NovelToon NovelToon
Poena

Poena

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Nikolas Martinez adalah pemimpin geng motor The Vultures yang urakan namun cerdas, sementara Salene Lumiere adalah putri bangsawan yang hidup dalam sangkar emas milik Keluarganya. Dua dunia yang bertolak belakang, di mana Salene menemukan kebebasan di balik jaket kulit Nikolas.
Namun, tepat di malam perayaan ulang tahun ke-18 mereka yang penuh janji manis, sebuah kecelakaan tragis merenggut segalanya. Nikolas terhempas ke dalam koma selama lima tahun. Di dalam tidur panjangnya, Nikolas hidup dalam delusi indah bahwa ia dan Salene masih bersama, tanpa menyadari bahwa di dunia nyata, waktu terus berjalan dengan kejam.
Saat Nikolas terbangun di tahun 2026, ia mendapati dunianya telah hancur. Sahabat-sahabatnya telah dewasa, dan Salene—gadis yang menjadi alasan satu-satunya untuk ia bangun—telah menghilang. Rahasia besar terkunci rapat oleh orang-orang terdekatnya, Salene telah menikah dengan pria lain di California.
Sebuah kisah tentang cinta yang melampaui logika.
🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#11

Senin pagi di St. Jude’s High School kembali ke setelan pabriknya: dingin, kaku, dan penuh dengan kepura-puraan. Bagi Salene Lumiere, Minggu kemarin hanyalah sebuah interupsi singkat dari kenyataan yang seharusnya. Begitu ia melangkah turun dari Rolls-Royce perak milik ibunya, sosok "gadis motor" yang tertawa lepas dan makan mie instan di kamar cowok seolah-olah menguap tertelan kabut London.

Salene berdiri dengan postur yang begitu tegak hingga seolah-olah ada penggaris besi yang menyangga tulang belakangnya. Seragam sekolahnya disetrika sangat sempurna, tanpa satu kerutan pun. Rambut pirang madunya tidak lagi dibiarkan menari ditiup angin; hari ini rambut itu ditarik ke atas, diikat tinggi dalam high-pony tail yang sangat kencang, menciptakan kesan wajah yang tajam, waspada, dan tak tersentuh. Matanya yang jernih kembali dilapisi oleh dinding es yang tebal.

"ALEEEEEENNNN!"

Salene bahkan tidak perlu menoleh untuk tahu siapa yang baru saja merusak ketenangan koridor depan. Namun, teriakan itu segera diikuti oleh bunyi yang lebih ia kenal: raungan mesin-mesin besar yang memasuki gerbang sekolah.

"SAYAAAANG! SUAMIKUUUU! HANDSOME-KU DATANG!" Lauren berlari melewati Salene dengan kecepatan cahaya, melambaikan tangan dengan semangat ke arah area parkir.

Salene memutar bola matanya perlahan, sebuah gerakan elegan yang mengekspresikan rasa jengah yang luar biasa. Ia memutar tubuhnya, menatap ke arah sumber kegaduhan. Di sana, gerombolan motor besar The Vultures baru saja terparkir dengan sinkronisasi yang sempurna. Asap tipis keluar dari knalpot mereka, menciptakan aura pemberontakan di tengah lingkungan sekolah elit itu.

Kent turun pertama kali, melepas helm hitamnya dengan gerakan lambat. Wajahnya tetap datar, namun matanya sempat menangkap sosok Lauren yang menerjangnya.

"Kent! Apa kau merindukanku? Aku tidak bisa tidur semalam memikirkan serum bibirmu!" cicit Lauren sambil mencoba meraih lengan Kent.

Di sampingnya, Leonard tertawa konyol sambil menyandarkan sikunya di jok motor. Ia melirik ke arah Salene yang berdiri beberapa meter dari mereka, tampak seperti patung marmer di tengah keramaian.

"Lihat, Kent, istrimu benar-benar punya energi nuklir," goda Leonard dengan suara keras agar terdengar sampai ke telinga Salene. Lalu ia menyenggol bahu Nikolas yang baru saja turun dari Triumph-nya. "Dan lihat Ibu Negara kita di sana. Wah, Nik, apa dia tidak takut punggungnya akan patah kalau terus tegak seperti itu? Aku jadi penasaran, kalau dia tidur bagaimana ya? Apa dia juga akan tetap kaku seperti patung porselen?"

Dion ikut menimpali sambil melepas sarung tangannya. "Mungkin dia tidur di dalam peti kaca, Leo. Seperti Snow White, tapi versi yang lebih galak dan sombong."

Nikolas terdiam. Ia menatap Salene dari kejauhan. Gadis itu menatap balik, namun tidak ada kilatan pengakuan di matanya. Tidak ada jejak jempol Nik yang pernah mengusap bibirnya, tidak ada sisa pelukan erat di pinggangnya semalam. Salene menatap Nik seolah pria itu adalah orang asing yang baru saja turun dari planet lain.

"Kalian berisik sekali," gumam Nikolas, namun matanya tidak lepas dari Salene.

Salene melangkah mendekat dengan langkah-langkah kecil yang terukur. Ia berhenti tepat di depan gerombolan itu, menatap mereka satu per satu dengan tatapan meremehkan yang sempurna.

"Lauren, berhenti memalukan dirimu sendiri. Masuk ke kelas sekarang," perintah Salene dingin. Kemudian, matanya beralih ke Nikolas.

"Martinez, soal data tugas kemarin, aku sudah menyusunnya. Jangan harap aku akan memasukkan namamu jika kau tidak segera mengirimkan bagian analisismu sore ini. Aku tidak punya waktu untuk mengurusi keterlambatan kaum amatir seperti kalian."

Nikolas merasakan sedikit rasa sakit yang aneh di dadanya. Kaum amatir? Baru beberapa jam yang lalu gadis ini meminta tolong padanya untuk membuka korset karena sesak napas setelah makan mie instan.

"Tentu, Nona Lumiere," jawab Nikolas, suaranya kini sedikit lebih berat, ikut memainkan peran sebagai orang asing. "Analisisnya akan sampai di meja mahoni mu tepat waktu. Kami para sampah jalanan setidaknya tahu cara menepati janji."

Salene hanya mendengus tipis, berbalik dengan kibasan rambut ekor kudanya yang mengenai udara, lalu berjalan pergi meninggalkan mereka tanpa menoleh lagi.

"Waduuuh, dinginnya sampai ke tulang," bisik Dion sambil bergidik.

"Nik, kau yakin dia manusia? Dia benar-benar kembali jadi porselen yang jutek."

Nikolas hanya terdiam, memperhatikan punggung tegak Salene yang menjauh.

Di balik punggung tegak itu, Nik tahu ada beban yang sangat berat yang sedang dipikul gadis itu. Porselen itu memang sudah kembali ke dalam lemari kacanya, tapi Nik sudah melihat retakannya, dan ia tidak akan membiarkan retakan itu tertutup begitu saja.

🌷🌷🌷

1
winpar
thorrrrr update lgi plissssss
Ros🍂: Ashiappp kak🙏🥰
total 1 replies
ren_iren
sukaknya bikin huru hara dirimu kak.... 🤭😁😂
Ros🍂: Auuuw🥰🤣
total 1 replies
winpar
terus kk 💪💪💪💪
Ros🍂: Ma'aciww kak🥰🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!