya.

Grandmaman melangkah dengan cepat, mengabaikan Kyle dan Emmeline yang mencoba menengahi. "Sepuluh tahun lalu aku sudah menegaskan bahwa klan Stone tidak membutuhkan darah campuran dari wanita biasa! Kau mengabaikan dekret keluarga, King! Kau—"

Kalimat caci maki yang sudah disiapkan Grandmaman sejak dari kediaman pribadinya mendadak terputus di udara. Langkah kakinya yang kokoh mendadak terpaku. Tongkat peraknya nyaris terlepas dari cengkeraman tangannya yang berhias cincin berlian besar.

Dari balik bayangan jubah sutra Olivier, Nora Amelie perlahan melangkah keluar. Gadis kecil berusia hampir sepuluh tahun itu menatap langsung ke arah wanita tua yang sedang marah-marah tersebut.

Tanpa ada rasa takut, tanpa ada getaran di bahu kecilnya, Nora menegakkan tubuhnya, menampilkan sepasang mata elang murni klan Stone yang berbinar cerdas, berpadu dengan struktur tulang pipi yang teramat anggun—warisan mutlak dari garis keturunan murni klan.

Deg.

Jantung tua Grandmaman seolah berhenti berdetak. Amarah yang tadinya membumbung tinggi hingga ke langit-langit kastel mendadak menguap tanpa sisa, digantikan oleh gelombang kejutan yang luar biasa telak.

Kerutan di wajah kakunya perlahan melandai. Sepasang matanya melebar, meneliti setiap inci wajah Nora.

Hanya dalam hitungan tiga detik, sang Grandmaman klan Stone yang terkenal kejam dan tidak kenal ampun mendadak melunak, tak ubahnya seperti seekor hewan peliharaan yang hidungnya baru saja dicocol oleh makanan kesukaannya.

"C-Cicitku...?" bisik Grandmaman, suaranya yang tadinya menggelegar kini berubah menjadi cicitan lirih yang sarat akan kelembutan mendadak.

Tongkat perak yang berharga itu ia sandarkan begitu saja ke dinding. Wanita tua itu menjatuhkan martabat tingginya, melangkah tergesa-gesa dengan tangan yang bergetar terbuka ke arah Nora.

"Oh, demi Tuhan... kenapa... kenapa cicitku yang secantik ini baru dibawa ke hadapanku sekarang?!" seru Grandmaman tiba-tiba dengan nada suara yang mendadak melengking gemas, bertransformasi total dari nenek sihir menjadi nenek tua yang haus akan pelukan cucu.

Grandmaman berlutut di depan Nora, mengabaikan linu di persendian tuanya. Ia memegangi kedua pipi gembil Nora dengan mata yang berkaca-kaca.

"Aduh... menggemaskan sekali! Lihat mata ini... ini adalah mata elang klan Stone yang paling murni! Dan dahi ini... dahi yang melambangkan kecerdasan mutlak! Kingston, kau berengsek, kenapa kau menyembunyikan malaikat kecil ini selama sepuluh tahun dari Grandmaman?!"

King Stone melongo di tempatnya berdiri, mengedipkan matanya berulang kali melihat perubahan kepribadian neneknya yang melompat sejauh seratus delapan puluh derajat dalam hitungan detik.

"Mom... apa aku tidak salah lihat? Apa Grandmaman baru saja mengataiku berengsek karena menyembunyikan Nora?" bisik King pada Mommy Emmeline yang hanya bisa terkekeh geli di sampingnya.

Grandmaman tidak memedulikan sekelilingnya lagi. Ia langsung berdiri, menggandeng tangan kecil Nora dengan protektif, lalu menoleh tajam ke arah kerumunan. "Di mana... di mana istrinya Kingston?! Di mana Cucu menantu pertamaku yang sudah melahirkan mahakarya luar biasa seperti ini?!"

Olivier Martinez melangkah maju dengan ragu, menatap wanita tua itu. Namun, alih-alih menerima tatapan menghina, Olivier justru langsung ditarik ke dalam pelukan hangat Grandmaman.

"Oh, menantuku yang hebat! Maafkan mata tua nenek ini yang dulu rabun karena aturan kolot klan Eropa sialan itu!" ucap Grandmaman tanpa malu, memeluk Olivier dengan erat sembari menepuk-nepuk punggungnya.

"Mulai malam ini, jika si berengsek Kingston ini berani macam-macam atau membuatmu menangis lagi, katakan pada Grandmaman. Aku sendiri yang akan mencoret namanya dari daftar ahli waris utama jalur barat!"

Melihat adegan yang teramat absurd dan kocak di depan mereka, Kendrick Stone yang sejak tadi berdiri di dekat pilar marmer tidak bisa lagi menahan tawa gila yang bergejolak di dadanya.

Pria itu langsung meledak dalam tawa renyah yang teramat kencang hingga menggema ke seluruh penjuru aula.

"Hahaha! Wah... luar biasa! Ini adalah komedi tingkat tertinggi di Chicago!" sorak Kendrick sembari memegangi perutnya yang kaku karena tertawa. Ia berjalan mendekati Kaelix, menepuk-nepuk bahu adiknya dengan heboh.

"Lihat itu, Kaelix! Grandmaman kita mendadak berubah menjadi kucing rumahan hanya karena dicocol hidungnya oleh tatapan bocah sepuluh tahun! Hahaha! Ini terlalu kocak!"

Kaelix Stone, sang pangeran ketiga yang selama ini terkenal dengan wajah sedingin es dan paling anti mengeluarkan emosi, mendadak menundukkan kepalanya.

Bahu tegap Kaelix tampak bergetar hebat. Detik berikutnya, sebuah pemandangan langka terjadi: Kaelix Stone mengeluarkan suara tawa kecil yang perlahan berubah menjadi tawa lepas. Ia tertawa begitu keras hingga sudut matanya mengeluarkan air mata—perpaduan antara rasa terharu yang teramat dalam melihat bersatunya kembali keluarga mereka yang sempat retak, dan rasa geli yang tak tertahankan melihat tingkah kocak nenek buyut mereka.

"Kau menangis karena terharu atau karena menahan tawa, Kaelix?" goda Kendrick, menyeka air mata yang ikut keluar dari sudut matanya sendiri karena terlalu banyak tertawa.

"Dua-duanya, Kendrick... ini benar-benar gila dan mengharukan di saat yang sama," jawab Kaelix dengan sisa tawanya, membetulkan letak kacamatanya sembari menatap ke arah King yang kini tampak pasrah menerima omelan lanjutan dari Grandmaman.

"Sudah! Jangan banyak tertawa kalian berdua!" gertak Daddy Kyle Stone, meskipun sudut bibirnya sendiri kedutan menahan senyum. "Jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam. Kurang dari tiga puluh menit lagi altar gereja kastel harus siap."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Tepat pukul delapan malam, lonceng gereja Kastel Klan Stone berdentang dengan nada yang teramat megah dan sakral.

Altar gereja yang dibangun dari batu pualam putih peninggalan abad pertengahan kini telah disulap menjadi hamparan surga murni, dipenuhi oleh ribuan kelopak mawar putih segar dan pendar ratusan lilin aromaterapi yang menghantarkan ketenangan.

Pintu gereja terbuka. Olivier Martinez melangkah masuk dengan keanggunan seorang ratu sejati. Gaun pengantin sutra putih warisan inti klan Stone melekat sempurna di tubuh rampingnya, dipadukan dengan veil brokat panjang yang menyapu lantai.

Di sampingnya, Nora Amelie berjalan dengan gaun putih kecil, bertindak sebagai pembawa cincin dengan binar bangga di matanya.

Di ujung altar, King Stone berdiri tegak dengan tuksedo terbaiknya. Sepasang mata elangnya berkaca-kaca menatap wanita dan anaknya yang kini berjalan mendekat ke arahnya.

Rasa sakit dari jahitan perut yang robek dan lebam di rahangnya lenyap, digantikan oleh rasa syukur yang teramat magis.

Malam ini, di bawah saksian seluruh inti klan Stone, tidak ada lagi pelarian atau rahasia yang tersembunyi. Sang serigala Chicago telah resmi membawa pulang takdirnya ke dalam perlindungan abadi sarang mereka.

1
Yunie
seru nih
Ros 🌷🦋: hallo kak 🫶
total 1 replies
ida wati
wkwkwkwk drama persepupuan....jodoh nih kayaknya 🤣
Ros 🌷🦋: Wkwkwk masih rahasia ya kak 🤭🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
wkwkwkwk jngan kebanyakan gaya lu King, lu tuh budak nya El 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkwk🤣
total 1 replies
ida wati
yakin lu King??

mudah2an si Nora tiap malem minta tidur sm emak bapaknya 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: Ya Tuhan ngakak aku kak🤣🤣🤭
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
tendang aja oliv si king🤣
Ros 🌷🦋: ngakak 🤣
total 1 replies
ida wati
pake belm aja El biar gak malu wkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭
total 3 replies
ida wati
huaaaa othor motong bawanggg 😭😭😭
Ros 🌷🦋: huhuhu 😭
total 1 replies
nayla tsaqif
Nora xander masih ada ikatan darah thor,, emg boleh berjodoh,,!!?? 🤔
Ros 🌷🦋: Mereka sepupuan kak🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
apa Nora jodohnya Xander?
Ros 🌷🦋: kalo direstuin reader 🤭🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
sekarang giliran Ken yg muntah liat tingkah king🤣🤣
Ros 🌷🦋: hahaa biar kebagian muntah triplek K🤣🤣
total 1 replies
Moes Rifah
Thor episodenya 41 kok cuma 29
Ros 🌷🦋: ada 41 episode kak🙏🏻
total 1 replies
ida wati
wakakakaaka aku bahagiaaa 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: Hehehe 🤭
total 1 replies
ida wati
siram pake air keras aja biar kaku sekalian wkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: Ngakak 🤭🤣
total 1 replies
ida wati
grandmam suntik obat tidur aja kalo perlu suntik mati 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: ma'aciww kak🫶
total 5 replies
ida wati
ahhh Noraaa kau membuatku mewekkk 😩😩😩😩😩😭
Ros 🌷🦋: bayangkan sepuluh tahun kak baru ketemu ayahnya 🤭
total 1 replies
ida wati
thorrr sembako dibawa bawa 😩😩😩😩
Ros 🌷🦋: hihihi Author juga emak2 kak 🤭🤣
total 3 replies
Agus Hidayat
😍😍😍😍😍😍
Ros 🌷🦋: Ma'aciww kak reader, Komentar adalah semangat Author 🤭🤣
total 1 replies
Moes Rifah
ayo Thor lanjut, saya suka ceritax
Ros 🌷🦋: siap kak🫶
total 1 replies
Moes Rifah
lanjut Thor smpe dr martinez hamil anak kedua
Ros 🌷🦋: Hehe siap ya kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!